
Lisin yang di kuasai api amarah tidak dapat mengendalikan Hawa membunuh yang di milikinya. Dia melihat kedua orang tuanya lagi lalu mulai menjadi tenang, prioritas saat ini menyembuhkan kaki ayahnya terlebih dahulu.
"Jika Papa dan Mama tidak mengatakannya Lisin bisa mencari pelakunya sendiri... " Lisin mendengus dingin, dia mengedarkan Energi batin untuk meregenerasi Baik tulang maupun otot.
"Sistem adakah pil penyembuhan untuk menyembuhkan kaki Papaku... "
Sebenarnya jika menggunakan energi batin untuk meregenerasi Tulang lutut dan beberapa sendi yang mengalami keretakan, Lisin bisa melakukannya hanya saja membutuhkan waktu lama, karena luka yang di derita ayahnya sudah genap satu tahun, jadi Lisin harus menggunakan Energi Batin setidaknya berbulan-bulan.
Jika melakukan operasi dengan kedokteran modern maka harus melakukan pemasangan pen pada bagian tulang yang patah atau hancur, metode ini memiliki kekurangan seperti lamanya waktu pemasangan pen dan pelepasan pen, juga kekurangan lainya seperti kaki yang sedikit panjang dari sebelumnya atau cara jalan yang tidak stabil.
Jika Lisin ingin hasil yang cepat maka harus mengandalkan sistem.
(DING...)
(Karena lamanya luka kelumpuhan mencapai 1 tahun maka pil penyembuhan yang ada di toko sistem tidak ada yang akan dapat menyembuhkan kelumpuhan)
Sial... Sistem ini mulai tidak berguna lagi, apakah menggunakan Energi batin satu-satunya cara.
(Karena Level sistem telah mencapai 2 Level maka tuan rumah bisa meningkatkan toko sistem ke tingkat dua apakah tuan rumah ingin meningkatkan toko sistem ke tingkat dua: Ya/Tidak)
Toko sistem tingkat dua... kenapa sistem tidak bilang dari awal, ni sistem emang cari masalah kenapa juga tidak langsung mengatakannya, Jangan berbelit-belit lah aku harus menyembuhkan kelumpuhan ayahku secepat mungkin.
"Ya... Tingkatkan toko sistem ke tingkat dua"
(Toko sistem tingkat dua berhasil di tingkatkan)
(Tuan rumah bisa membeli Pil reinkarnasi)
"Pil reinkarnasi... " Lisin berkata dengan bingung.
(Pil reinkarnasi, dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit tubuh, bahkan jika bagian tubuh terputus dapat meregenerasi ke bentuk semula, dapat memperpanjang usia seseorang, dapat menyembuhkan cacat permanen, dapat membuat penampilan awet muda, dapat mempercantik jika digunakan oleh wanita, dapat menyambung hidup saat menjelang kematian)
"ini... " Lisin sangat terkejut mengetahui manfaat Pil reinkarnasi, menurutnya ini seperti mukjizat yang di berikan oleh Tuhan.
"Sistem berapa harga dari Pil reinkarnasi"
(Pil reinkarnasi membutuhkan saldo sebesar 100 Miliyar apakah tuan rumah ingin membelinya: Ya/Tidak)
"Jangankan 100 Miliyar, jika harganya 1 Triliyun aku pasti membelinya" Lisin tidak mungkin akan pelit kepada orang tuanya, Lisin merasakan jika ini adalah bentuk penebusan yang harus dia lakukan untuk orang tuanya.
"Sistem beli dua Pil reinkarnasi" Karena Lisin tidak pelit ke orang tuanya dia juga harus membeli pil reinkarnasi untuk ibunya.
Aku harus membelikan untuk semua wanitaku nanti jika aku bertemu dengan mereka lagi.
"Pa... Ma... telan pil ini..." Lisin berpura-pura mengambil sesuatu dari sakunya kemudian memberikan dua butir pil reinkarnasi.
"Apa ini Nak... " Ibunya bertanya penasaran.
"Oh... ini vitamin baik untuk segala usia... " Karena itu pemberian dari anaknya sendiri Pasangan suami istri itu langsung menelannya seperti minum obat disertai segelas air.
__ADS_1
Jika pasangan suami istri ini tau harga yang harus di bayar untuk satu pil reinkarnasi adalah 100 Miliyar mereka pasti akan memuntahkannya langsung.
"Sepeti Ada manis-maninya... " mereka berdua mengangguk.
