
Villa besar dalam sebuah ruangan bergaya Barat dengan properti yang cukup mewah. pada ruangan tersebut terdapat ranjang putih dengan wanita tak sadarkan diri di atasnya.
Di sebelah ranjang tersebut sesosok wanita cantik dengan rambut pirang bergelombang menunjukkan ekspresi bingung seolah dirinya tidak bersalah.
Wanita tersebut adalah Elena dan tidak jauh darinya Robert ayahnya Elena melihat dengan tatapan tajam terhadap dirinya.
"Elena..." Robert berkata dengan nada tinggi dan sedikit menggema.
Elena yang merasa terpanggil langsung melihat kearah ayahnya.
"Ayah... aku duduk begitu dekat denganmu... Mengapa memanggil Elena dengan begitu keras, apakah ayah pikir Elena tunarungu?..." Elena berkata dengan cemberut.
Robert yang melihat putrinya cemberut sedikit tertekan, Robert ingin marah namun tidak bisa. dirinya sangat menyayangi putrinya maka dari itu putrinya sedikit manja dan akan mudah marah jika suasana hatinya tidak terkontrol.
"Elena... apakah kamu baru-baru ini menangkap seorang pemuda asia..."
Menurut bisikan dari bawahannya yang telah melakukan interogasi terhadap saksi mata dari pengunjung pantai tentang pemuda asia. Beberapa pengunjung mengatakan jika ada pemuda asia yang memiliki konflik dengan Elena.
Pemuda asia tersebut bertabrakan dengan Elena dan berakhir dangan konflik yang tidak dapat di damaikan. karena Elena yang Angkuh dan juga sombong, Elena berniat membunuh pemuda asia tersebut dengan bantuan bawahannya.
Dari sini saja Robert dapat memahami seolah berada di tempat kejadian. Robert sangat mengerti sifat seperti apa yang di miliki putrinya yaitu mudah tersinggung.
Setelah kejadian tersebut para pengunjung tidak dapat menjelaskan kondisi dan di mana pemuda tersebut berada. karena setelah melihat senjata api yang di miliki para pengawal mereka semua berhamburan menyelamatkan diri.
Bawahannya Robert telah mengkonfirmasi hal tersebut dengan menghubungi pengawal pribadi Elena secara Langsung dan membenarkan kejadian tersebut.
"Ayah... bagaimana ayah tau jika Elena menangkap pemuda asia yang tidak senonoh itu?..." Elena berkata dengan sedikit marah.
Elena berharap agar Mia membunuhnya saja dari pada menjadikannya menjadi gigolo.
"Ehm... Elena, Apakah pemuda asia itu baik-baik saja..." Robert bertanya dengan khawatir.
Robert sangat mengenal kebiasaan buruk Putrinya, jika putrinya tersinggung biasanya akan menyuruh selusin pengawal untuk membunuh orang yang menyinggungnya. Lalu membiarkan pengawal untuk membersikan tempat kejadian agar pihak berwenang tidak akan menemukan jasad korban.
"Ayah... mengapa khawatir dengannya? mengapa tidak khawatir dengan putrimu sendiri?..." Elena melihat ayahnya dengan tatapan tajam.
Elena tidak percaya jika Ayahnya menanyakan kondisi pemuda asia terlebih dahulu dari pada kondisi putrinya sendiri.
Jangan bilang jika pemuda tersebut anak haram Ayah dengan wanita lain yang ada di asia.
Elena mengingat kembali jika ayahnya sering berkunjung ke asia dengan alasan bisnis. Memikirkan hal ini membuat Elena marah karena Ayahnya mengkhianati ibunya.
"Dia pasti anak haram ayahkan?..."
Elena sangat marah, Ibunya sedang sakit ternyata ayahnya berselingkuh di belakangnya.
"Elena kamu salah paham..." Robert membantah.
"Salah paham!... apanya yang salah paham, sangat jelas Ayah khawatir dengannya" Elena menggerakkan giginya kemudian melihat ke arah ibunya yang tak sadarkan diri.
