
Sore hari berikutnya...
Lamborghini melaju kencang ke arah utara.
Saat ini Lisin menuju ke arah utara tujuannya mengantarkan Vita ke Universitas PGRI Banyuwangi. Setelah pertempuran sengit semalam keduanya melanjutkan pertempuran tanpa istirahat hingga menjelang siang dan berakhir di sore hari.
"Apakah kamu baik-baik saja..." di dalam mobil Lisin bertanya.
Lisin tidak berharap dia dan Vita akan melakukannya hingga menjelang sore, tidak hanya itu jika dibandingkan dengan saat pertama kalinya dengan Vita saat di Bali, kali ini Vita dapat mengimbangi Lisin walaupun tidak seharian penuh.
"Tidak apa-apa... Hanya kelelahan saja..." Vita menjawab dengan ringan.
Saat yang pertama kali dia melakukan itu dengan Lisin di Bali, Vita tahu jika Lisin belum terpuaskan maka dari itu dia dengan keras berlatih mengelola tubuhnya dan mempelajari secara tori.
Berhari-hari yang Vita lalui adalah melatih tubuhnya seperti olahraga dan Yoga hal ini dia lakukan agar kondisi tubuhnya terjaga guna berhubungan lagi dengan Lisin, sedangkan jika secara Teori Vita menggunakan waktu luangnya untuk melihat Film Jav dan materi lain dari Google.
Dan hasilnya sangat memuaskan, saat ini rekornya dengan Lisin hampir seharian penuh jadi target berikutnya harus seharian kalo bisa dua hari.
Sungguh wanita sarap...
"Ambil ini..." Apa yang Lisin berikan adalah Pil reinkarnasi yang harganya 100 Miliyar.
"Sayang Apa ini..." Vita bertanya dengan bingung.
"Ini Vitamin yang ku pesan secara online hasilnya sangat bagus... karena kamu lelah maka telan dan rasakan khasiatnya" Lisin hanya bisa berbohong, jika mengatakan dengan jujur jelas Vita tidak akan menelan Pil tersebut.
"Wow... rasa letih ku menghilang dan tubuhku terasa lebih sehat dari sebelumnya, dan apakah aku lebih cantik sayang" Vita yang telah menelan Pil reinkarnasi sangat bersemangat.
"Ya... kamu lebih cantik... sangat cantik..." Lisin memberikan Pil lain, itu Pil perkuat tubuh yang mana jika di konsumsi manusia biasa akan memberikan kekuatan di atas rata-rata pada umumnya dan Lisin juga membeli kartu keterampilan seni belah diri.
"Wow... tubuhku terasa lebih kuat dan seperti memiliki keahlian bertarung..." Vita merasa jika dia melakukan lagi dengan Lisin dia memiliki keyakinan akan memecahkan rekor sebelumnya.
Lisin yang melihat tatapan Vita yang bersemangat sedikit bingung, Kenapa kamu begitu bersemangat.
"Sayang Terima kasih..." Dengan perubahan yang dia alami, Vita Yakin jika Lisin Memiliki rahasia yang tidak bisa di katakan bahkan terhadap orang terdekatnya.
Setelah Menurunkan Vita di depan Universitas Lisin ingin pergi menemui Ratih, Lisin merasa jika jalan kedepannya akan di penuhi oleh berbagai macam bahaya, jadi setidaknya jika orang dekatnya dalam bahaya mereka bisa melindungi dirinya sendiri.
(DING...)
(Tugas sistem terpicu tuan rumah harus mendaftarkan diri ke Universitas Negeri Malang)
Sial... Ni sistem lama kelamaan seperti Papaku saja kenapa kamu ikut-ikutan agar aku kuliah beneran.
Sambil mengemudikan Lamborghini kearah selatan menuju ke tempat Ratih Chicken berada, Lisin terkejut mendengar suara sistem apa lagi tugas tersebut.
"Sistem apakah ada fakultas khusus yang aku masuki..." Lisin bertanya.
