
Juragan Suryo menggunakan RPG-7 Buatan Uni Soviet, granat peluncur itu mengunci target di depannya yaitu Lisin yang memegang Katana Sedangkan tubuhnya bermandikan darah.
Lisin yang menggunakan Sistem sangat jelas akan keaslian senjata tersebut, jika itu meledak lahan kosong beserta dekorasi ratusan juta ini akan menjadi kawah gosong.
Lisin menatap Juragan Suryo dengan kedua anaknya di belakangnya, Jika pelatuk di tekan dan granat itu meluncur kearahnya apa yang harus dilakukan?... Jika membelahnya itu bukan logam peluru, jika granat terbelah maka akan terjadi ledakan, lalu menghindarinya namun menurut data sistem jangkauan ledakan itu sangat luas setidaknya jika selamat pasti akan mengalami luka berat.
"Kamu takut kan... haha... " Juragan Suryo tertawa.
"Ayah... Bisnis kita hanya mengantarkan senjata ini ke mereka dan sekarang kita pinjam RPG ini dulu untuk mengalahkannya, jadi ayah sekarang memiliki kesempatan untuk membunuhnya" Anaknya yang ada di belakang mengingatkan.
"Mereka pasti memahami situasi kita, karena ini bisnis ayah pasti akan membayar mahal untuk satu granat peluncur ini, Kalian berdua kerja bagus karena berbisnis dengan mereka, nanti ayah akan memberikan hadiah untuk kalian berdua" Suryo menatap kedua anaknya dengan bersemangat, sepertinya menyekolahkannya ke perguruan tinggi sangat berguna.
"Papa... kakak dan aku memiliki satu permintaan" Anak kedua berkata.
"Permintaan... " Suryo bingung.
"Ya... Ini tentang malam pernikahan Papa nanti bisakah aku dan kakak yang berbakti ini menggantikan Papa saat malam pernikahan, kami merasa Papa sudah terlalu tua jadi kita khawatir dengan kesehatan Papa, Tolong Pa... Kami sangat peduli dengan Papa"
"Benar kata adik Yah... " Kedua saudara itu memohon kepada ayahnya. kemudian ada tatapan di antara mereka seolah sedang berbicara melalui telepati.
Adik kamu memang sangat cerdas, sepertinya gelar sarjana mu bukan kaleng-kaleng, malam ini kakak akan mengalah darimu jadi kamu yang pertama karena kakak tidak terlalu suka dengan yang kencang-kencang.
Kakak harap tenang Papa pasti akan menyetujuinya dan kita bisa melakukannya bertiga, adik tau karena kakak tidak suka dengan yang kencang maka adikmu ini akan dengan senang hati berkorban dan menjadi yang pertama.
Suryo yang melihat permintaan yang di lontarkan anaknya yang kedua sangat tertekan, memang benar dia sudah tua dan terkadang sakit pinggangnya akan kambu suatu waktu. tapi mana mau dia di gantikan saat malam pengantin.
Sontoloyo... Anak durhaka kalian, Walaupun Ayah sudah tua tapi Ayah juga ingin merasakannya apa susahnya si kan hanya lima menit aja, dan kalian ingin mencicipi mama muda kalian, apanya yang anak berbakti kalian ini anak durhaka.
"Kalian tidak bisa menggantikan posisi ayah, tapi jika setelah ayah melakukannya, ayah tidak akan pelit terhadap anak sendiri... " Walaupun enggan Suryo hanya bisa berjanji.
"Terima kasih Yah... "
"Terima kasih Pa... "
Sungguh keluarga yang sangat peduli satu sama lain asalkan jangan menyesal terkena Azab.
Lisin melihat Juragan Suryo dan kedua anaknya sangat marah, pembicaraan mereka jelas menjadikan Ratih hanya sebatas objek semata, jika Lisin tidak menghentikan pernikahan ini mungkin Nasib Ratih akan sangat menyedikan.
Sial... Kalian ini keluarga tidak tau malu, kalian bertiga akan ku hancurkan dengan tanganku sendiri, apalagi kedua anak juragan Suryo sepertinya mereka tergila-gila dengan Ratih.
