Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 214


__ADS_3


Keesokan harinya, Lisin melakukan kultivasi ganda dengan Shizuka bukan dengan Kamila, Walaupun dirinya tidak mungkin melepaskan kaki tangan mantan pengguna sistem begitu saja. namun Lisin tidak suka memaksa seorang wanita Karena bukan gayanya.


Lagian sudah ada Shizuka yang menganggur tidak digunakan, lebih baik memanfaatkan yang sudah menjadi milik Lisin dari pada menemukan yang baru namun harus memaksa mereka.


Saat ini Kamila berada di kamar lain dengan kondisi tubuh tidak dapat di gerakan. tentu saja karena Lisin memukul beberapa titik akupunktur pada bagian tubuhnya.


Jika sampai Kamila kembali ke China dan mengatakan bahwa Indonesia terdapat seseorang yang memiliki sistem, mungkin akan banyak Kultivator asing yang berdatangan untuk menemukan keberadaan Lisin beserta orang - orang terdekatnya.


Kamila yang awalnya menolak dan dengan tekad kuat menentang kultivasi ganda harus menelan kata - katanya kembali. Dirinya tidak menyangka jika perkataan Lisin hanya sebuah gertakan, hanya untuk mengetahui siapa mantan pengguna sistem yang ada di belakang dirinya.


Dan Kamila yang tidak memahaminya tanpa sadar menyebutkan nama Lin Tian dan nama ini sama dengan yang Shizuka sebutkan sebelumnya.


Tentunya Kamila spontan mengatakannya karena saat itu sedang ketakutan.


Siapa yang tidak ketakutan jika Lisin yang sebagai penjahat kelamin akan melakukan pemaksaan. namun semua itu hanya skema Lisin untuk memperdaya seorang wanita seperti Kamila.


Lisin yang baru saja keluar dari kamar lain bersama dengan Shizuka, yang terlihat sangat bahagia. langsung mendatangi Kamila guna melakukan interogasi.


"Mengapa kamu menatapku seperti itu, apakah kamu benar - benar menginginkan kultivasi ganda?..." Kata Lisin dengan santai.


"Tidak akan..." Jawab Kamila dengan tegas.


"Baiklah, seperti ini... Aku akan memberikan kamu kesempatan untuk mengungkapkan apa saja yang telah kamu ketahui tentangku. dan siapa saja yang sudah mengetahuinya..." Kata Lisin dengan datar.


"Kamu tidak akan mendapatkan informasi apapun, bukannya kamu bisa mengetahuinya berdasarkan analisa sistem?..." Kata Kamila dengan dingin.


Lisin terdiam, setelah menggunakan analisa sistem dirinya hanya bisa mengakses informasi selama satu bulan sebelumnya. Hal ini adalah celah yang di temukan Lin Tian dalam memperdaya analisa sistem.


Lisin harus mengakui jika Lin Tian ini lebih berpengalaman dari pada dirinya dalam memahami sistem itu sendiri. Kondisi tersebut di benarkan langsung oleh sistem. yaitu sistem hanya bisa mengakses target berdasarkan Satu bulan sebelumnya. selebihnya hanya informasi lengkap seperti latarbelakang aslinya sebagai warga Indonesia, umur dan lain sebagainya.


Dari sini, Lisin hanya bisa mengagumi sosok Lin Tian karena menggunakan Kamila untuk menemukan pengguna sistem. jelas Lin Tian ini sangat dalam dalam menyembunyikan keberadaannya.


Ini kedua kalinya Lisin bertemu dengan karakter licik selain Jack yang melakukan penyamaran saat insiden pembajakan pesawat.


"Ok, Kamila kita berhenti dan akhiri semuanya. bukannya kamu ingin cepat - cepat kembali ke China dan bertemu dengan Lin Tian mu itu..." Kata Lisin dengan menggoda.


Kamila langsung membeku, dirinya merasakan sakit pada hatinya karena mengabaikan tugas dari Lin Tian. andaikan dirinya mengikuti saran Lin Tian agar tidak berurusan langsung dengan Lisin pasti situasi ini tidak akan terjadi.


"Kamu akan menyesali perbuatan mu saat aku kembali ke China..." Kata Kamila dengan tatapan dingin.

__ADS_1


Jelas dirinya kesal karena harus kembali ke sisi Lin Tian. namun membawa kabar yang tidak menyenangkan. dan mungkin dirinya akan berakhir mengerikan di tangannya, jika Lin Tian mengetahui apa yang telah terjadi dengannya saat di Indonesia.


"Siapa yang bilang kamu akan kembali dengan kondisi seperti sebelumnya. apakah kamu pikir aku akan melepaskan ikan kedalam air tanpa mengikatnya terlebih dahulu..." Lisin menyeringai.


"Jangan bilang-" sayang sekali Kamila terlambat mengetahui tujuan dari perkataan Lisin.


"Klik..." Lisin menjentikkan jarinya dan bersiap untuk memberikan Sugesti. sedangkan Kamila yang sekarang terpengaruh dalam Hipnotis tidak memiliki ekspresi.


"Kamila, dalam hitungan ketiga kamu akan memasuki alam bawah sadar kamu dan akan menjawab dengan jujur semua pertanyaan yang aku berikan kepadamu..." Kata Lisin.


"Satu..."


"Dua..."


"Tiga..."