(Tugas sistem hanya membantu tuan rumah untuk memilih universitas mana yang harus di masuki dan itu harus yang cukup mempuni)
(Sedangkan untuk fakultas mana yang akan tuan rumah ambil sistem tidak akan mempermasalahkannya)
"Sistem apakah bisa Untuk memasuki Universitas lain seperti Universitas PGRI Banyuwangi" Tentu saja Lisin harus memilih yang terdekat, belum lagi ada Vita di sana diakan bisa bersama di setiap kesempatan.
(Jika tuan rumah tidak menyelesaikan tugas sistem tuan rumah akan di kenakan hukuman, hukumannya adalah pemotongan 1 Triliyun dari Saldo tuan rumah)
Sial... kenapa hukumannya sangat besar... jika sebesar ini pasti akan ada imbalan yang besar.
Lisin yang hanya bisa menyelesaikan tugas sistem dengan tidak puas melanjutkan perjalanan dan sampai di Ratih chicken, sepeti biasa itu akan penuh dengan pelanggan.
"Kemarin malam Ratih ke rumah Mas Lisin dan tidak ada, kemana Mas Lisin semalam..." Lisin baru saja tiba dan langsung di interogasi oleh Ratih.
"Aku... aku menginap di hotel semalam... " Lisin dengan gugup menjawab, Sial... kenapa aku terlihat seperti seorang suami yang di tanyai oleh istrinya karena tidak pulang semalam.
__ADS_1
"Benarkah... kenapa kamu menginap di hotel sedangkan kamu punya rumah... Apakah kamu tidur dengan seorang wanita?" Ratih menatapnya dengan tajam.
"Aku... Aku... Aku lakukan..." Lisin mengakui dengan jujur.
"Apakah dia salah satu pacar Mas Lisin?" Ratih bertanya lagi.
"Ya... dia dulu satu SMP denganku dan saat ini dia kuliah di universitas PGRI Banyuwangi"
"Karena itu pacar Mas Lisin Ratih tidak masalah" Lisin terkejut kenapa Ratih tidak marah jika dirinya semalam tidur dengan wanita lain.
"Ratih kamu tidak marah dengan Mas Lisin?"
"Kenapa Ratih harus marah dia kan pacarnya Mas Lisin dan tidur bersama di hotel juga hal yang lumrah seperti yang Ratih lihat di sinetron gitu" Apakah semua gadis seperti ini tentu saja tidak.
Sungguh pemikiran yang mulia.
"Ratih sebenarnya Mas Lisin akan pergi..."
"Pergi kemana Mas Lisin..."
"Mas Lisin akan kuliah di Universitas Negeri Malang" Lisin berkata dengan jujur lagi.
"Oooh... kuliah kirain mau kemana, Kalau begitu Mas Lisin harus semangat... Setelah Mas Lisin menjadi sarjana Kita bisa menikah" Ratih berkata dengan malu.
"Ratih... apa kamu beneran ingin menikah dengan Mas Lisin..." Lisin ingin memastikan sesuatu dia merasa jika dirinya tidak pantas menjadi suami untuk gadis baik dan polos seperti Ratih.
"Tentu saja... apakah Mas Lisin tidak ingin menikah dengan Ratih..." Ratih berkata dengan mendung dan hujan seperti akan turun.
"Bukan seperti itu... hanya saja Mas Lisin tidak sebaik seperti apa yang Ratih pikirkan... Mas Lisin pernah membunuh seseorang, punya banyak wanita Mas Lisin berfikir Jika Ratih Layak mendapatkan orang yang lebih baik dari Mas Lisin"
"Jika Mas Lisin tidak baik maka tidak ada orang baik di dunia... jika Ratih tidak menikah dengan Mas Lisin maka Ratih tidak akan pernah menikahi siapapun"
"Ratih..." Lisin Melihat air mata mengalir di sudut mata Ratih.
Lisin tidak berharap jika Ratih akan menciumnya dan melakukan Ciuman prancis.
15 menit berlalu Ratih seperti kehilangan kendali.
"Ratih... belajar dari mana kamu... Ciuman prancis" Lisin yang belepotan setelah ciuman prancis yang kekanak-kanakan, dirinya bisa merasakan aroma bedak bayi dari Ratih.
