Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 224


__ADS_3


Zhang Fei mau tidak mau mulai memahami kronologi kejadian dari pengakuan sang penjahat.


Dimana - mana pengakuan dari seorang penjahat tidak akan terbukti benar dan bisa saja menciptakan kebohongan. kecuali pengakuan dari korban atau saksi mata.


Sungguh aneh tapi nyata, karena Zhang Fei mempercayai Lisin yang bersilat lidah.


Tetap saja Zhang Fei tidak membebaskan Lisin dari tersangka karena dialah orang yang mengambil keperawanannya.


Zhang Fei langsung mengenakan pakaiannya dengan dingin kemudian melihat sosok Lisin, "Cepat pakai pakaianmu setelah itu ikutlah denganku..."


Lisin langsung mengikuti perkataan Zhang Fei dan dengan cepat mengenakan pakaiannya. saat keduanya berniat keluar keduanya dapat melihat Mo Feng melakukan tindakan diluar akal sehat. seperti tertawa sendiri, berbicara sendiri dan lain sebagainya, setidaknya melakukan hal yang biasanya kaum jomblo lakukan saat sedang sendirian.


"Ada apa dengannya?..."


"Sebenarnya, dia juga meminum minuman yang sama dengan Nona. hanya saja terlalu overdosis dan tidak menemukan tubuh seorang wanita. makanya dia jadi seperti itu, jika Nona tidak aku tolong kemarin malam mungkin tidak akan jauh berbeda dengan dia..." Lisin menjelaskan.


Wajah dingin Zhang Fei langsung ketakutan, hanya panu saja sudah membuatnya takut, apa lagi jika menjadi gila.


"Hmph..." Zhang Fei mendengus dingin, jelas dirinya masih membenci Lisin. kemudian dia memimpin jalan keluar dari hotel.


Lisin berdiri dengan diam dilahan parkir saat melihat Zhang Fei memasuki mobil dan menghidupkan mesinnya, Zhang Fei ini cukup dingin karena berbicara seperlunya saja tanpa bisa tersenyum.


"Cepat masuk..." Kata Zhang Fei sambil menurunkan kaca mobil dengan tidak melihat Lisin sama sekali.


"Oke..." Lisin tidak tahu kemana tujuan Zhang Fei mengemudikan mobilnya. yang Lisin takutkan adalah bagaimana jika dia akan di bawah ke tempat sepi lalu menusuk Lisin dengan pisau.


Bukannya hal seperti ini cukup klasik pada perfilman luar negeri, seperti film bergenre horor misalnya. Lisin tanpa sadar menelan seteguk ludah.


Selama dalam perjalanan Zhang Fei tidak berbicara sedikit pun, dia seperti boneka porselen. Hal tersebut menjadikan suasana horornya semakin dapat, Lisin tidak bisa berfikir dengan jernih lagi. pasti karakter yang dimainkan dirinya akan berakhir disini.


"Mana tanda mengenalmu..." Zhang Fei mengulurkan tangan salju miliknya tanpa melihat kearah Lisin.

__ADS_1


Tanda pengenal!


Kekhawatiran Lisin semakin besar, jika dirinya menyerahkan tanda pengenal miliknya. pasti besok pagi akan ada breaking news yang menyiarkan ditemukannya jasad tanpa identitas.


Walaupun tahu jika hal tersebut mungkin saja terjadi, Lisin memberikan identitas baru miliknya yang memiliki nama Li Shin.


Zhang Fei membaca identitas tanda pengenal milik Lisin dengan seksama, dan dirinya menemukan seratus kekurangan dari pria yang mengambil keperawanannya.


Namanya Li Shin. dengan usia pertengahan dua puluhan, tidak memiliki pekerjaan atau pengangguran, tidak ada lulusan sarjana ataupun keahlian lainnya. tidak memiliki tempat tinggal tetap, yang jelas dia miskin. dan semakin dia membaca semakin ingin muntah.


Sungguh pria yang tidak sempurna dari segala sisi manapun, selain sedikit tampan tidak ada hal lainnya yang pria ini miliki, pikir Zhang Fei.


Zhang Fei sebenarnya akan mempertimbangkan Lisin sebagai suami kontrak setidaknya dalam waktu 2 - 3 bulan kemudian, keduanya akan bercerai. Hanya saja dirinya tidak mungkin menjadikan pria seperti dia sebagai sosok suami.


Zhang Fei sangat tertekan, kemudian membulatkan tekadnya untuk melanjutkan perjalanan. Tekanan dari surat wasiat mendiang ayahnya hanya mengharuskan dirinya untuk menikahi seorang pria tanpa harus melalui persyaratan.


Mobil milik Zhang Fei berhenti di depan gedung tertentu yang biasanya akan digunakan untuk mendaftarkan pernikahan secara tertulis dan diakui oleh negara. sebut saja KUA hanya saja di China memiliki kedudukan yang berbeda.


"Cepat keluar, kamu hanya perlu melakukan beberapa tanda tangan..." Kata Zhang Fei dengan memimpin jalan.


