Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 288


__ADS_3


Apa yang Lisin pilih dalam rencananya mengambil alih Departemen Naga adalah menggunakan kekuatannya. Lisin mengabaikan rencana lain seperti negosiasi atau bermain Lembut, karena untuk membersihkan Departemen Naga, yang mana. hanya mengakui orang - orang kuat sebagai pemimpin, maka dari itu Lisin harus menggunakan kekuatan miliknya.


Jendral Xue menyetujui rencana tersebut, karena cukup praktis juga tidak terlalu buruk membersihkan Departemen Naga, yang dulu dia bentuk sebelum pensiun. Karena keberadaan Tikus di dalamnya, Lebih baik menggunakan kekerasan dari pada berbicara baik - baik.


Mengikuti perkataan dan perbuat Lisin, Jendral Xue menggila di depan Semuanya Anggota Departemen Naga. Entah siapa yang memulainya lebih awal, Jendral Xue menghindari setiap serangkaian serangan dari mereka semua, kemudian memberikan pemukulan balik.


"Duaaarrrr..."


Halaman Depan Departemen Naga dihancurkan oleh Lisin dan Jendral Xue. Keduanya tidak mengenal belas Kasihan saat memukul lawannya.


"Serang..." Teriak salah satu orang, Di ikuti oleh yang lainnya.


Jelas, mereka tidak mengenal Lisin dan Jendral Xue. Namun mereka tidak akan memaafkan Keduanya karena melumpuhkan banyak anggota Departemen Naga juga halaman depan mereka.


"Aaaahhhh..."


"Kach!..."


"Krak..."


Tidak peduli seberapa banyak yang datang, Lisin dan Jendral Xue akan menghancurkan mereka. Keduanya saling membantu, berpindah tempat dan arah pukulan. Hanya satu yang dapat menggambarkan keduanya, yaitu iblis yang melumpuhkan siapapun yang mendekatinya.


"Hahaha... Sudah lama aku tidak bersemangat seperti ini..." Kata Jendral Xue, saat menghindari datangnya pukulan kemudian melakukan pemukulan balik.


"Jendral Xue, Mungkin di dalam akan lebih menarik lagi..." Kata Lisin sambil maju ke depan.


Pintu kaca yang begitu tebal dihancurkan oleh seseorang yang Lisin tendang sehingga terlempar jauh.


"Hentikan dia..."


Entah berapa banyak kerugian yang dimiliki Departemen Naga, setidaknya tidak kecil. Lisin dan Jendral Xue memasuki gedung kantor pusat dan menghancurkan apapun yang ada di depannya.


.....


"Siapa yang berani membuat kekacauan..." Bentak dari seorang pria paruh baya yang memiliki bekas luka di mata kirinya, sehingga hanya bisa menggunakan satu mata lainnya.

__ADS_1


"Kepala Rong... Mereka hanya dua orang, satu seorang pemuda yang belum lama ini kita incar namun tidak berhasil. Sedangkan yang lainnya seorang pria tua entah dari mana..." Seorang bawahan menjelaskan dengan tergesa - gesa.


Sejak berdirinya, Departemen Naga. Belum pernah ada seorangpun yang membuat masalah sebesar ini.


"Bukannya kita memiliki ratusan anggota dan mereka semua seorang Kultivator?!... Mengapa kalian tidak dapat menghentikan dua orang ini..." Kepala Rong mengerutkan keningnya karena marah.


Sebagai orang paling penting nomor dua setelah Jendral Xue. Banyak hal yang harus dia tangani. Dia sangat kesal, di saat dia menangani masalah yang ada di tempat lainnya, namun tempat satunya akan memiliki masalah baru.


"Kepala Rong, Mereka sangat kuat mungkin hanya anda yang bisa menandinginya..." Jawab Bawahan tersebut dengan panik.


"Tidak berguna..."


Kepala Rong, Harus menghentikan kondisi yang dimiliki Departemen Naga saat ini agar tidak keluar dan di ketahui Publik, untuk itu dia tidak memiliki pilihan lain selain turun tangan secara langsung.


Kepala Rong bertanya - tanya, Apakah dua orang ini begitu sulit? Mengapa ratusan Kultivator tidak dapat menanganinya secara langsung. Dia ingin melihat apakah keduanya benar - benar sangat kuat. Jika iya, Lebih kuat siapa dibandingkan dengan dirinya.


Kepala Rong mendengus dingin, sepertinya dua orang pembuat masalah ini ingin mencari kematian yang sulit. Dari pada memiliki kematian yang mudah.


.....


Lisin dan Jendral Xue berada di lantai bawah, dengan santai dan beberapa anggota Departemen Naga tidak ada yang berani mendekatinya.


"Jika kalian menyerah dan memanggil pimpinan kalian, Aku tidak akan membuat kekacauan lebih jauh lagi..." Kata Lisin saat melihat kearah anggota Departemen Naga yang terluka dan merintih kesakitan.


