Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 67


__ADS_3

Seorang wanita cantik baru saja menutup laptop di atas meja kerja, dalam ruangan seperti kantor perusahaan tersebut cukup besar dengan pemandangan perkotaan di luar jendela kaca.


Melihat ke arah jam kecil yang ada di tangan kirinya wanita cantik tersebut berdiri kemudian merapikan pakaiannya, merias sedikit wajah cantiknya, lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Berjalan melalui koridor perusahaan setiap karyawan akan menyapanya, wanita tersebut adalah Ningsih yang baru saja menerima telepon dari Lisin. perusahaan Angkasa memiliki situasi yang cukup unik dimana semua staf karyawan yang ada di sana adalah wanita karir tanpa ada satupun lelaki.


Karena semua kepengurusan perusahaan Angkasa ada di tangannya, Ningsih yang sejak berdirinya perusahaan hanya memilih wanita untuk bekerja di perusahaan Angkasa.


Kebanyakan wanita yang bekerja di perusahaan Angkasa adalah jenis keindahan yang setidaknya sedikit di bawah kecantikan Ningsih, Lisin yang belum pernah datang ke kantornya tidak pernah tau jika semua karyawannya adalah wanita.


Para Jomblo menetapkan perusahaan Angkasa sebagai tempat impian mereka sekaligus cita-cita Hidup yang tidak pernah kesampaian.


"Bagaimana meeting malam ini?" Ningsih bertanya ke pada wanita cantik yang menjadi kepercayaannya.


"Pemimpin, Meeting malam ini saya batalkan karena pihak klien belum memenuhi tuntutan yang kita berikan" Jawab wanita cantik itu dengan rasa hormat.


"Bagus..." Ningsih mengangguk, banyak perusahaan lain ingin membuat kesepakatan kerja sama dengan perusahaan Angkasa, dan Ningsih jelas tidak akan langsung menerimanya. di karenakan hal yang wajar jika dirinya harus memilih dengan benar dari pada asal pilih yang berakhir dengan kerugian.


Setelah insiden terorisme yang hampir membunuh dirinya, Ningsih memutuskan untuk pindah dan kewaspadaan dirinya semakin meningkat, belum lagi dia menerima dua pil aneh dari Lisin dan juga keterampilan mempertahankan diri. sekarang Ningsih tidak hanya semakin sehat namun juga semakin cantik, entah kenapa tubuhnya juga lebih kuat dari sebelumnya, ada juga ingatan ahli beladiri yang memenuhi otaknya.


Ningsih sangat bersemangat, dia hanya bisa berkata jika Lisin selalu menciptakan keajaiban. Sekarang meeting telah di batalkan jadi dia harus meminta Lisin untuk menemani dirinya malam ini.


Namun mengingat kembali jika Lisin saat ini menghadiri Pesta Alam yang di lakukan setahun sekali dan Perusahaan Angkasa menjadi donatur terbesar. Ningsih merasa bersalah kepada Lisin karena tidak mengatakan jika Donatur terbesar harus memberikan sambutan.


Ningsih menggunakan lift kemudian turun kebawah, Ningsih mengendarai New Pajero Sport yang baru-baru ini dirinya beli, dengan harga hampir 600 jutaan.


Dengan cepat Ningsih sampai pada tempat tujuan, saat dirinya hendak masuk Ningsih secara kebetulan bertemu dengan seseorang yang di kenalnya.


"Nona Ningsih... kebetulan sekali kita bertemu di sini, mengapa tidak datang bersama dengan Lisin?" Dia adalah kepala irawan pemilik atau penyelenggara pesta amal malam ini.


"Itu karena... Bos sudah datang lebih awal, dia pasti sudah ada di dalam" Ningsih berkata sambil melihat ke arah pintu aula.


"Begitu ya... sebagai penyelenggara aku harus menyapa Lisin, Nona Ningsih wanita harus di utamakan" Ningsih berjalan di depan di ikuti oleh kepala irawan. dua penjaga yang sebelumnya menghentikan Lisin tidak berani menghentikan keduanya.


"Lisin... buktikan jika Perusahaan Angkasa memang benar milikmu..." Ningsih dan Kepala irawan yang baru saja tiba tidak berharap akan di suguhkan dengan pemandangan ini.


Keduanya jelas marah, terutama Ningsih yang memiliki perasaan terhadap Lisin. melihat Bos sekaligus pacarnya di permalukan di depan umum bagaimana dia bisa menerima ini.


