Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 223


__ADS_3


Salah satu Bar terbesar di kota Shanghai dengan Hotel berbintang pada lantai atasnya, biasanya seorang pasangan akan menggunakan waktunya untuk bermalam dan cukup menjadi pilihan utama untuk mereka yang melakukan kencan buta.


Malam ini Zhang Fei berusaha menemukan seorang pria untuk menjadi suami kontrak dengan dirinya. hal tersebut dia lakukan karena desakan dari keluarga Zhang.


Keluarga Zhang yang cukup kaya memberikan Zhang Fei tekanan yang cukup besar, dia harus menikah di usianya yang pertengahan dua puluhan, jika tidak aset keluarga Zhang yang seharusnya menjadi milik Zhang Fei akan di berikan kepada pusat amal.


Tentu saja Zhang Fei tidak menginginkannya, hanya saja tuntutan tersebut tertulis sah di bawah kuasa hukum. surat wasiat tersebut ditulis sebelum ayahnya meninggal dan sekarang dia menjadi satu - satunya keluarga Zhang yang tersisa.


Saat dirinya seorang diri di tempat Bar dan sedang berusaha menemukan seseorang yang memenuhi kriteria yang sesuai keinginannya, Zhang Fei harus bertemu dengan seorang pria yang menyebalkan.


Tentu saja dia tuan muda Mo Feng, salah satu pengejar dirinya. Zhang Fei jelas memahami karakter Mo Feng seperti apa! Selain pembuat masalah, dia tidak lebih dari pria yang suka berganti - ganti wanita.


Zhang Fei sebenarnya tidak memesan minuman apapun, karenanya dirinya dipesankan langsung oleh Mo Feng, tanpa mengetahui jika minuman tersebut tercampuri oleh afrodisiak. Dirinya yang haus langsung meminumnya begitu saja dan setelahnya dirinya merasakan pusing dan tubuhnya yang memanas.


Zhang Fei tidak memiliki pikiran jernih karena sudah kehilangan pikiran begitu saja, untuk itu saat dirinya di pimpin jalan ke sebuah kamar Hotel oleh Mo Feng. Dirinya mengikutinya begitu saja, dan setelahnya dia tidak mengetahui apa yang terjadi.


Lisin yang meninggalkan tempat duduknya langsung mengikuti arah perginya, Mo Feng dan sangat jelas dia memasuki kamar hotel. hanya saja hotel tersebut VVIP jadinya hanya bisa diakses oleh orang tertentu.


Pertama Lisin melihat ada Lima kamera CCTV yang mengarah kearah dirinya dan Lisin menggunakan energi Qi untuk merusaknya.


Kemudian Lisin dapat melihat dua penjaga yang menghentikan langkah kakinya, bagaimana hal tersebut bisa menghentikan keinginannya dalam memenuhi keinginan Joni agung.


"Berhenti, tempat ini hanya bisa diakses oleh tamu VVIP saja, orang terlanjur miskin seperti kamu mana bisa mengakses tempat ini..."


"Benar, lebih baik kamu pergi..."


Kedua penjaga yang di tempatkan pada koridor masuk hotel, sangat kesal jika ada orang yang tidak tahu diri seperti Lisin memasuki kawasan yang tidak seharusnya untuknya.


"Saya ingin mencari toilet..." Kata Lisin tersenyum.


"Di bawah ada toilet mengapa kamu mencarinya keatas..." Bentak penjaga.


"Karena aku punya hadiah menarik untuk kalian..."


"Klik..." Saat kedua penjaga terdiam karena bingung, Lisin langsung menjentikkan jaringannya lalu memberikan sugesti.


"Dalam hitungan ketiga kamu akan melupakan tentangku dan kalian akan melakukannya tugas kalian seperti biasa..."

__ADS_1


"Satu..."


"Dua..."


"Tiga..."


Saat tatapan mata kedua penjaga kembali normal, mereka langsung kembali ke tempatnya dan mengabaikan kedatangan Lisin.


Lisin berjalan dengan santai, kemudian berdiri di depan pintu kamar hotel yang mana Zhang Fei dan Mo Feng berada di dalam.


"Tok..."


"Tok..."


"Tok..."


Lisin mengetuk pintu dengan sopan seolah tidak memiliki dosa.


Sedangkan itu, didalam kamar hotel. Mo Feng menyeringai saat dirinya melihat tubuh panas Zhang Fei tergeletak di atas ranjang. Sungguh keindahan tiada tara, rasanya tidak sia - sia menjalani hidup selama bisa memilih tubuh yang satu ini. bahkan untuk satu malam saja tidak akan menyesal jika kematian akan segera datang.


Mo Feng yang bersemangat melepaskan kemeja bajunya kemudian melemparkannya kesamping, sayangnya konsentrasinya harus terganggu oleh suara ketukan pintu.


