
Keesokan paginya, Lisin bangun pagi pada Villa pribadi milik Zhang Fei.
Sungguh malam pernikahan yang kurang menyenangkan, Lisin sebenarnya bisa saja memberikan sugesti Hipnotis kepada Zhang Fei, hanya saja sebagai penjahat kelamin sejati dirinya harus mengikuti undang - undang tertulis No. 26 yang berbunyi dilarang melakukan pemaksaan terhadap target termasuk dengan sugesti hipnotis.
Sungguh aturan yang menyebalkan.
Lisin langsung pergi mandi, dirinya ingat jika belum makan apapun sejak kemarin. entah mengapa jika tidur sendiri akan cepat merasa lapar, namun jika tidur dengan wanita 5 hari 5 malam tidak terpikirkan untuk makan.
Ruangan tengah tidak terdapat siapapun, Lisin tidak tahu apakah Zhang Fei sudah pergi kerja atau belum jika ingin memastikannya hanya perlu naik ke lantai dua. namun Lisin tidak melakukannya, melihat tempat lain pada ruangan sisi kanan, Dirinya menemukan seseorang yang Lisin duga sebagian asisten rumah tangga.
"Tuan, Jika lapar makanan tersedia di atas meja makan yang ada di belakang..."
Wanita paruh baya tersebut pelayan keluarga Zhang yang sudah merawat Zhang Fei sejak kecil dan jelas mengetahui siapa Lisin dan mengapa dia tinggal di Villa.
"Terimakasih sudah bekerja keras dengan memasak, Zang Fei tidak iku sarapan bersama?..."
"Tuan, terlalu sopan. Anda bisa memanggil Saya Bibi Nam. Sekarang sudah jam sembilan sedangkan Nona Fei sudah pergi bekerja pada pukul Tujuh sebelumnya..."
Mendengarkan penjelasan Bibi Nam membuat Lisin menjadi malu, rasanya dia seperti orang yang tidak berguna. Zhang Fei saja bekerja, bagaimana dengan dirinya?
Lisin tidak mungkin tidak memakan masakan yang telah tersedia di belakang, setidaknya dirinya mencoba untuk menghargai masakan Bibi Nam dengan memakan hasil masakannya.
.....
Saat ini Lisin keluar dari Villa tujuannya jelas menemukan seseorang yang memiliki hubungan dengan dunia bawah. semakin cepat Lisin bertemu dengan mantan pengguna sistem maka semakin cepat juga dirinya menyelesaikan tugas sistem.
Pergi menuju ke Halte Bus dan berharap bisa bertemu dengan keindahan yang kemarin, bukannya bertemu dengan wanita dingin itu melainkan bertemu dengan wanita gemuk yang menyebalkan.
Lisin memilih untuk mengabaikannya dan pergi kearah lain dengan niatan untuk mencari mobil taksi. Namun, sebelum dirinya bertemu dengan mobil taksi. Lisin terdiam tatapan matanya menjadi dingin, karena sebuah mobil dengan sengaja berhenti tidak jauh di depan dirinya.
Kemudian Lima orang dengan wajah tidak menyenangkan, menyeringai sambil turun dari mobil lalu mendekati Lisin.
"Saudara, kamu bisa ikut dengan kami, tenang saja kita semua adalah orang baik..."
Pimpinan mereka memiliki tubuh besar dengan gaya rambut pendek, namanya Pan Ju sungguh nama yang menarik. Sedangkan empat diantara mereka hanya karakter yang tidak penting sama sekali.
Lisin langsung menggunakan analisa sistem dan menemukan jika kelima orang ini adalah suruhan dari Ayah Mo Feng. Jelas sebagai orang tua dia tidak Terima jika putra mereka harus menjadi gila setelah tidur di hotel.
Dari sini Lisin mengetahui jika ada beberapa orang yang melihat dirinya dan Zhang Fei keluar dari hotel dan pergi dengan mobil yang sama. Ternyata Kelima bawah Mo Feng ini melihat Lisin dan Zhang Fei secara langsung.
__ADS_1
Sebenarnya, walaupun bukan karena hal tersebut. Keluarga Mo bisa menggunakan metode lain seperti menculik Zhang Fei untuk memancing Lisin agar bisa keluar.
"Apakah sangat penting sehingga kalian ingin aku ikut dengan kalian?..."
Lisin memutuskan untuk menjadi bodoh dan agar mereka tidak menyadari jika dirinya cukup kuat, mungkin bisa dibilang Harimau yang berpura - pura menjadi anak kucing.
Sebenarnya sangat mudah bagi Lisin untuk berurusan dengan kelimanya sekaligus, mungkin dengan beberapa pukulan mereka akan langsung kalah. hanya saja dalang dibalik tindakan mereka belum tertangani dengan benar, pasti setelah kelimanya akan datang lagi lima orang lainnya. begitu juga seterusnya.
Jadi, Lisin lebih memilih untuk mengurus keluarga Mo yang ada dibelakang kelimanya. walaupun keluarga Mo cukup kaya di Shanghai namun bukan yang terkaya di china begitu juga dengan keluarga Zhang.
Jikapun Lisin langsung berurusan dengan keluarga Mo, mungkin tidak akan terlalu menarik mantan pengguna sistem. Yang pasti dirinya tidak menginginkan masalah namun jika masalah datang maka jangan salahkan dirinya karena kejam.
