
Xue Yunran tampak sangat cantik hari ini. Pipi kecilnya yang memerah berwarna merah seperti apel, matanya yang berair sama berkilau dengan bintang - bintang kecil di langit, dan dadanya yang bergetar terlihat sama lezatnya dengan madu.
Lisin tidak memiliki alasan untuk menolaknya, Malam ini dengan rasa bersalah. Dia harus menyenangkan Kakak iparnya.
"Jika kamu pikir aku cantik, lalu apa yang kamu tunggu, bawa aku ke tempat tidur..." kata Xue Yunran sambil tersenyum menggoda.
Membawa Lisin dari tangan Zhang Fei sangatlah sulit. Dia melakukan banyak pengorbanan. Di tambah dia sudah membukakan isi hatinya terhadap Lisin. Xue Yunran tidak akan menyesal apa lagi berniat kembali.
"Mengapa kamu diam saja? bawa aku ke tempat tidur sekarang juga..." Kata Xue Yunran dengan menuntut.
Apa yang baru saja dikatakan Xue Yunran segera membangunkan Joni agung yang selama itu telah menganggur. Di tambah karena Kadar hormonnya mulai naik di tubuhnya.
Setiap pria akan menangkap sinyal begitu mereka mendengar perkataan wanita cantik. Itu berarti bahwa wanita itu telah jatuh cinta dengannya, setidaknya secara emosional, untuk pria seperti Lisin.
Xue Yunran tidak akan pernah mengatakan seperti itu, jika dia tidak menyukai Lisin yang ada di depannya.
Xue Yunran menyukai Lisin? Tentu saja. walaupun Lisin masih sedikit terkejut dan tidak bisa percaya diri. Tetapi Joni agung lebih dari percaya diri.
"Bodoh, tunggu apa lagi? Cepatlah jika tidak aku akan pulang..." Xue Yunran mengeluh dengan senyum menggoda. ketika dia melihat ekspresi terkejut Lisin. Xue Yunran mengangguk dengan puas. Malam ini dia ditakdirkan kehilangan keperawanannya di tangan Lisin.
"Baiklah Aku siap..." Lisin pasti tidak akan melepasnya kesempatan ini dan pergi. jika dia ditawarkan oleh wanita cantik.
Sekarang karena Xue Yunran sangat menggoda dan mempesona di depannya, membuat Lisin benar - benar sangat bersemangat.
Lisin kemudian mengangkat tubuh lembut Xue Yunran sambil berjalan menuju ranjang tidur, dan meletakkannya di tempat tidur.
Tempat tidur besar berwarna putih sangat tepat untuk mendapatkan noda darah keperawanan.
Baik Xue Yunran maupun Lisin tampak sangat menginginkan bercinta. Dengan wajah keduanya yang memerah, mereka seperti dikelilingi oleh hawa panas yang kuat.
Di bawah pengaruh alkohol, Xue Yunran sedikit mabuk dan keduanya mulai merobek pakaian mereka satu sama lain dengan naluri biologis mereka yang tak terbendung lagi.
Kamar hotel itu kemudian bercampur dengan keinginan biologis yang kuat sementara pakaian tersebar di mana - mana dan berserakan di lantai.
Lisin merasa seperti sedang mengalami mimpi yang menakjubkan. Dia melihat gunung salju yang spektakuler dan dia mencoba menyentuh dengan meraih ujung dengan tangannya. Rasanya begitu lembut dan super lembut sambil membumbui aroma manis di sekitarnya.
"Kakak ipar... Aku akan memasukannya..." Kata Lisin saat menatap Xue Yunran.
"Jangan membicarakannya, itu sangat memalukan. Cium aku saat kamu memasukannya..." Kata Xue Yunran saat dia akan menerima Joni agung yang siap menyelam kapan saja.
__ADS_1
Lisin langsung mencium Xue Yunran dan sambil mendorong Joni agung kedalam lembah rahasia. Karena rasa sakit, membuat Xue Yunran memilih untuk menggigit bibir Lisin sebagai gantinya.
"Aaaaaaa..."
Saat ini Joni agung benar - benar menyelam. Sesungguhnya perjuangan Joni agung patut diberi apresiasi. Kerena tetap bersabar setelah mengalami ujian panjang dan tetap dengan ketekunan hati.
Xue Yunran tiba - tiba merasakan rasa sakit yang luar biasa. Dia mengerutkan kening dengan perjuangan. Tetesan darah telah tertinggal pada sprei putih.
Malam ini Dia telah menjadi seorang wanita yang sesungguhnya.
"Kakak ipar? Apakah masih sakit?..." Tanya Lisin sambil menarik dan mendorong joni agung secara perlahan. Rasanya benar - benar luar biasa.