"Sialan, apakah kamu pikir bisa lepas begitu saja. Kalian membuat putraku terluka maka kalian berdua harus mati..." Teriakan datang dari arah lain. itu pria paruh baya dengan kemarahan yang tidak terbendung lagi.


Dari kejauhan seorang pria paruh baya datang dengan kekuatan yang begitu besar di sekujur tubuhnya. Dia adalah Lu Ceng, ayah dari Lu Xun yang ingin membalas dendam atas putranya yang terluka parah.


"Aaaaa..." Teriak Lu Ceng. Dia memperlihat bentuk tubuh di balik bajunya dengan sempurna. Hari ini dia harus membunuh pria muda yang baru saja melukai putranya.


Lu Ceng berdiri di depan Lisin, mengangkat tinjunya tinggi - tinggi lalu berbelok dan mengarahkannya ke arah Lisin.


"Menghadapi mu, aku tidak akan berpindah dari tempatku berdiri..." Lisin berkata dengan ekspresi percaya diri.


"Haha... Itu lelucon paling lucu yang pernah kudengar tahun ini! Hadapilah kematianmu!..." Lu Ceng tertawa terbahak - bahak. Dengan Lisin yang begitu dekat dengannya, dia sangat yakin tidak akan meleset. Apa lagi membiarkannya lepas dari kematian.


"Tinju Penghancur..."

__ADS_1


"Kach!..."


"Bang!..."


Detik berikutnya, Wajah Lu Ceng segera berubah. Keterampilan kuat miliknya jarang di kuasai oleh kebanyakan Kultivator. Meskipun Lu Ceng adalah seorang Kultivator kuat dan sangat di hormati setelah Pimpinan Departemen Naga, keterampilan tempur yang dia tahu hanya pada keterampilan tinju penghancur. Itu menjadi tinju kebanggaan Lu Ceng.


Namun kali ini, Tinju penghancur miliknya. Tertangkap dalam tangan kosong oleh seorang pemuda. Bagaimana ini bisa terjadi?


Lisin seperti kata - katanya, yaitu tidak berpindah seolah - olah dia gunung yang tidak dapat di pindahkan.


"Apa!!!..."


Lu Ceng ingin membunuh Lisin dengan tinju penghancur miliknya, itu dilakukan untuk membalaskan putranya. Namun sekarang dia tidak bisa melukai Lisin seperti perkataannya. Dia hanya bisa malu.


"Aku beri kesempatan kedua untukmu menyerangku sekali lagi, atau kamu lebih memilih menyerah. Namun harus melumpuhkan kedua kakimu sendiri...." Lisin sekali lagi menjadi arogan dengan penuh percaya diri.


Lu Ceng yang merasa terhina, menarik tinjunya karena Lisin melepaskannya. Dia menjadi lebih marah dari sebelumnya. Dia di berikan kesempatan kedua, maka jangan menyesali atau menyalahkan dirinya, karena kejam.


"Namamu Li Shin, Sebelumnya membuat malu putraku. Sekarang melukainya. Kematian mu adalah penebusan terbaik yang bisa kamu berikan..." Lu Ceng menyeringai.


"Sebelumnya Tinju penghancurku, hanya menggunakan sebagian kekuatanku, karena aku terlalu meremehkanmu..." Lu Ceng melepaskan energinya lagi saat ia melompat sepuluh meter ke udara dengan energi Qi yang cerah menutupi tubuhnya, menyebabkan udara bergetar.


"Sekarang, Ambil ini. Tinju penghancur..."


Lu Ceng berteriak saat dia melambaikan tinjunya lagi ke arah Lisin yang berdiri di bawahnya. Pukulan ini telah menghasilkan tinju bersinar terang, itu terlihat seperti tinju agung, yang menyerang Lisin seperti petir.


Menghadapi Tinju penghancur dari lawannya, Lisin masih tenang. Ujung tangannya bersinar terang, menyebabkan udara berderak karena getaran yang kuat. Gelombang udara tebal bergulir di seluruh tubuhnya dan Dia tampak suci dan berani.


Beberapa anggota Departemen Naga lainnya menjadi panik, saat dua keterampilan kuat akan saling berbenturan. Mereka hanya bisa melangkah kebelakang sebagai tanggapan.


Jendral Xue tidak jauh berbeda. Dia sangat memahami kesulitan tinju penghancur milik Lu Ceng. Namun dalam hatinya dia sangat yakin jika Lisin akan menjadi pemenangnya.


"Duarrrrr..."


Ledakan terjadi saat dua tinju berbenturan, udara panas membuat asap beterbangan. Jejak langkah pada lantai dan kedudukan yang keduanya injak menjadi hancur seketika. Tidak ada yang menyangka jika pertempuran akan sampai sejauh ini.


"Ahhhh..."

__ADS_1


Lu Ceng terlempar cukup jauh menghancurkan kaca bangunan yang ada di belakangnya. Dia dalam kondisi yang sangat mengerikan. Itu karena hampir seluruh tubuhnya mengeluarkan darah. Dia tidak dapat bangun karena dia benar - benar di kalahkan.


Bersambung...


__ADS_2