
Restoran tertentu yang ada di jalan utama kota Shanghai.
Lisin dan Mei Lan duduk bersama kemudian keduanya masing - masing memakan hidangan yang disajikan oleh pelayan restoran tersebut.
"Tuan Li, Mengapa kamu terdiam, apakah makanannya tidak enak. ataukah ingin mengganti pesanan?..." Tanya Mei Lan dengan sopan, walaupun banyak hidangan yang di pesan oleh keduanya, entah mengapa Lisin hanya memakan sedikit makanan. dan Hal tersebut membuat Mei Lan bingung.
"Haha... Bukan apa - apa..."
Lisin langsung memakan hidangan yang disajikan di depannya.
Lisin sedikit bingung, entah mengapa dia memikirkan istrinya yaitu Zhang Fei. Padahal keduanya kurang akur, belum lagi kejadian terakhir kali adalah kesalahpahaman yang besar.
Lisin sudah menjelaskan jika dirinya tidak memesan pelayanan prostitusi, dan dia hanya membantu Wang Xia. mengapa Zhang Fei ini tetap tidak percaya.
Lisin adalah tipe pria yang akan bertanggung jawab terhadap wanita yang pernah tidur dengan dirinya. Karena Zhang Fei sudah tidur dengan dirinya, Lisin sudah menganggap dia sebagai miliknya. Dan dia akan melakukan yang terbaik untuk menyenangkan semua wanita yang sudah menjadi miliknya.
Karena Zhang Fei tidak suka dengan Lisin dan mungkin dia membenci dirinya. Lisin hanya bisa mengabaikannya. Jika Zhang Fei benar - benar memiliki pria yang dia sukai mungkin Lisin akan melepaskannya.
Lisin bukan tipe orang yang suka memaksa kaum wanita. Jika hal tersebut benar - benar terjadi maka Lisin tidak mengganggunya lagi.
.....
Waktu berlalu Lisin dan Mei Lan menyelesaikan waktu makan malamnya tanpa memiliki gangguan.
Saat ini Lisin mengemudikan mobilnya kembali dan tujuannya adalah Gedung yang di tinggalkan yang ada di pinggiran kota Shanghai.
Sebelum mendatangi tempat tujuan Lisin menghentikan mobilnya.
"Mei Lan, bisakah kamu menutup matamu?... Aku akan melakukan sebuah sulap yang mungkin akan mengejutkan mu..."
Mengapa harus menutup mata, bukannya sulap adalah hal menakjubkan yang harus di lihat, jika menutup mata dari mana hal menakjubkan tersebut dapat di ketahui.
"Oke, Aku mengerti..."
Mendengarkan perkataan dari Lisin membuat Mei Lan langsung menutup matanya tanpa penolakan.
Mungkinkah Lisin akan menciumnya?
Tanpa sadar jantung Mei Lan berdetak kencang.
Sayang sekali tebakan Mei Lan harus salah, Karena Lisin sedang membuka menu antar sistem.
"Sistem, gunakan kartu keterampilan Tranformasi tubuh..."
(DING...)
(Kartu keterampilan diakses)
__ADS_1
(Selamat tuan rumah dapat mentransformasi tubuh menjadi siapapun dengan syarat menyentuh tubuh target yang akan digunakan)
Lisin memiliki senyuman lebar, kemudian dia memikirkan seorang pembunuh bayaran penembak jitu, dan dengan sekejap mata. Sosok Lisin menjadi seseorang yang sama sekali berbeda dengan dirinya yang asli.
"Mei Lan kamu bisa membuka matamu..."
Lisin terkejut karena dia memilih suara yang berbeda dengan sebelumnya, jika yang lama memiliki suara yang halus maka sekarang dia memiliki suara kasar.
"Kamu... Siapa kamu?..."
Mei Lan menjadi sangat ketakutan, pria yang ada depannya sangat berbeda dengan Lisin, tapi kenapa pakaiannya sama. Jika sebelumnya memiliki wajah halus dan cukup tampan, maka sekarang kebalikannya.
Lisin memiliki penampilan yang sama dengan Pembunuh bayaran penembak jitu. yaitu, Rambut panjang yang tidak tertata rapi, memiliki kumis dan janggut. Untuk ukuran tubuhnya juga lebih besar dari milik Lisin yang seharusnya.
Melihat reaksi dari Mei Lan membuat Lisin yakin jika tranformasi tubuhnya telah berhasil.
"Aku Li Shin... Bisakah kamu tenang, sebelumnya aku sudah mengatakan jika aku akan melakukan sulap. Hal ini di lakukan untuk bertemu dengan adikmu..."
"Tuan Li..."
Mei Lan masih tercengang, jika itu penampilan semata mungkin dapat di Terima. namun apa perubahan yang Lisin lakukan, benar - benar dia orang yang berbeda.
Transformasi tubuh, bisa di katakan sempurna karena tidak memiliki kecacatan tunggal. bakan jika melakukan tes DNA akan sama, Sidik jari juga sama, apapun akan sama tanpa terkecuali.
"Mei Lan jika adikmu datang kamu tidak perlu keluar dan dengarkan saja dari sini..."
"Aku mengerti..."
Setelah melakukan panggilan dan menjelaskan jika tugas sudah terselesaikan, maka sisanya tinggal menunggu Mei Ling untuk menerima pembayaran.
"Mei Ling..."
