Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 177


__ADS_3


Matahari naik keatas dengan memancarkan cahaya yang begitu hangat, dan membuat kegelapan malam menghilang dan bersembunyi.


Lisin memiliki mata yang terbuka, itu karena dirinya tidak tidur sama sekali. karena lebih baik dirinya tidak tidur, takutnya jika Lisin tidur dan kepribadian lain Joni agung mengambil alih. Risma ini akan di makan tanpa penundaan.


"Hahhh... Malam yang menyebalkan..." Kata Lisin dengan mendesah.


Lisin dan Risma melakukan sarapan yang di sediakan oleh pihak hotel juga Lisin membelikan baju yang tidak terbuka untuk Risma.


"Mas Lisin terima kasih..." Kata Risma dengan tulus.


"Tidak masalah..."


Kemudian keduanya keluar dari hotel Kokoon dan menemukan sesuatu yang membingungkan, mengapa semua staf karyawan perhotelan sangat bahagia? tentu saja bahagia, karena tidak terjadi gempa.


Sial... Mereka semuanya bahagia di atas penderitaan orang lain.


Lisin menggunakan mobil taksi untuk mengantarkan Risma pulang dan tempat tinggalnya tidak jauh dari hotel tersebut berada.


"Terima kasih... Lagi... hehe..." Risma turun dari mobil taksi kemudian berpamitan.


"Rumah kamu yang mana?..." Tanya Lisin.


"Yang memiliki pagar berwana hijau..." Risma menunjuk.


Itu adalah salah satu perumahan yang ada di paling ujung komplek perumahan, sebelum kedua orang tua Risma berpisah. keduanya membangun perusahaan namun dengan pembayaran kredit, dan dari sanalah hutang kedua orang tua Risma menumpuk.


Karena Menikah sebelum memiliki rumah sendiri, kedua orang tuanya hanya bisa mengkredit perumahan tersebut, dengan pembayaran 2 juta setiap bulan selama 25 tahun.


Sungguh metode pembayaran yang mencekik siapapun yang ingin memiliki perumahan sebagai tempat tinggal. hal ini biasanya terjadi pada pasangan yang menikah muda. jadi hingga Risma sebesar ini kredit perumahan tersebut tidak kunjung lunas, belum lagi bunga Bank yang begitu besar.


Tidak hanya itu, orang tuanya juga mengkredit mobil hanya agar terlihat seperti hidup mapan, hanya saja harus di cabut oleh dealer karena tidak sanggup membayar uang kredit.


Mungkin dari sana perselisihan dan pertengkaran karena terlilit hutang terjadi. dan Anak mereka Risma menjadi korbannya.


Sebenarnya hanya ingin memiliki ataupun berpenampilan bagus kita tidak harus mengkredit, karena walaupun hidup sederhana, selama kita memiliki senyuman itu sudah cukup.


Hidup bukan untuk di pamerkan tetapi untuk bisa makan setiap hari, jikapun memiliki harta lebih maka hanya pilihan jika ingin tampil mapan di depan umum.

__ADS_1


"Mas Lisin ingin mampir..." tanya Risma.


"Tidak perlu, Jika kamu memiliki sesuatu yang menyulitkan maka kamu bisa menghubungiku..." Kata Lisin dengan tersenyum.


"Oke..."


Lisin dengan cepat pergi meninggalkan persimpangan perumahan kediaman Risma.


Setelah berpisah dengan Risma, Lisin langsung berniat pulang. Dalam perjalanan dirinya sedikit bingung dengan Sistem yang tidak memberikan hadiah karena tidak merusak Risma.


Mungkin saja lagi proses. kan sistemnya lemot dan nyusahin.


Sedangkan itu. Risma yang sedang berjalan kaki menuju kerumahnya, bertemu dengan petugas rentenir dan juga salah satu pengejar dirinya.


"Mas rentenir, mengapa kamu datang lagi ke rumah ku, bukannya aku sudah melunasi semua hutang beserta bunganya..." Kata Risma saat melihat rentenir tersebut berdiri di depan perumahan miliknya.


"Risma, kita perlu bicara di dalam..." Kata petugas rentenir tersebut dengan membujuk Risma agar membuka pintu rumahnya.


"Oke..." Risma tidak memiliki kecurigaan dan langsung mempersilahkan petugas rentenir masuk ke rumahnya.


"Kamu, tidak tahu diri jelas - jelas aku mengatakan. jika kamu menikah sirih denganku maka aku akan membantu mu membayar sisa dari semua hutang keluarga mu..." Rentenir berteriak putus asah.


Rentenir tersebut hanyalah pekerja dari perkreditan perumahan komplek setempat. di tambah dia sudah menyukai Risma namun Risma selalu menolak dirinya terus menerus.


