
Saat ini semua orang meminum minuman mereka masing - masing. Ginuk, Giman, Tukik dan Gatot menghabiskan minuman mereka dalam sekali teguk.
Begitu juga Lisin, Sindi dan Jihan yang menghabiskan minuman tersebut tanpa rasa khawatir.
Selang beberapa waktu, Ginuk merasakan setiap bagian tubuhnya memanas, rasanya seperti sangat menggairahkan.
Kemudian Ginuk melihat Sindi dan Jihan yang tidak mengalami perubahan apapun, Mengapa? Apakah campuran afrodisiaknya kurang banyak, sehingga tidak bekerja? dan mengapa dirinya sangat bergairah?
Ginuk melihat ke arah Pacarnya yang terdiam diri saja. kemudian melihat bagian bawahnya yang membangun tenda. Tidak hanya pacarnya saja, Bahkan Tukik dan Giman dalam kondisi yang sama.
"Kalian jangan - jangan juga!..." Kata Ginuk sambil membuat dugaan jika ketiganya meminum Jus Jeruk yang tercampur obat Afrodisiak. Tapi bagaimana mungkin.
"Bebeb... mengapa kamu mencampur minuman kita dengan Afrodisiak?... Kan seharusnya Sindi dan Jinan yang meminumnya agar kita bisa merusaknya..." Giman langsung mengatakan yang sebenarnya.
"Benar... Mengapa kamu juga mencampur minumanku?..." Tukik juga tidak puas saat bagian bawanya menegang. karena tidak memiliki pacar, maka hanya sabun yang menjadi tempat pelampiasan.
"Aku tidak tahan... Bro Giman, pacarmu harus bertanggung jawab..." Gatot berteriak dengan keras.
"Aku tidak melakukanya..." Ginuk membantah, dirinya dapat merasakan jika bagian bawahnya basah dan mengeluarkan suatu cairan tertentu.
"Kamu yang membawa dan membuat Jus jeruk dari dapur Villa..." Giman kali ini membentak.
"Aku hanya mencampur Afrodisiak kedalam minuman Sindi, Jihan dan Lisin. Aku tidak mencampur milik kalian..." Ginuk menjelaskan dengan putus asa, bukannya hanya Tiga gelas yang tercampur dengan Afrodisiak, mengapa Trio penjahat kelamin dan dirinya juga terkena.
Kali ini Lisin yang terdiam karena tubuhnya mulai merasakan sensasi menggairahkan.
"Benar, Sulap sebelumnya... Dia pasti yang menukar minuman saat melakukan pertunjukan sulap" Kata Ginuk kemudian melihat kearah Lisin.
"Ginuk, Teganya kamu Memberikan afrodisiak kedalam minuman kita..." Kata Sindi dengan marah, Jihan juga kesal memiliki teman jahat seperti Ginuk.
"Mas Lisin apakah kamu menukar minumannya?..." Sindi dan Jihan sangat berterima kasih kepada Lisin.
"Benar, Hanya saja aku kecolongan..." Kata Lisin tidak berdaya.
"Duar..."
Kali ini celana bagian bawah Lisin membengkak, Semua orang terkejut dan dapat melihat ukuran yang luar biasa, hanya saja pakaian dalamnya cukup elastis jadi tidak robek juga.
"Mas Lisin, Kamu tidak apa - apa?..." Sindi bertanya, Jihan juga mendekati Lisin.
__ADS_1
Sekarang, Sindi dan Jihan mulai memahami jika Ginuk memiliki niat jahat terhadap diri mereka, dengan memberikan afrodisiak kedalam minuman yang akan dirinya minuman. mengapa temannya sangat jahat! belum lagi Mas Lisin yang tidak ada sangkut pautnya terkena imbasnya.
Lisin memiliki kedua bola mata yang membulat, dari awal dirinya tidak menyangka jika akan di beri afrodisiak juga. jika tahu seperti ini dirinya tidak akan meminum Jus jeruk miliknya.
Lisin dapat merasakan sahabatnya Joni yang meronta - ronta didalam pakaian dalam miliknya.
Sial... Ginuk ini sangat jahat, mengapa dia memberikan afrodisiak juga kepada minumanku.
"Aku baik - baik saja..." Jawab Lisin kepada Sindi dan Jihan.
Dengan bagian bawah membengkak Lisin kemudian menjelaskan, "Aku menduga hanya Minuman Sindi dan Jihan telah tercampur oleh sesuatu dan akan merugikan keduanya"
"Dalam sulap sebelumnya, Aku menggantikan minuman Sindi dan Jihan dengan minuman yang awalnya milik Ginuk dan Pacarnya, karena aku sangat yakin jika minuman mereka berdua tidak tercampur oleh Afrodisiak..." Kata Lisin berusaha dengan tenang dan melihat kearah Ginuk dan Giman.
"Setelahnya, Minuman yang awalnya untuk Sindi dan Jihan aku campur kedalam dua gelas lain dengan begitu menjadi empat gelas. Dan kalian masing - masing telah meminumnya. Aku tidak berharap minumanku sendiri akan di campur dengan afrodisiak juga..." Lisin menghela nafas.
Karena haus Lisin hanya bisa meminum bagiannya sendiri dan ternyata sudah tercampur dengan afrodisiak juga. Sungguh konyol di saat berfikir semuanya akan berakhir dengan indah ternyata kecolongan.
"Tunggu dulu, Ginuk mengapa kamu mencampur minuman Mas Lisin juga? dan Mengapa kamu memiliki siasat jahat seperti ini, kepada aku dan Jihan?..." Sindi berteriak, dirinya ingin menampar teman jahatnya tersebut.
