
Malam hari yang cukup panjang, setelah kepergian tiga orang pengganggu yang tidak layak di sebutkan namanya, Pesta terus berlanjut hingga larut malam.
Para tamu undangan dan karyawan perusahaan berusaha menyenangkan Lisin sebagai bos besar PT. Angkasa sayangnya mereka harus kecewa karena Lisin tidak ingin di ganggu. dan lebih memilih untuk di temani Nazwa, Maya dan putrinya di tempat lain.
Di bawah pengawasan Lisin secara langsung, Maya membuat kontrak kerja sama dengan PT. Angkasa. tidak, lebih tepatnya di akuisisi oleh Lisin secara langsung.
Maya awalnya menolak dan lebih memilih membuat kesepakatan sebatas mitra bisnis, namun Lisin menentangnya. Yang Lisin inginkan, adalah agar Maya selalu ada untuk putrinya, karena Luna sangat membutuhkan perhatian seorang ibu mengingat usianya yang masih 5 - 6 tahun.
Mendengar alasan tersebut membuat Maya sangat tersentuh, dirinya tahu jika mengurus perusahaan secara langsung akan menyita banyak waktunya dan tidak punya waktu untuk putrinya lagi.
Dengan diakuisisinya Perusahaan katering makanan, maka Maya akan menjadi Manajer pengganti. Yang mana memiliki wewenang yang sama dengan sebelumnya, namun tidak dengan tugasnya. Setidaknya Beban Maya tidak akan seberat dengan sebelumnya, karena semuanya akan mengikuti perintah langsung dari PT. Angkasa dan semua kepentingan langsung menjadi urusan PT. Angkasa.
Maya sangat lega, setidaknya kondisi ini lebih baik dari apapun yang pernah ada, Belum lagi PT. Angkasa akan mengurus semuanya termasuk hutang yang di miliki perusahaan peninggalan suaminya.
Kesampingkan hal tersebut, dengan bantuan Nazwa nomor ponsel Lisin sudah dipulihkan dan semua orang yang mengenal Lisin bisa di hubungi kembali.
Hanya saja Lisin langsung mematikan ponselnya setelah menghubungi beberapa orang penting seperti Ningsih, Vita, Ratih, Nagisa, Orang tuanya, Dan masih banyak lagi yang secara bersama - sama menghubungi Lisin. Saat trio wik wik menghubungi Lisin lebih baik mematikan ponselnya.
Trisome yang Lisin bayangan harus gagal karena Nazwa langsung pergi ke luar kota, untuk kebutuhan mendesak di perusahaan cabang lainnya yang harus dirinya tangani secara langsung. Lisin hanya bisa seperti ayam mematuk makanan.
Sekarang menyisakan tante Maya dan Luna. Tidak mungkin kan Lisin mengajak Luna yang bergabung kedalam Trisome! pastinya tidak akan pernah terjadi, karena Lisin bukan pedofilia.
Walaupun pesta belum berakhir, Lisin, Maya dan Luna memilih untuk pulang. Lisin hanya bisa memilih Tante Maya yang pastinya akan menemaninya malam ini, hanya saja masalah ada di depan mata karena Luna belum tidur.
"Luna, Ayo tidur sudah malam. besok kan sekolah..." Kata Maya dengan membujuk.
"Malam ini, Luna ingin tidur dengan Mama boleh kan?..." Kata Luna dengan polos.
Diam, Tadi saja memangil papa mengapa sekarang menjadi penyihir kecil lagi. Mungkin Luna memiliki intuisi yang mana jika Mamanya dan Lisin akan bersenang - senang tanpa mengajak dirinya.
"Luna, Kamu anak yang pintar, anak cantik... Jadi kamu harus tidur sendiri, oke..." Lisin tersenyum.
Luna kamu harus tidur dan percayakan mamamu kepada Lisin yang akan membuatnya bahagia luar dalam.
