
Semua orang menatap Lisin dengan menghina. di mata mereka semua, Wolf ini pasti sudah dibutakan dengan uang. jika tahu seperti ini mereka lebih memilih untuk menjalani kehidupan yang membosankan di negara mereka masing - masing.
Wolf, mengerutkan keningnya. jelas dirinya malu di depan Lisin, namun kembali menghela nafas. sikap mereka semua tidak jauh berbeda dengan dirinya saat pertama kali menjadikan Lisin sebagai target.
Saat itu dirinya memiliki reaksi yang sama, dengan berpikir pekerjaan tersebut terlalu mudah. namun siapa sangka jika Lisin mengejutkan dirinya. mulai menyadari kedatangan dirinya, juga saat bersaing dalam kecepatan dengan semua kemampuan miliknya, namun Lisin mengungguli dirinya tanpa berkeringat sedikitpun.
Karena Dirinya yang membawa mereka semua, Wolf berniat meluruskan mereka semua agar tunduk seperti dirinya. hanya saja saat dirinya mengambil tindakan Lisin menghentikan dirinya dan berjalan mendekati mereka semua.
"Jadi kalian semua kecewa denganku, karena aku masih muda?..." Kata Lisin datar.
Mereka semua menatap Lisin dengan mencibir, apakah kamu ingin menunjukkan kekayaan milikmu didepan kita, jangan membuat kita semua tidak tahan. Pikir semua orang.
"Aku juga kecewa dengan kalian semua, padahal kalian belum tua namun kalian sudah pensiun..." Kata Lisin dengan tersenyum.
Diam!
Semua orang yang mencibir dan menatap dengan hinaan, langsung marah. karena perkataan Lisin seperti menabur garam pada luka yang di miliknya.
Mereka memang tidak terlalu tua namun mereka semua memiliki sikap bangga.
"Bocah, lebih baik kamu diam. karena tidak mengetahui tentang kita yang sebenarnya. Andaikan aku tidak memiliki cacat fisik aku tidak akan pensiun begitu cepat..."
"Dunia kita berbeda dengan mu, dunia kita bukan mencari wanita cantik melainkan mencari cara untuk bertahan hidup..."
"Kami setiap hari akan memiliki rekan kita yang harus mati saat bertugas..."
"Tangan kami berlumuran darah bukan seperti kamu yang berfoya - foya. jadi jangan melihat kami hanya seorang pensiunan saja..."
Satu persatu dari mereka langsung membantah perkataan Lisin. menurut mereka Lisin ini hanya besar mulut saja, dan tidak memahami mereka semua dengan benar. jika Wolf tidak bersamanya mereka semua ingin menampar Lisin agar kedua orang tuanya tidak dapat lagi mengenali wajahnya.
"Pensiun tetaplah pensiun, nilai kalian semua sudah menghilang dan tidak dapat di gunakan lagi. kalian semua tidak lebih dari barang antik yang di letakan di sudut ruangan dan dilupakan oleh pemiliknya..." Lisin semakin tersenyum lebar. Mereka semua jelas memiliki kebanggaan yang terukir pada tulang mereka. untuk itu membuatnya marah adalah keharusan.
Mereka semua mengerutkan keningnya dan menggertakkan giginya, mereka semua tidak tahan lagi untuk memberi Lisin pelajaran. hanya saja perkataan Lisin adalah kebenaran mutlak. sehingga membuat mereka terdiam dengan penuh kebencian.
__ADS_1
"Apakah aku benar? Apakah kalian marah dan ingin memukuliku, sayang sekali kalian cacat fisik. sehingga tidak dalam kondisi puncaknya. Tapi kalian masih bisa berjabat tangankan?..." Lisin melihat mereka semua dengan tersenyum.
Mereka semua menyadari apa yang Lisin maksudkan, jadi bagaimana mereka semua tidak bahagia? saat ini mereka tersenyum dan melihat Lisin seperti seorang mayat. jabat tangan jelas ingin mengadu kekuatan cengkeraman dengan mereka semua.
Sepertinya Lisin ini harus menyesali keputusannya. batin mereka semua.
"Siapa yang ingin memulai lebih awal?..." Tanya Lisin.
"Aku akan menjadi yang pertama dan yang terakhir..." Kata Pria bertubuh kekar.
"Tidak masalah, persyaratannya siapa yang berteriak maka mereka kalah. dan jika kalian berteriak maka kalian akan menjadi pengikut ku. dan jika aku yang berteriak maka aku akan mengakui kesalahan dari tindakan ku. Bagaimana?..." Tanya Lisin mengusulkan.
"Tidak masalah, hanya saja jangan menyesali keputusanmu..." Pria bertubuh kekar.
Lisin berdiri dengan tenang sambil mengulurkan tangannya. begitu juga dengan pria kekar yang memiliki luka pisau pada pergelangan tangannya. saat kedua telapak tangan bertemu den saling mencengkeram, Lisin tidak bergeming sedikitpun.