"Sangat penting sekali Saudara, Nama kamu Li Shin kan? Kamu memenangkan Hadiah langsung untuk mengunjungi Shanghai Foot Spa..."
Shanghai Foot Spa adalah salah satu bisnis Keluarga Mo yang paling menguntungkan dari bisnis - bisnis lainnya.
Pan Ju menggoda Lisin, tidak ada yang tidak mengenal tempat pijat yang satu ini karena hampir semua penduduk Kota Shanghai mengenalnya. Sangat jelas jika pemuda seperti Lisin ini belum pernah mendatangi Tempat Pijat Plus - plus yang bisa melakukan cocok tanam dengan pegawai pijat selama mengeluarkan uang.
Di mata Pan Ju, Sosok Lisin ini seperti pemuda Jomblo yang belum pernah merasakan apa itu kenikmatan seorang wanita.
Lisin bingung bagaimana mereka bisa mengetahui tentang nama miliknya. kemudian mulai mengingat jika dirinya memperlihatkan tanda pengenalnya saat masuk ke Bar kemarin malam. Lisin hanya bisa menyimpulkan jika Keluarga Mo memiliki koneksi dengan Bar tersebut.
Lisin sebenarnya tidak memahami tentang tempat pijat kaki yang satu ini, Namun dari namanya saja Lisin menduga jika di sana akan menjadi tempat makan tertentu.
Sungguh otak makanan...
"Tunggu dulu, mengapa aku mendapatkan hadiah, kalian tidak salah mengenali seseorang kan?..."
"Ehm, Sebenarnya sedikit terlambat, Anda adalah pelanggan Bar kemarin lalu yang ke 1000 dalam bulan ini. karena itulah Anda mendapatkan Hadiah untuk mengunjungi Shanghai Foot Spa..."
Pan Ju mulai tertekan, tinggal datang dan kemudian interogasi tersangkanya. mengapa banyak bertanya - tanya.
"Baiklah..."
Dengan begitu Lisin ikut dengan kelimanya menggunakan mobil mereka dan menuju ke Shanghai Foot Spa.
.....
Shanghai Foot Spa berada di pusat jalan utama Kota Shanghai.
Mobil yang di kemudikan oleh Pan Ju dan kawan - kawan berhenti di sebuah bangunan besar dengan aksesoris yang cukup mencolok. karena terdapat hiasan yang sangat memanjakan mata siapapun yang melihatnya.
__ADS_1
Sayang sekali karena saat ini siang hari jadinya tidak dapat melihat pemandangan warna - warni dari indahnya pencahayaan, yang memenuhi kota Shanghai saat malam hari.
Lisin dengan cepat mengikuti Pan Ju yang memimpin jalan. Saat Dirinya memasuki pintu masuk utama, dirinya hanya disajikan dengan tempat pijat kaki yang cukup umum.
"Apakah ini tempat makan?..."
"Jangan bertanya lagi, ikuti saja terus..."
Pan Ju berkata dengan dingin, begitu juga dengan keempat lainnya. sedangkan Lisin hanya diam dan berpura - pura ketakutan.
"Jika ingin selamat kamu harus mengikuti kami untuk bertemu dengan Bos..."
Dari nada bicara juga mulai berubah, mereka yang sebelumnya berpura - pura sopan sekarang menjadi arogan.
Pan Ju mendatangi wanita cantik dengan pakaian terbuka, jelas dia petugas yang bekerja di tempat tersebut untuk mengamati para tamu yang datang.
"Cepat masuk..."
Pan Ju membentak, kemudian Lisin dapat melihat sebuah mekanisme pintu yang terbuka sendiri. dan di balik pintu tersebut memiliki pencahayaan merah dengan beberapa hiasan pada dindingnya.
Lisin melangkah masuk dan dapat menemukan jika di dalam lebih banyak pengunjung laki - laki yang sedang menggoda wanita - wanita cantik yang berpakaian terbuka.
Lisin akhirnya memahami tempat apa Shanghai Foot Spa yang sesungguhnya, ternyata diluar hanya sebuah kedok saja. Sedangkan di dalam tempat prostitusi.
"Pan Ju... Apakah dia pelanggan, dia cukup tampan aku tidak masalah dipesannya untuk malam ini..."
Seorang wanita cantik berbicara dengan tersenyum, sedangkan batang rokok ada pada jari - jari cantiknya.
"Haha... Sayang sekali dia bukan pelanggan, melainkan target Tuan Mo..." Pan Ju menyeringai sambil berbisik, berusaha agar Lisin tidak mendengar bisikan yang dia lakukan. namun siapa Lisin, hal seperti ini bukan masalah untuk dia dengarkan.
Dalam lorong yang Lisin lalui saat mengikuti Pan Ju, banyak wanita penghibur yang sangat memanjakan mata. Kemudian Lisin menemukan sosok yang Familiar.
"Dia, mengapa dia di sini?..." Batin Lisin.
Wanita cantik yang juga memiliki pakaian terbuka, dan dia adalah Wanita dingin yang sebelumnya bertemu dengan Lisin saat di Halte Bus.
Walaupun dia berusaha tersenyum, Lisin dapat melihat jejak kesedihan dimatanya yang indah.
Apakah dia bekerja di sini dengan paksaan? ataukah dengan sukarela? Sepertinya yang pertama.
Bersambung...
__ADS_1