
Malam ini Lisin sangat - sangat frustasi.
Di saat Joni agung sedang berdiri. Disertai dengan suasana yang sangat mendukung. Rong Yue juga sudah menyerahkan tubuhnya secara suka rela. Tetapi siapa sangka, disaat keduanya sudah memesan kamar hotel. Dan berfikir akan berakhir dengan pertempuran sengit.
Suasana hati Lisin seketika menjadi suram saat melihat pembalut wanita yang Rong Yue kenakan.
Malam ini Keduanya hanya bisa tidur bersama dengan berpegang tangan. Sungguh nasib tragis untuk pahlawan kita, Semangka-Man.
.....
Waktu berlalu, Tepatnya dua hari kemudian.
Seorang pria misterius menelepon Lisin dengan undangan makan malam bersama. Tentu saja Lisin harus menolaknya. Tetapi pria itu terus - menerus menelpon dan ingin mengundang Lisin.
Lisin sudah bersikukuh dan menolaknya dengan sangat halus. Tetapi pria itu sangat - sangat memohon kepada Lisin.
"Tuan Li, Namaku Wu Jimu. Aku tidak bisa mengatakan permintaanku melalui telepon. dan aku juga tidak bisa mendatangimu secara langsung. Tetapi aku dengan tulus mengundangmu untuk makan malam..." Kata Wu Jimu. Alasan mengapa dia menghubungi Lisin tentunya membutuhkan bantuan. Bukan hanya sekedar makan malam bersama.
Jika bukan karena membawa nama Jendral Xue. Lisin tidak akan mempertimbangkannya untuk menerima panggilan telepon. Wu Jimu menyebutkan dirinya sebagai sosok penting lainnya seperti Jendral Xue dan Kepala Rong. Tetapi Lisin tidak perduli dengan itu semua.
"Sayang sekali, Yang namanya menganggur tidak melakukan sesuatu. Aku adalah pengangguran dan tetap di rumah adalah pilihan yang sudah aku pertimbangkan..." Lisin berniat mematikan telepon.
"Tuan Li, aku memiliki seorang Cucu perempuan..." Wu Jimu menekan giginya. Dia tidak ingin menjual cucu perempuannya yang berharga, tetapi Lisin tidak akan tergoda jika dia tidak melakukan ini.
Setelah mengetahui kesembuhan sahabatnya, Jendral Xue. Membuat Wu Jimu ingin menemukannya secara langsung. Tetapi dia dalam kondisi buruk dan hanya bisa tinggal di rumah. Menelpon Lisin secara langsung adalah pilihannya.
Jika itu orang lain, mereka harus memesan waktu untuk bertemu dengan Wu Jimu. Tetapi sekarang kebalikannya, dia harus menjual cucunya hanya untuk membuat Lisin datang.
"Katakan alamatnya, aku akan ke sana..." Sebagai pengangguran Lisin ingin berdiam diri di rumah saja. Tetapi tidak dengan orang lain yang ingin mengganggu waktu berharga miliknya. Karena Wu Jimu memiliki cucu perempuan, bagaimana Lisin tidak tertarik untuk melihatnya.
Setelah mematikan ponselnya, Lisin langsung pergi dan untuk mendatangi kediaman Wu Jimu. Setidaknya, Lisin ingin melupakan depresi yang mengganggunya setelah tidur hanya berpegangan tangan dengan Rong Yue.
.....
__ADS_1
Pinggiran kota Shanghai.
Jika biasanya pinggiran perkotaan ditempati dengan rumah - rumah kumuh maka tidak dengan kediaman Wu Jimu.
Itu adalah sebuah tempat yang cukup megah tetapi memiliki gaya bangunan tradisional yang kental. Villa tradisional ini dibangun untuk Wu Jimu yang tidak menyukai kebisingan di kota, jadi dia membeli villa terpisah di pinggiran kota Shanghai.
Setengah jam kemudian, Lisin datang ke Villa pribadi Wu Jimu. Villa itu sangat besar, meliputi 1000 meter persegi dengan tiga lantai, tempat itu bersih dan elegan.
Yang membuat Lisin heran adalah, Dia menerima undangan. Mengapa tidak ada satu seorangpun yang menyambut kedatangannya?!
"Tok... Tok... Tok..." Lisin dengan terpaksa harus mengetuk pintu.
Beberapa saat kemudian, seorang gadis berpakaian hijau membuka pintu.
"Gadis yang sangat cantik... Tetapi cukup familiar..." Melihat gadis berpakaian hijau, Lisin berseru, matanya penuh dengan kejutan.
