
Untuk pertama kalinya Lisin mengalami apa itu rasa takut. ini bukan siapa yang kuat atau siapa yang lemah. juga bukan tentang penindasan apa lagi pertarungan. melainkan duduk di belakang seorang waria.
Sungguh ujian batin yang luar biasa.
Apakah ini yang di namakan jika ada malam maka akan ada siang. jika ada senang maka akan ada susah. malam yang seharusnya sangat panjang dan Villa bergoyang, hanyalah mimpi.
Mungkinkah Lisin mendapatkan karma atas tindakannya yang merugikan banyak wanita?
"Mbak Gisel, mengapa jalannya lama sekali. apa perlu di dorong dari belakang..." Dengan tekanan batin yang luar biasa Lisin bertanya.
Di mana - mana demi kepuasan pelanggan, seorang driver Ojol akan memuaskan pelanggan dengan berkendara sesingkat mungkin dan senyaman mungkin. ini pertama kali dan menjadi satu - satunya driver Ojol yang mengendarai motor dengan sangat lambat, tentunya membuat pelanggan kurang nyaman.
"Jangan, Sebagai pengendara motor yang baik kita harus pelan - pelan..."
Pelan sih pelan, tapi tidak perlu sepelan ini juga. pejalan kaki saja tidak tersalip. jika seperti ini kapan sampainya?
"Mas boy entah mengapa Gisel merasakan chemistry apakah sebelumnya kita pernah bertemu?..." Tanya Gisel untuk kedua kalinya.
Firasat Gisel mengatakan jika Lisin adalah belahan jiwanya yang selama ini dia lupakan. tentunya Gisel harus memastikan jika hal tersebut benar.
Lisin ingin muntah, chemistry apanya jangan mengada - ada sesuatu yang tidak jelas.
"Mungkin hanya perasaannya Mbak Gisel saja, kita kan baru saja bertemu..." Jawab Lisin.
"Mungkin ya..."
Sial... mengapa dia memainkan pengereman bagian depan.
Lisin mencengkram tahanan bagian belakang honda beat dengan sekuat mungkin. berusaha agar tidak bersentuhan dengan Gisel yang ada di depannya. jika tidak, pedang miliknya akan menusuk Gisel tanpa perlawanan.
(DING...)
Mendengar suara sistem membuat Lisin semakin ketakutan sampai mati, Lisin takut jika sistem akan mengeluarkan tugas di mana dirinya harus menjadikan Gisel sebagai tempat pelampiasan.
Bahkan dalam mimpinya Lisin lebih baik melakukan bunuh diri dari pada melakukannya dengan waria.
Tidak mungkinkan jika hanya mengadu pedang.
__ADS_1
(Sistem hanya mengingatkan, tuan rumah di harapkan untuk tetap tenang karena ini hanya ujian)
Iya, ujian sudah tahu dan jangan di ingatkan.
Lisin merasa jika semua yang terjadi pada malam ini, dengan sengaja telah sistem atur untuk dirinya. memikirkan hal ini membuat Lisin sangat marah. Apakah Lisin berbuat salah kepada Sistem.
Setelah perjalanan yang sangat menyiksa, Lisin memutuskan untuk turun dari motor Honda beat dengan tergesa - gesa. karena tidak kuat lagi menjalani cobaan hidup.
"Mas boy, mungkinkah kamu orang yang selama ini, Gisel cari begitu lama?..." Gisel menebak dengan benar hanya saja, mana mungkin Lisin akan menyetujuinya.
"Tidak, kamu salah orang... Baiklah aku harus pergi..." Lisin berjalan kebelakang kemudian berlari.
"Tunggu dulu Mas Boy bonus servisnya belum..." Gisel berusaha mengejar Lisin yang berlari menjauhi dirinya.
"Hoey... Jangan lari kamu..." Karena kecepatan Lisin luar biasa, Gisel tidak sanggup mengejar dan hanya bisa mengeluarkan suara besar layaknya seorang laki - laki normal.
.....
Akhirnya Lisin berpisah dengan Gisel yang kesepian.
Lisin ini cukup sombong, mentang - mentang kaya dan tampan, apa lagi punya pacar segudang, dia menolak keindahan Gisel walaupun memiliki batang yang menjadi kelebihannya.
Mungkin hanya sesaat, namun rasanya seperti 100 tahun lamanya bagi Lisin saat dibonceng oleh Gisel.
Merasa lega, Lisin berjalan di atas trotoar jalan raya dan menemukan kondisi malam hari yang hanya beberapa mobil dan motor yang lalu lalang.
Lisin merasakan jika tubuhnya lebih baik dari sebelumnya, hanya saja mengapa pengaruh Afrodisiak tidak lekas menghilang.