"Dia bukan Anak haram ayah... tapi dia dokter ajaib yang ayah katakan..." Robert berkata dengan jujur.
"Apa!!!..."
Elena sangat terkejut dirinya tidak berharap jika Pemuda asia yang di tangkapnya adalah dokter ajaib yang di katakan ayahnya.
"Ayah... Maafkan Elena karena berprasangka buruk terhadapmu..." Elena merasa bersalah.
Karena kebenciannya terhadap pemuda asia sebelumya Elena menyuruh Mia untuk membunuhnya jika tidak memiliki ketahanan di atas 10 menit.
Gawat... Dia adalah satu-satunya orang yang bisa menyembuhkan ibuku, jika dia mati bukankah ibuku juga akan mati.
"Elena... bagaimana dengan dia?" Robert yang melihat Elena termenung memiliki firasat buruk.
"Oh... semuanya baik-baik saja ayah... Dia bersantai dan bersenang senang di Villa lama yang ada di bagian barat... hahaha..." Elena tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya, jika dirinya menyuruh Mia untuk membunuhnya.
"Baguslah kapan dia akan kesini?..." Robert bertanya sekali lagi.
"Secepatnya ayah... Baiklah aku harus pergi untuk melihatnya..." Elena dengan berkeringat dingin ingin secepatnya menghubungi Mia agar tidak membunuh Pemuda asia.
"Ayah akan ikut denganmu..." Robert bergegas berdiri juga.
"Tidak... tidak ayah... Kamu tidak bisa ikutan juga karena... karena ini masalah anak muda, Elena dan dia memiliki sedikit kesalahpahaman jadi harus Elena selesaikan terlebih dahulu..."
"Baiklah..."
Melihat putrinya keluar dengan tergesa-gesa Robert hanya bisa menggeleng. Dalam hatinya Robert cukup senang karena Lisin tidak apa-apa dan sepertinya cepat atau lambat istrinya akan terbangun.
.....
Lisin yang tidak bisa bergerak melihat punggung Mia yang cukup mengerikan karena terdapat bekas luka bakar hampir di sekujur punggungnya.
"Apa kamu masih menginginkan bercocok tanam dengan tubuh yang mengerikan ini..."
__ADS_1
Lisin terdiam saat mendengar perkataan Mia, bagi Lisin luka bakar tersebut hanyalah lapisan kulit semata tidak lebih dari itu, menurut data sistem luka bakar tersebut bisa di hilangkan dengan menggunakan pil reinkarnasi.
Lisin tentu saja tidak akan memberikan pil reinkarnasi ke sembarangan orang, apa hubungan antara Mia dan dirinya? itu hanya penculik dan korban.
Pilihan Lisin hanya untuk mengulur waktu jadi walaupun pihak lain memiliki penampilan yang kurang karena punggungnya memiliki luka bakar Lisin tidak peduli.
"Aku tidak masalah dengan bekas luka yang ada di punggungmu, Aku hanya tidak ingin mati dalam keadaan perjaka" Walaupun Lisin berbohong dan tidak jujur setidaknya pihak lain tidak jelek.
"Apakah kamu yakin?!!!..." Mia bertanya dengan terkejut.
Setelah penghianatan kekasihnya ini adalah pertama kalinya ada orang lain yang tidak mempermasalahkan luka yang ada di punggungnya.
Sangat bahagia... Apa ini!!!...
Mia tanpa sadar memegang jantungnya yang berdegup kencang, perasaan yang dirinya rasakan seperti seorang yang sedang jatuh cinta.
Entah berapa lama Mia melupakan perasaan ini, Mia merasa seperti kembali di saat pertama kali jatuh cinta.
Apakah aku akan membuka lagi pintu hati ini... bagaimana jika hati ini akan terluka lagi?...
"Aku tidak akan menarik perkataanku lagi... Aku akan bercocok tanam denganmu..." Lisin berkata dengan tekad perjuangan.