Sial... berapa umurmu kenapa kamu masih menggunakan bedak bayi... Jika itu orang lain pasti skincare siang dan malam belum lagi serum, juga ada sabun wajah setidaknya untuk merk tertentu kisaran harga 500ribu sampai 1juta perbulan.
"Ratih belajar dari YouTube..."
Sial... Ratih... Ratih...Dari sekian banyaknya Video di Youtube kenapa yang kau pelajari hal beginian.
"Mas Lisin... sebelum Mas Lisin pergi Kuliah bisakah kita pergi ke hotel..." Sial... Joni apa kamu sudah pulih kawan.
Lamborghini berhenti di parkiran mobil yang ada di Hotel Kokoon Banyuwangi.
"Malam Pak... oh kamar seperti sebelumnya... maaf Pak kamar yang sebelumnya dalam renovasi jadi bapak bisa pesan kamar lain"
Akhirnya Lisin dan Ratih memesan kamar lain di bawah bimbingan resepsionis.
Resepsionis sangat tertekan karena Pelanggan sebelum yaitu Lisin, Lisin menghabiskan waktu di hotel dengan Vita pada malam hari hingga sore hari itu jelas bukan hal umum, dan ruangan kamar tersebut seperti kehancuran saat para Avenger melindungi New York dari ancaman Rocky dan para alien.
Resepsionis tidak habis pikir bagaimana orang lain melakukannya dengan pasangan mereka hingga menghasilkan kehancuran kamar hotel. walaupun Lisin sudah memberikan kompensasi dari kerusakan namun resepsionis mendapatkan amukan dari atasannya.
Orang lain melakukan enak-enak sedangkan dirinya yang tidak tahu apa-apa mendapatkan kesialan bagaimana dia tidak marah.
Dan sekarang orang tersebut datang lagi dengan gadis cantik lainnya jadi dia harus siap akan mendapatkan omelan lagi dari atasannya, juga Orang lain bisa berganti pasangan dan itu cantik-cantik, sedangkan dirinya yang jomblo hanya bisa meratapi nasib, belum lagi mendengar suara kegaduhan dari kamar hotel itu seperti suara peperangan perang Dunia Kedua.
Pagi berikutnya Lisin yang terbangun dapat melihat gadis cantik tak berdaya ada di sampingnya, tentu saja dia Ratih yang telah melakukan pertempuran semalam.
__ADS_1
Setelah Ratih bangun... Lisin membeli dari toko sistem, Dua Pilihan dan kartu keterampilan yang sama dengan yang Lisin belikan terhadap Vita, juga mengatakan agar tinggal di rumahnya mulai hari ini, Jelas hal ini membuat Ratih bahagia.
Setelah Lisin membayar tagihan yang lebih mahal dari harga biasa dia meninggalkan Hotel tersebut dan mengantarkan Ratih pulang agar berbicara dengan kedua orang tuanya.
"Pa... Ma... Lisin akan kuliah di universitas negeri malang..." Lisin yang menemui kedua orang tuanya berkata.
"Bagus... Kamu memilih untuk kuliah, tapi kenapa di malang kamu akan meninggalkan rumah lagi..." Ayahnya berkata dengan bingung.
"Universitas Negeri Malang terkenal sebagai Elit Jadi Lisin akan kuliah di sana... Sedangkan untuk kesepian kalian tenang saja, Ratih bisa tinggal di rumah ini..."Lisin menjelaskan.
"Hahaha... karena Calon menantu tinggal di sini Mama bisa tenang... " ibunya sangat senang jika Ratih akan tinggal di rumah.
Lisin menghabiskan waktunya untuk meringkas beberapa pakaian dan perlengkapan lainya dan menjelang sore Lisin yang sudah berpamitan ke orang-orang terdekatnya Melakukan perjalanan.
Mobil yang Lisin gunakan adalah Mercedes Benz GL 400 dia meninggalkan Lamborghini edisi terbatas dan Lamborghini Urus di garasi, sedangkan banyak mobil peninggalan juragan Suryo sepeti Toyota supra lama, Hyundai, ada juga Kijang innova yang akan di gunakan oleh keluarganya.
