Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 302


__ADS_3


Sutradara Han masih termenung, dia melihat lagi pemuda di depannya dengan serius. Entah mengapa kepercayaan diri pemuda ini cukup kuat.


"Kamu seharusnya sudah mengetahui tentang ku, Aku tipe orang yang pemilih. Jika kamu tidak sesuai dengan sudut pandangku aku hanya bisa mengatakan menyesal..."


Sutradara Han merasa tidak pernah bertemu dengan Lisin. Juga tidak pernah mendengar aktor muda di depannya. Dia hanya bisa menduga jika Lisin adalah aktor pendatang baru.


"Aku mengerti tentang itu..." Lisin mengangguk.


"Film apa yang pernah kamu mainkan?..."


"Tidak ada..."


"Apakah kamu sudah berakting sebelumnya?..."


"Belum pernah..."


"Apakah sudah pernah berdialog di depan kamera?..."


"Juga belum pernah..."


"Mungkin pernah membuat video pendek?..."


"Belum pernah melakukannya..."


Diam! Saudara Han tidak bisa mempercayainya. Semua pertanyaan adalah hal umum, dan kebanyakan orang yang melakukan audisi sudah pernah melakukan. Bahkan untuk beberapa orang akan mengakuinya dengan bangga.


Sedangkan pemuda ini, hampir poin penting dalam pertanyaan Sutradara Han di jawab dengan jawaban Tidak. Sulit mengetahui seberapa baik dan buruk akting pemuda di depannya.


"Apakah kamu memiliki rekaman Video akting pribadi? Kamu bisa menunjukkannya kepadaku..."


"Aku tidak memilikinya..."


Biasanya calon audisi akan memiliki sampel rekaman akting mereka. Dan Sutradara Han ingin menilainya secara pribadi. Tetapi pemuda ini juga tidak memilikinya.

__ADS_1


Niat ikut audisi apa tidak sih, mengapa tidak memiliki persiapan sama sekali. Sutradara Han menjadi tertekan. Ini kali pertama dia bertemu dengan peserta audisi akan begitu merepotkan. Rasanya dia seperti mewawancarai seseorang dari gunung pedalaman.


"Kalau begitu aku hanya meminta maaf karena aku harus menolakmu, kamu bisa pergi dan tidak perlu menunggu panggilan penerimaan..." Sutradara Han langsung membuat keputusan. Dia kembali fokus dengan naskah untuk Film The Battle Ground yang ada di tangannya. Tanpa peduli dengan Lisin lagi.


Dia baru saja membuang waktu berharganya hanya untuk mewawancarai pria tidak penting sama sekali.


Lisin yang melihat penolakan dari Sutradara Han, tidak bersedih karena dia memiliki surat rekomendasi dari Xian Sue. Dia juga menjawab dengan jujur semua pertanyaan dari Sutradara Han.


"Sutradara Han, bisakah kamu memberikanku kesempatan untuk melakukan akting saat ini juga?..." Lisin terdiam sejenak dengan tangan kirinya meletakkan surat rekomendasi dari Xian Sue.


Melihat tindakan Lisin membuat Sutradara Han semakin tidak senang. Dia telah melihat banyak aktor yang menggunakan koneksinya untuk mendekati dirinya. Dan aktor seperti itu adalah aktor yang paling dia benci.


Apa yang dia inginkan adalah bakat dan kemampuan akting dari aktor itu sendiri. Yang dia inginkan adalah kualitas film, bukan kualitas koneksi. Tidak mungkin dengan mengandalkan koneksi, Film bagus akan berhasil dibuat.


Bahkan jika Lisin memiliki semua syarat yang Sutradara Han sebutkan, dia tetap akan menolak Lisin karena semua pemeran sudah dia tentukan.


Lisin yang melihat tindakan Sutradara Han karena tidak memberikan tanggapan sangat kesal. Dia menduga jika Xian Sue mengetahui tentang hal ini tetapi tidak mengatakannya, melainkan tetap memberikan Lisin surat rekomendasi.


"Sistem, gunakan kartu keterampilan akting super..."


(DING...)


Lisin menjadi lebih percaya diri. Dia perlahan berdiri, dengan cepat dia menarik kertas naskah yang sedang di baca oleh Sutradara Han.


"Kamu, apa yang kamu lakukan. Cepat kembalikan. Aku sudah mengatakan jika kamu tidak diterima..." Sutradara Han berkata dengan kesal.


Lisin tidak menanggapinya, dia melihat naskah tersebut dengan sekali melihatnya kemudian memahami isi dari naskah tersebut. Dia mengembalikan naskah tersebut kepada Sutradara Han kemudian berjalan kebelakang.


Sutradara Han mendapatkan naskah tersebut kembali. Kemudian tatapan matanya melihat sosok Lisin dengan takjub.


Apakah dia masih orang yang sama?


