
Bank Central Shanghai telah terjadi perampokan.
Melihat ketiga perampok itu akan mengambil uangnya dan lari begitu saja, membuat wajah Rong Yue berubah menjadi dingin dan dia siap berdiri untuk menegakan keadilan. Tetapi di saat berikutnya, dia terdiam.
Dia baru saja akan memutuskan untuk keluar dari kepolisian, mengapa dia masih ingin menegakkan keadilan. Sayangnya Rong Yue tidak memiliki jawaban.
Ketiga perampok itu semuanya terlatih dengan baik. Tentunya mereka telah memeriksa tempat ini sebelumnya. Mereka semua telah menyabotase sistem keamanan kantor bank. Mereka juga memberikan tugas kepada masing masing temannya.
Dalam beberapa saat, ketiganya memiliki tas yang dipenuhi oleh banyak uang di dalamnya. Sekarang dengan jumlah yang sangat besar. Mereka bisa memenuhi cita - cita mereka yaitu membeli kipas angin.
"Sialan, Para perampok ini aku harus menangkap kalian semua..." Rong Yue menunjukkan gigi putihnya saat dia kesal.
Dia tidak peduli dengan menjadi kapten kepolisian atau tidak. Selama dia memiliki tekad untuk menyelamatkan semua warga sipil dia akan berdiri dan melindungi mereka.
Didorong oleh pemikiran naif, Rong Yue secara perlahan berdiri diantara semua warga sipil yang membungkuk. Dan mencoba untuk melumpuhkan satu pria yang menjadi pelaku perampokan.
Dia harus menghentikan aksi perampokan kali ini.
Bisakah Rong Yue benar - benar menghentikannya aksi perampokan bank seorang diri?
.....
Lisin sedang dalam perjalanan meninggalkan departemen naga. Dia secara kebetulan melalui jalur yang sama dengan arah bank Central Shanghai berada.
"Dorrrrr..."
Secara kebetulan suara tembakan mengejutkan Lisin. Dia melihat kearah gedung Bank Central Shanghai.
"Sepertinya ada perampokan..." Lisin langsung menghentikan mobilnya di depan Gedung.
Dia tidak langsung pergi kedalam karena tujuannya ada rute pelarian para perampok. Lisin tidak ingin menjadi sorotan dan terkenal kerena masalah menghentikan para perampok bank.
Di mata Lisin, walaupun dia belum melihat pelaku perampokan. Setidaknya sangat yakin dan tidak mungkin salah, kepolisian akan datang terlambat. Bisa dibilang akan datang setelah para perampok pergi. Itulah kebiasaan buruk mereka.
.....
__ADS_1
Di saat Lisin menunggu di luar, wajah cantik Rong Yue terlihat dingin saat dia melompat untuk melumpuhkan salah satu dari mereka. Dia menjadi pusat perhatian karena melakukan gerakan yang sangat berani.
"Whoossss..."
Sebagai seorang polisi wanita yang cukup berpengalaman. Secara alami dapat melihat bahwa ketiga perampok ini bukan orang biasa. Melihat tindakan terampil mereka, siapa pun akan tahu. Jika ketiganya sangat terorganisir.
Karena Rong Yue adalah seorang polisi wanita yang baik. Meskipun dia tahu ada bahaya, dia tidak bisa diam hanya duduk dan menonton saja.
Rong Yue yang baru saja melompat dari tanah seperti kucing, dan dia melumpuhkan salah satu dari ketiganya. Pria itu tidak mengharapkan jadi dia akan dikalahkan oleh wanita yang menjadi salah satu pengunjung bank.
Rong Yue mengeluarkan senjatanya dan mengarahkannya ke kepala pria itu. Dia berkata dengan keras, "Kalian berdua jangan bergerak, Aku dari pihak kepolisian kalau tidak aku akan menembaknya!..."
Semua orang sangat bahagia saat mendengarkan jika ada kepolisian diantara mereka. Sepertinya polisi yang datangnya terlambat tidak akan berlaku lagi setelah melihat keberadaan Rong Yue yang baru saja melumpuhkan satu orang dari tiga pelaku perampokan.
"Polisi!... Akhirnya kita selamat..."
"Tolong selamatkan kami..."
"Selamatkan kami secepatnya jangan bertele - tele..."
"Sialan, Lepaskan dia, dan jatuhkan senjatamu..." Kedua perampok lainnya melihat rekan mereka yang dilumpuhkan sangat kesal.
"Menyerah sekarang, Karena kalian tidak akan bisa pergi dari sini..." Kata Rong Yue sebagai tanggapan kearah dua perampok lainnya.
Untuk menghadapi para penjahat, pendekatan pertamanya adalah meyakinkan mereka untuk menyerah. Ini akan memastikan keselamatan para korban dan meminimalkan kerugian.
