
Pria paruh baya memiliki tatapan tajam yang dia tunjukkan kearah Lisin. Baginya pemuda seperti Lisin ini pasti generasi kedua yang memiliki sikap sembrono. Maka dari itu dia tidak mengetahui tentang wilayah Song Han yang di datanginya.
Kejadian seperti ini cukup sering terjadi, dan sudah menjadi tugas pria paruh baya tersebut untuk mematahkan kedua kaki pemuda seperti Lisin dan melemparkannya ke tepi jalan.
Melihat Lisin yang diam tanpa ekspresi, Pria paruh baya menjadi kesal. Dia langsung menggunakan tangan kanannya untuk memberi sebuah pukulan kearah Lisin.
"Kach!..."
Lisin tidak ingin membuang waktunya. Dia melihat pukulan yang cukup kuat datang di depannya. Jika itu orang lain pasti tidak akan dapat menghindarinya, belum lagi seorang Kultivator memiliki pukulan yang dapat menghancurkan batu.
Jelas pria paruh baya di depan Lisin memiliki Niat untuk melumpuhkan dirinya, Bagaimana Lisin akan tinggal diam.
Lisin melambaikan tangan kanannya. Dan secepat kilat dia langsung meraih pergelangan tangan dari lawannya. Dia mengayunkan pukulan dari tangan lain di udara dan tanpa ampun mengarahkannya ke kepalanya.
"Peng!..."
Kepalan tangan Lisin menabrak kepala pria paruh baya dengan suara keras. Itu meninggalkan luka besar dan seketika darah keluar dari kepalanya.
"Ahhh..."
Pria paruh baya itu jatuh ke tanah. Kepalanya berlumuran darah dan dia menjerit nyaring. Dia tidak menyangka pemuda yang terlihat tidak memiliki kekuatan akan membuatnya menderita.
Dia melihat ke arah Lisin dengan tatapan mata tidak percaya. Gerakan pemuda di depannya sangat cepat, juga menyimpan kekuatan yang sangat mengerikan. Dia tidak punya waktu untuk bereaksi dan Pukulan itu mengenai kepalanya.
Dalam kematiannya, dia sulit untuk percaya. Kultivator seperti dirinya akan kalah dalam satu kali serangan.
Lusinan Kultivator yang ada di dalam dikejutkan oleh teriakan pria paruh baya itu. mereka dengan cepat pergi menuju ketempat sumber suara.
"Sialan, Siapa yang melakukannya..."
"Membuat masalah di wilayah tuan Song Han sama dengan mencari kematian..."
Mereka semua dapat melihat rekan mereka sesama Kultivator sedang terlentang di atas lantai. Dan darah segar merembes keluar dari kepalanya.
"Saudara. Mari kita hancurkan orang ini. Dia mencari masalah..." Melukai rekan mereka sama dengan memberikan penghinaan terhadap mereka. Beberapa Kultivator yang ada di dalam, lari keluar dan mengelilingi Lisin.
Tersangka utama tidak ada lagi selain Lisin yang berdiri seorang diri di depan gerbang utama. Tidak mungkin jika rekan mereka melukai kepalanya sendiri tanpa alasan yang jelas. Pasti pemuda ini yang melakukannya.
"Sialan, siapa kamu?... Beraninya kamu mencari masalah di sini. Kamu tidak ingin hidup lagi?... Ini adalah Wilayah Tuan Song Han..."
"Kamu tidak memeriksa? Tidak ada seorang pun di sekitar 100 mil yang berani menentang kita. Jangan menyesal jika tidak dapat pulang..."
"Bocah, hari ini kamu tidak akan lepas dari kematian, Bagaimana kamu ingin mati?... Di goreng, di panggang, di kukus atau sashimi..."
__ADS_1
Kultivator di sekitarnya sangat marah, mereka bersumpah dengan sombong. Saat ini mereka melihat Lisin dengan tatapan dingin.
Sebagai seorang Kultivator, Mereka - mereka ini terbiasa bersikap sombong. Mereka memiliki tugas untuk menjaga gerbang utama, jadi bagaimana mungkin mereka akan mudah ditindas.
"Minta pemimpinmu Song Han untuk menemuiku. Atau nasibmu akan seperti dia..." Lisin berkata dengan dingin. Dia mengangkat satu jari dan menunjuk ke pria paruh baya yang tidak sadarkan diri di atas lantai.
"Ingin bertemu dengan Song Han lalu apa kegunaan kami? Apakah kamu pikir kita - kita ini badut?..."
"Berhenti berbicara lagi, Dia menginginkan kematian maka kita harus mengabulkannya..."
"Kach!..."
Salah satu dari mereka bertindak, dia memiliki kecepatan yang luar biasa. Namun lawan mereka adalah Lisin yang jelas memiliki kecepatan yang tidak terbayangkan.
"Whossss..."