Sutradara Han berpikir dengan keras, dia penggemar novel dan komik The Battle Ground dan mengetahui semua bagian dari semuanya. Terutama dia baru saja membaca paragraf naskah tersebut dan mengetahuinya.


Apa yang Lisin lakukan adalah berakting menyesuaikan dengan paragraf naskah yang baru saja dia baca. Itu adalah adegan di mana Nona Naran baru saja mendatangi keluarga Xiao dan memutuskan kontrak pernikahan.

__ADS_1


Tetapi Xiao Yun mengetahuinya dan secara pribadi merusak kontrak pernikahan. Lalu mengatakan jika dia akan berduel dengan Nona Naran tiga tahun dari sekarang.


Ini adalah adegan paling menyedihkan untuk karakter utama. Kebanyakan aktor akan kesulitan mendalami peran mereka pada adegan tersebut.


Saat ini Lisin benar - benar mendalami perannya sebagai Xiao Yun. Dia seolah berjalan di ke gunung yang ada di belakang keluarga Xiao. Dengan perasaan frustrasi dia duduk di puncak gunung, Xiao Yun dengan tenang menyaksikan puncak gunung yang curam jauh diselimuti oleh kabut.


Sutradara Han tidak bisa berbicara, dia merasakan kesedihan walau hanya melihat akting dari Lisin. Walaupun Lisin tidak mengatakan apapun, tetapi Sutradara Han memahami beban berat dari ekspresi yang Lisin tampilkan.


"Hehe, kekuatan ya... Di dunia ini, tanpa kekuatan, Aku bahkan tidak berharga sedikitpun. Aku hanya menjadi sampah keluarga Xiao. Setidaknya, tidak ada yang mencoba menginjak sampah sepertiku..." Itu kata - kata yang sama dengan paragraf naskah. Tetapi Lisin mengungkapkannya dengan sempurna.


Dengan pundak melambai naik turun, suara lembut Lisin yang mengejek dirinya sendiri, bergema di puncak gunung, mengisi udara dengan kesedihan. Sayangnya itu hanya terjadi di ruangan kecil. tetapi Sutradara Han melihat tempat tersebut seperti puncak gunung sungguhan.


Sambil menarik rambutnya, Lisin sebagai Xian Yun menggigit bibirnya, membiarkan rasa berdarah itu menyebar di mulutnya.


Ini adegan Xian Yun mengingat Nona Naran di aula keluarga Xiao. Meskipun dia tidak membiarkan emosinya menimpanya saat bertemu dengan Nona Naran, Tetapi kata - kata Nona Naran menusuk hatinya seperti pisau.


"Aku bersumpah, tidak akan pernah dihina seperti ini lagi!..." Suara Lisin Sebagai Xiao Yun serak tapi tegas.


Sutradara Han yang melihatnya sangat - sangat bahagia. Dia tidak menemukan kekurangan apapun dari akting yang Lisin lakukan.


Bahkan darah yang mengalir dari luka gigitan yang ada dibibir adalah sungguhan, itu bukan rekayasa atau kepalsuan. Hanya adegan itu saja bisa dikatakan nilai penuh.


Sutradara Han sangat terkejut, Dia seperti melihat Xiao Yun sungguhan yang membenci takdirnya sebagai sampah keluarga Xiao. Tidak banyak aktor yang melukai dirinya sendiri hanya untuk sebuah akting, Dan tindakan Lisin barusan telah mengejutkan dan mengejutkan Sutradara Han.


Sutradara Han telah berkecimpung di dunia suting dan kebanyakan akting tidak akan seperti yang Lisin lakukan. Jika adegan tersebut di abadikan, Sutradara Han akan menyimpannya sebagai harta.


Lisin perlahan berdiri, dia mengusap bibirnya yang terluka. Tetapi untuk Lisin itu tidak sakit sama sekali. Dia saat ini melihat Sutradara Han yang memiliki mata menyala.


"Tuan, Bisakah aku mengetahui namamu?..." Sutradara Han bertanya dengan gugup. Dia menatap Lisin dengan cara yang berbeda. Dia sangat menyesal tidak memberikan Lisin kesempatan lebih awal. Dia berharap jika Lisin mengabaikan kesalahan dirinya.


"Namaku, Li Shin..."


"Baiklah Tuan Li, Aku menerimamu terlepas dari kekurangan yang kamu katakan sebelumnya..." Sutradara Han berkata dengan sungguh - sungguh.


"Apakah aku mendapatkan peran?..." Lisin sendiri tidak berharap jika akting super akan begitu dalam, bahkan dia tidak sadar saat menggigit bibirnya sendiri.

__ADS_1


"Sebenarnya kamu sangat sempurna jika memerankan Xiao Yun karakter yang setia terhadap Yin Zhu. Dengan kamu memainkan peran utama, aku yakin film ini akan mendapatkan Box-office..." Sutradara Han berkata dengan takjub. Dia dapat melihat masa depan film yang dia bidik akan menuai pujian para penikmat film.


Bersambung...


__ADS_2