Lisin yang menggunakan Mercedes Benz melaju dengan kencang melewati jalanan gunung Gumitir yang terkenal curam, dan dengan keahlian mengemudi Mercedes Benz seperti ngedrift alah Takumi Fujiwara.
Melewati kota jember dalam waktu singkat Mercedes Benz melewati tugu selamat datang kota Malang.
Lisin menggunakan GPS untuk menuju ke penginapan terdekat dengan Universitas Negeri Malang namun dalam perjalanan kendaraannya di hentikan oleh sekumpulan anak muda.
"Bro Jalan ini di alihkan..." pemuda itu sambil merokok menjelaskan.
Lisin sedikit bingung... karena ini hampir tengah malam kenapa jalanan di alihkan, apakah ada tahlilan di tengah jalan, jelas tidak. Jika ini resmi jelas akan di lakukan oleh beberapa polisi namun mereka semua beberapa pemuda.
"Bro... Ini jalan yang ku tahu untuk bisa sampai ke tempat tujuan... jika melalui jalur lain aku tidak begitu mengerti" Lisin yang turun dari mobil berkata dengan Malas.
"Sialan... kamu tidak tau siapa kami di sini..." Padahal Lisin berkata baik-baik namun orang lain berkata dengan nada tinggi.
"Sepertinya kamu harus di beri pelajaran..." Beberapa anak muda ingin memukul Lisin namun siapa Lisin, dengan beberapa gerakan Semua pemuda terkapar di tanah, dan Lisin memindahkan sesuatu yang menutupi jalan.
Saat Mercedes Benz melaju cukup jauh Lisin melihat dua mobil melaju secara bersamaan kemudian berhenti dengan gumpalan asap di bagian belakangnya, ini jelas hasil dari gesekan ban yang melakukan pengereman mendadak.
"Sialan... Siapa yang menjaga jalan di bagian timur kenapa mereka membiarkan Mobil ini menghalangi jalur yang di gunakan untuk balapan" Seorang pemuda kurang tampan keluar dari Mobil Ferrari.
Jelas ini anak sultan, melihat Mobil Ferrari Merah yang di tungganginya.
"Turun kamu... aku harus memberi mu pelajaran..." Lisin dengan santai keluar dari mobil.
Sedangkan Pemuda itu berniat memukul Lisin namun si hentikan oleh Mobil Lamborghini yang baru saja tiba dan menggunakan lampu mobil untuk menerangi keduanya.
"Vito... hentikan, dia hanya orang yang kebetulan lewat..." Seorang pemuda cukup tampan keluar dari Lamborghini, Lisin harus mengakuinya jika pemuda ini seperti seorang artis sinetron.
"Pangeran... kamu yakin ingin menghentikan ku..."
Pangeran... apanya yang pangeran apa kamu dari Kerajaan tertentu, Lisin hanya bingung melihat jika orang lain memanggilnya Pangeran.
"Vito apa kamu ingin menentang ku..." Mendengar perkataan Pangeran Vito ketakutan.
"Sial... " Vito kembali ke Mobil Ferrarinya.
"Vito... Pemenang belum di tentukan kita bisa memulai dari awal..." Vito hanya mengangguk kemudian kembali kearah dia datang sebelumnya.
"Bro... Kamu jelas tidak ingin melepaskan ku katakan apa yang kau inginkan, jika kita tidak berakhir dengan damai aku tidak masalah mengakhirinya dengan tinjuku" Lisin menatap pemuda tersebut.
"Perkenalkan Namaku... Pangeran... Seperti katamu Kita memiliki aturan jika kamu bisa menang dalam balapan kamu bisa pergi, namun jika kamu kalah kamu akan kehilangan mobilmu...." Pangeran berkata dengan santai.
"Kamu bisa memanggilku Lisin... Kenapa Tidak balapan, namun jika aku memang aku akan mengambil Mobil mu juga..." Lisin merasa tertantang hanya bisa tersenyum.
"Baiklah... Lisin... " Pangeran tersenyum juga.
Bersambung...
__ADS_1