Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 316


__ADS_3


Di balik selimut ternyata ada kucing berkepala hitam sedang meringkuk dan menghisap semangka lembut milik Wang Xia secara bergantian.


Shock!


Wang Xia terdiam karena malu, sekarang semuanya sudah terungkap dan tidak ada lagi alasan untuk tidak mengakui perbuatannya.


"Kalian berdua berpisah..." Wang Hana berteriak.


Sebagai seorang tante dia tidak boleh membiarkan keponakannya terjerumus dalam hubungan yang tidak jelas.


Lisin dengan terpaksa berdiri dan menjauh dari tubuh terbuka Wang Xia. Dia seperti tersangka dalam kasus prostitusi online dan tertangkap oleh kepolisian daerah.


Wang Xia hanya bisa tertekan, Walaupun dia terbilang muda tetapi dia sudah berumur pertengahan dua puluhan dan hal tersebut sangat wajar jika menjalin cinta.


"Xia Xia kamu harus tahu, Bibi menitipkan kamu kepadaku dan aku berhak untuk membuat keputusan untukmu..." Kata Wang Hana dengan kesal tetapi sesekali dia melihat tubuh Lisin yang sangat luar biasa. Terutama untuk bagian bawahnya yang menjulang tinggi.


Apa - apaan ini, itu sangat besar sekali. Lebih besar dari semua koleksi mentimunku. Pikir Wang Hana, dia belum pernah melihat ukuran bagian bawah sebesar itu.


Apakah itu tersengat lebah?


Dia memiliki banyak koleksi film Jav dan sangat hafal betul jika ukuran sebenarnya tidak sebesar yang ada di dalam film. Tetapi milik Lisin berbeda, itu diluar fantasi Wang Hana.


Jika merasakannya untuk sekali saja pasti akan sangat luar biasa.


Apa yang aku pikirkan, pasti karena aku terpengaruh oleh afrodisiak. Benar pasti karena itu.


"Tante Hana, Kami saling mencintai..." Kata Wang Xia dengan berani.


Lisin berulang kali membantunya, tidak hanya membantu dengan masalah prostitusi sebanyak dua kali. Tetapi juga membantunya untuk melunasi hutang - hutang keluarganya.


Wang Xia sadar jika dia tidak mungkin membalas atau mengembalikan kebaikan yang Lisin lakukan. Dia hanya memiliki satu - satunya tubuh perawan dan dia tidak masalah jika memberikannya kepada Lisin.


Sekarang Wang Xia Harus tidur dengan Lisin tidak peduli apapun, walaupun dia harus berurusan dengan tantenya yang membenci laki - laki.


Wang Xia tahu jika tantenya tidak ingin terikat dengan seorang pria lagi. Itu karena dia pernah memiliki pacar dan setelah dia memberikan keperawanannya dalam janji cinta sehidup semati. Dia ditinggalkan pas lagi sayang - sayangnya.


Untuk itu, Wang Hana sangat tegas dan tidak ingin Keponakannya menjadi seperti dirinya di masa lalu.

__ADS_1


"Saling mencintai?..." Wang Hana ingin tertawa, dia melihat Keponakannya yang naif dengan menggeleng.


"Di Dunia ini tidak ada cinta sejati, adanya musuh sejati..." Duar... Sayang sekali tidak ada suara guntur yang menggelegar.


"Xia Xia, Kamu tidak boleh percaya dengan seorang pria yang hanya manis dalam mulut saja. Seorang pria akan memberikan kamu janji palsu..."


"Madu yang mereka dijanjikan, tetapi kita racun yang didapatkan..." Wang Hana langsung mengeluarkan ceramah no jutsu.


Tidak ketinggalan sedikit melirik kearah Joni agung agar lebih afdol.


Itu bergerak - gerak.


"Ehm... Sampai mana tadi..."


"Afdol tante..." Wang Xia mengingatkan.


"Benar, Afdol..." Diam... Wang Hana salah berbicara. Bukan afdol yang benar madu dan racun.


"Xia Xia, kamu harus putus dengannya. Lupakan dia dan jauhi dia..." Wang Hana menyarankan.


Lisin berdiri dengan kepala menunduk seperti patung saja. Dia tidak mendapat kesenangan apapun, melainkan mendapatkan teguran secara tidak langsung.


"Banyak hal yang telah Kakak Li lakukan untuk ku dan juga, Dialah orang yang membantu aku disaat sedang susah. Bahkan dia membantu melunasi semua hutang yang ditinggalkan mendiang ayahku..." Kata Wang Xia dengan lantang.


