Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 135


__ADS_3


Disaat semua lampu penerangan di matikan, banyak mahasiswa dan mahasiswi di buat kebingungan.


Kepala kampus hanya tersenyum, karena dirinya sudan mengetahui tindakan dari putri pendiri yayasan yaitu Kinar. Di tambah pertunjukan tersebut bersangkutan dengan Lisin. Jelas Kinar melakukan pengaturan khusus di Belakang panggung, Dan Kepala kampus Langsung menyetujuinya.


Rehan yang turun dari panggung juga terkejut dengan lampu yang di matikan belum lagi dirinya memiliki phobia terhadap kegelapan.


Rehan memiliki kaki bergetar lalu terpeleset, tangannya tanpa sadar memegang seseorang yang ada di dekatnya.


"Aaaa..." Suara teriakan wanita di dalam kegelapan.


"Sayang mengapa kamu berteriak apakah kamu takut kegelapan?..." Pria kekar bertanya kepada pacarnya.


Rehan yang ketakutan dan terpeleset, ternyana menyentuh pacar seseorang yang kebetulan ada di dekat tangga panggung.


"Sayang... Seseorang merabah-rabah tubuhku... Hiks aku takut hamil..." Pacar pria kekar menangis saat merasakan sesuatu yang menyentuh dirinya.


"Apa!!.. Siapa dia, Aku saja belum merabah-rabah pacar ku seseorang berani mendahuluiku... Sialan..." Pria kekar langsung marah.


"Ada apa bro..." Selusin teman pria kekar juga tersinggung melihat pacar temannya di lecehkan.


"Ini aku tidak tau siapa dia... Tapi dia melecehkan pacarku..." Pria kekar berkata dengan marah.


"Sial... Bro, sepertinya dia ini tidak takut dengan kita-kita... Bantai saja..." Temannya memprovokasi.


"Aku... Aku... Tidak sengaja..." Rehan yang di kelilingi selusin pria kekar berkata dengan ketakutan, di tambah tempatnya yang gelap tubuhnya bergetar.


"Aaa... Alasan saja kamu... Teman - temam lumpuhkan dia, jika bisa buat dia menjadi kasim..." Karena gelap tidak ada yang mengenali Rehan.


"Tolong jangan lakukan... Aku Rehan yang baru saja melakukan pertunjukan... Aku idola kampus pasti pacarmu juga suka denganku..." Rehan mengaku dengan jujur.


Hanya saja bait terakhir kalimatnya seperti menusuk pantat seekor beruang.


"Sial... Kamu pikir pacarku tidak suka dengan ku dan lebih suka dengamu..." Bagaimana pria kekar tidak marah, dirinya sangat mencintai pacarnya, jadi saat mendengar jika pacarnya menyukai pria lain, dirinya bergetar marah.


Jika dirinya tidak melumpuhkan Seseorang yang mendekati pacarnya, Dirinya tidak layak menjadi seorang laki-laki. Jadi dirinya tidak akan memberi ampun kepada pria yang ada di depannya.


"Brugkk..."


"Grak..."


"Krak..."


"Ahhh..."


Pria kekar tidak peduli siapa pihak lain, entah itu artis dalam negeri atau manca negara, dirinya harus membuat pihak lain menjadi kasim agar kekesalan hatinya meredah.


Selusin temannya juga membantu untuk memukul Rehan yang tersungkur di tanah, entah berapa kali dia terpukul banyak luka di sekujur tubuhnya, bahkan wajahnya yang dirinya banggakan untuk menggoda wanita cantik tidak dapat di kenali lagi bahkan oleh ibunya sekalipun.


Yang terakhir, pria kekar menginjak telurnya hingga menetas dan dapat di pastikan jika rehan tidak dapat lagi menggunakannya dengan benar dan dia dipastikan akan kehilangan masa depannya.


Rehan yang pingsan memiliki satu pertanyaan, siapa yang harus dirinya salahkan dan karena siapa lampu penerangan di matikan.

__ADS_1


Pesan untuk Rehan, Jangan mencoba merebut pacar seseorang jika tidak ingin mengalami nasib sial.