Kepala irawan juga marah melihat mereka bertiga dia juga memiliki anak wanita yaitu Nagisa jika itu anaknya yang hanya di anggap sebuah objek semata, sebagai ayah bagaimana dia tidak marah, sekarang dia khawatir tentang nasib Lisin.
Jendral kepolisian juga sangat menyesal jika dia tau akan seperti ini dia akan membawa pasukan khusus yang ahli menggunakan Sniper dan menebak kepala Suryo dan kedua anaknya yang tidak tau malu ini, saat dia tertekan sebuah panggilan berdering.
"Hallo... "
"Jendral ini sudah batasan waktu mematikan internet dan banyak perusahaan mengalami penurunan produktif presiden juga menyuruh untuk menghidupkan kembali jika tidak ekonomi negara akan mengalami penurunan" Sisi lain telepon berkata dengan panik.
"Kalau begitu hidupkan... bilang ke Bapak Presiden Jika Jendral tua Meminta maaf, lalu bagaiman dengan rekaman Videonya"
"Semua Video dalam bentuk apapun sudah di musnahkan di yakinkan tidak ada bukti tertinggal semua netizen pasti berpikir jika video sebelumnya hanya hoax dan konspirasi tertentu"
"Terima kasih kerjasamanya... " Jendral kepolisian sedikit tenang namun masalah belum terselesaikan. kemudian ada panggilan lainnya.
"Hallo... "
"Jendral... Kami menemukan bukti kuat tentang kejahatan Juragan Suryo, Banyak tikus sudah di tangkap, baik yang ada di pemerintahan, kepolisian, dan di lain tempat, juga masalah ini tidak sederhana, teryata Juragan Suryo dan kedua anaknya memiliki bisnis dengan para terorisme, bisa di bilang kaki tangan terorisme KKB papua"
"Apa... pantas saja dia bisa memiliki RPG-7" Jendral kepolisian sangat tertekan, dia sedikit kesulitan untuk menghadapi Terorisme KKB Papua dan tidak menyangka jika kaki tangannya ada di sini.
Setelah mematikan ponselnya Jendral kepolisian memanggil puluhan pasukan khusus yang bersiaga.
__ADS_1
"Kali ini situasinya sangat serius... Aku memanggil pasukan bantuan dan akan datang dalam 30 menit, Tugas kalian evakuasi semua warga yang dalam radius 2 kilometer, seperti yang kalian lihat musuh yang menggunakan senjata RPG adalah Kaki tangan para terorisme KKB Papua"
Siapa yang tidak mengenal terorisme yang satu ini, banyak rekan seperjuangan yang mati dalam tugas menjaga perbatasan di wilayah Papua.
"Siap... Jendral... " dengan cepat puluhan pasukan khusus berpencar mengamankan semua warga yang ada di sekitar tempat dekorasi resepsi pernikahan.
"Kepala irawan kita harus menjauh dari jangkauan Senjata RPG, situasinya di luar persiapan, aku tidak menyangka jika Juragan Suryo dan kedua anaknya adalah kaki tangan terorisme" Jendral kepolisian berkata tidak berdaya.
"Tidak... Lisin ada di sana dengan mempertaruhkan nyawanya bagaimana aku harus pergi... " Kepala irawan menggeleng.
"Hahaha... jangan bilang jika kamu memiliki Perasaan terhadap Ratih sayangnya kamu tidak akan pernah memilikinya... " Anak bungsu juragan Suryo mencibir saat melihat Lisin.
Lisin yang di penuhi kemarahan tidak dapat menemukan solusi untuk menghadapi situasi kali ini, namun karena pihak lain tidak menembaknya secara langsung dia memikirkan sebuah rencana dengan mengandalkan Mulutnya.
"Juragan Suryo dan kalian berdua berbicara seolah kalian bisa melakukannya... apa kalian lupa jika Ratih sudah di evakuasi oleh kepolisian, bagaimana kalian bisa melakukan hal busuk terhadapnya" Lisin berkata dengan santai.
"Sial... Papa dia benar, sekarang Ratih berada di tangan polisi... " anak kedua berkata dengan panik.
"Bukannya dia bilang polisi tidak menangkap kita jika semuanya selesai, Ratih akan mendatangi kita karena ayahnya masih memiliki hutang" anak pertama menenangkan ayahnya.