Sudah sangat amat bahagia, sudah akan merasakan surga dunia namun harus terganggu oleh ketukan pintu.


Dengan bertelanjang dada Mo Feng harus menahan kekesalannya lalu secara perlahan membuka pintu kamar, dan saat dirinya melihat pemuda yang ada di depan pintu, suara jentikkan jari dapat terdengar.


"Klik..."


"Dalam hitungan ketiga kamu akan tertidur dan besok setelah kamu bangun kamu akan menjadi gila..."


"Satu..."


"Dua..."


"Tiga..."


Lisin masuk dengan santai dan menutup pintu dari dalam, sedangkan Mo Feng hanya bisa tertidur di dekat pintu dengan bertelanjang dada. sungguh nasib yang menyedihkan, seharusnya bisa menjalani malam yang indah dan bagun pagi dengan bahagian. Namun harus tidur dan bagun pagi menjadi gila.


Lisin mendekati ranjang tempat Zhang Fei terlentang, tubuhnya memanas dan bergerak - gerak seolah menginginkan sesuatu. siapapun yang berada disisinya pasti akan diterkamnya.

__ADS_1


Sayang sekali Lisin sudah tobat dan tidak ingin, melakukannya dengan sembarangan orang. dia juga memiliki delapan istri yang siap melayaninya, di luar itu juga ada beberapa wanita yang siap menyenangkannya.


Sedangkan untuk Zhang Fei ini sepertinya kurang beruntung, atau memiliki nasib buruk. Lisin hanya bisa membeli Penawar Afrodisiak untuk menekan dan menetralkan pengaruh afrodisiak yang mempengaruhinya.


Tapi bohong... Mana mungkin Lisin melakukan hal tersebut, membantu Zhang Fei dengan membeli Penawar juga amal, membantu dengan tubuhnya juga amal.


Lisin hanya bisa memilih membantu dengan tubuhnya saja karena sekarang dirinya miskin tidak punya uang untuk membeli Penawar Afrodisiak.


Malam ini Hotel berbintang tersebut langsung bergoyang ria.


.....


Keesokan paginya.


Pertempuran yang menentang surga dengan membela langit dan lautan akhirnya berakhir dengan indah. dan setelahnya lahirlah perdamaian yang seharusnya.


Kedua bulu mata Zhang Fei bergerak - gerakan sebelum akhirnya membuka mata, apa yang dia lihat adalah langit - langit kamar namun bukan kamar miliknya.


Hotel! Zhang Fei langsung mengingat kejadian kemarin malam dan dirinya juga merasakan sakit kepala yang luar biasa, lebih dari itu bagian bawahnya terasa bengkak. wajahnya menjadi panik saat bercak darah di temukan pada seprai ranjang hotel.


Zhang Fei sangat bersedih, keperawanan yang dirinya jaga sejak lama harus hilang saat dirinya tidak sadarkan diri.


Kembali mengingat tentang kejadian kemarin malam, jika tidak salah dirinya meminum minuman yang dibelikan Mo Feng dan setelah itu dirinya tidak ingat hal lainnya. Zhang Fei jelas bukan gadis bodoh, jadi dirinya langsung berspekulasi jika Mo Feng lah yang sudah merenggut keperawanan miliknya.


Zhang Fei sangat bersedih, mengapa harus dia jika itu orang lain mungkin dirinya tidak akan terlalu kesal seperti ini. Zhang Fei perlahan melihat sekeliling kamar sebelum akhirnya menemukan pria yang harus bertanggung jawab.


Hanya saja Wajah Mo Feng yang dirinya kenal telah berganti dengan wajah orang lain dan jelas yang ini lebih baik dari yang lama. apakah Mo Feng melakukan operasi plastik?


Lisin juga mulai bangun dangan perlahan, dia melihat jika Zhang Fei menatap dirinya dengan dingin. andaikan tatapan mata bisa membunuh, pasti Lisin akan mati dalam sekejap.


"Siapa kamu?..." Tanya Zhang Fei, jelas pemuda yang ada di depannya adalah orang lain, kemudian dirinya melihat Mo Feng yang tergeletak di dekat pintu.


Zhang Fei akhirnya memahami jika yang mengambil keperawanannya bukan Mo Feng melainkan orang lain. namun dirinya tidak mengenalnya?


"Nona... Tolong jangan berprasangka buruk, Aku sebenarnya mencoba untuk menolong mu. hanya saja minuman yang kamu minuman sebelumnya sangat berbahaya, bahkan bisa menumbuhkan panu menjalar pada sekujur tubuh, apakah Nona ingin memiliki panu?..." Tanya Lisin seolah ingin menangis.


"Tentu saja tidak..." Memikirkan jika tubuhnya akan dipenuhi dengan panu, Zhang Fei langsung menggeleng.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2