Ningsih mulai mengingat tentang orang gemuk yang berdiri di dekat Lisin, jika tidak salah dia adalah mantan Bos Lisin sebelumnya, karena dia bertanya agar Lisin membuktikan sebagai pemilik perusahaan Angkasa, Ningsih sebagai sekretaris Lisin dan juga pemimpin perusahaan harus menjelaskannya.


"Aku bisa membuktikannya..."


Semua orang melihat ke arah Wanita cantik yaitu Ningsih yang datang dari pintu masuk utama. dengan kedatangan langsung pemimpin perusahaan Angkasa semua orang langsung percaya jika Lisin pemilik perusahaan Angkasa. namun harus menunggu klarifikasi dari Ningsih langsung.


Kemudian mereka semua melihat Seorang pria paruh baya yang ada di belakang Ningsih, semua orang shock... siapa Kepala irawan? Jelas dia adalah orang terkaya di bali, belum lagi dia sebagai pimpinan penyelenggara pesta amal tersebut.


Melihat jika Kepala irawan yang marah sambil melakukan pemanggilan telepon mereka semua jelas mengerti situasi apa yang menunggu Ricard.


"Ini tidak mungkin... Pasti ini setingan pasti seperti itu..." Jelas cukup sulit bagi Ricard untuk menerima kenyataan.


"Setingan ya... Kalian semua siapapun yang masih berhubungan dengannya, tidak akan memiliki kesempatan untuk bekerja sama dengan perusahaan Angkasa, karena perusahaan Angkasa milik Lisin" Ningsih berkata sambil menatap Ricard dengan dingin.


Semua orang yang memiliki perusahaan di bawah tangannya jelas mengerti, tidak ada yang menolak manfaat dan memilih kerugian. meninggalkan Ricard akan memiliki kesempatan kerjasama dengan perusahaan Angkasa, mengapa mereka menolak.


"Ricard... aku membatalkan kerja sama sebelumnya..."


"Ricard... tolong lepas iklan untuk program kerja sama kita..."


"Ricard... kita memiliki puluhan tahun kerja sama sepertinya harus berhenti di sini..."


"Ricard... kita"


"Ricard..."


Satu persatu dari semua orang yang memiliki kerja sama dengan perusahaan Ricard langsung membatalkan kerja sama di tempat. Tidak berhenti di sana Ricard menerima panggilan telepon.

__ADS_1


Ricard berkeringat dingin, dia tertekan dan tidak percaya dengan apa yang terjadi, berulang kali menerima panggil telepon itu adalah dari beberapa perusahaan yang di miliki keluarga irawan. mereka yang mensponsori perusahaan milik Ricard langsung memutuskan kontrak.


"Tidakkkkk..."


Ricard yang frustasi melihat kearah Lisin, ini semua karena Lisin jika dirinya tidak menyinggung Lisin semua ini tidak akan pernah terjadi, Lisin yang selama 3 tahun menjadi karyawannya mampu menjatuhkan dirinya. sangat jelas saham perusahaan miliknya mengalami kejatuhan belum lagi dalam beberapa hari perusahaan miliknya akan mengalami kebangkrutan.


Ricard memikirkan hutang pribadi dan hutang perusahaan yang begitu banyak tidak dapat berfikir lagi, dia juga memiliki tekanan darah tinggi dan kepalanya akan terasa sakit dan pusing jika dia memiliki kemarahan yang berlebihan.


"Enggah..." Ricard muntah darah di tempat kemudian tersungkur ke lantai, untung saja tidak bergelinding karena perutnya yang bulat.


Ricard yang berbaring di lantai dengan sangat menyedihkan mulai mengejang kemudian gerakan tubuhnya menjadi kaku dan berakhir dengan pingsan.


Di mata Lisin yang berdiam saat melihat Ricard, dia tau jika Ricard memiliki tekanan darah tinggi dan pecah di bagian saraf yang terhubung ke otaknya, jika tidak berakhir dengan kematian maka akan berakhir dengan stroke. hal ini di karenakan Ricard memiliki obesitas.


Melihat ini semua orang panik namun dengan penanganan cepat dari pihak penyelenggara Ricard langsung di bawah ke rumah sakit dengan ambulan.