Dia memiliki senyum saat berpindah dengan cepat, saat dia muncul kembali di belakang Lisin. Dia langsung mengayunkan pukulan kuat kearah Lisin. Niatnya adalah memukul kepalanya dengan begitu Lisin akan mati langsung seperti rekan mereka.
Akan tetapi, saat detik berikutnya.
"Whoosss..."
Dia terkejut, Karena Lisin benar - benar menghilang. Pukulannya tidak mengenai siapapun, melainkan mengenai udara kosong.
"Bang..."
Lisin secara tiba - tiba berada di belakang Kultivator yang baru saja memukul udara kosong. Kemudian Lisin memberikan pukulan cepat dan kuat.
"Tidak mungkin!..."
"Bang..."
Pukulan Lisin tidak sederhana, setiap pemukulan langsung membunuh Kultivator yang ada di depannya. dia tidak hanya membunuh satu orang, melainkan beberapa orang dalam sekali bergerak.
Mereka yang tercengang tidak memahami bagaimana Lisin bertindak, setiap kali Lisin menampakkan dirinya maka rekan mereka akan mati secara mengenaskan.
Padahal mereka semua bukan orang biasa dan berpengalaman dalam membunuh seseorang, Tapi Lisin tidak mempertimbangkan apakah lawannya kuat atau tidak. Setiap kali dia menghilang dan muncul kembali, dia akan menuai kehidupan. Saat ini Lisin terlihat seperti malaikat kematian.
Dalam waktu singkat, Mereka semua hanya bisa mati tanpa bisa melakukan perlawanan yang berarti.
"Duar..."
Beberapa orang yang kurang beruntung terlempar jauh dan menghancurkan dingin yang kebetulan ada di belakangnya.
"Sepertinya pemukulan akan lebih sopan dari pada berbicara baik - baik..." Kata Lisin sambil melangkahi mayat - mayat mereka semua.
__ADS_1
"Jika dari awal kalian memanggil Song Han dan melumpuhkan diri kalian sendiri, mungkin aku akan mempertimbangkan untuk kalian menjalani sisa hidup di atas ranjang..." Lisin menggeleng kemudian dia berjalan dan terus maju tanpa melihat kebelakang.
.....
Di depan aula utama yang menjadi kediaman Song Han.
"Kach!..."
"Ahhh..."
Jeritan dan lolongan mengiringi setiap langkah kaki Lisin.
"Ahhh..."
"Bang..."
Lisin harus menghadapi beberapa Kultivator lainnya. dia benar - benar memandikan tangannya dengan darah musuhnya, saat ini dia berjalan kedalam kediaman Song Ha.
"Berhenti, dan katakan tujuanmu..." Beberapa bawahan Song Han di buat ketakutan saat melihat apa yang Lisin telah lakukan.
Mayat - mayat di dekat Lisin adalah rekan mereka, entah siapa yang menyinggung pemuda gila ini. beberapa orang jelas ingin selamat, daripada mati tanpa perlawanan.
"Jangan mendekat, kami tidak melakukan kesalahan yang menyinggung mu.." Kata Kultivator lainnya yang ketakutan.
"Tidak melakukan kesalahan? Hahaha... Sungguh lelucon..." Lisin tertawa lepas.
"Sebelumya aku mengatakan, Minta pemimpinmu Song Han untuk menemuiku. Tetapi kalian tidak melakukannya. Jangan bilang aku tidak memperingati kalian..."
Lisin menggeleng, dia menggunakan analisa sistem dan menemukan keberadaan Zhang Fei yang ada di salah satu kamar dengan aman. namun dia dalam kondisi tak sadarkan diri dan dalam posisi terikat.
Lisin menghela nafas, syukurlah Zhang Fei baik - baik saja.
"Aku ingin melihat siapa yang berani - berani membuat kekacauan di tempatku dan juga ingin menemuiku..."
Suara angkuh terdengar dan seorang pria tua melangkah keluar dengan mengerutkan keningnya. Dia adalah Song Han Raja dunia bawah kota Shanghai.
Cukup lama tidak ada seseorang yang mengacau di wilayahnya. Bahkan kepolisian tidak berani bertindak jauh di tempatnya. Sekarang Pria muda membuat kekacauan juga melumpuhkan bawahannya dan membunuh beberapa di diantara mereka.
Song Han memiliki penampilan layaknya pria tua pada umumnya, namun terdapat aura tertentu disekitarnya. Walaupun terlihat tua, dia memiliki wajah yang terlihat, 10 tahun lebih muda dari usianya yang sebenarnya. Dia berdiri di sana seperti gorila dan memancarkan rasa penindasan yang mengerikan.
Lisin masih dalam diam sambil mengukur Song Han. Dirinya harus mengakui jika pria tua di depannya ini seseorang dengan kekuatan. Mungkin menjadi Kultivator terkuat yang pernah bertemu dengan Lisin.
Saat ini Song Han masih belum menyadari jika Lisin adalah suami Zhang Fei dan menjadi seseorang yang bertanggung jawab atas kematian putranya.
Bersambung...
__ADS_1