
Lisin mengemudikan mobilnya dengan tertawa di dalam hatinya, mengapa juga dirinya bisa sial dan bertemu dengan waria lain selain Mbak Gisel. untung saja dirinya pintar dan mengerjai Waria riasan tebal.
Jika waria satu Indonesia berkumpul menjadi satu dan mengejar Lisin. entah nasib apa yang akan menunggunya. Satu saja merepotkan apa lagi lebih dari itu.
Kesampingkan tentang masalah waria yang tidak jelas asal usulnya. Saat ini Lisin berniat untuk mengantarkan Luna Pulang ke komplek perumahan.
"Siapa yang menyuruh kakak pulang... bukannya kita belum berbelanja? Ingat kakak sebelumnya berkata apa..." Luna mengingatkan Lisin.
Sial, Penyihir kecil ini memang suka menyiksa orang lain.
Lisin hanya bisa menemani Luna untuk melakukan kegiatan berbelanja dan memesan makanan yang ujung - ujungnya, Lisin pribadi yang harus menghabiskan makanannya.
.....
Di tempat lainnya, Tante Maya mengurus semua keperluan katering makanan untuk pesta perusahaan ikan sarden Banyuwangi nanti malam.
Banyak hal yang harus dirinya urus, mulai dari persediaan bahan pokok. Alat masak yang harus di jaga kebersihannya. dan banyak lagi terutama saat pengiriman katering makanan agar tidak mengalami kecelakaan seperti sebelumnya.
Tanpa sadar kepengurusan berlangsung hingga menjelang malam, dan Tante Maya sangat puas dengan hasil kerja semua karyawannya. Setidaknya dirinya bisa menyakinkan jika perusahaan miliknya tidak akan mengecewakan mitra bisnis.
Karena waktu menjelang malam, Tante Maya yang menjadi tamu undangan juga hadir dalam acara tersebut. dengan penampilannya yang sangat panas.
Semua orang sangat bahagia, banyak tamu undangan yang datang untuk merayakan kesuksesan dalam produk terbaru, perusahaan anak cabang P T. Angkasa.
Begitu juga dengan Pak Dani, walaupun hanya karyawan di bidang pelayanan, dirinya masih dengan bangganya memamerkan jabatannya yang tidak seberapa tersebut. Belum lagi jika malam ini dirinya bisa menghabiskan malam dengan Tante Maya. walaupun hanya satu malam pasti akan menjadi momen yang tidak dapat terlupakan. Apa lagi Jika Tante Maya menjadi selingkuhannya, pasti dirinya bisa meminta jatah kapanpun dirinya mau.
Hanya membayangkan bisa menyentuh semangka tante Maya saja membuat dirinya bahagia. apa lagi jika memasukan bagian bawahnya yang hanya sebesar jari kelingking.
Pastinya akan cepat keluar...
__ADS_1
Sebelumnya, Perusahaan di bidang makan ikan sarden Banyuwangi. tempat Pak Dani Bekerja tidak lagi di kelola dengan benar dan membuatnya di ambang kebangkrutan. Namun keberuntungan tidak meninggalkan perusahaan tersebut, karena PT. Angkasa mengakuisisi perusahaan tersebut.
Awalnya, Pak Dani dan beberapa karyawan lama merasa cemas karena takut akan di PHK besar - besaran. Namun siapa yang tahu jika PT. Angkasa tidak melakukan PHK, melainkan mengambil dari karyawan lama untuk mengembangkan produk baru. dan kini satu bulan berlalu, produk perusahaan tidak hanya mencakup makanan ikan sarden. melainkan banyak jenis makanan lainnya.
Pak Dani, merasa ikut berhasil juga, walaupun dirinya tidak banyak berperan penting. setidaknya dirinya masih bagian dari perusahaan anak cabang PT. Angkasa.
Sedangkan janjinya kepada Tante Maya tidak sepenuhnya benar, memang benar jika dirinya memiliki jabatan sebagai kepala pelayanan. namun dirinya tidak dapat mengakses langsung keputusan perusahaan atau wewenang lainnya.
Jadi yang pasti, Janjinya kepada Tante Maya, hanyalah tipu muslihat dengan tujuan menghabiskan satu malam saja dengan tante Maya.
Kembali pada aula utama, Pak Dani melangkah dengan sopan dan berwibawa, kayaknya orang sukses dirinya menyapa siapapun yang ditemuinya. hanya saja dirinya harus melakukan pelayanan untuk acara malam hari ini.
Dengan tersenyum Lebar, Pak Dani menyapa seorang wanita cantik namun dia bukanlah tante Maya, Melainkan orang penting di mana banyak pengusaha harus menyenangkannya. Dia adalah Nazwa yang datang menjadi tamu penting dan untuk melihat perkembangan perusahaan anak cabang PT. Angkasa.
