
Desa Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Sebuah resepsi pernikahan megah di gelar di sebuah lahan kosong, Resepsi ini menghabiskan biaya ratusan juta, itu terlihat jelas dari susunan tempat seperti dekorasi pernikahan, tempat pernikahan ini dapat menampung lebih dari seribu tamu undangan dalam sekali waktu.
Musik dapat di dengar di segala arah, dari sound sistem gantung, bahkan ada panggung hiburan yang akan mendatangkan Penyanyi kondang yang cukup populer di kalangan masyarakat setempat, baik para tamu undangan ataupun keluarga dapat terlihat sangat bahagia namun tidak bagi mempelai wanita.
Di suatu kamar Seorang Gadis cantik bertubuh matang dengan riasan dan gaun pengantin menghiasi tubuhnya, Gadis ini bernama Ratih walaupun kecantikan yang di tampilkan seperti matahari cerah akan tetapi apa yang ada di hatinya kesedihan sedalam samudera.
Demi membayar Hutang keluarganya Ratih harus mengorbankan masa depannya, Ayah Ratih hanyalah seorang pedagang sayur dengan upah tidak seberapa namun itu adalah satu-satunya mata pencarian yang bisa di lakukan.
Satu tahun yang lalu saat ibunya Ratih sakit kangker payudara Ayahnya Ratih dengan terpaksa meminjam uang ke Juragan Suryo, walaupun tau jika bunganya sangat besar namun itu satu-satunya cara untuk membayar biaya operasi kangker payudara.
Seperti kesepakatan bersama dalam satu tahun ayahnya Ratih harus dapat melunasi semua pinjaman beserta bunganya yang hampir dua kali jumlah uang yang di pinjamkan.
Karena uang dan bunga tidak dapat di lunasi oleh Ayahnya Ratih maka Jurang Suryo dapat memberikan satu solusi, tidak hanya hutang akan di anggap lunas namun Ayahnya Ratih akan mendapatkan sejumlah besar uang dan solusi tersebut adalah Juragan Suryo ingin menikahi putri semata wayangnya yaitu Ratih.
Jelas Ayahnya Ratih tidak ingin jika anaknya menjadi istri Juragan Suryo yang ke 26 jadi dengan tertekan Ayahnya Ratih meminta batas waktu. dalam batas waktu satu Minggu, setelah itu Ayahnya Ratih memberitahu keluarganya, dan itu membuat keluarga yang awalnya bahagia menjadi suram.
Teruntuk Ratih tidak hanya sedih bahkan tertekan, di satu sisi mana mungkin dia menerima pernikahan tersebut di sisi lain dia tidak ingin melihat keluarganya menderita, Ratih adalah bunga desa banyak pelamar datang dari penjuru desa bahkan luar desa.
Ratih juga mengenal kebusukan dari Juragan Suryo, Seperti rentenir jahat di mana tidak memiliki belas kasih ke para peminjam, Juga suka menjadikan gadis mudah sebagai istri dan akan menceraikannya seiring memudarnya kecantikan sang gadis.
Situasi ini pernah di alami oleh sahabatnya yang saat ini menjanda yang mana hanya memiliki satu bulan masa pernikahan, mengingat kembali masa depan temannya yang hancur, Ratih tidak ingin seperti dia, jadi Ratih lebih memilih bunuh diri dari pada harus menjadi istri juragan Suryo.
Ratih hanya bisa menangis mengingat kembali keluarganya yang akan mengalami kesulitan jika dirinya bunuh diri, Dalam tangisannya bayangan anak laki-laki yang selalu tersenyum terngiang, lalu hatinya bertanya Apakah dia masih ingat denganku, Anak laki-laki itu adalah teman bermain saat mereka kecil dimana akan selalu bermain bersama namun semenjak mereka lulus dari sekolah dasar kebersamaan mereka berakhir.
Mungkin bagi dia dirinya hanya di anggap teman dari masa lalu namun bagi Ratih dirinya lebih dari itu, saat ini keberadaannya pergi keluar kota, Ratih semakin gelisah kepada siapa dia harus meminta pertolongan, apakah ini takdir yang harus dia jalani untuk menikahi Juragan Suryo.