"Kakak, Kamu boleh tidur di sini namun Kamu belum bisa tidur dengan Mama... Aku akan menjaga Mama malam ini..." Luna berkata dengan lantang.
Sayang sekali Luna sudah kecolongan kemarin malam.
Kali ini yang berkeringat dingin adalah Maya, setelah merasakan Joni agung yang sangat nikmat dan membuatnya ketagihan, belum lagi memiliki rasa kesukaan dirinya. jadi bagaimana Maya akan berdiam diri saja, di saat joni agung menganggur tidak memiliki kegiatan.
Jelas Maya tidak senang jika Malam ini Luna tidur dengan dirinya. Sedangkan Lisin juga tidak bisa berkata - kata. Bagaimana bisa dia melalui malam ini tanpa memanjakan Joni Agung.
"Sistem, Akses obat tidur..."
__ADS_1
(DING...)
(Toko sistem di akses, di butuhkan 10 juta untuk membeli Pill Obat tidur, apakah tuan rumah ingin membelinya: Ya/Tidak)
"Ya..."
Tentu saja Lisin harus membelinya, agar bisa membuat Luna tertidur. Juga pill tidur tersebut memiliki khasiat lain seperti membuat orang yang meminumnya tetap dalam kondisi kenyang. tentu saja tidak akan bangun jika mengalami guncangan.
"Luna, Apakah kamu ingin permen?..." Lisin tersenyum sambil bertanya.
Maya yang melihat Lisin awalnya bingung namun mulai menyadari jika Lisin memiliki sesuatu untuk membuat Putrinya tertidur.
Bagus, sangat brilian apapun boleh di lakukan asalkan Luna bisa tertidur dan kita berdua bisa bercocok tanam hingga pagi. tidak, jangan pagi tapi beberapa hari. Maya tersenyum cerah.
Sungguh Orang tua yang sayang kepada anaknya, Demi kesehatan putri satu - satunya yang dimilikinya. Maya harus membantu putrinya tersebut untuk meminum obat tidur, karena anak kecil tidak boleh bergadang yang sangat tidak menyehatkan untuk tubuh mereka.
Juga dengan membantu anaknya tertidur lebih awal, Maya telah membatu putrinya tersebut untuk memiliki pola hidup yang sehat. karena tidur memiliki banyak manfaat.
"Luna, Kamu harus memakan permennya agar kamu lebih pintar..." Seru Maya dengan hati - hati.
"Benarkah?..." Kedua mata Luna berkedip tertarik.
"Tentu saja, jika kamu memakan banyak permen maka semakin cepat kamu memiliki kepintaran..." Lisin menambahkannya.
"Benarkah, Itu berarti tidak perlu pergi sekolah dan tidak perlu belajar lagi, tidak ada pekerjaan rumah, selama memakan permen sebanyak mungkin maka Luna akan pintar..." Luna berkata dengan bahagia.
Yang ada, jika semuanya benar - benar terjadi. maka produksi permen akan meningkat dengan pesat. mungkin makanan pokok akan tergantikan dengan permen dan pemerintah juga menganjurkan masyarakatnya untuk mengkonsumsi permen mulai sekarang dan selamanya.
Kesampingkan hal tersebut, Luna dengan senang hati memakan Pill obat tidur.
"Mama, Luna kok merasa mengantuk..." Karena pengaruh obat tidur sangat efektif sehingga bisa membuat Keinginan Luna akan tertidur semakin kuat.
"Ayo tidur..." Maya dan Lisin saling menatap kemudian keduanya tersenyum. dan dalam hati masing - masing berkata.
Tidurlah...
Tidurlah...
Tidurlah...
Sampai akhirnya Luna tertidur, Maka tidak ada lagi pengganggu untuk dua insan yang terpisahkan beberapa centimeter dan terhalangi oleh kain dan keinginan yang tertunda.
Maya langsung membawa putrinya ke kamar yang ada di bagian depan, kemudian Menutup pintu kamar tidak lupa untuk mengunci pintu kamar dari luar.
