
Setelah melakukan sarapan pagi bersama, Lisin, Seno, Aulia dan Kepala Sasongko berkumpul di ruang tamu.
Ruangan tersebut sagat besar, walaupun Lisin telah berkali-kali melihat tempat-tempat orang kaya, namun dirinya tetap saja terpukau.
"Lisin, Bagaimana caranya kamu menyembuhkan penyakit aneh Ayahku..." Kali ini Percakapan di buka dengan Aulia yang berbicara lebih dulu.
"Benar... Lisin, keluarga Sasongko akan memberikan imbalan besar uang untuk mu..." Seno tanpa sadar keceplosan mengatakan uang, hal ini membuat Lisin tidak senang.
Sial... Baru saja Aku mendapatkan 10 Triliyun, yang membuatku bingung bagaimana menghabiskannya. Ini Seno ingin memberikanku uang sebagai imbalan. sungguh teman yang tidak berperasaan.
"Seno... Bukannya kita berteman, Sesama teman. kita harus saling membantu tanpa membicarakan tentang materi ataupun imbalan" Lisin berkata dengan tidak berdaya.
Jika itu dirinya sebelum memiliki sistem, mungkin akan menerimanya dengan sangat bahagia.
"Maaf, Aku tidak tau ingin berkata apa..." Seno meminta maaf.
"Bagaimana dengan Adikku Aulia... Dia cantik kan?..." Seno berkata dengan senyuman, jelas dirinya sangat senang mengetahui Lisin sebagai penggemar adiknya.
Jika dirinya bisa menjadi saudara ipar, itu akan jauh lebih baik dari pada hanya sebagian teman, dirinya juga bisa berbuat sombong kepada Pangeran.
Seno kamu menawarkan adikmu kepada orang yang salah, jika Seno tau Lisin seorang penjahat kelamin pasti dirinya akan menyesal.
"Kakak... Apa yang kamu katakan, apakah kamu ingin menjual adikmu ini... Lagian Lisin sudah menjadi milik Nagisa" Aulia berteriak marah.
"Kamu kan bisa menjadi yang kedua..." Seno menggoda.
Yang kedua?... jika tidak yang ke sepuluh ya yang berikutnya.
"Hahah-" Sebelum Kepala Sasongko tertawa bahagia saat melihat kedua anaknya berdebat, Seno dan Aulia menutup mulut Ayahnya tersebut.
"Ayah... Tarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan..." Aulia berkata dengan hati-hati kepada ayahnya.
"Hu..." Akhirnya Kepala Sasongko tidak jadi tertawa, itu berarti dirinya tidak jadi bahagia.
"Ayah... Kamu tidak boleh tertawa apalagi bahagia..." Seno mengingatkan Ayahnya.
"Ayah... Mengerti..." Kepala Sasongko berkata dengan cemberut, dirinya tidak berdaya dengan penyakit aneh yang di deritanya.
"Lisin... Kamu harus secepatnya menyembuhkan Ayahku..." Aulia berkata lagi.
"Baiklah... Mari kita membahas sumber masalahnya... Ada sesuatu yang bersemayam di tubuh Paman, Karena kesalahan paman di masa lampau..." Lisin menjelaskan.
"Sesuatu!!!..." Ketiganya bingung.
"Aku tidak paham kamu harus menjelaskannya lagi... Jika bisa yang lebih detail dan mudah di pahami, juga jangan bertele-tele..." Aulia berkata dengan tidak puas.
"Masalah ini... Seharusnya Paman mengetahuinya dengan jelas di bandingkan dengan ku..." Lisin menatap langsung Kepala Sasongko.
"Ayah... Apakah kamu melakukan hal yang salah di masa lalu?..." Seno Dan Aulia mulai memahami perkataan Lisin.
__ADS_1
"Ayah tidak bisa menyembunyikan lagi dari kalian..." Kepala Sasongko mendesah.