Sebenarnya Lisin tidak masalah jika kehilangan sistem. hanya saja, keberadaan sistem sudah dirinya anggap sebagai keluarga. dan yang membedakan sistem dengan keluarga adalah tidak memiliki hati nurani.
Juga Lisin tidak ingin mengambil kesucian Sindi dan Jihan begitu saja.
Pemberhentian sebelumnya cukup dekat dengan asrama universitas PGRI banyuwangi, dan Lisin hanya perlu berjalan kaki lebih dari 15 menit untuk sampai di sana. Lisin sangat yakin kali ini tidak ada lagi halangan untuk dirinya melampiaskan ambisi Joni agung.
"Maaf, selain perempuan. laki - laki dilarang masuk..." Seorang penjaga asrama putri menghentikan Lisin yang berniat masuk.
"Saya ingin bertemu dengan Vita, dia tinggal di asrama ini..." Kata Lisin dengan santai.
"Kamu pikir, kamu siapa? apakah Vita gadis acak yang mudah kamu temui kapanpun kamu mau?..." Penjaga gemuk berteriak dengan keras.
__ADS_1
Keberadaan Vita sangat menonjol di antara semua mahasiswi universitas PGRI banyuwangi. Vita sekarang menjadi Host YouTuber sukses, dengan banyak penggemar yang mengikutinya. semua siaran langsung yang Vita lakukan akan di nantikan jutaan penggemar di seluruh Indonesia.
Lisin jelas tidak mengetahui tentang hal tersebut kerena dirinya terlalu sibuk dan fokus dengan profesinya sebagai penjahat kelamin. Apalagi Lisin tidak terlalu Update di bidang sosial media.
"Aku pacarnya, katakan kepada Vita. jika Lisin sedang menunggu di depan pintu masuk..." Lisin menegaskan.
Penjaga tersebut mengerutkan keningnya dengan marah, sejak beberapa hari ini banyak pemuda acak yang mengaku sebagai pacar Vita dan walaupun Vita memang memiliki pacar namun pacarnya sangat kaya apa lagi mobilnya Lamborghini edisi terbatas.
Penjaga tersebut biasanya memiliki hari yang tenang dan damai, namun saat ketenaran Vita melejit dirinya disibukkan oleh kaum jomblo yang mengaku - ngaku sebagai pacarnya. sekarang kedatangan Lisin menjadi yang sekian kalinya, jadi penjaga tersebut sangat muak sekali.
"Apakah kamu pikir aku percaya? Apa lagi penampilan kamu sangat mencurigakan, mengapa kamu mengenakan jaket yang sangat tebal. padahal suhu di luar sedikit panas?..." Penjaga mendatangi Lisin dengan kecurigaan.
"Itu bukan urusanmu..." Kemarahan Lisin tidak lagi terkontrol.
Entah dirinya pacar Vita atau tidak, itu semua tidak berhubungan dengan penjaga asrama putri. dirinya hanya ingin bertemu dengan Vita tidak lebih.
"Di tanya orang yang lebih tua kamu tidak memiliki sopan santun ya..." Penjaga tersebut menggunakan tongkat pendek dan berniat memukul Lisin.
"Prank..."
Lisin tidak mungkin berdiam diri saja, dirinya menggunakan tangan kosong untuk memukul tongkat kayu tersebut dan menjadi beberapa bagian.
"Kamu..." Penjaga tersebut terdiam membisu dengan apa yang di lihatnya.
Apakah Pemuda mencurigakan tersebut Superman, mengapa pukulannya sangat kuat. jika pukulan tersebut mengenai dirinya pasti tidak akan bertahan.
"Cepat, temukan Vita dan suruh dia datang kesini jika tidak nasibmu akan sama dengan tongkat ini, atau tongkat bagian bawah mu ingin berakhir seperti ini juga..." Kata Lisin dengan dingin.
"Glup..." Penjaga tersebut menelan ludah karena ketakutan.
Dia jelas masih ingin hidup sehat dan normal, belum lagi dengan bagian bawahnya. jika tidak bisa lagi di gunakan pasti akan menyesal seumur hidup.
"Kalian berdua, mengapa kalian berdebat di depan pintu masuk, belum lagi kamu seharusnya menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan asrama..." Wanita Cantik dan sangat dewasa bertubuh panas datang dan langsung menegur penjaga tersebut.
"Maaf, Lalai dalam melakukan tugas, tapi dia sangat mencurigakan jadi aku mencegahnya untuk tidak memasuki asrama putri..." Penjaga tersebut menjelaskan.
Tatapan wanita dewasa tersebut teralihkan menuju kearah Lisin yang hanya diam saja. tentunya diamnya Lisin bukan tanpa alasan melainkan karena Joni agung yang sangat bersemangat.
Sial... Semangka bulatnya sangat besar sekali kawan...
__ADS_1
Bersambung...