
Perbaikan Ban mobil belakang yang bocor terselesaikan, Lisin menggantinya tanpa memiliki kesulitan. Setelahnya Lisin mendapatkan air mineral dari Sindi.
"Terima kasih..." Kata Lisin saat menerima air mineral.
"Jangan berterimakasih kepadaku... Air itu bukan milikku melainkan milik Jihan... Juga seharusnya kita yang berterima kasih kepada Mas Lisin karena membantu menggantikan ban mobil..." Kata Sindi yang menunjuk Jihan sembari menjelaskan.
"Terima kasih..." Lisin mengangguk kearah Jihan.
"Sama - sama..." Jawab Jihan.
Sedangkan Ginuk sudah tak di anggap bagaikan lenyap tertelan bumi.
"Mas Lisin... Mengapa berjalan kaki saja?" Tanya Sindi dengan heran.
Bukannya kata Kak Sultan Jika Mas Lisin ini sangat kaya, hingga mempekerjakan Kakaknya! Mengapa hanya berjalan kaki saja? setidaknya jika tidak ada mobil bisa menggunakan motor atau jenis kendaraan lainnya.
"Aku baru saja melakukan penerbang dan berniat mencari toko terdekat, dan kebetulan kita bertemu disini..." Jelas Lisin sesingkat mungkin.
"Mas Lisin, ikut kita saja bagaimana?..." Saran Sindi dengan berharap.
"Tidak... Aku akan berjalan kaki saja, bukannya kalian sedang terburu - buru?..." Sebagai penjahat kelamin yang baik, Lisin juga harus mempertimbangkan tentang targetnya.
Sindi dia adik Sultan, jadi Lisin tidak ingin merusaknya. jika tidak, maka akan timbul perselisihan di antara dirinya dengan Sultan. hanya saja Lisin tidak mengetahui kemungkinan Sultan akan menyetujuinya. Di mata Sultan keberadaan Lisin adalah Jomblo dan sebagian teman yang baik tidak mungkin Sultan mengabaikan Lisin.
Sedangkan Jihan, Sebenarnya sih bisa di katakan target yang cukup sulit di abaikan, namun Lisin telah mempertimbangkannya lagi. Mengingat Jihan tergolong Muda dan masih sahabat Sindi.
Untuk yang terakhir Ginuk, hanya melihat sekilas saja membuat Lisin ingin muntah, jelas tidak ada pertimbangan apa lagi memberikan kesempatan. Lisin tidak mungkin akan menargetkan Ginuk.
Lisin lebih memilih untuk berpisah dari mereka bertiga, dari pada menambah korban lagi.
"Dari sini kita akan kearah Villa Solong, Banyuwangi... Mas Lisin kan satu arah... Ikut saja dengan kita, Hitung - hitung balas budi..." Kata Sindi sambil menatap lurus kearah Lisin.
Villa Solong!!!... Bukannya ini Villa yang pernah aku dapatkan dan belum pernah aku kunjungi sampai sekarang!
Villa Solong memiliki akses pribadi dan akses yang di sewakan. Lisin ingin berkata jika Villa Solong adalah miliknya hanya saja sulit untuk membuktikannya. Apa lagi ada Ginuk gadis matre sejati.
__ADS_1
"Sindi, Sudahlah tidak perlu memaksanya, Jihan sebagai pemilik mobil pasti keberatan..." Ginuk sudah tidak lagi memiliki wajah. Walaupun sebelumnya dirinya termakan omongannya sendiri sekarang Ginuk tidak peduli lagi.
"Aku tidak keberatan..." Kata Jihan dengan tidak peduli.
Seolah tidak percaya, Ginuk melihat Jihan dengan kesal. dirinya memiliki rencana tersembunyi yang tidak dapat di katakan. dan keberadaan Lisin bisa menggangu rencananya.
Kali ini Lisin yang terdiam, walaupun pemilik mobil tidak peduli bagaimana dengan dirinya.
(DING...)
(Tugas sistem terpicu, Tuan rumah harus melindungi kesucian Sindi dan Jihan dari penjahat kelamin. Apakah tuan rumah menerimanya: Ya/Tidak)
Diam... Lisin ingin muntah darah di tempat, mengapa dirinya mendapatkan misi yang sangat mengherankan dunia dan akhirat.
Lisin kan penjahat kelamin, mengapa dirinya harus melindungi dua wanita dari penjahat kelamin? Apakah ada penjahat kelamin yang lain?
Sepertinya profesi sebagai penjahat kelamin lagi tren di kalangan kaum Jomblo.
Lisin terdiam sejenak sebelum mengambil keputusan, karena misi yang begitu aneh Lisin harus mencernanya terlebih dahulu sebelum menerimanya.
Pertama mengapa harus melindungi kesucian Jihan dan Sindi sedangkan Ginuk tidak dicantumkan? Kemungkinan karena dia sudah tidak suci lagi.
Lisin akhirnya memahami sepertinya ada siasat yang tersembunyi dengan niatan mengambil kesucian Sindi dan Jihan di suatu tempat yang akan mereka Tujuh.
Villa Solong, Banyuwangi akan menjadi tempat pilihan yang tepat. Lisin mengangguk dirinya juga pernah menjadi obat nyamuk dan Sultan sedang asik bertempur dengan pacarnya.