Kini Ratih harus pasrah dengan apa yang akan terjadi pada dirinya, keluarganya hanya bisa mengorbankan masa depan miliknya, Kembali Lamunan Ratih teralihkan dengan kedatangan ibunya.
"Ratih... kamu tidak apa-apa nak? " ibunya bertanya.
"Tidak apa-apa Ma... " Ratih melihat kearah ibunya dengan senyuman palsu.
"Nak... Maafkan mama dan papamu ya demi hutang keluarga Ratih harus menikahi Juragan Suryo" Ibunya berkata dengan penyesalan.
"Tidak apa-apa Ma... ini takdir yang harus Ratih jalani, sebagai seorang anak Ratih memiliki kewajiban untuk membalas Papa dan Mama... " Keduanya berpelukan seperti jika itu pelukan terakhir bagi mereka.
Jika gadis jaman sekarang pasti kabur ni...
Di tempat resepsi pernikahan di adakan.
"Silakan... Silakan... jangan malu-malu" Suryo saat ini dalam suasana hati yang bahagia.
Melihat ke semua temu undangan Suryo yakin jika acara pernikahannya yang ke 26 ini adalah yang terbesar dari pernikahan tahun-tahun sebelumnya.
"Selamat... Juragan... " Sanjungan datang dari banyaknya tamu undangan.
"Selamat juragan semoga pernikahan kali ini bisa langgeng selamanya... "
"Haha... terimakasih... terimakasih... " Suryo tertawa sambil memberi salam ke beberapa tamu.
Apa... langgeng selamanya enak saja... mumpung masih hidup perbanyak nikah dengan gadis-gadis cantik... kalo udah mati bagaimana akan menikah lagi, emangnya aku sama dengan para jomblo yang hanya bisa melihat tanpa harus menikmati, palingan menghabiskan uang orang tuanya untuk membeli sabun.
"Juragan ini adalah resepsi pernikahan terbesar di desa pasti banyak uang yang di habiskan untuk semua ini... " Salah satu tamu undangan berkata.
"haha... tidak banyak hanya 500 jutaan... " Suryo dengan sombongnya mengakui.
"Wow seperti yang di harapan kan dari orang terkaya di desa... "
Ya iyalah masa iya iya dong... cari uang itu gampang tinggal potong dana proyek pemerintah buat dana kawin, emangnya kalian yang jika hajatan hanya bisa sembelit 1 kambing.
Dari kejauhan seorang penghulu datang dengan membawa berkas-berkas penting. " Selamat juragan Suryo, senang melihat anda melakukan resepsi untuk sekian kalinya"
__ADS_1
"Terima kasih... pak penghulu... "
Bagaimana tidak senang kamu kan ku bayar, semua orang itu sama selama kamu memberinya uang maka orang lain akan menjilatinya sampai mati.
"Tuan irawan... aku tidak menyangka akhirnya anda datang ke persepsi pernikahan yang aku adakan" Tidak seperti sebelumnya yang arogan Juragan Suryo seperti seorang anak yang ingin di puji oleh orang tuanya.
Bagaimana tidak di depannya saat ini adalah tokoh besar yang harus di sanjung oleh orang-orang penting di seluruh indonesia, mungkin masyarakat kecil tidak tau tentang identitasnya, namun bagi Juragan Suryo yang memasuki kalangan atas dengan berbagai macam cara,dapat mengenal keluarganya irawan yang cukup misterius.
Jika itu sebelumnya Juragan Suryo hanya melihat keluarga irawan dari kejauhan dan tidak pernah sedekat ini namun entah kenapa keluarga irawan mulai memperlakukan dirinya seperti orang penting. ini semua berkat dermawan keluarga irawan yang katanya salah satu orang yang ada di desanya.
informasi ini bersifat rahasia hanya orang-orang penting yang mengetahuinya, Juragan Suryo juga harus membuat koneksi dengan dermawan keluarga irawan yang di katan sangat muda.
"Ya... " Kepala irawan menjawab dengan datar.
