Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 93


__ADS_3

Meksiko di dalam ruangan yang begitu gelap seorang wanita gemuk baru saja menerima panggilan telepon.


"Prank..."


Ponsel yang baru saja di gunakan untuk melakukan panggilan di hancurkan ke lantai. kemudian wanita gemuk tersebut berjalan keruangan aula tengah, di sana ada pria paru baya berjanggut tipis sedang merokok.


"Ayah... kamu harus membalaskan dendam menantu mu... James" Wanita gemuk itu adalah istri James yang baru menikah beberapa hari yang lalu.


"Ayah pasti akan membalasnya" Carlos pimpinan Gangster Sinaloa mendengus dingin.


Carlos berniat memberikan posisi kepala gangster kepada James yang menjadi kaki tangannya yang cukup bisa diandalkan.


Untuk menjadi kepala gangster berikutnya James telah melalui beberapa seleksi dan akhirnya terpilih menjadi kandidat yang sangat cocok untuk mengantikan kedudukan Carlos berikutnya.


James selama ini mengurus bisnis perdagangan narkoba di wilayah asia dan hasilnya cukup membuat Carlos puas. Di tambah hubungannya dengan putrinya menjadikan Carlos seperti orang tua yang sangat bahagia.


Setelah melangsungkan pernikahan beberapa hari yang lalu Carlos akhirnya bisa tenang karena putrinya yang gemuk dapat menikah dengan orang yang menurutnya tepat.


Carlos beberapa kali memimpikan jika dirinya akan memiliki seorang cucu dan itu membuat Carlos selalu tersenyum di pagi hari.


Hari yang indah, mimpi yang belum terlaksana Semua angan-angan yang di miliki Carlos sirna karena James menantunya binasa di tangan pemuda asia.


"Sial..."


Jika yang membunuh James adalah Robert mungkin Carlos akan membutuhkan waktu karena Robert memiliki bawahan cukup banyak.


Karena itu adalah orang lain dari Asia, Carlos tidak peduli di manapun dan apa yang di lakukan pihak lain yang jelas pemuda asia itu harus mati hari ini juga.


"Apakah kamu mengerti apa yang aku inginkan..." Carlos bertanya kepada seorang pria kurus.


"Membunuhnya anggap sudah terselesaikan Bos..." Pria kurus berkata dengan menyakinkan.


"Bagus... maka lakukan" Carlos tersenyum kejam.


.....


Villa dekat pantai santa monica Lisin keluar dari kamar yang telah di gunakan untuk melakukan pertempuran sengit dengan Elena dan juga Mia.


"Jika sistem tidak menjual pil pemulihan energi, entah apa yang kan terjadi denganku..."


Untuk membuat dua wanita gila terpuaskan Lisin mengandalkan sahabatnya, Joni agung untuk berjuang dalam permainan squid game yang tidak memiliki akhir hingga kedua wanita itu menyerah.


Setelah kemenangan yang kesekian kalinya Lisin akhirnya bisa tenang menikmati waktu santai yang di milikinya.


"Sistem... Mengapa tugas membantu masalah Robert belum terselesaikan?..." Lisin bersantai di bawah sebuah pohon yang berada tepat di halaman Villa depan.


(DING...)


(Masalah yang di miliki Robert adalah perselisihan dengan gangster Sinaloa yang di pimpin oleh Carlos)


(Tugas akan terselesaikan jika tuan rumah membatu perselisihan di antara mereka berdua)


"Bukankah ini akan memakan waktu..." Lisin sudah menghabiskan banyak waktu tinggal di Villa dan selain bercocok tanam tidak ada lagi yang bisa dilakukannya.


"Apakah ada cara tertentu untuk menyelesaikan tugas dengan cepat?..." Lisin bertanya dengan menguap karena rasa kantuk yang kuat.

__ADS_1


(Perselisihan di antara keduanya akan berakhir jika salah satu di antara kedua gangster menyerah dan membuat gencatan senjata atau di hancurkan)


Kedua mata Lisin bersinar, jika gencatan senjata jelas tidak mungkin karena perselisihan di antara kedua gangster cukup panjang.


Sedangkan untuk menghancurkan gangster jelas Lisin lebih memilih untuk melakukan yang satu ini dari pada menunggu keduanya membuat gencatan senjata.


"Sial..."


"Wooosss..."


"Klank..."


Lisin yang sedang bersantai di bawah pohon tidak berharap jika sebuah peluru tanpa suara akan mengarah pada dirinya.


Jelas ini bukan peluru salah arah, Lisin sangat yakin jika pihak lain berniat membunuh dirinya.


Lisin langsung bersembunyi di balik pohan dan melihat sekeliling, tanpa adanya suara, tembakan peluru kedua menembus pohon yang ada di belakang Lisin.


"Sial..."


Sniper, jelas inilah senjata senapan yang di gunakan oleh pihak lain untuk membunuh Lisin.


"Di mana..."


Lisin memindai area sekitar sambil menghindari kedatangan peluru, namun tidak dapat menemukan pihak lain. jika pengguna sniper tidak dapat di temukan dalam jangkauan penglihatan maka hanya satu kemungkinan, yaitu tempat yang tinggi.


Lisin melompat kemudian berguling ke arah semak-semak yang ada di dekatnya.


Gedung tinggi yang ada di sekitar Villa hanya ada satu dan itu ada di selatan. jika di lihat dari arah di mana Lisin berada itu hanya ada satu gedung, namun jika di lihat dari arah lain akan ada dua gedung tinggi.