Kali ini giliran Wang Hana yang terdiam. Dia sudah mendapatkan tentang keaslian perkataan Wang Xia tentang dermawan yang membantunya.


"Tante Hana, Tidak semua pria seperti mantan tante. Kakak Li, sangat berbeda. Dia pria polos dan berpikiran lurus. Saat itu aku mencoba untuk memberikan tubuhku..." Wang Xia mengingat momen tentang pertemuan dirinya dengan Lisin.


"Kakak Li menolak melakukan itu denganku dan lebih memilih untuk berbicara saja, saat dia jelas - jelas sudah memesanku..."


"Dia berusaha membantuku daripada merusakku, bahakan tidak menginginkan imbalan apapun..."


"Apakah mantan kakak, seperti dia?..."


"Jika aku tidak mengundangnya dan tidak memberikan bubuk afrodisiak kedalam makanannya. Kakak Li tanpa berkedip akan menolaknya..."


Lisin ingin menangis saat mendengar semua pembelaan dari Wang Xia. Dia tahu, Wang Xia mulai mengenalinya sebagai karakter yang lurus.


Wang Hana terdiam, dia dengan perlahan tersenyum kecut. Keponakannya memang gadis yang beruntung, karena bertemu dengan Lisin.

__ADS_1


"Lakukan apa yang ingin kalian lakukan..." Wang Hana mengambil nafas kemudian dia pergi ke kamarnya.


Dari tatapan matanya jelas ada jejak kesedihan. Tidak mungkin dia mengulang masa lalu, andaikan dia tidak bertemu dengan pria yang tidak bertanggung jawab. Mungkin Wang Hana tidak akan memilih sendiri sampai sekarang.


Dia hanya bisa memuaskan fantasinya dengan beberapa mentimun setelah memiliki luka dihatinya.


Lisin tentu saja melihat kesedihan yang dimiliki Wang Hana. Tetapi dia tidak bisa berbuat apa - apa. Dia masih memiliki Joni agung yang menjulang tinggi.


"Kakak Li, Kamu tidak apa - apa?..." Wang Xia bertanya dengan malu - malu sementara wajahnya memerah.


Wajahnya semerah tomat matang. Dia menjadi lebih malu dari pada sebelumnya. Dia masih ingat tentang bagaimana Lisin baru saja menghisap dadanya di balik selimut.


"Buka masalah besar, Tetapi Wang Xia, dadamu terlalu besar, aku hampir mati lemas saat itu juga..." Lisin berkata dengan jujur. Jika itu orang lain, pastinya akan mati sungguhan.


Lisin hampir mati karena kekurangan oksigen. Jika dia tidak memiliki kemampuan unik seperti bernafas tanpa oksigen Lisin akan mati saat itu juga. Dada Wang Xia cukup besar untuk menjepitnya.


Wajah Wang Xia tidak bisa menjadi lebih merah dan dia bersembunyi di balik selimut setelah mendengar apa yang dikatakan Lisin.


"Kakak Li, apakah kamu ingin melanjutkan?..."


Lisin tersenyum sambil melihat Wang Xia yang pemalu di bawah selimut.


Apakah Lisin akan mengatakan Tidak?


Jika bukan karena gangguan tantenya, Lisin akan berhubungan badan dengan Wang Xia. dan sekarang pengganggu itu akhirnya pergi, Lisin pasti ingin melanjutkan. Lagipula, Hubungan badan adalah kebutuhan kaum lelaki yang tidak mungkin terpisahkan.


Jika Lisin menolaknya, dia akan menjadi pria paling bodoh di dunia.


"Wang Xia, Kamu yakin baik - baik saja kita melanjutkannya?..." Tanya Lisin dengan khawatir.


"Kakak Li aku sudah siap..." Wang Xia melepaskan selimut dan pakaiannya, dia terlentang di atas ranjang dengan memperlihatkan seluruh bentuk tubuhnya yang indah.


"Gluk..."


Lisin menelan ludahnya sendiri. Apa yang ada di depannya saat ini adalah wanita yang begitu cantik dan sangat indah dan luar biasa.


Malam ini apartemen tersebut bergoyang ria. Di bandingkan dengan kamar keduanya yang begitu intens dan memiliki peperangan yang tak terkendali.


Kamar sebelah, yaitu Wang Hana sangat frustasi. Dia bisa mendengarkan suara mendesah dari kamar sebelah.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2