Semua orang yang melihat jabat tangan keduanya dengan seksama, hanya saja setelah lebih dari Lima menit, teriakan Lisin yang mereka harapkan tidak terjadi. bahkan ekspresi kesakitan tidak muncul di wajahnya. sedangkan Pria kekar tidak hanya memiliki raut wajah yang jelek, dia bahkan menggertakkan giginya seakan ingin berteriak.
Pria kekar tersebut merasakan tangannya mati rasa, walaupun rasa sakitnya menjalar kesemua bagian tubuhnya, dia tetap tidak ingin berteriak. saat dirinya melihat kearah Lisin yang santai di bawah terpaan angin yang sejuk, kedua mata pria bertubuh kekar membulat tidak percaya.
Semua orang bisa melihat wajah jelek pria bertubuh kekar dengan tidak percaya di mata mereka. juga membandingkannya dengan Wajah Lisin yang periang dan santai. mereka semua bertanya - tanya. Apa yang sebenarnya terjadi?
"Apakah ini semua sudah batas mu?..." Tanya Lisin dengan santai.
Di bandingkan dengan mereka semua hanya Wolf dan Shizuka yang memahami seberapa kuat, kekuatan yang di miliki Lisin. Saat ini Lisin tidak menggunakan 1% dari kekuatannya, dirinya hanya bertahan dan membiarkan pria bertubuh kekar untuk menggunakan semua kekuatan miliknya.
Kata - kata Lisin membuat semua orang terdiam, jelas kekuatan cengkeraman pria bertubuh kekar tidaklah sederhana, namun bukan hanya Lisin tidak kesakitan, dia masih bisa bertanya dengan santai.
"Krak..." Suara retakan yang sangat renyah dapat di dengar, namun bukan yang mereka harapkan yang terjadi.
"Ahhhhh..." Pria bertubuh kekar berteriak kesakitan, tangan Lisin seperti Tang besi yang sangat kuat di mata pria bertubuh kekar dan dirinya harus mengakui jika Lisin lebih kuat dari dirinya.
"Berikutnya..." Kata Lisin sambil melihat kearah mereka semua.
"Aku berikutnya..."
__ADS_1
"Ahhhh..."
"Payah, aku berikutnya..."
"Ahhhh..."
"Laki - laki lemah aku berikutnya..."
"Ahhhh..."
Satu persatu mereka semua berjabat tangan dengan Lisin, Satu persatu mereka semua berteriak. jelas tidak ada kepura - puraan di antara mereka semua. karena dapat di lihat pada tangan mereka yang memar dan patah tulang.
Lisin ini terlalu mengerikan. untung saja itu tangan mereka bagaimana jika bagian lainnya yang lembut.
"Aku pikir, kalian semua kuat karena mulut kalian yang besar, ternyata kalian lemah bahkan hanya jabat tangan saja kalian kesakitan..." Kata Lisin dengan menggeleng.
Sedangkan mereka semua hanya bisa malu. dan harus mengakui jika Lisin sangat kuat. hanya saja kuat saja tidak cukup tanpa diimbangi dengan kemampuan bertahan hidup dan membunuh.
"Kamu mungkin kuat hanya saja, apakah kamu bisa bertahan jika bertarung denganku antara hidup dan mati..." Kata Seorang pembunuh bayaran dengan menghina. walaupun mereka kalah dalam berjabat tangan, namun mereka tidak mengakui kekuatan Lisin.
"Ingin bertarung denganku? Baiklah kalian bisa datang bersama..." Kata Lisin dengan tidak peduli.
Sombong!
Beberapa orang yang kesal secara perlahan berdiri mengelilingi Lisin, mereka tidak lupa menatap Wolf karena takut ikut membantu. hanya saja Wolf tidak peduli dan lebih memilih untuk diam. sepertinya mereka semua tidak akan menyerah sebelum kematian datang mengetuk pintu masuk yang ada di hati mereka.
"Datanglah..." Kata Lisin dengan malas.
Dengan begitu, semua orang yang bertarung dengan Lisin hanya bisa dilumpuhkan secara sepihak.
Lisin mengangguk dengan senang dengan karakter setiap orang, mereka tidak ada yang melarikan diri apa lagi menyerah sebelum mereka tidak bisa lagi bergerak. Bahkan beberapa di antara mereka sangat senang bisa bertemu dan bertarung dengan Lisin.
Walaupun mereka tidak memiliki kesempatan untuk menang mereka semua akhirnya memahami mengapa Wolf menjadikan Lisin sebagai tuanya. setidaknya mereka semua tidak akan merasa buruk menjadi bawahan orang kuat seperti Lisin.
Sedangkan perkataan Wolf yang mengatakan. jika Lisin mungkin bisa menyembuhkan cacat fisik mereka semua, hal tersebut tidak masalah jika menjadi kebohongan.
__ADS_1
Bersambung...