"Ini adalah penyesalan seumur hidup Ayah. Tiga tahun yang lalu... Ayah menabrak seorang anak kecil, Ayah salah karena tidak membawanya ke rumah sakit, Ayah ketakutan saat itu jadi ayah melarikan diri. Maaf membuat kalian kecewa karena memiliki ayah tidak bertanggung jawab sepertiku ini..." Kepala Sasongko berkata dengan jujur.
"Ayah..." Seno dan Aulia tidak bisa mempercayainya, mengapa Ayahnya begitu tega meninggalkan anak kecil yang ditabraknya.
"Itulah awal masalahnya, Anak kecil yang Paman tabrak belum meninggal kemungkinan besar dia mengalami Vegetasi di rumah sakit tertentu yang ada di jakarta, karena roh atau jiwanya bersemayam di dalam tubuh paman" Lisin menjelaskan secara langsung.
Sekarang ketiganya memahami akar masalahnya, Kepala Sasongko terlibat dalam kecelakaan lalu-lintas tiga tahun yang lalu, kemudian Jiwa anak kecil yang di tabrak keluar dari raganya dan bersemayam di dalam tubuh Kepala Sasongko.
Karena hanya jiwa anak kecil maka hanya tertarik dengan kebahagiaan tidak dengan yang lain seperti uang dan hanya suka dengan keinginan anak kecil seperti eskrim, lolipop, permen kapas dan lain sebagainya.
"Lisin... Apakah Jiwa anak kecil yang bersemayam di dalam tubuh ayahku bisa di keluarkan?..." Seno bertanya dengan penuh harapan.
Seno dan Aulia jelas tidak ingin jika Ayahnya terus mendengar tidak bisa bahagia, oleh sebab itu dirinya sangat ingin ayahnya sembuh.
"Tentu saja bisa, masalahnya Kalian harus menemukan keluarga si korban terutama tubuh anak kecil yang di tabrak Paman..." Mendengar penjelasan Lisin mereka bertiga bersemangat kecuali Kepala Sasongko, dirinya tidak boleh berbahagia.
"Saat itu Aku pikir, Anak itu sudah mati. Aku terlalu malu untuk bertemu dengan keluarga korban, Sekarang aku harus menebus kesalahanku..." Kepala Sasongko mengakui kesalahannya.
Dengan cepat Kepala Sasongko menggunakan koneksinya untuk menemukan korban tabrak lari. Kemudian Lisin hanya bisa mengikuti Keluarga Sasongko ke rumah sakit yang ada di jakarta.
Bangsal umum rumah sakit tertentu yang ada di Jakarta.
Sepasang suami-istri, yang sangat menyedihkan menemani Anaknya terbaring di atas ranjang rumah sakit.
Anaknya mengalami kecelakaan tabrak lari dan kini sudah tiga tahun dalam kondisi Vegetasi, suami istri yang hanya memiliki satu anak tersebut tidak ada hari tanpa kesedihan saat menjenguk anaknya.
Dokter ikan terbang tidak bisa berbuat apa-apa lagi, mereka sudah melakukan semaksimal mungkin. namun, Anak suami istri tersebut tidak pernah bangun.
"Tante, Om... Maaf... mengganggu" Aulia menyapa dengan tersenyum.
"Aku meminta maaf kepada kalian berdua, Aku tidak bertanggung jawab, Aku minta maaf karena telah menabrak anak kalian..." Kepala Sasongko meminta maaf dengan sungguh-sungguh.
Aulia melepaskan kacamata hitamnya lalu meminta maaf, Seno juga melakukan hal yang sama. Sedangkan Lisin hanya bisa berdiri sambil melihatnya dari Pintu bangsal.
Bangsal umum tersebut cukup kecil dengan empat ranjang dan tirai menutupi setiap ranjang. Tempat tersebut cukup sempit bahkan orang yang menjenguk harus bergantian.
"Hiks... Pa..." Sang istri langsung menangis.
"Hiks... Ma..." Sang suami juga tidak kuasa menahan tangis.
Akhirnya setelah sekian lama...
"Artis yang sedang naik daun itu Pa..."
"Iya... Ma..."