Walaupun keduanya di luar yang Lisin targetkan, setidaknya Sebagai Penjahat kelamin yang profesional. Lisin tidak akan membiarkan Penjahat kelamin lain akan merusak Sindi dan Jihan.
Dari pada di rusak orang lain lebih baik di rusak sendiri aja, Lisin tidak mungkin berfikir seperti ini dirinya murni ingin menyelamatkan keduanya.
Kemudian Lisin melihat Ginuk yang sedikit mencurigakan dan Lisin membuat kesimpulan lainnya, sepertinya Ginuk ini adalah kaki tangan penjahat kelamin. Apakah dia memiliki dendam pribadi? Mungkin saja.
Jika Lisin tidak bertemu dengan mereka bertiga pasti Sindi dan Jihan akan menjadi korban penjahat kelamin lain yang jelas bukan Lisin.
"Ya..." Lisin menerima tugas sistem dengan serius.
Memang benar dirinya tidak memiliki hubungan khusus dengan keduanya, dan Lisin hanya sebatas sahabat Sultan. Juga Lisin bukan siapa - siapanya Sindi dan Jihan. ini bukan karena tugas sistem, melainkan murni dari hatinya sendiri ingin mencegah hal buruk menimpa keduanya.
__ADS_1
Itu karena Lisin sangat membenci Penjahat kelamin kecuali dirinya sendiri, Lisin sangat benci jika seseorang melecehkan seorang wanita, apa lagi penjahat kelamin yang tidak bertanggung jawab dan sering merusak wanita di setiap kesempatan.
"Mengapa begitu kebetulan, Aku juga ingin pergi ke Villa Solong..." Kata Lisin dengan tersenyum.
"Bagus, kalau begitu kita berangkat... Mas Lisin kamu yang mengemudikan mobilnya..." Sindi dengan bersemangat langsung menarik tangan Lisin kedalam mobil.
Mobil Avanza melaju dengan kecepatan stabil di jalan raya dari arah bandara Blimbingsari kearah kota banyuwangi.
Lisin dan Sindi berada di bagian depan, sedangkan di belakang ada Jihan dan Ginuk. arah perjalanan ke Villa Solong menjadi hal umum, Sebelum mendapatkan Villa Lisin sudah beberapa kali datang ke sana, jadi dirinya dapat melakukan perjalanan dengan cepat tanpa salah arah, hanya saja ini pertama kalinya dirinya mengunjungi Villa Solong lagi setelah mendapat Villa tersebut.
Tak butuh waktu lama untuk mereka berempat sampai ke tempat tujuan, Lisin berpura - pura tetap diam sambil mengamati sekelilingnya. tentu saja dirinya ingin bertemu dengan penjahat kelamin lain yang ingin bersaing dengan dirinya.
"Beb..." Tepat Lisin dan ketiganya keluar dari mobil, Tiga pemuda yang kurang tampan keluar dari mobil yang ada disisi lain lahan parkir.
"Hai Beb, Kebetulan sekali kamu dan temanmu berada disini... Apakah kalian ingin menyewa Villa Solong juga?..." Ginuk berada dalam suasana kesal karena keberadaan Lisin di dalam mobil.
Kali ini situasinya sedikit berubah, Ginuk harus mengatur rencana dengan Pacarnya dan dua teman yang datang bersamanya.
"Begitulah... Sepertinya takdir mempertemukan kita di tempat yang tidak terduga..." Pacar Ginuk yang kurang tampan tersenyum.
"Ginuk, Apakah dia pacar kamu yang selama ini berhubungan jarak jauh?..." Sindi bertanya dengan heran, mengapa bisa kebetulan seperti ini.
Kebetulan apanya, Jelas Ginuk sudah menghubungi Pacarnya untuk membuat pengaturan, seolah semuanya tidak sengaja.
"Perkenalkan dia Bebeb Giman atau pacarku... Sindi hubungan kita tidak jauh kok, Kan ada mobil sejauh apapun jarak yang tuhan berikan diantara kita berdua, pasti akan dekat jika di jemput dengan mobil..." Ginuk menyombongkan kondisi hubungannya dengan Giman.
"Hai... Kalian berdua pasti teman satu kampus dengan Bebeb Ginuk Kan? Aku Giman... Keduanya temanku, Tukik dan Gatot..." Giman memperkenalkan kedua temannya.
"Jangan dengarkan perkataan Bebeb Ginuk ya... Merepotkan jika sudah terlanjur kaya, kemana - mana harus menggunakan mobil dan tidak perlu berjalan kaki..." Gimana menambahkan dengan sombongnya.
Sungguh pasangan yang sempurna, Ginuk dan Giman memang pasangan yang di ciptakan dari Neraka.
Lisin hanya bisa diam seperti tidak di anggap lagi, keberadaannya di kesampingkan seolah pemain cadangan yang tidak penting.
Lisin tidak marah jika di anggap seperti itu. hanya saja dirinya marah karena ketiganya tidak tampan sama sekali dan tidak mengenakan mata yang memandangnya. di tambah senyuman mereka sangat memuakkan.
Hal ini sungguh merusak profesi seorang Penjahat kelamin seperti Lisin.
__ADS_1
Bersambung...