
Wu QingYi kembali kedalam setelah menutup pintu. Dia sangat - sangat kesal setelah bertemu dengan pria yang berpura - pura buta.
Dari awal dia sudah menduga jika pria itu hanya tidak buta. Melainkan pria mesum yang menginginkan ingin mengintip dirinya saat berada di kamar mandi.
"Yi'er, Apakah kamu sedang dalam masalah?..." Tanya Wu Jimu yang duduk di atas kursi roda.
Dia mengalami kelumpuhan kaki tanpa sebab. Dan hanya bisa mengandalkan kursi roda dan tetap tinggal di rumah. Dia tidak ahli di bidang militer seperti Jendral Xue, tetapi lebih ke bidang kedokteran.
Dulu dia adalah seorang dokter terkenal di China. Tetapi karirnya menurun setelah dia mengalami kelumpuhan.
Sebagai seorang dokter tetapi tidak bisa mengobati sakitnya sendiri, bagaimana tidak memalukan diri sendiri? Jadi, sejak saat itu dia memilih untuk pensiun.
"Di depan ada orang cabul dan aku baru saja mengusirnya..." Kata Wu QingYi dengan kesal.
Wu Jimu sedikit terdiam. Biasanya hanya beberapa orang yang berusaha untuk bertemu dengannya. Tetapi sekarang Cucunya mengatakan tentang pria cabul, bagaimana Dirinya tidak bingung.
Cabul?!
Wu Jimu memejamkan matanya, saat mendalami kata cabul yang patut untuk dipelajari. Walaupun hampir setiap hari ada beberapa orang yang datang ke tempat kediamannya, Tetapi hari ini dia mengundang Lisin untuk datang.
Mungkinkah!!!
"Yi'er, bisa kamu jelaskan pria cabul yang kamu katakan ini?..." Jika Pria cabul yang dikatakannya adalah Lisin maka Wu QingYi harus meminta maaf kepadanya.
"Menjelaskan!!!..." Di sini Wu QingYi sangat bingung dengan permintaan kakeknya.
Mengapa kakeknya ingin mengetahui tentang pria cabul itu. Dengan cepat Wu Jimu langsung menjelaskan tentang Lisin yang ada di depan pintu.
"Yi'er kamu membuat kesalahan besar. Sekarang kamu kembali dan bawah dia kedalam. Pria cabul yang kamu maksudkan adalah Tuan Li yang mungkin saja bisa menyembuhkan kelumpuhan kakek..." Wu Jimu menjelaskan, jika dia bisa menggunakan kakinya. Dia akan secara pribadi berlari menemukan Lisin.
Wu QingYi tercengang, Dia tidak berharap pria cabul itu akan menjadi tamu kehormatan. Bahkan kakeknya akan menggunakan nada tinggi terhadap dirinya.
__ADS_1
"Baik..." Walaupun dia kesal, tetapi dia mengikuti permintaan kakeknya untuk membawa Lisin masuk kedalam.
Wu Qingyi membuka pintu, Sayangnya saat dia melihat lagi Lisin tidak ada di sana. Dia melihat Lisin berada di dalam mobil.
"Hmph... Benar - benar merepotkan..." Keluh Wu QingYi. Baginya, sekali cabul tetaplah cabul. Dia dengan terpaksa mendekati berjalan kearah Lisin.
Lisin yang hendak pergi dikejutkan dengan kedatangan Wu QingYi. Diperlakukan seperti sebelumnya, Lisin tidak marah hanya saja sedikit ketidak pedulian.
Orang lain yang membutuhkan bantuan dirinya, mengapa Lisin harus bersusah payah untuk masuk. Namun harus diakui, Sosok Wu QingYi sangat memanjakan mata.
"Mengapa kamu berdiri di sana, bukannya kamu menginginkan aku untuk pergi..." Kata Lisin saat melihat Wu QingYi berdiri didepan mobilnya.
"Aku akan membiarkanmu masuk..." Melihat Lisin, Wu QingYi sedikit mengerutkan kening. Mata kristalnya berkedip tanda dia tidak puas.
"Kenapa aku harus masuk? bukannya kamu sudah mengusirku?..." Kata Lisin dengan sedikit tidak puas. Jikapun Lisin ingin masuk, dia tidak akan melepas kesempatan yang membalas perlakuan Wu QingYi.
Yang pasti, ini adalah rumah Keluarga Wu, dan Lisin adalah tamu yang diundang oleh Wu Jimu. Lisin bisa menebaknya, jika Wu Jimu adalah orang yang menyuruh Wu QingYi untuk membiarkan dirinya masuk.