Tentu saja Risma menolaknya karena rentenir tersebut hanya pekerja dan bukan orang yang memiliki wewenang ataupun banyak uang. jika Risma percaya saja dan menikah sirih dengannya bagaimana jika dia mengingkari janjinya.


Petugas rentenir tersebut juga mendengar jika Risma sedang mencari orang kaya untuk menjual keperawanan miliknya. awalnya dia yakin jika tidak akan ada seseorang yang ingin membeli keperawanan dengan harga 80 juta.


Petugas rentenir juga mulai memaksa dan mengancam Risma akan di laporkan ke pihak polisi karena tidak kunjung membayar hutang. dan petugas rentenir tidak akan melakukannya jika Risma menikah sirih dengan dirinya.


Semua berada di dalam genggaman petugas rentenir, namun siapa sangka jika Risma akan melunasi semua hutang keluarganya. Apakah Risma sudah menjual keperawanan miliknya.


Sial... Keperawanan yang seharusnya di dapatkan petugas rentenir ternyata di ambil oleh orang lain bagaimana Dia tidak marah.


"Mas rentenir, kita tidak memiliki hubungan apapun. dan kamu juga sudah beristri aku tidak ingin menikah sirih apa lagi merusak rumah tangga seseorang..." Kata Risma dengan kesal.


"Juga, siapa yang tidak mengenalmu yang cukup terkenal karena tidak menepati janji, mungkin pernikahan sirih dan pelunasan semua hutang yang kamu janjikan tidak seindah kenyataan atau kata - kata manis mu..." Risma menambahkan.


Petugas rentenir mengerutkan keningnya, Risma yang di kenalnya adalah wanita baik yang tidak mungkin membantah perkataan dirinya. ini pertama kalinya dia melihat sisi lain dari Risma.

__ADS_1


Mungkinkah karena dia sudah menjual keperawanan miliknya? Sial... Karena orang lain bisa bersetubuh dengannya maka aku bisa melakukannya.


"Kamu memang wanita murahan yang tidak tahu diri, Matre karena menjual tubuh kepada orang kaya..." Petugas rentenir yang biasanya sopan langsung menekankan perkataan wanita murahan.


"Aku bukan wanita matre karena keadaan memaksaku..."


"Aku juga bukan wanita murahan, tapi aku wanita dengan harga 1 Miliyar..." Kata Risma dengan ganas, walaupun Lisin belum mengambil keperawanan dirinya tapi hati dan pikirannya sudah Lisin taklukan, Risma tidak lagi tertarik dengan orang lain selain Lisin.


"Apa!!!... 1 Miliyar... Bohong... Tidak mungkin..." jelas Petugas rentenir tidak mempercayai perkataan Risma, jika 80 juta hanya keberuntungan mata 1 Miliyar hanya kemustahilan.


"Ini buktinya..." Risma menunjukkan notifikasi tanda penerimaan uang transfer semalam.


Kedua mata Petugas rentenir membulat kemudian menjatuhkan rahangnya. orang kaya mana yang membeli keperawanan dengan harga 1 Miliyar.


"Apa yang kamu lakukan? Sakit lepaskan..." Karena marah, Petugas rentenir memegang kedua tangan Risma.


Walaupun Risma terbilang bisa beladiri namun keahliannya hanya menendang bagian bawah laki - laki.


"Karena kamu sudah tidak perawan lagi mengapa aku tidak merasakannya juga. tentunya dengan gratis tanpa membayar 1 Miliyar, orang kaya yang membeli keperawanan milikmu terbilang bodoh, jika bisa mengambil dengan paksa dan gratis mengapa harus mengeluarkan banyak uang..." Petugas rentenir memiliki senyuman kejam.


"Wosss..."


Risma mencoba menendang bagian bawah Petugas rentenir hanya saja petugas rentenir sudah siap dengan langkah tersebut sehingga tendangan Risma hanya mengenai udara kosong.


"Ahhh..." Risma terdorong kebelakang dengan dengan merintih kesakitan.


"Baiklah aku akan menjadi orang kedua setelah orang kaya itu..." Petugas rentenir berniat melepaskan sabuk beserta celana miliknya.


"Tidak... Jangan mendekat..." Risma menjadi ketakutan dan bahunya bergetar karena dirinya masih perawan.


Keperawanan yang seharusnya Lisin dapatkan, akankan menjadi milik orang lain?


"Berteriaklah... karena tetangga sesama perumahan tidak akan peduli dan tidak mau tahu..." Kata Petugas rentenir dengan sangat yakin.


Memang inilah kebenarannya, terkadang pemilik perumahan tidak akan mengenali tetangga mereka walaupun mereka hidup terpisahkan oleh dingin bata.


Risma sangat putus asah, jika tau seperti ini dirinya lebih baik memaksa Lisin untuk melakukannya semalam, Karena Lisin sudah membayar 1 Miliyar dari pada Melakukannya dengan petugas rentenir yang hanya mencari gratisan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2