"Lisin... Sekarang sudah Aman..." Kata Maya.
__ADS_1
"Bagus, Saatnya melakukan pekerjaan rumah..." Kata Lisin dengan mengangguk.
Di kamar sebrang, Lisin mengikuti Tante Maya memasuki kamar lalu menguncinya dari dalam.
"Lisin... Terima kasih..." Kata Tante Luna dengan tersenyum.
Ini terima kasih karena sudah membantu apa ya? Masalah Pak Dani dan kontrak kerjasama atau bikin Luna tertidur? sepertinya yang terakhir.
"Tidak masalah..." Kata Lisin.
"Lisin, Apakah kita kan melakukannya lagi?..." Tanya tante Maya.
"Um..." Lisin mengangguk dan sedikit kesal. jelas - jelas sudah berdua didalam kamar dan sudah bikin Luna tertidur. jadi tinggal Looob saja.
"Aku mengerti..." Maya ini jelas menginginkan rasa kenikmatan seperti kemarin malam dan dirinya tidak dapat memikirkan tentang rasa lainnya selain rasa sodokan dari Lisin.
Tante Maya secara perlahan melepaskan pakaian yang dikenakannya, kemudian memperlihatkan, kaki halus, paha mulus, pinggang ramping, apem lebat, dua semangka bulat, dan wajah seorang janda yang selalu di depan.
"Gulp..." Lisin menelan ludah, walaupun dirinya sudah melhat Maya sepenuhnya dan juga sudah merasakannya namun dirinya tidak pernah bosan melainkan semakin menginginkannya lagi.
Jika Lisin terlalu kenikmatan dan dirinya tanpa sengaja mati karena terlalu enak, mungkin akan menjadi akhir dari karakter yang dimainkannya.
"Kamu bisa menyentuhnya..."
Tanpa di suruh, Lisin pasti akan menyentuhnya. saat kedua tangan Lisin dan jari - jaringannya menyentuh dan tenggelam dengan lembut. belum lagi saat kismis mulai menonjol. Lisin langsung menyesapnya seperti bayi yang kelaparan.
"Aaaa..." Tante Maya mendesah kemudian menggunakan tangannya untuk menutupi mulutnya.
"Tante, kamu bisa tenang, dengan obat tidur sebelumnya. Luna tidak akan terbangun bahkan jika terjadi gempa 10 skala richter..." Lisin menjelaskannya sambil terus menerus menyesap.
"Um... Apakah manis?..." Tanya Maya.
"Tentu saja manis, Mungkin jika aku haus di masa depan aku harus menemukan tante Maya..." Lisin menyeringai.
Hanya menyesap dan menyentuh dua semangka saja membuat Joni agung menjulang tinggi. Mungkin ini yang di maksud dengan syaraf sensorik yang terhubung melalui otak dan rangsangan.
"Tante Maya, Bisa berbalik dan membungkuk aku akan memasukkannya dari belakang..." Kata Lisin.
"Apa!!! Apakah bisa dari belakang seperti pada Film Jav?..." Tanya Maya dengan malu, penasaran dan menginginkan menjadi satu.
"Tentu saja, Jika suamimu mungkin tidak akan bisa apa lagi orang lainnya, juga jangan mengatakan film jav yang kebanyakan setingan..." Kata Lisin.
"Ok..." Berdiri dari tempat tidur tante Maya mengikuti perkataan dari Lisin.
"Aaaa..." Mendesah lagi. Itunya masuk kedalam tubuhku dari belakang, dan sangat dalam. aku bisa merasakan jika menyentuh rahimku. Sensasi ini sangat menakjubkan, pikir tante Maya.
__ADS_1
Sebagai seorang wanita dengan keinginan biologis besar. Tante Maya ingin melakukannya dari belakang hanya saja tidak pernah tersampaikan mengingat milik suaminya yang kecil. dan sekarang sangat berbeda karena Lisin sangat bisa di andalkan.
Bersambung...