"Karena ulah kalian berdua, Satu kampus membicarakan aku tidak suci lagi dan menganggap ku wanita murahan..." Ginuk menjelaskan keluhan yang selama ini dirinya simpan.
"Aku dan Jihan tidak menyebarkan rumor apapun..." Sindi dan Jihan mendengarkan Ginuk yang menjelaskan tentang rumor dan lain sebagainya, dan karena itulah Ginuk berniat melakukan balas dendam.
"Mengapa! Itu karena dia sudah membuatku malu... Aku ingin membuatnya kesakitan karena tak tersalurkan..." Ginuk mengakui.
"Bebeb, Bukannya temanmu menginginkan tempat pelampiasan, Perkosa saja keduanya..." Ginuk sudah tidak tertolong lagi, dia dengan kejam menyuruh Trio penjahat kelamin untuk memperkosa Sindi dan Jihan.
"Mas Lisin, Tolong... Ada penjahat kelamin..." Sindi dan Jihan meminta bantuan kepada Lisin.
Hanya saja Lisin juga penjahat kelamin, mengapa meminta bantuan kepadanya. Sindi dan Jihan ini tidak memahami jika Lisin lebih berbahaya dari ketiganya.
"Bersembunyi di belakangku..." Lisin masih memiliki Joni yang meronta - ronta. namun tidak peduli saat menghadapi Trio penjahat kelamin.
"Bang..."
"Ahhhh..."
Dengan beberapa tendangan ringan pada bagian perut, ketiganya terlempar jauh namun kembali berdiri lagi dengan merintih kesakitan. Juga ketiganya ketakutan karena Lisin begitu kuat.
"Tolong jangan lagi, Kita menyerah..." Giman dan dua temannya memiliki perut kesakitan, walaupun mereka menginginkan Sindi dan Jihan ketiganya tidak suka mengalami kesakitan apa lagi terluka.
__ADS_1
"Aku belum serius karena kalian masih memiliki kegunaan..." Mendengar perkataan Lisin ketiganya sangat bersyukur.
"Bukannya kalian menginginkan pelampiasan? Kalian bertiga bisa melakukannya terhadap Ginuk, Sepertinya dia juga menginginkannya..." Kata Lisin dengan datar.
Tatapan mata ketiganya melihat kearah Ginuk, kemudian mengingat jika masalah ini karena dia, ketiganya harus membalas kepada Ginuk.
"Tidak... Jangan mendekat, Tolong..." Walaupun Ginuk menginginkannya juga karena pengaruh Afrodisiak. dirinya juga memiliki rasa takut jika melayani tiga orang sekaligus.
"Tolong... tuan tolong aku... Mereka bertiga ingin memperkosa ku..." Kata Ginuk kearah Pihak Villa.
Pihak Villa juga kebetulan baru datang karena terdengar terjadi keributan, kemudian memahami jika Wanita yang meminta bantuan telah menyinggung pemilik Villa.
"Mengapa kamu tidak membantuku..." Tanya Ginuk dengan putus asah.
"Itu karena Villa ini Milik bapak Lisin jadi semuanya ada pada keputusannya..." Pihak Villa menjelaskan.
Apa!!!... Ginuk dan Trio penjahat kelamin sangat terkejut, Ternyata Villa Solong adalah milik Lisin. Sindi dan Jihan lebih dari terkejut, karena keduanya yang mengajak Lisin untuk berlibur di Villa yang ternyata milik Lisin sendiri.
Sindi yang meragukan perkataan Kakaknya Sultan akhirnya mengakui Jika Lisin benar - benar kaya, mungkin lebih kaya dari siapapun yang ada di sini.
Giman dan Ginuk, memiliki ekspresi wajah yang sangat malu, keduanya mengatakan sudah terlanjur kaya tapi dirinya menyewa Villa Lisin yang dirinya anggapnya Miskin karena berjalan kaki. Bagaimana hal ini tidak menampar wajahnya sendiri.
"Tolong lepaskan..." Ginuk tertangkap oleh ketiganya kemudian dibawa kedalam Villa yang sudah mereka Sewa sebelumnya.
Entah Gaya apa yang akan ketiganya lakukan terhadap Ginuk, yang jelas sulit untuk di bayangkan. Entah melakukannya secara bergiliran ataukah secara bersama - sama seperti dari depan, belakang, atas dan bawah dan lain sebagainya.
Sekarang Ginuk menikmati buah dari keringatnya sendiri, hanya saja rasanya pahit atau manis tidak ada yang memahaminya selain Ginuk sendiri yang merasakannya.
Masalah belum selesai. sekarang Lisin harus menghilangkan pengaruh Afrodisiak yang ada di tubuhnya. Tenang saja kan ada sistem.
Karena bukan Afrodisiak seribu tahun yang menjangkit Wulan. Lisin sangat yakin jika Sistem memiliki penawarnya.
Lisin melihat kearah Sindi dan Jihan, Lisin bingung antara membeli Pill penawar Afrodisiak ataukan memilih salah satu di antara Sindi dan Jihan atau keduanya sekaligus.
Pilihan pertama memerlukan uang untuk membeli Pill penawar, apakah Lisin kekurangan yang? jelas Tidak.
Pilihan kedua harus mengorbankan gadis tak berdosa seperti Sindi atau Jihan.
Pilihan ketiga ikut bersenang - senang dengan Ginuk dan Tiga penjahat kelamin.
Jelas Lisin tidak mungkin memilih yang terakhir. jadi pilihan favoritnya antara yang pertama dan yang kedua.
__ADS_1
Bersambung...