Gadis berpakaian hijau itu memiliki rambut panjang, kulit seputih salju, wajah menawan, dan bibir ceri. Mata gelapnya seperti air jernih. Alisnya agak meringkuk, menunjukkan aura yang elegan.
Dia juga memiliki bentuk tubuh yang bagus. besar, pinggang ramping, dan pantat menggoda, semuanya menunjukkan lekukan anggun. Dia berdiri di sana, seolah berjalan keluar dari sebuah lukisan.
Melihat keterkejutan Lisin di matanya, gadis berpakaian hijau itu menunjukkan ketidakpuasan di matanya. Tetapi sebagai pemilik vila, dia masih perlu bertanya apa yang sedang dilakukan lelaki itu.
"Siapa yang kamu cari?..." gadis berpakaian putih itu sedikit membuka bibir merahnya dan berkata dengan suara merdu.
Dia entah mengapa sedikit familiar dengan Lisin.
Tunggu sebentar, bagaimana aku melupakannya. Bukannya dia ini pria buta yang menerobos pintu toilet sebelumnya. Wanita cantik itu seketika marah saat mengingat kejadian di kamar mandi wanita kantor pusat Departemen naga.
Hari itu dia mengunjungi kepala departemen naga atas permintaan kakeknya. Siapa sangka nasibnya begitu sial sehingga bertemu dengan pria buta yang memeras semangka miliknya.
Wanita cantik itu sekarang ragu, jika Lisin ini benar - benar buta.
"Kamu tidak buta kan?..."
Suaranya sangat halus dan sangat murni seolah - olah berasal dari gunung salju yang sunyi, membuat orang santai dan bahagia. Mendengar suara ini juga semacam kenikmatan.
__ADS_1
Lisin tidak menyangka akan bertemu dengan wanita yang dia temui di kamar mandi wanita lagi. Juga dari kondisinya sepertinya wanita cantik ini dekat dengan Wu Jimu atau mungkin cucu perempuan yang dikatakannya.
Lisin berkeringat dingin. Dia tidak mungkin berpura - pura buta untuk kedua kalinya.
"Cantik, ini pertama kalinya kita bertemu, dan aku tidak buta. Mungkin saja kamu sebelumnya bertemu dengan saudara kembarku yang buta?..." Kata Lisin dengan berpura - pura tidak bersalah. Dia berharap wanita cantik ini menjadi bodoh dan percaya dengan perkataan dirinya.
"Sialan, apakah kamu pikir aku bodoh?..." Wanita cantik itu berteriak.
Sebelumnya dia sangat menyesal karena melepaskan pria buta yang memeras semangka miliknya. Sekarang karena Lisin ada di depannya, dia harus mengusirnya. Jika tidak, dia tidak akan bisa tenang.
"Jika kamu benar - benar ingin menjadi buta. Aku akan membantumu..." Wanita itu mendengus dingin. Jika dia bisa, Dia ingin menggunakan sesuatu untuk mencongkel kedua mata Lisin agar benar - benar menjadi buta.
"Tunggu sebenarnya, Sebelumnya tidak sengaja. Dan kedatanganku karena undangan dari Wu Jimu..." Lisin langsung mengatakan yang sebenarnya.
Dia benar - benar tidak bersalah. Itu semuanya karena Rong Yue sehingga Lisin harus memasuki kamar mandi wanita.
"Kamu datang ingin bertemu dengan kakek?... Bermimpi..." Wanita cantik itu langsung menutup pintu dengan keras.
"Bang..."
Wanita cantik itu telah bertemu banyak orang yang ingin menemui kakeknya. Ada banyak dari mereka yang membawa hadiah bahkan dari keluarga kelas atas.
Sekarang, Lisin yang sudah melakukan kesalahan fatal berniat menemui kakeknya. Bagaimana Wanita cantik itu bisa membiarkannya begitu saja.
Diam... Lisin terdiam.
Entah mengapa dia menjadi tersangka dalam sebuah kasus pelecehan. Dan itu membuat Lisin tidak nyaman. Semuanya hanya kebetulan saja Lisin bertemu dengannya di kamar mandi wanita.
Tidak ada unsur kesengajaan.
Juga, kedatangan murni karena undangan makan malam Wu Jimu. Dia tidak berniat membuat koneksi ataupun ingin menyanjung Wu Jimu yang belum pernah dia temui.
Apalagi berniat mengejar keindahan ini. Lisin tidak berfikir ke sana sama sekali.
Lisin sekali lagi mengalami nasib sial.
__ADS_1
Bersambung...