"Mengapa kamu mengatakan tidak ingin masuk, bukannya kamu sebelumnya ingin bertemu dengan kakekku?....” Wu QingYi itu tersenyum dingin, sangat tidak puas dengan Lisin.
"Jika kamu menambahkan kata 'Tolong' mungkin aku bisa mempertimbangkannya untuk masuk kedalam..." Kata Lisin dengan datar.
Apa!!!
Itu tidak mungkin, jelas - jelas Wu QingYi telah menderita dan Lisin telah membuatnya mengalami mimpi buruk. Mengapa dia harus memohon untuknya.
"Karena kamu tidak menjawab, aku akan pergi..." Lisin menghidupkan mobilnya kemudian berniat menginjak akselerasi.
"Tolong masuk kedalam dan temui kakekku..." Wu QingYi memperlihatkan gigi putihnya saat berbicara, itu menandakan betapa kesal dan benci dirinya terhadap Lisin.
Dia menatap Lisin dengan penuh kebencian. Andaikan tatapan mata dapat membunuh. Maka Lisin akan mati berulang kali.
"Baiklah, ayo masuk..." Lisin mengangguk puas. Wanita cantik seperti Wu QingYi memang layak di bengkokkan. Siapa suruh mengusir Lisin sebelumnya.
__ADS_1
Lisin telah melihat banyak keindahan. dan Wu QingYi ini terlihat lembut dan halus. Tampaknya dia tidak tertarik terhadap Lisin yang polos karena dia memiliki beberapa kesalahpahaman terhadapnya.
Lisin berjalan di depan diikuti oleh Wu QingYi dari belakang yang terlihat tidak puas. Jika bukan karena kakeknya, dia akan membuat Lisin menyesal menjadi laki - laki.
Setelah Lisin masuk, dia dapat melihat Seorang pria tua dengan pakaian Tradisional China duduk diatas kursi roda. Lisin menatapnya dengan heran. Pria ini memiliki kondisi tubuh terutama kaki yang normal, tetapi dia memilik aura yang sangat dingin.
Pria tua ini memiliki rambut beruban dan sedikit bungkuk. Tapi wajahnya kemerahan dan terawat. Dia tidak lain adalah pemilik panggilan misterius, Wu Jimu.
"Kamu tuan Li?..." Melihat Lisin yang dengan perlahan masuk, membuat kedua mata Wu Jimu memancarkan kejutan.
"Oh, aku adalah tuan rumah yang buruk. Bahkan cucuku telah mengusirmu, Tuan Li tolong jangan menyimpan dendam terhadap cucuku..." Wu Jimu tersenyum tipis dan menjelaskan.
"Hahaha, Pak tua Wu terlalu khawatir. Tidak mungkin aku membenci nona Wu yang sangat cantik bagaikan peri dari surga..." Lisin langsung menggunakan mulut manis tanpa peduli dengan Wu QingYi yang kesal.
Dia tidak bahagia sama sekali setelah mendengarkan pujian dari Lisin.
"Mari kita makan malam..." Wu Jimu menyarankan.
"Hahaha, Pak tua Wu tidak perlu berbelit - belit lagi. Mengapa kita tidak langsung membahas maksud dan tujuan kedatanganku saja..." Lisin sudah dapat memastikan jika dia harus menyembunyikan kelumpuhan Wu Jimu.
Tatapan Lisin mengarah kesebuah tempat, dia menemukan tanaman seperti bunga Lily namun memiliki warna biru di setiap sisi. Itu memiliki aura yang sangat dingin.
Dengan analisa sistem Lisin langsung menemukan sumber masalah yang membuat Wu Jimu mengalami kelumpuhan tanpa sebab.
"Ayo, masuklah kita bisa membahasnya didalam..." Wu Jimu tersenyum lembut dan mengundang Lisini ke ruang tamu.
Ruang tamunya sangat besar, dengan luas lebih dari 100 meter persegi. Ada sejumlah besar vas, porselen, dan barang antik. Berbagai kaligrafi dan lukisan, lukisan pemandangan, dan juga lukisan pemandangan karakter tergantung di dinding.
Datang ke sini seolah - olah dia akan pergi ke pameran barang antik. Yang membuat Lisin tertarik adalah keberadaan Bunga Lily biru yang cukup unik.
Sebagai pria tua yang cukup berpengaruh. Wu Jimu memiliki banyak koleksi Barang Antik, batu giok, kaligrafi, dan lukisan oleh selebritas dan lain sebagainya.
"Yi'er, tuangkan secangkir teh untuk kita semua..." Melihat Lisin duduk dengan tenang, Wu Jimu berkata kepada Wu QingYi.
__ADS_1
Bersambung...