Jika itu sebelumnya kepala irawan terlalu malas untuk mengenal orang tidak penting ini, namun dia tau jika di desa ini adalah kampung halaman dermawan keluarga irawan yaitu Lisin, sayangnya Lisn dan keluarganya tidak dapat di temukan sejak dia datang ke acara resepsi ini.
Hal ini tidak jauh berbeda di rasakan oleh Jendral kepolisian yang menemani kepala irawan, pak tua kakek dari Yana ini juga ingin membuat koneksi dengan keluarga Lisin yang ada di kampung namun berakhir dengan kecewa.
keduanya terlalu jijik melihat Juragan Suryo karena suka menikahi gadis-gadis mudah.
Musik gamelan adat Jawa dapat terdengar melalui sound sistem gantung, seiring lantunan gamelan pernikahan mempelai wanita yang cetar membahana datang dari kejauhan di iringi oleh ratusan orang yang membawa beberapa seperangkat barang tertentu, pernikahan ini menggunakan adat dari banyuwangi.
Suryo yang melihat mempelai pengantin wanita memiliki mata bersinar seolah lupa akan usianya yang sudah 50 tahun.
Ratih dengan wajah dingin melangkahkan kakinya secara perlahan sedangkan dua dayang kecil membantunya dengan menaikan kain gaun pengantin yang sangat panjang.
ribuan tamu undangan hanya dapat kagum melihat melihat mempelai pengantin wanita, dalam hati mereka semua berkata, sangat beruntung juragan Suryo sudah tua masih dapet yang bening-bening.
Para tamu undangan yang merasa jika dirinya cantik harus mengakui jika mereka lebih rendah dari mempelai pengantin wanita, mereka hanya sangat menyesalkan kenapa wanita cantik seperti ini harus berakhir dengan orang tua. apakah sanggup saat malam pertama nanti.
Bahkan kedua anak laki-lakinya yang sudah menikah hanya bisa melihat ayahnya dengan tatapan iri, dalam hatinya mereka berfikir berbeda-beda.
Sial... ayah jika nanti malam tidak kuat anakmu yang berbakti ini akan menggantikan posisi mu dengan segenap jiwa dan raga.
Sungguh anak-anak yang berbakti kepada orang tuanya.
jangan salahkan anak yang bersikap salah karena buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, semua sifat yang di miliki seorang anak adalah hasil dari didikan orang tuanya.
Para jomblo di sebrang jalan hanya melihat dari kejauhan dan apa yang bisa mereka lakukan adalah menangis berguling-guling sambil menyalahkan Tuhan yang tidak adil, orang lain dapat menikah berulang kali namun dirinya satupun sulitnya minta ampun.
.....
Lisin saat ini dalam perjalanan menggunakan Lamborghini, dalam pikirannya Lisin sedikit bingung tentang perubahan besar yang di alami desanya. mulai dari jalanan yang teraspal, banyaknya infrastruktur baru, seperti Jembatan, Perairan, toko-tokoh besar dan masih banyak hal lainya.
Tujuan Lisin adalah rumah pribadi Juragan Suryo, dalam belokan terakhir Lisin dapat melihat jika ada janur kuning melengkung, dan itu menandakan adanya resepsi pernikahan.
"Apakah ada hajatan pernikahan... " Lisin tidak peduli langsung menuju ke kediaman juragan Suryo, Memarkirkan mobilnya tepat di depan rumah pribadi Juragan Suryo, namun rumah itu cukup sepi.
"Bro... keren banget Mobilmu... " Lisin di kejutkan oleh teriakan seseorang dari Luar Mobil.
"Hasan ini kamu... " Lisin sangat senang bertemu dengan salah satu teman bermainnya saat kecil.
"Kamu siapa bro?" Jelas Hasan tidak mengenali Lisin yang memiliki perubahan sangat besar.
"Masak kamu lupa bro... kita dulu sering main kuda-kudaan waktu kecil" Lisin menjelaskan.
"Kamu Yanto... " Hasan menebak.
"Bukan bro... "
"Firman... "
__ADS_1
"Sedikit lagi bro"
"Li... Li..."