Apa lagi jika itu wanita - wanita yang akan menjadi milik Lisin, bahkan Lisin yang tidak mengerti apa - apa dan tidak turun tangan, Azab akan datang menghampiri Rehan.


Sebut saja judulnya Azab tukang penggoda wanita.


Kaum jomblo lebih baik tidak menggoda wanita jika tidak ingin bernasib seperti Rehan. dan tunggulah kedatangan jodoh kalian tanpa harus menggoda wanita, karena jodoh akan datang jika di tunggu.


Sampai kapan? tidak ada yang tau jawabannya.


.....


Lisin tidak mengerti tentang azab yang menimpa Rehan, saat ini dirinya di bawah pencahayaan Lampu sorot.


Lautan penonton yang terdiri dari mahasiswi dan mahasiswa juga para tamu undangan membela membentuk jalur seperti karpet merah di mana artis Holywood akan melaluinya dengan reporter di setiap sisinya.


Keduanya berjalan dengan tanpa hambatan, penonton tidak ada yang bersuara bahkan kentutnya harus di tahan, apa lagi yang memiliki nafas bau mereka harus menahan nafas sampai perjalanan Lisin dan Dewi sampai di atas panggung.


Mahasiswi yang paling cantik terutama yang menggunakan bedak tebal harus rendah diri di depan kecantikan Dewi, apa lagi para Mahasiswa mereka menatap Lisin dengan cemburu. sedangkan kaum jomblo yang tetap setia menunggu jodoh yang tidak pasti kapan datangnya menangis di tempat.


Sungguh momen yang mengharukan, di saat pasangan yang sempurna berjalan di depan mereka, Para jomblo hanya diam dengan menyalahkan Tuhan karena tidak adil.


Di bawah penerangan Lampu sorot Lisin dan Dewi sampai di atas panggung.


Tidak satupun yang mengenal wanita cantik tersebut, sedangkan untuk Lisin ada beberapa yang mengenali dirinya, seperti Trio wik wik, Kepada kampus, Dosen Mirna dan Kinar dan ketiga temannya yang melihat dari kejauhan.


Dosen Mirna, memiliki alis berkedut, dirinya memang mengatakan jika Lisin bisa meminta bantuan kepada siapapun namun tidak berharap jika wanita tersebut sangat cantik.


Semua orang bertanya-tanya tentang siapa pasangan tersebut, Apakah mereka Kuliah di kampus kita?


Ya... Dewi harus murah akan senyum karena senyuman akan membuat orang lain bahagia.


"Kami Dewi dan Lisin akan mebawahkan Lagu Laskar pelangi untuk kalian semua..." Dewi berdiri memegang microphone dan Lisin duduk di depan Piano.


Lisin awalnya berniat menggunakan gitar, namun karena lagu yang di bawakannya adalah lagu penyemangat dirinya ingin melakukan yang terbaik.


Dewi!!!


Mendengar jika wanita cantik tersenyum hangat itu adalah Dewi, semua orang tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


Dewi yang ada di dalam ingatan semua orang dan yang ada di atas panggung. bagaikan langit dan bumi, yakni memiliki perbedaan yang sangat lebar.


Belum lagi Dewi yang lama jarang tersenyum, sedangkan yang ada di sana memiliki senyuman secerah matahari.


"Dewi..."


"Dewi..."


"Dewi..."


Berbeda dengan pendukung Rehan yang mayoritas para mahasiswi cantik yang di godanya. Kali ini semua lautan penonton berteriak sangat keras!


Lisin yang duduk perlahan merenggangkan tangan lalu jari - jarinya di letaknya di atas Tuts papan piano. Saat jari menekan Tuts piano bagian tuas akan mendorong bagian martil yang bekerja untuk memukul dawai piano dan suara nada piano dapat di dengar.

__ADS_1


"Ting.... Ting... Tung... Tung... Teng"


Semua orang diam... Baik yang Mahasiswa berpasangan atau Mahasiswa yang jomblo akut, semuanya terpesona dengan suara yang di hasilkan dari piano tersebut.


Nada ini adalah nada diri Lagu 'Laskar pelangi' Setelah intro nada piano, Dewi mengeluarkan suaranya yang merdu.