Lisin langsung bergidik ketakutan. Jangan bilang dirinya harus menandatangani jual beli organ dalam. Lisin tidak tahu tempat apa gedung tersebut dan kegunaannya untuk apa.


.....


Di kantor Pendaftaran Perkawinan Biro Sipil.


Lisin akhirnya bisa bernafas dengan lega teryata hanya mengurus surat pernikahan, kirain apaan...


Zhang Fei keluar lebih dulu di ikuti oleh Lisin dari belakang, keduanya masing - masing memegang sebuah buku kecil dan berjalan keluar dari gedung Biro Urusan Sipil.


Menikah lagi! pikir Lisin dengan heran, bukannya dirinya tidak ingin bertanggung jawab hanya saja jika dia menikah dengan manusia normal mungkin tidak masalah, namun Zhang Fei ini seperti boneka porselen yang tidak pernah tersenyum, selain perkataan yang dingin tidak ada hal lain yang dia katakan.


Entah berkah atau musibah rasanya seperti sinetron ikan terbang dengan judul suami yang terzolimi.

__ADS_1


"Setelah tiga bulan, kita akan bercerai..." Kata Zhang Fei sambil mengambil buku nikah dari tangan Lisin.


Tentu saja buku nikah tersebut akan Zhang Fei gunakan sebagai bukti untuk mengurus surat kuasa hukum. tentang warisan yang mendiang ayahnya tinggalkan.


Bercerai! Lisin sebenarnya tidak peduli jika harus bercerai dengan Zhang Fei karena cepat atau lambat keduanya akan terpisahkan jika menikah tanpa didasarkan dengan cinta.


"Tunggu dulu, kitakan sudah menikah dan masih ada 3 bulan tersisa sebelum kita bercerai, kita harus tidur satu kamar kan?..."


Mendengar perkataan Lisin, Zhang Fei menggigit bibir merahnya dengan kesal, dalam proses kepengurusan kuasa hukum setidaknya membutuhkan waktu 2 - 3 bulan. untuk itu dirinya harus mempertahankan statusnya yang sudah menikah, agar tidak ketahuan jika dirinya tidak sungguh - sungguh dalam menjalankan kehidupan pernikahan.


Tentang pertanyaan dari Lisin, Zhang Fei hanya bisa memberikan persetujuan untuk membiarkannya tinggal di rumahnya.


"Kita akan tinggal satu rumah bukan satu kamar..." Zhang Fei mengambil kartu nama dari dalam tas kecil miliknya.


"Ini kartu namaku. di sana tertera alamat tempat ku tinggal, kamu bisa pergi ke sana. Setelah tiga bulan, apakah kamu suka atau tidak, aku akan menceraikan mu..." Setelah memberikan kartu nama tersebut, Zhang Fei langsung memasuki mobilnya kemudian menghidupkan mesinnya dan pergi meninggalkan Lisin yang terdiam membisu.


Untuk menjadi suami ideal Zhang Fei, setidaknya seseorang haruslah seorang pria yang cakap. Meskipun Lisin memiliki garis hidung yang bagus dan wajah yang tampan, ia berpakaian buruk, dengan pakaian murah dan sepasang sepatu model lama. Zhang Fei adalah orang yang suka kebersihan. Jelas, dia tidak akan menyukainya.


Di mata Zhang Fei, Sosok Lisin tidak memiliki kualitas yang mengesankan atau disukai apa lagi menarik. dan ketika dirinya menggali informasi tentang Lisin melalui tanda pengenalannya. semua yang ditemukan Zhang Fei hanya segudang kekurangan.


Jika Lisin memahami apa yang Zhang Fei pikirkan pasti dirinya akan berkata, salahkan sistem dialah yang membuat tanda pengenal tersebut.


"Istri yang satu ini, agak dingin..." pikir Lisin, entah kenapa dirinya merindukan kehidupan lamanya.


Sekarang Lisin ditinggalkan sendirian berdiri di trotoar, dan dia terlihat sedikit menyedihkan.


Mereka berdua menandatangani surat - surat pernikahan yang sah secara hukum, jadi mereka secara hukum suami - istri sekarang. walaupun sudah melalui malam pernikahan di muka tetap saja Zhang Fei tidak mencintai Lisin.


Lisin menghela nafas dan berjalan di atas trotoar. berniat menunggu mobil taksi yang lewat, namun tidak kunjung datang. Lisin memutuskan untuk berjalan menuju halte bus di jarak yang tidak terlalu jauh dari tempatnya berdiri.


Di sana dirinya menemukan satu - satunya wanita yang sedang menunggu kedatangan Bus juga.


"Hei, cantik, bisakah aku duduk di sini?..." Tanya Lisin dengan tersenyum.

__ADS_1


Wanita itu tidak menjawab, dia juga memiliki wajah yang dingin, dan sedang asik dengan ponselnya. Sepertinya kota Shanghai di penuhi dengan wanita - wanita dingin.


Bersambung...


__ADS_2