Dibandingkan dengan perawan muda, jelas perawan tua memiliki sensasi belum pernah dia rasakan. Dengan Joni agung yang menjulang keras, Lisin semakin meningkatkan ritme permainan.
"Apakah kamu pikir aku pernah melakukannya? Yang namanya pertama kali tentu saja sakit. Bodoh..." Sambil menyipitkan matanya dalam mendesah.
Rasa sakit yang intens kemudian diikuti oleh rasa senang yang dinikmati oleh Xue Yunran saat dia terus meminta lebih rakus kepada Lisin.
"Lagi... Lagi... Percepat gerakan pinggang milikmu, Buat aku keenakan..." Kata Xue Yunran dengan malu.
"Tentu saja..."
Malam ini, Hotel tersebut bergoyang ria.
.....
Keesokan harinya.
Peperangan intens terus berlanjut. Lisin terlalu meremehkan Xue Yunran. Belum lagi wanita ini terlalu rakus. Dia akan marah jika Lisin berhenti bergerak.
"Kakak ipar ini sudah pagi ayo istirahat..." Kata Lisin dengan tidak berdaya. dia memainkan Joni agung terus menerus. Jika dia bilang dirinya tidak lelah maka akan terlihat berbohong.
"Menghitung sejak kemarin malam, kita melakukannya lebih dari 10 jam. Jika kamu berhenti maka kamu laki - laki payah..." Xue Yunran berusaha memprovokasi Lisin.
Kata - kata Xue Yunran tentunya membuat Lisin kesal. Dia tahu jika wanita ini tidak akan selesai sebelum puas. Untuk itu Lisin semakin mempercepat gerakannya.
.....
Waktu berlalu lagi, siang hari berganti dengan malam. Ruangan dipenuhi dengan peperangan intens sekali lagi dan hawa panas tidak keduanya pedulikan.
Xue Yunran pada dasarnya seorang kultivator, tentunya dia cukup kuat saat bercinta dengan Lisin.
__ADS_1
"Biarkan aku di atas..."
Mengikuti permintaan Kakak iparnya, Lisin mencabut joni agung yang terbungkus dengan lendir putih. Dia terlentang dengan Joni agung menjulang.
Xue Yunran memposisikan tubuhnya lagi di atas Lisin dengan melahap Joni agung.
"Jika aku belum puas kita tidak akan berhenti..." Kata Xue Yunran dengan tersenyum menawan.
"Terserah kamu..." Jawab Lisin dengan pasrah.
Kakak iparnya benar - benar terlalu mendominasi. Jika Xue Yunran tidak berhenti hingga tahun depan, bukannya Lisin akan mati kekeringan.
Sayangnya Lisin tidak memiliki alasan untuk menolaknya, dia hanya bisa mengikuti keinginan kakak iparnya.
.....
Keesokan harinya, sinar matahari bersinar melalui jendela ke lantai dan meninggalkan beberapa titik cahaya saat matahari terbit.
Seluruh ruangan dikelilingi oleh kehangatan dan kemalasan.
Entah berapa hari yang keduanya lalui. Lisin dan Xue Yunran akhirnya berhenti.
Penampilan Lisin layaknya zombie kurus yang tidak memiliki apapun selain tulang kusut. Dia benar - benar diperas hingga kering. Berharap saja jika ia tidak mengalami trauma terhadap keindahan.
Disampingnya, Xue Yunran tertidur lelap dengan senyuman cerah diwajahnya. Lisin hanya bisa mengatakan jika wanita sangat menakutkan di saat mereka menginginkan sesuatu.
Setelah itu keduanya berpisah setelah Xue Yunran mengantarkan Lisin pulang ke villa.
.....
"Di mana kamu selama beberapa hari ini, dan apa yang kamu lakukan dengan Pelakor itu..." Zhang Fei bertanya dengan skeptis berdiri di depan Pintu Villa.
Lisin menggigil ketakutan begitu dia mendengar suara istrinya. Kenyamanan di hatinya dengan Kakak iparnya segera menghilang. Tetapi mengingat hubungan keduanya, dia kembali tenang.
"Sayang, Mengapa kamu bertanya, apakah kamu membutuhkanku?..." Lisin tidak mengerti alasan mengapa Zhang Fei marah. Keduanya hanya menikah dengan palsu jadi lebih baik mengakhirinya saja.
Entah Lisin keluar dengan Xue Yunran atau wanita lainnya. Itu bukan urusan Zhang Fei karena keduanya tidak memiliki ikatan apapun.
Terakhir kali di saat Lisin meminta istrinya untuk bercinta. Zhang Fei menolak dengan alasan belum siap. Ini sangat jelas jika istrinya tidak menginginkan Lisin. Padahal Lisin sangat baik dengannya dan beberapa kali membantunya. Jika Lisin hanya dimanfaatkan saja, Lebih baik berpisah untuk selamanya.
Bersambung...
__ADS_1