Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 115


__ADS_3


Lisin melihat Wolf dengan dingin, jika itu orang lain pasti akan meminta pengampunan, mengapa Wolf ini meminta untuk di bunuh.


"Mengapa aku harus membunuhmu..." Lisin perlahan duduk di kursi, tempat dirinya duduk sebelumnya.


"Kamu, kuat kamu bisa membunuhku dengan mudah..." Wolf mengatakan tentang penilaian dirinya tentang Lisin.


"Itu, benar Aku bisa membunuhmu dengan mudah, namun aku ingin tau alasan kuat mengapa aku harus membunuhmu..." Lisin berkata dengan dingin.


"Karena aku berniat membunuhmu, bukannya sangat wajar jika kamu membunuhku..." Wolf berkata dengan heran.


Orang lain pasti akan membalas mata ganti mata, gigi ganti gigi. mengapa pemuda di depannya tidak melakukannya.


"Apakah pantas, sejumlah uang ditukar dengan sebuah kehidupan... Apakah uang bisa membeli kehidupan?..." Lisin bertanya dengan santai.


Wolf terdiam, perkataan pemuda di depannya ada benarnya. Dirinya tidak pernah berpikir jika uang yang selama ini dirinya dapatkan dengan cara membunuh akan dapat di tukar dengan kehidupan.


Apakah nilai uang setara dengan harga kehidupan? Tentu saja tidak.


"Apakah kematian kamu sepadan dengan jumlah uang yang kamu dapatkan?..." Lisin berkata lagi.


Wolf tidak dapat berkata-kata, memang benar pekerjaan dirinya sangat beresiko dan kematian akan mengintai dirinya, karena dirinya selalu berhasil melakukan pekerjaan sebagai seorang pembunuh. Wolf telah melupakan hal terpenting tersebut dan tidak berpikir suatu hari akan gagal melakukan pembunuhan.


Jika dirinya gagal lalu mati dalam pekerjaan membunuh target, lalu untuk apa semua uang yang selama ini dirinya kumpulkan. untuk siapa semua uang yang ada diakun bank Swiss.


Wolf tidak memiliki keluarga dan akun bank Swiss memiliki tingkat kerahasiaan yang cukup tinggi. jadi jika dirinya mati, maka uang itu akan tetap di sana tidak akan berubah.


Wolf, entah kenapa mulai sadar jika apa yang dirinya lakukan selama ini salah, sejak kecil Wolf hidup sebatang kara. dirinya sudah terbiasa mencuri hanya untuk makan, saat dewasa terpaksa membunuh untuk bertahan hidup. bahkan harus membunuh agar bisa makan keesokannya.


Alasan mengapa Wolf menjadi pembunuh bayaran adalah karena uang, di dunia ini uang segalanya. tidak punya uang akan kesulitan hidup inilah apa yang Wolf simpulkan sejak dulu.

__ADS_1


Uang adalah segalanya...


"Terima kasih sudah mengingatkanku... tetap saja aku tidak akan mengatakan siapa majikan yang memperkerjakan diriku, bahkan jika aku mati" Wolf berkata dengan datar.


Bahkan jika dirinya mati Wolf tidak akan mengatakan siapa yang mempekerjakan dirinya. ini adalah aturan yang Wolf anut hingga sekarang yaitu keamanan dan kerahasiaan yang memperkerjakan dirinya akan di bawah hingga mati.


"Apakah karena uang kamu ingin melindungi majikan yang memperkerjakan dirimu... Sayangnya aku sudah tau siapa yang memperkerjakan kamu, Wolf pembunuh bayaran dari Rusia" Wolf terkejut karena pihak lain mengetahui tentang dirinya.


"Orang yang memperkerjakan kamu adalah mantan direktur utama yang bekerja di cabang perusahaan PT. Angksa tepatnya PT.Island Concepts Indonesia Tbk" Lisin berkata dengan datar.


"Kamu, Bagaimana kamu tau... Apakah kamu dukun?..." Wolf tidak bisa berkata-kata, bagaimana pihak lain bisa tau tentang majikan yang memperkerjakan dirinya.


Hal berikutnya adalah pihak lain juga mengenal dirinya, Wolf sudah mengubah identitas dan penampilan dirinya, Wolf sangat bangga dengan keahliannya merubah penampilan. bahkan pihak wewenang tidak akan dapat membedakan penampilan dirinya saat ini dengan Wolf yang sesungguhnya.


"Kamu bisa menyebutnya seperti itu..." Lisin secara tidak langsung mengakui sebagai dukun.


"Apa yang akan kamu inginkan dariku?..." Pihak lain memiliki kemampuan untuk membunuh dirinya, namun kenapa pihak lain tidak langsung membunuhnya.