Pesta amal terus berlangsung, semua orang bahagia hanya Ricard seorang yang menderita, semua temannya meninggalkan dirinya seolah mereka tidak saling mengenal, kemudian Ningsih mewakili Lisin dengan memberikan sambutan, di ikuti oleh orang-orang penting lainya.


"Lisin siapa dia..." Sebelum Lisin menjawabnya, Nadya langsung memperkenalkan diri.


"Malam... saya Nadya Anggraini kamu bisa memanggilku Nadya" Nadya memperkenalkan diri.


"Nadya... saya Ningsih Babu perusahaan milik Lisin..." Ningsih memperkenalkan diri dengan cara paling sederhana.


"Enggah... " Lisin yang meminum jus alpokat tersedak.


Sial... mengapa kamu mengaku sebagai babu perusahaan, bilang saja kepercayaan ku atau bekerja sebagai pemimpin perusahaan Angkasa.


"Entah kenapa aku seperti bos yang terlihat buruk..." Lisin mengambil minuman lain.


"Hehehe... sepertinya menjadi pemimpin perusahaan Angkasa cukup sulit untuk mu..." Nadya tertawa cantik dan Ningsih juga tertawa sebagai jawaban.


"Bos apa dia calon Harem..." Ningsih berbisik di telinga Lisin.


Sial... kenapa kamu berfikir ke sana, apakah setiap wanita cantik yang dekat denganku harus ku tiduri.


"Bukan..." Jawab Lisin melalui bisikan juga.


"Bos... kamu memiliki ratusan karyawan wanita cantik yang tidak kalah dengan Nadya di perusahaan Angkasa, kamu bisa meluangkan waktumu untuk melihat mereka" Keduanya entah kenapa melakukan beberapa bisikan lagi.


Sial... Ningsih... kamu itu mencari karyawan untuk di pekerjakan ataukah mencarikan aku calon Harem, jika para jomblo tau aku tidak tau harus menjelaskan apa kepada mereka.


"Bapak Lisin bisa mengganggu waktumu sebentar..." Ketiganya melihat ke arah Lelaki paruh baya yang berkata dengan sopan. Lisin ingin jika pihak lain juru bicara dari Robert.


Lisin meninggalkan mejanya lalu pergi ke meja tempat Robert duduk yang di temani Kepala irawan. sedangkan Ningsih dan Nadya membicarakan kerja sama pemasaran.


"Lisin silakan duduk..." Kepala irawan mempersilahkan.


"Baiklah apakan ada kepentingan yang harus melibatkan diriku..." Lisin langsung tutup poin, Karena dirinya menggunakan bahasa Inggris saat berbicara kepada Robert bukan Kepala irawan.


Kepala irawan tidak marah hanya merasa kagum, sepertinya Lisin sudah mengerti jika Robert ingin meminta bantuan darinya. Setelah Robert menatap Kepala irawan dia melihat ke arah Lisin.


"Lisin... Sebenarnya ini masalah pribadi, Sebagai pemimpin Gangster di wilayah Los Angeles aku memiliki beberapa orang yang tidak suka denganku, beberapa hari yang lalu beberapa orang menargetkan ku entah siapa mereka yang jelas Istriku mengalami luka tembak bagian Kepala" Robert berkata dengan nada menyesal.


"Untungnya dia selamat namun saat ini dalam kondisi koma karena peluru berada di bagian kiri tulang tengkorak, Ahli bedah otak tidak memiliki jaminan keselamatan istriku jika melakukan operasi, jadi aku mencari bantuan mu atas saran Irawan"


Sebenarnya Lisin sudah mengetahui seluk beluk masalah dari analisa sistem namun lebih memilih untuk mendengarkan langsung dari Robert.


(DING...)


(Tugas sistem terpicu)


(Tuan rumah harus membantu masalah yang di miliki Robert yang ada di Los Angeles. Apakah tuan rumah menerima tugas sistem: Ya/Tidak)


"Terima..." Apapun tugasnya Lisin harus menerimanya terlebih dahulu. bagaimana cara menyelesaikannya itu urusan belakang.

__ADS_1


Sial... mengapa aku main terima aja, aku pikir itu hanya tugas menyembuhkan orang sakit ternyata membantu masalah yang di milikinya. jelas akan banyak masalah nantinya... Sistem apakah tidak bisa di batalkan tugas ini?


(tuan rumah sudah menerima tugas maka harus di selesaikan sampai akhir)


"Sial..." Lisin yang membaca diskripsi tugas yang ada di panel sistem hanya bisa mendesah.