"Ma... sakit panu Papa hilang... "
"Benar Pa... kudis Mama juga hilang... "
Sial... kenapa kalian sangat bahagia hanya karena panu dan kudis menghilang, lihatlah wajah kalian yang seperti meremajakan kembali... hade Pil reinkarnasi seperti tidak di hargai, itu total keseluruhan 200 Miliyar apakah kalian masih ingin memakannya jika tau akan harganya.
"Nak... Vitamin apa ini... garis keriput Mama menghilang, rasa lelah juga, bahkan rambut yang sedikit putih kembali menghitam, ini seperti 20 tahun lebih mudah" Ibunya Lisin bertanya dengan bahagia.
"Mama benar... Papa juga merasakan hal yang sama, bahkan bagian bawah Papa lebih bersemangat dari sebelumnya... " Istrinya menjadi marah setelah mendengar perkataan si suami.
"Papa... jangan bicarakan hal itu... Ada anak kita di sini Pa... Mama tidak ingin Anak kita yang polos jadi ternodai... " Si suami mengangguk.
Sial... kenapa hatiku sakit di katakan polos... Lagian Polos dari mananya, aku lupa berapa kali aku melakukan hal seperti itu... tunggu dulu kenapa kita membahas ini.
"Pa... bagaimana dengan kaki Papa... " Lisin bertanya.
"Kaki Papa... " ayahnya bertanya bingung.
"Pa... kenapa kaki Papa bisa naik turun sekarang... " istrinya bertanya dengan terkejut solah melihat hal yang tidak lazim.
"Oh... kok bisa ya... Bukanya dokter memvonis Papa lumpuh bahkan jika melakukan operasi hasilnya juga tidak sebagus sebelumnya" ayahnya berdiri dari ranjang kemudian melompat dan berlari kecil.
"Bener Pa... kita harus bongkar rumah sakit ini sebagai bentuk kekecewaan yang selama ini kita dapatkan dan kita harus menuntut atas janji-janji palsu saat kampanye" Sial... apakah kalian ingin unjuk rasa di gedung DPR.
"Pa... Ma... bisakah kalian tenang... " Lisin bertanya dengan frustasi, ini semua berkat Pil reinkarnasi tapi kalian ingin menuntut dokter yang tidak mengerti apa-apa, entah kenapa aku merasa kasian atas ketidak mampuannya para dokter.
"Lisin... Ada apa Nak... " Ayahnya bertanya.
Sepertinya sifat yang ku miliki ini menurun dari kalian berdua... Apakah ini yang di namakan buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.
"Pa... Ma... Papa bisa berjalan lagi itu semua karena apa yang sebelumnya kalian Minum" Keduanya langsung mengerti sesuatu.
"Jadi si dokter emang tidak berbohong... dan kaki Papa memang lumpuh... dan itu berkat apa yang Ku minum sebelumnya... " Ayahnya bertanya dengan aneh.
"Benar... Pa... "Lisin mengangguk.
"Nak... Apa kamu pikir ini obat ajaib dari Novel-Novel tidak jelas... sepertinya selama kamu di Bali pelajaran Matematika mu pasti mengalami penurunan, Apa kamu pikir Papa Anak umur 5 tahun"
Sial... aku lupa dengan Ke keras kepalaan yang di miliki Papa.
"Menurut Mama... apa yang di katakan Anak kita Mungkin benar ini pasti karena obat ajaib Pa... Papa lebih baik mengaca deh... " istrinya menggunakan kaca kecil untuk melihat penampilan mereka.
"Sial... Papa kenapa kembali lebih muda dan perasaan ini... seperti masa kejayaan Papa... Ma... malam ini kita harus melakukan beberapa ronde" pasangan itu saling menatap mengingat masa-masa saat awal pernikahan lalu menyadari jika ada Lisin di sana.
Sepertinya aku akan punya adik baru... tidak apa-apa lah... Lisin bingung antara menangis atau tertawa.
__ADS_1
"Papa dan Mama percaya dengan mu Nak... Bahkan jika kamu berbohong kami akan tetap percaya dengan mu... " Keduanya tersenyum.
Percaya apanya... aku mulai ragu jika aku anak kalian...
"Jadi... Apa Obat itu sebelumnya?" Mereka berdua bertanya dengan penasaran, sedangkan Lisin mana Mungkin mengatakan kebenarannya.