"Pertanyaan terakhir... Sebagai pembunuh bayaran, apakah kamu akan menerima pekerjaan jika permintaan tersebut membunuh anak-anak?..." Lisin mengeluarkan aura membunuh yang kuat.


Wolf yang sudah berkecimpung di dunia pembunuhan tidak dapat bernafas saat berada di depan aura yang begitu kuat. Apa yang dirinya rasakan seperti bertemu dengan malaikat kematian.


"Apakah kamu pernah membunuh anak kecil?..." Di selimuti oleh aura pembunuhan yang kuat Lisin menambahkan.


"T... Tidak, Aku bukan pembunuh berdarah dingin dan aku tidak pernah membunuh anak kecil. Aku harus memiliki alasan untuk membunuh koban" Wolf menjelaskan dengan susah payah.


Walaupun dirinya selalu menerima pekerjaan pembunuh, kebanyakan dari targetnya adalah mafia, bos perusahaan korup, Jomblo yang suka bermain sabun dan lain sebagainya. setidaknya memiliki hal jahat yang pernah dilakukan pihak targetnya.


"Lalu mengapa kamu langsung menerima pekerjaan untuk membunuh orang yang baik tidak sombong seperti diriku..." Lisin bertanya lagi.


"Majikan yang memperkerjakan aku sebelumnya berkata, jika target yang harus aku bunuh adalah bos perusahaan yang jahat. Target suka melakukan NTR terhadap kekasih orang lain, hari pertama aku langsung melakukan pengintaian dan menemukan target bermain dengan empat wanita sekaligus. hal ini meyakinkanku jika target pecinta NTR oleh sebab itu aku harus menyelesaikan pekerjaan" Wolf berkata dengan jujur, karena Nengah dan ayahnya mengungkapkan alasan tersebut kepada dirinya.

__ADS_1


Diam... Lisin tidak bisa berkata-kata, Siapa yang mengatakan jika dirinya pencinta NTR?


Sialan... Nengah dan ayahnya, mengapa dia mengatakan berita Hoax seperti ini.


Wolf tidak menjelaskan tentang dirinya yang tersiksa saat melakukan pengintaian di atas gedung sedangkan targetnya bersenang-senang dengan empat wanita sekaligus.


"Aku akan memberikan kamu kesempatan, Bawakan kedua kepala Nengah dan ayahnya kepadaku lalu kamu akan memiliki kebebasan dan jangan lagi pernah muncul di hadapanku, atau kamu bisa mati di sini..." Apa yang Lisin lakukan adalah meminjam pisau.


Lisin akan memanfaatkan Wolf, dirinya sangat yakin jika Wolf akan berpikiran bijak. Setelah Nengah dan ayahnya binasa di tangan pembunuh yang di sewanya, Lisin akan melepaskan Wolf karena Lisin hanya memiliki permusuhan dengan Nengah dan ayahnya. bukan dengan Wolf.


Wolf sangat terkejut dengan perkataan pihak lain, sangat jelas pihak lain adalah orang baik yang tidak ingin mengotori kedua tangannya. dan wolf tidak berharap jika pihak lain akan melepaskan dirinya setelah membunuh majikan lamanya.


"Aku mengerti tentang meminjam sebuah pisau, namun kenapa kamu melepaskan orang yang berani membunuhmu" Wolf bertanya dengan hati-hati.


Hadeh... Wolf ini di beri kesempatan kedua untuk bebas setelah membunuh majikan lamanya, dan tinggal melakukannya. mengapa masih bertanya.


"Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua, bahkan untuk pembunuh sekalipun" Lisin berkata dengan datar.


"Orang baik, bukan mereka yang melakukan hal baik di depan orang lain, karena mereka bisa melakukan perbuatan jahat di belakang orang lain. Orang baik adalah orang yang bisa berubah dari kesalahan yang dibuatnya. Entah setelah ini, kamu menjadi orang baik atau tidak itu bukan urusanku"


"Selama kamu membunuh dan membawa kedua kepala majikan lamamu dihadapan ku, Kebebasan mu akan ku berikan sebagai imbalan. jikapun kamu melarikan diri dariku tanpa melakukannya, kamu tidak akan bisa bersembunyi dariku" Lisin berkata dengan dingin.


"Aku mengerti..." Wolf ketakutan, dirinya yang begitu sombong tidak dapat berbuat apa-apa di depan Pemuda yang ada di depannya.


Wolf dengan cepat pergi melalui jendela dan langsung menghilang begitu saja.


Lisin yang melihat Wolf pergi memiliki kedua sudut mulutnya terangkat.


"Baiklah saatnya tidur, malam ini tidak ada lembur, tidak ada yang menemani, tidak ada permainan squid game adanya hanya selimut yang dingin..." Lisin kembali tidur di atas ranjang tanpa memikirkan beban dunia.


Jika kaum jomblo melihat ini pasti akan berkata, kamu taukan apa yang selama ini kami rasakan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2