"Baiklah aku mengerti, dalam waktu satu minggu aku akan pergi ke Los Angeles" Lisin berjanji kepada Robert.


Setelah melakukan basa dan basi Lisin kembali kemejanya lalu pesta amal berakhir, Nadya sangat senang karena perusahaannya melakukan kerja sama dengan perusahaan Angkasa. sekarang dia melihat ke arah Lisin dengan tatapan hormat lalu tidak berdaya, kerena pihak lain sudah memiliki keindahan yaitu Ningsih.


Ningsih mendekati Nadya kemudian berkata, "Kamu memiliki kesempatan untuk masuk ke haremnya Lisin..."


"Enggah... " Untuk kesekian kalinya Lisin tersedak, memiliki pendengaran Super Lisin dapat mendengar bisikan dari keduanya.


"Kamu baik-baik saja?" Baik Ningsih atau Nadya berkata bersama-sama.


"Aku baik-baik saja..." bagaimana mereka berdua tidak bingung, Lisin berulang kali tersedak apakah itu kebiasaan yang dimiliki Lisin.


Setelah pesta amal berakhir Lisin dan Ningsih berpisah dengan Nadya lulu pergi dengan Ningsih menggunakan Pajero Sport dan keduanya berakhir di Hotel terdekat.


Hotel tersebut bergoyang ria.


Staf perhotelan sangat kebingungan karena badan BMKG Penanggulangan bencana alam tidak mengeluarkan peringatan adanya gempa bumi, namun kenapa hotel tempat mereka bekerja mengalami guncangan luar biasa, apakah ini ulah dari seseorang yang tidak bertanggung jawab.


Banyak penghuni hotel lainnya berlarian karena takut jika hotel tempat mereka menginap akan mengalami keruntuhan.


Sedangkan dua orang yang sedang memanas karena pertempuran sengit tidak peduli dengan orang lain. keduanya saling melancarkan serangan mematikan satu sama lain.


.....


Keesokan paginya, Lisin bertanggung jawab untuk membayar kompensasi atas kerusakan hotel yang di sebabkan oleh Lisin dan Ningsih.


Lisin tidak berharap setelah Ningsih mengkonsumsi Pil reinkarnasi dan pil kekuatan akan membuat stamina Ningsih meningkat ke tingkat manusia super.


Lisin memikirkan Vita dan Ratih yang sudah mengkonsumsi obat tersebut, apakan mereka akan memiliki hasil yang sama.


Ningsih dengan sangat puas memilih untuk melanjutkan pekerjaannya. sedangkan Lisin berniat kembali ke kampus karena ada mata kuliah Sore hari.


Sebelum Lisin pergi dia menggunakan taksi untuk mampir ke Alila Villa Uluwatu.


"Lisin-sama..." Shizuka yang mengenakan kimono biru menyapa Lisin.


Lisin yang berjalan melewati halaman depan Villa sedikit bingung saat melihat beberapa Mobil yang ada di halaman.


"Shizuka... Mobil siapa ini?" Lisin bertanya kepada Shizuka dengan tatapan aneh.


"Ini mobil tamu Lisin-sama..." Jawab Shizuka dengan jujur.


"Tamu?" Lisin jelas bingung tamu siapa yang tidak mengabari pemilik rumah, apakah mereka orang-orang penting.


Lisin berjalan di depan lalu di ikuti oleh shizuka dari belakang, saat Lisin melihat 3 Wanita cantik dengan kesibukannya sendiri, Lisin tidak berdaya.


Sial... Mengapa wanita-wanita laknat berkumpul di sini.


"Selamat datang Lisin-Kun..." Anti mengenakan pakaian longgar dengan kaca mata merah sambil mengetik keyboard Laptopnya.


"Selamat datang Lisin-sama..." Migumi mengenakan pakaian ketat duduk sambil memakan kue besar dengan belepotan di mulutnya.


"Kamu sangat lama aku bosan menunggu..." Asami mengenakan kimono putih dengan corak merah duduk dengan posisi kaki bersilang sedangkan buku komik doujin ada di tangannya.


"Kalian... "


Bersambung...


*Terima kasih untuk para reader yang sudah mendukung Novel ini dan entah kenapa yang kemarin komentar terlalu banyak S*xnya meminta untuk tidak di tamatin, kan author jadi bingung.

__ADS_1


__ADS_2