"benar-benar Ayo sedikit lagi... " Jika benar dapat payung kamu bro.
"Kamu Limin... "
Sial... punya temen lemotnya minta ampun, apa aku terlihat seperti alien bahkan orang tuaku tidak mengenaliku juga sebelumnya.
"Siapa ya... Yanto bukan, Firman juga bukan, Limin juga bukan... Jika Lisin tidak mungkin dia kan kurus"
"Bro aku Lisin masak kamu lupa... " Lisin memperkenalkan diri dengan tidak berdaya.
"Jadi kamu Lisin... Bro kamu tidak melakukan operasi badan kan kok sangat berbeda dengan sebelumnya... " Hasan sangat bersemangat melihat Jika itu temannya yang merantau ke Bali.
"Bro Hasan ini hasil dari nge-gym bukan operasi, Oh ya Bro kok rumah juragan Suryo sepi ya... kemana orang-orang?... biasanya juga banyak anak buahnya juragan Suryo di depan rumahnya" Lisin langsung bertanya.
"Bro Lisin kamu belum mendengarnya..."
"Mendengar apa bro apakah juragan Suryo udah meninggal dunia?"
"Bukan itu Bro... Juragan Suryo sekarang menikah lagi... " Ada raut kesedihan di mata temannya Hasan.
"Menikah lagi... Dengan siapa bro?"
"Dia menikah lagi dengan Bunga desa Ratih... " Mendengar ini Lisin sangat terkejut, Mengenang kembali masa lalu dia ingat Jika Ratih ini temannya bermain sewaktu kecil.
"Sial... Bukannya Juragan Suryo sudah terlalu tua jika menikah dengan Ratih... " Lisin sangat tidak puas mendengarnya, dalam hatinya Ratih itu seperti Adiknya walaupun sekarang tidak banyak kontak lagi dengannya, dan mendengar jika akan menikah dengan orang yang usianya lebih Tua jelas ada yang tidak beres.
"Ayahnya Ratih terlilit hutang besar ke juragan Suryo dan demi untuk membayar hutang keluarganya, Ratih harus menikah dengan juragan Suryo... "
"Apa... " Lisin yang sebelumnya marah karena balas dendam semakin ingin menghancurkan juragan Suryo.
Jangan bilang jika Janur kuning sebelumnya adalah tempat resepsi pernikahan mereka.
"Bro Hasan terimakasih infonya aku akan pergi... "
Lisin menggunakan Lamborghini menuju ke belokan sebelumnya dan menurut ingatannya ada lahan kosong di sana.
.....
Kedua mempelai di satukan dengan kain putih halus yang digunakan sebagai kerudung, Suryo dengan semangat menjabat tangan Penghulu.
"Saudara Suryo apakah tidak ada unsur keterpaksaan dalam pernikahan ini... " Penghulu bertanya.
"Tidak pak penghulu... "
"Saudari Ratih apakah tidak ada unsur keterpaksaan dalam pernikahan ini.... "
Cukup lama diam Ratih dengan bibir merah bergetar menjawab. "Tidak... "
"Kalau Begitu Saya Nikahkan Dan Kawinkan Engkau Saudara Suryo bin Bapak Gujaini dengan Saudari Ratih binti Bapak Saman dengan mas kawin Uang 100 juta di bayar tunai" Penghulu memindahkan Microphone ke arah juragan Suryo.
"Saya Terima nikah dan kawinnya-" Sebelum juragan Suryo menyelesaikan ucapan sakral, sebuah suara mengganggu konsentrasinya.
"Tidak Sah..."
Sontoloyo... Siapa si yang mengganggu. Suryo sangat marah... ucapan sakral belum selesai orang lain bilang tidak Sah bagaimana dia tidak Marah.
Ribuan tamu undangan melihat kearah datangnya suara tersebut, di sana seorang pemuda berdiri kokoh di depan pintu masuk tempat resepsi.
__ADS_1
Tentu saja Pemuda ini adalah Lisin... Pahlawan kita akhirnya datang.
Bersambung...