"Baiklah... Hanya saja jika kamu keluar dalam waktu 5 menit maka hanya kematian yang akan menunggumu..." Mia secara perlahan membelai bagian bawah Lisin.
Lisin merasa sedang dalam Permainan Squid Game, jika dirinya tidak bisa menyelesaikan permainan maka kematian akan menunggunya.
Sangat menyeramkan...
Namun siapa Lisin apakah dalam 5 menit akan keluar?
Sial... Dia pikir aku hanya 5 menit... jangan samakan diriku dengan orang asia lainnya... Joni... mari kita tunjukan kepadanya kawan, seberapa lama orang asia bertahan.
"Ah..." Lisin mendesah.
Lisin harus mengakui teknik tangan yang di berikan Mia membuat dirinya keenakan.
Belum lagi bibirnya yang lembut dan lidah itu tidak dapat di pungkiri dapat menyenangkan Joninya secara penuh.
Jika itu orang lain yang mendapat perlakuan seperti ini pasti akan keluar dengan cepat.
"Aku harus mengakui Jika ini cukup tangguh untuk ukuran orang asia, akan tetapi apakah bisa bertahan di dalam diriku selama 5 menit" Secara perlahan Joni yang menjulang tinggi menembus lapisan awan tanpa adanya halangan.
Baiklah Squid Game di mulai...
"Yakin hanya 5 menit?... mari kita buktikan" Lisin bertanya sambil menyeringai.
Walaupun Lisin tidak dapat menggerakkan bagian tubuhnya yang lain namun Lisin bisa mengandalkan perjuangan kawan baiknya Joni.
Joni... kamu harus semangat kawan niscaya kebahagiaan akan datang untuk mereka yang berjuang tanpa menyerah menghadapi sulitnya gesekan. Ayo selesaikan Squid Game ini kawan.
"Bagaimana bisa?!!!..." Mia yang melakukan penetrasi lebih dari 5 menit tidak berharap jika milik pemuda asia ini bisa bertahan lebih dari 5 menit.
"Benar... mari kita lihat bagaimana dengan 10 menit..." Mia yang keenakan entah mengapa merasa sangat bahagia.
"Yakin hanya 10 menit... mari kita buktikan" Lisin bertanya dengan datar.
"Ah..." Mia bergoyang melewati 10 menit pertama.
"Aku harus mengakui... Kamu di luar ekspetasi ku bagaimana dengan 20 menit..."
"Yakin 20 menit..."
"Ah..."
"Bagaimana dengan 1 jam..."
"Yakin 1 jam..."
"Ah..."
"Bagaimana dengan 2 jam..."
"Yakin 2 jam..."
"Bagaimana dengan..."
"Yakin..."
Squid game berlangsung cukup lama, karena perpanjangan waktu.
Entah berapa jam waktu berlalu, pinggul Mia tidak dapat berhenti naik turun bahkan dirinya sendiri telah keluar berkali-kali. Lisin harus mengakui daya tahan wanita barat yang cukup kuat.
Monster...
__ADS_1
Benar... hanya monster yang dapat menggambarkan orang asia.
Mia tidak pernah tau jika ada manusia yang bisa bertahan berjam-jam lamanya dan itu orang asia, Sulit untuk di percaya.
Ini bukan film dewasa di mana mengunakan pengeditan gambar seperti jeda waktu pengambilan gambar yang dikompilasi menjadi film-film berdurasi panjang.
Ini adalah real-time dimana dirinya sendiri bergoyang berjam-jam lamanya.
"Pasti 10 jam..."
"Yakin..."
"Ah..."
Villa itu bergetar dengan skala cukup besar yakni dengan kekuatan 9,1 sampai 9,3 skala Richter. Jika kekuatan skala ini mengguncang dasar laut maka, sekitar 20 sampai 25 kilometer akan terjadi tsunami.