"Benar... kalau begitu matilah... " Juragan Suryo berniat menekan pelatuk RPG.
"Tunggu sebentar... "
"Apa lagi kamu memiliki pesan-pesan terakhir?" Suryo berteriak marah.
"Siapa bilang kalian tidak akan di tahan, jika itu sebelumnya mungkin iya... namun sekarang dengan kalian memperlihatkan Senjata RPG, bagaimana kalian menjelaskan tentang senjata tersebut?"
"ini... " Ketiganya terdiam, bagaimana mereka menjelaskan asal muasal dari senjata RPG.
"Jika aku menebak kalian mendapatkan senjata itu dengan cara menyelundupkan, dan dari perkataan kalian sebelumnya, kemungkinan besar senjata RPG ini akan kalian selundupkan ke tempat tertentu, jelas orang yang memiliki bisnis dengan kalian bukan orang biasa, hanya terorisme yang membutuhkan senjata jenis ini apa aku salah?"
"Sial... ini semua gara-gara kamu andai saja kamu tidak menggagalkan pernikahanku ini semua pasti tidak akan terjadi... " Suryo berteriak marah.
"Lisin... aku ingat sekarang... ayahmu yang lumpuh itu ingin menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi, apa yang bisa dia lakukan dengan kakinya yang lumpuh itu" ketiganya tertawa.
"Kalian berani... " Jika orang lain menghina dirinya Lisin tidak akan marah namun jika itu orang tuanya dia tidak akan tinggal diam.
"Kamu bilang polisi akan menangkap kita... sayangnya sebelum itu terjadi kamu akan jadi Bebek Kobong setelah terkena serangan ini" Suryo siap membidik.
"Tunggu sebentar... "
"Apa lagi... " Juragan Suryo bertanya dengan kesal tinggal matinya doang kenapa banyak bicara si.
"Juragan Suryo pasti tidak tau jika jangkauan dari ledakan Senjata RPG sangat luas jika itu mengenai diriku kalian semua akan mati juga... "
"Sial... apa kah itu benar... " Suryo melihat anaknya kemudian kedua anaknya saling mengangguk tidak berdaya, mereka lupa tentang hal ini.
"Sial... kalau begitu kamu pergilah ke sana ke pohon kelapa yang ada di ujung... ingat jangan bertindak macam-macam..." Senjata RPG masih mengunci tubuh Lisin.
"Juragan Suryo aku bisa melakukannya namun jangan langsung membidik ku saat aku sampai di sana aku ingin menelpon orang tuaku untuk terakhir kalinya... " Lisin berkata dengan sedih.
"Menelpon... baiklah... " Suryo mengangguk.
Lisin dengan perlahan berbalik pergi dengan sudut mulut terangkat, ini adalah rencana yang terpikirkan setelah mempertimbangkan berbagai kemungkinan.
Setelah Lisin sampai di tempat tujuan dia menggunakan ponsel barunya lalu berpura-pura memanggil orang tuanya. sedangkan tangan kanan yang memegang Katana teraliri dengan energi batin.
Lisin melihat Senjata RPG yang ada di tangan Suryo lalu melemparkan Katana dengan kecepatan luar biasa dan tujuannya tepat mengenai ujung senjata RPG.
Ujung senjata RPG adalah pusat granat peluncur jadi jika itu hancur atau mengalami benturan keras maka ledakan akan terjadi.
__ADS_1
Dari awal Lisin dengan sengaja berbicara panjang lebar kali tinggi demi memancing Suryo masuk ke dalam perangkapnya, dan semua sesuai rencana, jika tidak ada senjata RPG Lisin dengan pasti akan mencincang Juragan Suryo dan dua anaknya seperti sayuran, jadi dia hanya bisa menggunakan cara ini.
Suryo dan kedua anaknya menunggu Lisin yang sedang melakukan panggilan telepon, saat dia dengan serius membidik Lisin Suryo di kejutkan dengan datangnya Katana yang sangat cepat. Katana yang terbungkus dengan energi batin membela senjata RPG menjadi dua bagian dan karena terlambat menghindar telinga Suryo jatuh ke karpet merah.