Setelah Kamila berada dalam pengaruh Sugesti yang Lisin lakukan, Kamila dengan jujur mengungkapkan semua yang dirinya ketahui tentang Lin Tian juga siapa saja yang mengetahui tentang pengguna sistem.


Pada dasarnya Kamila tidak banyak memahami tentang Lin Tian, karena dia juga tidak mengetahui jika Lin Tian adalah mantan pengguna sistem. Apa yang dia lakukan hanyalah cinta buta seorang wanita. Kamila akan melakukan perintah Lin Tian tanpa peduli apapun itu, entah bahaya atau tidak.


Sungguh di sayangkan, untuk wanita seperti Kamila hanya dijadikan sebagai pion yang bisa dibuang kapan saja oleh Lin Tian. Penemuan berikutnya membuat Lisin menjadi lega. Karena Kamila belum mengatakan apapun terhadap Orang lain termasuk Lin Tian jika Lisin adalah pengguna sistem.


"Shizuka, Bagaimana menurut kamu?..." Tanya Lisin sambil duduk santai.


Lisin menggeleng. "Shizuka, Sepertinya kamu harus berfikir lebih dalam lagi, Konsekuensi dari membunuh Kamila adalah sama dengan menunjukkan keberadaan ku kepada Lin Tian..."


"Aku akan membuat Kamila menjadi pengikut ku dan membuat dia menjadi agen mata - mata ganda..."


Shizuka akhirnya memahami kekurangan dirinya, membunuh bukanlah solusi untuk masalah yang saat ini sedang terjadi. namun jika membuat Kamila menjadi agen mata - mata ganda, hal tersebut akan menyembunyikan identitas Lisin sebagai pemilik sistem.


Tanpa memperdulikan reaksi Shizuka, Lisin langsung mendekati Kamila dan memberikan Sugesti.


"Kamila, Dalam hitungan ketiga kamu akan menganggap diriku lebih penting dari siapapun dan lebih penting dari Lin Tian, dan kamu akan menjadi agen mata - mata ganda. Kamila setelah ini kamu akan tersadar dan bisa kembali ke Lin Tian dan katakan jika Indonesia tidak memiliki pengguna sistem..."


"Satu..."


"Dua..."


"Tiga..."


Setelah Sugesti yang Lisin berikan, Kamila langsung tersadar kemudian melihat Lisin dengan tatapan pemujaan dan terkejut menjadi satu.

__ADS_1


"Tuan..." Kamila langsung membungkuk dengan tidak percaya, dirinya masih ingat jika sebelumnya sangat membenci Lisin, tapi mengapa sekarang sosok Lisin menjadi sangat spesial di hatinya.


(DING...)


(100 % Kesetiaan terdeteksi)


Lisin mengangguk berulang kali dan menjadi sangat yakin jika Kamila tidak akan mengkhianati dirinya.


Jika sekarang Kamila harus membunuh Lisin, pasti akan kesulitan dan tidak bisa melakukannya, sedangkan sosok Lin Tian dalam ingatannya menjadi orang yang dirinya benci, dan akan menjadi target berikutnya.


Apa yang terjadi, mengapa bisa menjadi terbalik? Pikir Kamila dengan keras.


Kamila tentu saja bukan boneka yang tidak memiliki kepribadian atau jiwa. jika Lisin membuat Kamila menjadi boneka maka akan banyak perubahan yang Kamila miliki, dan itu akan membuat Lin Tian menjadi curiga.


Kamila yang sekarang tidak memiliki perbedaan dengan Kamila sebelumnya, semua ingatannya akan sama hanya saja Sugesti dari Lisin akan membuat Kamila memiliki pola pikir terbalik.


"Kamila, berdirilah Kamu tahu kan, apa tugas yang harus kamu lakukan?..." Tanya Lisin dengan datar.


"Ya tuan..." Jawab Kamila.


"Ambil ini sebagai hadiah, namun ingat kamu harus bertahan dalam melalui kesengsaraan darah..." Lisin memberikan Pill Merah darah, tentunya dirinya beli melalui tokoh sistem.


"Terima kasih tuan..." Kamila langsung pergi meninggalkan Villa.


Setelah kepergian Kamila, Lisin langsung mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Nazwa.


"Hallo bos..." Jawab Nazwa dari sisi lain panggilan.


"Nazwa, Aku ingin kamu menghapus jejak Kamila dari PT. Angkasa dan jangan mencari lagi Pengawal lain untuk menjagaku..." Perintah Lisin.


"Di mengerti Bos..." Panggilan langsung di matikan dan Nazwa masih duduk dengan linglung di kantornya. karena dirinya tidak memahami mengapa karyawan baru dengan nilai sempurna seperti Kamila harus pergi.


Nazwa tidak mempertanyakan alasannya dan langsung melakukan tugasnya tanpa penundaan.


Sedangkan itu, Lisin dengan Shizuka berganti pakaian kemudian pergi meninggalkan Villa dengan Ferrari yang terparkir di depan.


"Tuan, Kemana tujuan kita saat ini..." Tanya Shizuka.


"Kita akan bertemu dengan Wolf dan beberapa bawahan tentunya..." Kata Lisin dengan tersenyum.


Dengan begitu, Ferari dengan cepat menuju kearah selatan pantai Kuta, yang menjadi tempat dimana Wolf dan beberapa orang temuannya, menunggu kedatangan Lisin.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2