Jalan raya Santa Monica tepatnya arah ke barat daya Elena yang menggunakan mobil sport Bugatti tidak dapat melanjutkan perjalanan.
Elena yang ada di dalam mobil dapat melihat kemacetan sepanjang jalan lebih dari 2 kilometer. banyak penumpang dan pengemudi memutuskan untuk berlari keluar mencari tempat aman.
"Sial... apa yang terjadi?"
Elena yang bingung mulai memutar radio karena pemerintah akan memberikan pemberitahuan melalui radio.
Sangat menakutkan karena penyiar radio FM menyiarkan jika ada guncangan gempa yang 9,3 skala Richter yang berpotensi terjadinya tsunami.
"Sial..." Elena melakukan panggilan terhadap Mia bertujuan untuk mencegah agar tidak membunuh Lisin. Namun sejak beberapa jam yang lalu ponsel Mia tidak dapat menerima panggil.
"Apakah Mia tertidur... mengapa dari tadi tidak mengangkat telpon dariku?..."
Elena memutuskan berjalan kaki karena cukup dekat dengan Villa di mana pusat gempa terjadi.
"Apa yang terjadi mengapa Villa ini bergoyang, jangan bilang pusat gempa ada di sini bagaimana dengan Mia dan pemuda Asia?"
Elena dengan kuat berusaha mencapai kamar tengah di mana Mia menyekap Lisin sebelumnya.
Ketika Elena melihat Mia seperti orang kesurupan bergoyang di atas pemuda asia, Elena tidak dapat berkata-kata.
Berapa lama dirinya pergi meninggalkan keduanya?
Menghitung kepergiannya ke tempat ayahnya yaitu Robert, berbicara panjang lebar kali tinggi dan perjalanan kembali di tambah kemacetan panjang Elena dapat melihat Jam dingin dan dapat memperkirakan waktu tersebut lebih dari 12 jam.
Diam...
Elena berpikir apakah dirinya berhalusinasi?
Guncang 9,3 skala Richter berakhir dimana Mia terkapar kebelakang dengan senyuman ekstasi di wajahnya.
"Mia kamu tidak apa-apa?..."
Elena mencoba membangunkan Mia namun tidak ada reaksi darinya, jadi Elena hanya melihat ke arah Joni yang menjulang tinggi tanpa mengalami penyusutan.
"Kamu apa yang kamu lakukan terhadap Mia?..." Elena melihat Lisin dengan kesal.
"Apa yang bisa aku lakukan... Aku hanya terlentang tidak bisa bergerak" Lisin berkata dengan jujur.
Dari awal hingga akhir Lisin sama sekali tidak menggerakkan tubuhnya. Mia lah yang seperti orang gila tidak berhenti bergoyang lebih dari 12 jam...
"Jangan bilang karena ini..." Elena menelan seteguk ludah sambil melihat ke arah Joni agung.
Joni agung yang berlendir seolah menantang Elena dalam permainan Squid Game.
"Tidak mungkin..."
Elena mengingat kembali perkataan pemuda asia di mana dia mengaku dengan jujur. Punyaku besar, kuat dan tahan lama.
"Ternyata wanita barat itu lemah..." Lisin mengambil kesempatan untuk mengejek Elena.
"Jangan sombong..." Elena perlahan melepaskan pakaian yang di kenakannya lalu dengan tekad memasukkan Joni agung kedalam dirinya.
"Ah... Aku tidak akan kalah dari ini..." Elena kesakitan karena ini kali pertama dia melakukannya.
"Yakin..."
Squid Game ronde kedua di mulai...
Bersambung...
*Sejak kemarin banyak komentar spam yang meminta dibuatkan adegan gituan sedetail mungkin dan dengan marah jika di skip, Maaf saja jika tidak sesuai harapan para Readers Karena akan ada Readers yang berbudi luhur menghujat author jika terlalu detail.
*Mampir juga Novel baru author yang berjudul "SISTEM KERUGIAN"
*Terimakasih.
__ADS_1