Semua penonton terpesona belum lagi arti dari lagu 'Laskar Pelangi' Sangat dalam dan sangat cocok untuk tema perpisahan wisuda yang di penuhi mimpi dan semangat.


Dari pada lagu yang Rehan bawakan tentang cinta, sungguh tidak menyambung dengan Tema perpisahan Wisuda.


"Mimpi adalah kunci... untuk kita menaklukkan dunia... berlarilah tanpa lelah sampai engkau... meraihnya..." Dewi menyanyikan lagu dengan suaranya yang khas.


Lirik pertama mengartikan... untuk meraih cita - cita kita, kita awali dengan mimpi. Karena mimpi tersebut yang akan menjadi motivasi yang sekaligus menjadi kunci untuk mencapainya. Dan untuk meraihnya, kita harus berusaha tanpa lelah sampai kita meraihnya.


Nyanyian berlanjut...


"Laskar pelangi... takkan terikat waktu... bebaskan mimpimu di angkasa... warnai bintang di jiwa..." Semua penonton yang hafal akan lirik lagunya secara bersamaan ikut bernyayi.


Lirik kedua mengartikan... Untuk berusaha meraih cita- cita, kita tidak terikat waktu dan tidak ada kata terlambat untuk mencobanya. Ekspresikan impian kita dengan bebas, untuk mewarnai kehidupan kita.


"Menarilah dan terus tertawa... walau dunia tak seindah surga... bersukurlah pada yang kuasa... cinta kita di dunia..."


"Selamanya..." Nada piano sebagai iringan musik yang sangat sempurna.


Lirik ketiga mengartikan... Teruslah berusaha sekuat tenaga, dan teruslah tersenyum terhadap apa yang telah kita alami. walaupun hidup ini tak seindah surga, niscaya dengan senyum pekerjaan berat pun akan terasa lebih ringan karena kita ikhlas mengerjakannya.


Selalu bersyukurlah pada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena dengan bersyukur kepada-Nya, kita kan menjadi lebih tenang, damai, dan selalu diberikan kekuatan - kekuatan.


"Cinta kepada hidup... memberikan senyuman abadi... walau hidup kadang tak adil... tapi cinta lengkapi kita..."


Lirik keempat mengartikan... Apabila kita mencintai hidup ini, maka dunia pun akan membalas senyum kita. Walau hidup penuh cobaan, penuh ketidakadilan, namun kekuatan cinta kan selalu melengkapi dan melindungi kita.


"Laskar pelangi... takkan terikat waktu... jangan berhenti mewarnai... jutaan mimpi di bumi..."


Lirik kelima Mengartikan... Tak terbatas waktu untuk kita barusaha meraih segala cita- cita kita. Janganlah kita berhenti dan menyerah. Yakinlah, bahwa selama kita terus berusaha, kita akan mendapatkan apa yang telah menjadi harapan kita.


"Menarilah dan terus tertawa... walau dunia tak seindah surga... bersukurlah pada yang kuasa... cinta kita di dunia..."


"Selamanya..." Nada piano kembali mendominasi setelah bagian Lirik terakhir.


Tidak ada yang duduk, semua orang berdiri seolah mereka semua melihat harapan dan mimpi menjadi kenyataan di depan mereka.


Beberapa Mahasiswa dan Mahasiswi yang wisuda menagis, saat mengingat perjuangan mereka selama ini, hanya untuk mengejar sebuah mimpi.


Dosen - dosen tidak jauh berbeda, sebagai pembimbing mereka jelas memiliki mimpi agar mahasiswa bimbingan mereka akan berguna untuk bangsa dan negara.


Kepala kampus bahkan melompat untuk menunjukkan jika dirinya sangat setuju dan bangga dengan Laskar pelangi yang di bawah kan Dewi dan diiringi piano yang di mainkan Lisin.


Dosen Mirna bahakan tersenyum... Jelas dirinya terpukau dengan pertunjukan tersebut, belum lagi nada piano yang Lisin mainkan sangat menggairahkan jiwanya sebagai seorang Dosen.


Dosen Mirna jelas bersemangat untuk membantu Lisin kejalan yang benar...


Sedangkan nasib Rehan... Tidak perlu di pertanyakan apa lagi di bahas... Karena semua orang telah melupakan keberadaannya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2