Sayangnya tidaknya Rong Yue sangat naif. Jika Lisin melihat aksi Rong Yue, maka dia akan berkata. "Wanita bodoh hanya semangka saja yang besar..."
Detik berikutnya, pria yang menjadi pimpinan perampok mengeluarkan senyum bengkok dan mengangkat bajunya untuk mengekspos bahan peledak berada dibalik bajunya.
Dengan suara dingin, dia berkata, "Apa yang kamu lakukan dengan ini? pergi, atau aku akan menyalakannya dan kemudian kita semua akan mati..."
"Peledak!!!..." Wajah Rong Yue berubah dan rasa takut muncul di matanya.
Dia tahu bahwa begitu pimpinan perampok itu menekan pemicunya, seluruh lobi akan hancur berantakan. Tidak hanya dia akan mati, tetapi ratusan warga sipil di sini akan mati juga.
Ini bertentangan dengan prinsip Rong Yue, dia siap mengorbankan dirinya untuk warga sipil. Tetapi ada begitu banyak orang di sini sehingga dia tidak berani mengambil keputusan yang egois.
__ADS_1
Dia harus mementingkan keselamatan semua warga sipil lebih dari apapun. Bahkan jika Rong Yue menangkap para pelaku perampokan dengan sempurna. Selama memiliki satu korban jiwa dari warga sipil, maka dia akan gagal melakukan penyelamatan gemilang.
"Cepat Lepaskan dia dan jatuhkan senjata itu, jika tidak..." Pimpinan perampok berteriak dengan mengancam akan meledakan Peledak yang ada di tubuhnya.
"Sial..." Rong Yue melepaskan satu penjahat yang baru saja dia lumpuhkan. dan dia juga melemparkan pistol yang dimiliki.
Sekarang situasinya diluar kendalinya, tidak hanya para perampok berhasil mendapatkan uang, tetapi Rong Yue tidak bisa melakukan apapun.
"Bang..." Sebuah tamparan keras hingga Rong Yue tersungkur.
"Sialan, Apakah Sakit? Kamu akan mendapatkan balasan atas rasa sakit yang aku rasakan sebelumnya..." Pria yang baru saja Rong Yue lepaskan langsung memberikan pukulan telak dan membuat Rong Yue mengeluarkan sedikit darah dari sudut mulutnya.
"Aku akan membuatmu bertekuk lutut dibawah kakiku..." Pria itu tidak tanggung - tanggung melonggarkan ikat pinggangnya. Walaupun memiliki banyak orang berada di sekitarnya, dia berniat memperkosa Rong Yue di tempat.
Sungguh nasib buruk untuk Rong Yue dia terlepas dari Lisin yang selalu merugikannya. Sekarang dia akan diperkosa didepan umum.
Untuk pertama kalinya, Rong Yue merasakan teror yang sesungguhnya. Dia sangat ketakutan lebih dari apapun. Saat ini dia sedang menstruasi, jika dia benar - benar diperkosa. Maka akan merasakan rasa sakit yang luar biasa.
"Jangan mendekat..."
Pria itu mendekati Rong Yue dengan ganas, Dia tampa ampun merobek sebagian pakaian yang Rong Yue kenakan. Itu memperlihatkan kulit bahu putih salju yang luar biasa.
"Sangat baik, sangat baik, aku benar - benar beruntung. Ini adalah hari keberuntunganku..." Pria ini cukup bersemangat akan memperkosa Rong Yue. Mungkin keberuntungannya tidak lebih buruk dari milik Lisin.
Para warga sipil tidak ada yang bisa menolongnya, Mereka hanya bisa menyesalkan nasib buruk polisi wanita itu.
Walaupun sebelumnya Rong Yue ingin menyelamatkan mereka semua. Itu bukan karena mereka yang meminta, mereka tidak meminta Rong Yue untuk menolongnya.
Sekarang Rong Yue dalam kondisi yang akan dirugikan. Para warga sipil tidak mungkin menolong Rong Yue. mereka sadar dengan kemampuan diri mereka masing - masing.
Para perampok memiliki senjata dan juga Peledak. Itu membuat para warga sipil tidak bisa memberikan perlawanan.
Semua orang berfikir. Salahkan Diri Rong Yue sendiri. Mengapa dia yang seorang diri ingin menghentikan para perampok? Jika dia diam diri saja dan biarkan para perampok pergi membawa semua uang yang mereka dapatkan. Rong Yue tidak akan berada dalam kondisi sulit.
Rong Yue yang berada dalam kondisi menyedihkan akhirnya menyadari sebuah fakta. Warga sipil yang selama ini dia lindungi. Tidak akan bisa membalas kebaikannya.
Bersambung...
__ADS_1