"Swoos..."


Jika itu orang lain pasti akan menjadi sasaran tepat oleh sniper tanpa berfikir gedung mana yang di jadikan tempat untuk melakukan penembakan.


Lisin jelas tidak berpikir jika gedung pertama yang akan di gunakan sebagai tempat penembakan karena terlalu mencolok, maka hanya gedung yang ada di sisi lain yang cocok untuk di jadikan tempat penembakan.


Lisin harus mengakui jika pihak lain bukan kaleng-kaleng, jika itu orang lain pasti akan dalam posisi tengkurap dengan diam melakukan eksekusi squid game.


Namun untuk pihak lain yang menembak Lisin tidaklah seperti itu. Lisin telah melakukan perpindahan dengan membelakangi sisi lain pepohonan. namun pelaku penembakan terus menembaknya tepat sasaran.


Jelas pelaku penembakan akan berpindah sambil mengikuti pergerakan Lisin. namun siapa Lisin apakah tembakan sniper akan membunuhnya.


Andaikan saja memiliki pintu kemana saja seperti Doraemon pasti Lisin bisa melakukan perpindahan instan atau Hiraishin no jutsu milik Namikaze Minato, atau juga sihir portal milik Doctor Strange.


Lisin menghilang dari tempat kejadian bukan karena perpindahan instan melainkan berlari di bawah pepohonan yang mana menjadi titik buta untuk para sniper.


"Sial... Target menghilang..."


Di atas gedung yang ada di sisi lain gedung tinggi lainya. Seorang pria kurus berpakaian hitam perlahan berdiri dari posisi tengkurap.


"Jika aku tidak membunuhnya aku akan mengecewakan tuan Carlos sebagai pembunuh bayaran paling di takuti di dunia" pria kurus tersebut tersenyum kecut.


Dalam tembakan pertama dirinya sangat yakin pihak lain yang tidak menyadari datangnya peluru akan mati di tempat. namun siapa sangka saat peluru berjarak beberapa meter target akan menghindarinya.


Apakah kebetulan? ataukah target memiliki mata di belakang kepalanya?

__ADS_1


Karena kegagalan tembakan pertama maka target akan menjadi waspada, maka dari itu target akan bersembunyi di sisi lain pohon.


Pria kurus melakukan beberapa perpindahan untuk menyesuaikan posisi target dengan benar. namun dengan berapa banyak pun dirinya berpindah, target akan menghindari peluru yang datang tanpa suara.


Sebagai pembunuh bayaran paling di takuti di dunia, ini kali pertama pria kurus bertemu dengan target yang begitu menyusahkan.


Mendapatkan pengakuan guinness book of record sebagai penembak jitu tepat sasaran dalam radius 10 kilometer sepertinya hanya sebatas nama.


Sepertinya pria kurus ini harus mengundurkan diri sebagai eksekutor mati dalam staf penyelenggara squid game.


"Baiklah masih ada kesempatan..."


Pria kurus merapikan senapan Accuracy International AWM lalu memasukan kedalam kotak persegi panjang.


Jika kamu termasuk player PUBG pastinya tidak asing dengan senapan satu ini. Tidak usah kita ragukan lagi jika dalam game PUBG Accuracy International AWM merupakan senjata tersakit. Pasalnya, senapan ini merupakan senapan yang lebih kuat dari versi Artic Warfare biasa.


"Mengapa kamu pergi sebelum menyapa orang yang kamu jadikan sasaran..."


Sebuah suara mengejutkan pria kurus, dirinya tidak menyangka jika target yang sebelumnya menghilang sekarang berada tepat di sebelahnya.


Bagaimana dia bisa berada di sini?


"Uugk..."


Lisin mencekik pria kurus lalu dengan kuat menggantungnya di udara.


"Le... pas... kan..." Pria kurus sangat ketakutan. kekuatan satu lengan pihak lain dapat mengangkat dirinya yang memiliki berat 67 kilogram. bagaimana dia sangat kuat.


"Apakah kamu orang suruhan dari gangster Sinaloa?..." Lisin bertanya dengan santai.


Lisin tidak menggunakan tangga atau Lift untuk mencapai atap gedung, melainkan menggunakan kekuatan lengannya untuk memanjat sisi luar gedung.


Beberapa orang mungkin bisa melakukannya namun menghabiskan banyak waktu apa lagi harus menggunakan pengaman. Hal tersebut tidak berlaku untuk Lisin.


"Ti...Tidak..." Pria kurus yang menjawab hampir kehabisan nafas.


"Krak..."


Pria kurus langsung terdiam lemas tak bergerak karena Lisin mematahkan lehernya.


Dengan analisa dari sistem Lisin tidak membutuhkan penjelasan dari pihak lain karena Lisin tau siapa orang yang berada di belakang pelaku penembakan.


"Carlos pemimpin gangster Sinaloa..."


Lisin berkata dengan dingin lalu menjatuhkan mayat pria kurus dari atas gedung tinggi.


"Sepertinya menghancurkan gangster Sinaloa dengan tanganku sendiri adalah satu-satunya pilihan yang harus aku lakukan..." Tatapan mata Lisin menjadi tajam.


Sebelum pergi Lisin menyimpan Senapan Accuracy International AWM beserta kotaknya kedalam inventori sistem.


Bersambung...


*Like dan komentar yang banyak agar bisa up sehari 2kali.


*Mampir juga Novel baru author yang berjudul "SISTEM KERUGIAN"

__ADS_1


*Terimakasih.


__ADS_2