Walaupun banyak orang yang Menyanjungnya, Wajah mungil Nazwa masih tetap sama yaitu datar. Selain mengangguk, Nazwa hanya melirik dan kemudian pergi dan sesekali menemukan seseorang untuk membahas kerja sama bahagia.
Saat Ini, PT. Angkasa semakin membesar dan hampir mencakup banyak perusahaan di seluruh indonesia. dan ada rencana untuk bersaing dengan Pasar Luar negeri.
Kembali pada acara pesta malam ini, Bagi Nazwa yang memiliki jadwal padat. Jika saja bukan karena Ningsih pribadi menyuruhnya datang ke kota banyuwangi, untuk menemukan Lisin yang menghilang tanpa kabar. Nazwa tidak akan datang.
Dalam satu bulan ini, Ningsih gelisah karena tidak mendapat kabar dari Lisin belum lagi nomornya tidak dapat di hubungi. Jadi Ningsih menyuruh Nazwa, setelah menghadiri acara pesta dirinya harus mengunjungi kediaman Lisin yang ada di kampung, dengan harapan bisa bertemu dengan Lisin di sana.
Kembali, Kepada Pak Dani yang baru saja menyambut Nazwa namun terabaikan. Tentunya Pak Dani tidak marah, karena hal yang umum jika seorang atasan memiliki sikap sombong. Untuk itu dari pada mempermalukan dirinya sendiri, Pak Dani lebih baik bertemu dengan Tante Maya.
"Bu Maya... Kamu sangat cantik malam ini..." Pak Dani merasa ingin menerkam Maya saat ini juga.
Sebelum - sebelumnya Maya hanya mengenakan pakaian kerja miliknya dan tentunya menyembunyikan bentuk tubuh panasnya. walaupun tidak menjadi yang tercantik malam ini dia akan membuat semua laki - laki yang melihatnya menjadi panas.
Nazwa sendiri yang juga menjadi kecantikan mungil harus merasa iri dangan dua semangka bulat milik Maya. Nazwa tidak peduli dengannya lagi karena melalui informasi tertentu dirinya mengetahui jika Maya pemilik perusahaan Katering makanan yang di pesan untuk acara malam hari ini.
"Terima kasih, Pak Dani..." Kata Maya dengan Tersenyum. hanya saja di balik senyuman tersebut tersimpan kesedihan mendalam.
__ADS_1
Maya hanya menyakinkan dirinya, jika semua ini dirinya lakukan hanya untuk Putrinya.
"Bu Maya, Setelah acara malam hari ini selesai aku sudah memesan hotel untuk kita dan yang jelas kamu tidak ada alasan lagi untuk menolak. Yakinlah Perusahaan katering makanan milikmu akan memiliki kerja sama dengan PT. Angkasa" Kata Pak Dani. dengan menggoda.
"Sekali lagi Terima kasih..."
.....
Di tempat lain, Lisin dan Luna baru saja keluar dari tempat tertentu. Demi untuk memuaskan, Luna. Lisin telah banyak melalui proses yang cukup menyiksa.
Bisa Dilihat jika Lisin terlalu kenyang. dan tidak bisa bergerak lagi...
"Luna, Kita harus pulang..." Kata Lisin dengan frustasi.
"Tidak, sebelum bertemu dengan Mama..." Kata Luna.
"Tante Maya!!!..." Lisin terdiam, bukannya Tante Maya sedang memiliki bisnis, tidak mungkinkan dirinya harus mengikuti keinginan Luna dan harus menggangu kepentingan yang tante Maya.
"Luna, Mama kamu pasti sedang sibuk dengan bisnis miliknya sekarang, mengapa kita tidak pulang saja..." Kata Lisin dengan kesal.
"Tidak... Aku ingin bertemu dengan Mama, jika Kak Lisin tidak menurutinya. Luna akan berteriak dan mengatakan jika Luna sedang di culik..." Kata Luna dengan mengancam.
Lisin kesal jika terlibat dengan kesalahan pahaman dan lebih baik menuruti keinginan Luna yang sangat egois.
"Baik, Kakak akan membawa kamu untuk bertemu dengan Mama Kamu..." Lisin memasuki mobil bersama dengan Luna dan tujuannya adalah tempat Perusahaan ikan sarden Banyuwangi yang sedang mengadakan pesta perayaan.
Lisin sebelumnya bertanya tentang tempat di mana Tante Maya akan pergi, dan ternyata berguna juga. setidaknya Lisin sudah memiliki tujuan perjalanan yang harus di tempuh.
Apakah Lisin akan datang tepat waktu ataukah semuanya akan terlambat, dan Tante Maya akan tidur dengan orang lain.
Bersambung...
__ADS_1