"Pil obat hitam itu namanya Mallika yang di besarkan sepenuh hati seperti anak sendiri, Apakah Papa dan Mama percaya?" ini bukan jenis iklan seperti yang kalian pikirkan...
"Jadi itu Mallika tentu saja kami percaya... " Walaupun ada keraguan besar, sebagai orang tua mereka hanya bisa percaya.
"Papa... Mama... kembali ke Pelaku yang memukul kaki Papa... Bisa ayah mengatakan yang sebenarnya... Tenang saja Lisin tidak akan membalas dendam, karena sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang memaafkan kesalahan orang lain" Kalo udah tau siapa pelakunya akan ku buat mereka menyesal.
"Bagus... kata bijak dari semuanya kata-kata bijak ini sangat cocok denganmu... " Sial... apanya yang cocok jika aku tidak membalas mereka, hidupku tidak akan tenang, dan aku tidak layak menjadi anak kalian.
"Mungkin Lisin kita tidak akan mengerti kenapa Papa sangat ingin Lisin melanjutkan pendidikannya, sebenarnya Ini murni keegoisan Papa seorang, saat itu Lisin kita masih sekolah menengah kejuruan, Papa hanya bekerja untuk Juragan Suryo"
Juragan Suryo... bukannya dia salah satu orang kaya di Desa juga di kenal sebagai rentenir jangan bilang jika ayah terlilit hutang dengannya.
"Saat itu Papa merasa terhina karena Juragan Suryo mengatakan ' Jika ayahnya Tukang bangunan maka anaknya pasti akan menjadi tukang bangunan ' Papa sangat marah, namun apalah daya karena apa yang di katakan Juragan Suryo tidak salah"
"Sejak saat itu Papa sangat ingin jika Lisin kita Nanti melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi... dan mengalahkan anak-anaknya Juragan Suryo"
Pa... Bukannya Lisin tadi tanya pelaku yang melukai kaki Papa hingga lumpuh kenapa berbelit-belit.
"Sayangnya Lisin kita memilih untuk magang kerja di Bali, Dan kabur tanpa meninggalkan kabar seperti Nomer telpon, Papa hanya berharap jika Lisin Kita pulang-"
"Stop... Pa... Apa hubungannya cerita ini dengan Pelaku yang membuat kaki Papa lumpuh?" Bikin kesal aja... Kenapa tidak langsung saja katakan jika Juragan Suryo pelakunya, eh malahan cerita panjang lebar kali tinggi.
"Oh... Pelakunya.... Satu tahun yang lalu itu dua tahun sejak Lisin Kita meninggalkan rumah... Papa percaya jika Lisin kita akan pulang, jadi Papa dengan giat bekerja untuk menabung agar Lisin kita kelak dapat kuliah"
Kuliah lagi... Kuliah lagi... Pa... Tolong jangan menguji kesabaran anakmu ini, Hatiku bukan terbuat dari baja, cepat katakan pelakunya.
"Setelah Papa selesai kerja Papa secara tidak sengaja mendengar pembicaraan Juragan Suryo dan anak buahnya, pembicaraan itu berisi tentang penyalahgunaan Dana proyek, Juragan Suryo melakukan Korupsi di mana Dana proyek pemerintah yang seharusnya 1 Miliyar hanya menggunakan Dana 500 juta, itu hanya setengah dari yang seharusnya"
Sepertinya masalah ini tidak sederhana dan pastinya Juragan Suryo memiliki koneksi dengan pihak-pihak tertentu.
"Papa... ketahuan menguping jadi Papa meminta maaf, Kemudian Papa pulang dari tempat proyek, di tengah jalan saat Papa pulang Anak buahnya Juragan Suryo Menghentikan Papa dan memukuli Papa kemudian melumpuhkan Kaki Papa dengan batangan besi"
Sialan... Juragan Suryo aku akan membuat perhitungan denganmu.
Tatapan Lisin sangat dingin dia merasa jika tindakan Juragan Suryo sangat berlebihan hanya karena menguping pembicaraan harus melumpuhkan kaki ayahku, Tidak bisa si maafkan.
"Lisin... kamu tidak akan balas dendam kan... " Ibunya bertanya.
"Ma... Pa... Lisin anak baik-baik tidak mungkin melakukan itu, dan tolong rahasiakan tentang Pil obat ajaib ini" Kenapa tidak balas dendam mata ganti mata.
Lisin yang keluar dari rumah sakit mengemudikan Lamborghini ke arah selatan tempat kediaman Juragan Suryo.
Bersambung...
__ADS_1