Entah kenapa Aulia langsung di dekati, Oleh pasangan suami istri tersebut dan meminta foto bersama, Seno dengan terpaksa membantu memfoto mereka.
Kepala Sasongko jelas bingung dia sudah siap di caci maki oleh pihak keluarga korban. Namun yang aneh adalah pasangan suami istri tersebut seperti tidak mendengarkan dan lebih memilih untuk dekati Aulia.
__ADS_1
"Artis Aulia... Terima kasih sudah mau datang..." Sang istri berkata dengan menangis bahagia.
"Artis Aulia... Kami penggemar mu juga Anak kami penggemarmu, Hanya saja dia belum bisa bangun..." Sang suami menjelaskan sambil menangis.
Aulia juga ikut menangis, dirinya tipe orang yang mudah terbawa suasana oleh sebab itu dirinya tidak kuasa menahan tangis.
Bukannya mereka seharusnya marah?
Pasangan suami istri tersebut mengikuti undangan Kepala Sasongko, yang ternyata Keluarga Sasongko memiliki saham pada rumah sakit tersebut. untuk itu putri pasangan suami istri tersebut langsung di pindahkan ke bangsal VIP.
Setelah itu Pasangan suami istri tersebut mulai memahami penjelasan dari Aulia. namun, Tidak ada kemarahan yang tercermin di raut wajah keduanya.
Keduanya juga menjelaskan jika Alasan mengapa putri mereka tertabrak bukan sepenuhnya salah Kepala Sasongko, karena saat itu putri mereka telah marah Kepala mereka berdua, sehingga berlari kejalan raya lalu terjadilah tabrakan tersebut.
Jika kejadian tersebut membuat Putri mereka bisa bertemu dengan idolanya, maka pasangan suami istri tersebut ikut senang.
Pasangan suami istri tersebut menceritakan semuanya seperti menjual rumah dan segalanya.
Kepala Sasongko yang merasa bersalah memberikan salah satu rumah mewah miliknya yang ada di jakarta pusat. tentu saja pasangan tersebut menolaknya. namun, Kepala Sasongko memaksanya, juga memberikan kompensasi 1 Milliar.
Jelas Pasangan tersebut senang hanya saja Karena putri mereka lebih penting mereka tidak jadi bahagia. Kepala Sasongko menjelaskan lagi, jika Putri mereka bisa bangun dengan bantuan dokter Ajaib yaitu Lisin.
Akhirnya Lisin mendapatkan peran setelah menjadi pemain cadangan.
Dengan cepat Lisin memindahkan jiwa anak kecil yang ada di dalam tubuh Kepala Sasongko, kemudian menempatkannya ke tubuh putri pasangan suami istri tersebut.
"Mama... Papa..." Reuni kecil tersebut cukup mengharukan karena, Ada berkat dibalik musibah. Juga Impian Putri Mereka untuk bisa bertemu dengan Idolanya bisa terpenuhi.
Sekarang Kepala Sasongko bisa tertawa dengan lepas karena tubuhnya sudah normal kembali.
"Lisin Aku akan mengantarkan kamu pulang..." Seno sangat berterima kasih kepada Lisin.
"Tidak masalah..." Jawab Lisin.
Awalnya hubungan keduanya hanya memperebutkan Wanita dan sekarang bisa menjadi seorang teman.
Seno mendapatkan pelajaran berharga, carilah sebuah pertemanan dan jangan mencari musuh. karena teman mendatangkan manfaat sedangkan musuh mendatangkan kerugian.
Tanpa terasa malampun datang, dan Lisin yang pulang ke perumahan pondok indah di sambut dangan Nagisa dan PlayStation .
"Lisin jika kamu menang kita bisa melakukan cocok tanam sampai pagi..."
Sial... Sepertinya malam ini akan lembur lagi.
Pertanyaannya Lembur apa?
Bersambung...
*Author bingung dengan readers yang komen jangan baca novel ini nanti nyesel. kenapa setelah komen seperti ini masih terus mengikuti novel ini bahkan hingga di eps terbaru. sungguh aneh tapi nyata.
*Terima kasih.
__ADS_1