Kedua anaknya melihat darah mengalir dari telinga ayahnya kemudian dapat melihat jika Katana menembus tiang besi yang ada di belakang mereka seperti mengiris tahu. Suryo tidak sadar jika telinganya jatuh, dia melototi Ujung senjata RPG yang terbelah kemudian mengeluarkan percikan api.
"Sontoloyo... " Suryo sangat tertekan jika dia tau akan berakhir seperti ini dia akan langsung meluncurkan RPG.
"Ledakan... "
Ledakan besar menimpa aula dekorasi pernikahan di hadapan ledakan besar Suryo dan kedua anaknya Mati seketika dengan beberapa bagian terkoyak, luka yang sangat mengerikan tidak berbentuk lagi. dekorasi pernikahan yang menghabiskan ratusan juta hancur berantakan kemudian api menyala membakar sekitarnya.
Satu jam kemudian...
Ratusan polisi melakukan olah TKP, banyak reporter televisi stasiun tertentu melakukan siaran langsung memperlihatkan kebakaran besar, Mobil pemadam kebakaran dengan cepat datang untuk mematikan Api.
Salah satu reporter mewawancarai saksi mata yaitu Jendral kepolisian.
"Jendral bisa katakan apa yang terjadi... "
"Jendral berapa korban jiwa dari tindakan terorisme ini... "
"Jendral bagaimana kabar Juragan Suryo dan kedua anaknya... "
"Jendral apakah ini konspirasi, mengapa Internet di seluruh indonesia di matikan sebelumnya... "
Jendral kepolisian langsung melakukan jumpa pers, Menghadapi puluhan reporter dengan kamera dan Mikrofon di arahkan terhadap dirinya...
"Saya... tidak bisa menjawab pertanyaan kalian satu persatu... yang jelas, memang benar Ini adalah tindakan terorisme, Juragan Suryo, dua anaknya dan ratusan pengikutnya menjadi tersangka terorisme menggunakan Bom bunuh diri"
"Niat awalnya untuk meledakan Para tamu undangan dengan kedok resepsi pernikahan, namun semuanya harap tenang karena para tamu undangan sudah di evakuasi jadi tidak ada yang menjadi korban dari ledakan bom tersebut"
"Kepolisian berhasil mengevaluasi semua tamu undangan dengan tepat waktu... Sebelum Para terorisme meledakan aula resepsi pernikahan"
"Jendral siapa pemuda yang sempat viral dengan menghentikan akad pernikahan, dan sekarang semua videonya menghilang setelah internet di hidupkan, apakah ini konspirasi?" salah satu reporter berita bertanya.
"Ini bukan konspirasi pemuda itu hanya membatu kepolisian dengan menggagalkan akad pernikahan dan membantu semua tamu undangan di evakuasi"
"Bisakah kami bertemu dengannya... "
"Bisakah kami mewawancarainya... "
Kepala kepolisian tidak menjawabnya melainkan pergi menggunakan Mobil polisi bersama dengan kepala irawan, hal ini membuat para reporter tidak puas dan pergi mewawancarai tamu undangan dan masyarakat setempat.
"Kami tidak terlalu mengenalnya... "
"Dia sudah meninggalkan desa selama 3 tahun..."
"Keluarganya sudah menjual rumahnya dan pergi entah kemana... "
Bukan reporter namanya jika menyerah, para reporter menanyakan keberadaan Lisin namun semua tamu undangan dan warga setempat memang tidak tau apa-apa.
"Bisa minta waktunya sebentar... Kami ingin mewawancarai Ratih putri kalian yang menjadi calon mempelai wanita... " beberapa reporter mendatangi rumah orang tua Ratih guna mencari kebenaran.
"Putri kami pergi keluar kami tidak tau kemana dia pergi... " Ayah Ratih dan ibunya hanya bisa tutup mulut, dia sangat berterima kasih kepada Lisin. dan Reporter itu berakhir dengan kekecewaan.
Hari ini keberadaan Juragan Suryo dan keluarganya telah berakhir sedangkan istri-istrinya dan keluarga lainya pulang ke keluarganya masing-masing, karena tidak bersangkutan dengan terorisme.
Juragan Suryo dan dua anaknya menjadi tersangka terorisme dan penggelapan dana proyek pemerintah dan sekarang semua kekayaan juragan Suryo di sita oleh pemerintah.
Bersambung...
__ADS_1