Mei Lan masih sulit mempercayainya, dari dalam mobil dia membungkuk dan sedikit mengintip. Sedangkan dari arah lain Adiknya turun dari mobil.
Pada detik berikutnya, kedua tangan Mei Lan menutupi mulutnya karena ada orang lain yang datang bersama dengan adiknya tersebut.
"Mama..."
Pikiran Mei Lan langsung hancur, dia tidak menyangka jika ibu angkatnya akan datang juga. Mungkinkah ibunya sudah mengetahui jika Mei Ling menggunakan jasa pembunuh bayaran untuk berurusan dengan dirinya.
Mereka juga tidak memiliki keterikatan darah. Baik ayah dan ibu angkatnya, sebenarnya mereka mengadopsi Mei Lan kerena keduanya tidak memiliki anak. namun selang beberapa tahun adiknya lahir dan dari sana kasih sayang keduanya menghilang.
Walaupun kurang mendapatkan perlakuan baik tetap saja sulit untuk menerimanya. jika seseorang yang dekat dengan kita berencana untuk membunuh kita bahagia tidak mengejutkan. Detik lainnya pria paruh baya sekaligus ayah angkatnya turun dari mobil juga.
Mei Lan tidak bisa lagi tenang, dia ingin mendatangi mereka dan melabraknya. namun dirinya sudah berjanji terhadap Lisin untuk bersembunyi di dalam mobil.
"Tuan Park, Terima kasih atas pekerjaan yang merepotkan mu..." Pria paruh baya tersebut dengan tersenyum mengulurkan tangannya dengan niat menjabat tangan Lisin.
Menggunakan Transformasi tubuh membuat keuntungan lain. Itu tentang ingatan yang cukup terbatas. melalui ingatan tersebut, Lisin mengetahui namanya. Park Youn seorang pembunuh bayaran berasal dari Korea. Dari sebuah organisasi pembunuhan yang cukup terkenal melalui jejaring sosial.
__ADS_1
"Berhenti terlalu formal..."
Lisin menggunakan bahasa Korea dengan lancar.
"Tuan Park, Ini adalah uang yang sudah kami sediakan..."
Lisin melihat tumpukan uang kertas dan tidak tertarik sama sekali. Dia melihat Ayah dan ibunya Mei Lan beserta adiknya.
"Klik..."
Lisin langsung menjentikkan jarinya kemudian memberikan sugesti hipnotis.
"Dalam hitungan ketiga kamu akan menjawab semua pertanyaan yang aku ajukan..."
"Satu..."
"Dua..."
"Tiga..."
Tatapan ketiganya langsung menjadi kosong seolah memiliki pikiran yang tidak pada tempatnya. Lisin membatalkan Transformasi tubuh dan kembali kebentuk tubuh aslinya. dia merasa kurang nyaman jika berada dalam tubuh orang lain.
Lisin melihat ketiga orang yang ada di depannya, yang pertama Mei Ling dia memiliki penampilan yang jauh berbeda dengan kakaknya. selain memiliki riasan tebal dia juga tidak memiliki apa yang Kakaknya miliki.
Jika Mei Lan memiliki semangka besar, maka adiknya memiliki papan cucian. Pantas saja Lou Ming lebih mengambil Mei Lan dibandingkan dengan adiknya.
"Mei Lan, Kamu bisa keluar sekarang..."
Lisin cukup santai sekarang semuanya sudah terkendali dan tinggal memberikan sentuhan akhir untuk menyelesaikan segalanya.
Mei Lan yang keluar dari mobil memiliki mata lebam dan pipinya yang basah, untung saja dia kecantikan yang cukup alami. jika dia riasan tebal mungkin akan menjadi mengerikan.
"Tuan Li, ini semua tidak benar pasti seseorang berada di belakang mereka..."
"Kalau begitu mari kita buktikan..."
Lisin langsung mengajukan beberapa pertanyaan kepada ketiganya. dan ternyata benar dan tidak ada kebohongan, ketiganya langsung mengakuinya.
Awalnya mereka tidak bermaksud menginginkan kematian Mei Lan. hal tersebut terjadi karena Mei Lan tidak memeras Taipan kaya Lou Ming dan mengirimkan uang kepada keluarganya.
Padahal sebelumnya, ketiganya sudah mengatakan hal tersebut Agar Mei Lan mencari cara untuk mengambil kekayaan Lou Ming dan mengirimkannya kepada mereka.
Semakin banyak pengakuan dari ketiganya, semakin membuat Mei Lan bersedih. Menang dirinya tidak melakukan pesanan dari keluarganya karena dia tidak ingin melakukan hal yang salah seperti menipu Lou Ming.
Pengakuan berikutnya semakin menjelaskan jika ketiganya tidak suka dengan dirinya. karena menjadi wanita yang terlalu baik tidak seperti adiknya yang menjual tubuhnya untuk uang.
Pada dasarnya ketiganya adalah keluarga matre yang menginginkan uang di atas segalanya.
"Mei Lan, Apa yang kamu ingin lakukan kepada ketiganya?..."
__ADS_1
Lisin bertanya, mungkin kenyataan ini sangat kejam untuk Mei Lan. Tapi hal tersebut sangat baik untuk Mei Lan karena keluarga seperti mereka tidak pantas untuknya, dan lebih baik menyelesaikan masalah sedini mungkin.
Bersambung...