
Lisin yang baru saja menyelinap masuk melalui jendela kamar tidak menyangka jika Zhang Fei berada di kamarnya.
Sejak kapan?
Apakah sejak dirinya keluar! Jika seperti itu setidaknya 4 - 5 jam terlalui. Mengingat Zhang Fei yang dingin begitu perhatian membuat Lisin terharu, sekaligus merasa bersalah karena meninggalkan seorang istri sendirian di rumah.
Jika tahu seperti ini, lebih baik berpamitan terlebih dahulu jika dirinya akan mengunjungi tempat - tempat prostitusi. Lisin sangat yakin sebaik baiknya seorang istri adalah istri yang pengertian terhadap suaminya.
"Sayang ku, Aku tidak menyangka jika kamu begitu baik dan perhatian terhadapku..."
Lisin berjalan mendekat sambil merentangkan kedua tangannya. dengan niatan ingin memeluk Zhang Fei yang sangat baik karena sudah mau menunggunya.
"Berhenti, Jangan menyentuh ku..."
Zhang Fei mengerutkan kening, dirinya awalnya sudah kembali kedalam kamarnya. namun kesal dan sangat kesal terhadap suaminya ini. mengapa dia keluyuran di malam hari, apakah dia akan mati jika tidak mengunjungi tempat prostitusi.
Lisin menghentikan kedua tangannya, dia tidak memaksa Zhang Fei. satu sisi Zhang Fei adalah istrinya namun keduanya menikah tanpa di dasari cinta. sekarang Lisin ingat jika Zhang Fei akan menceraikan dirinya setelah tiga bulan masa pernikahan.
Mengapa harus tiga bulan?
Jika dia tidak menyukai Lisin mengapa harus menikah, mengapa tidak mengatakan yang sejujurnya jika tidak ingin menikah dengan dirinya. walaupun sudah melakukannya sekali namun hanya Lisin yang mengingat kejadian tersebut. namun Zhang Fei tidak.
"Kemana kamu pergi keluar?... Jawab dengan jujur..."
Jujur!
"Sebelumnya, Aku mendatangi tempat prostitusi lagi..." Jawab Lisin dengan jujur, entah mengapa dia ingin menangis karena kejujurannya akan membuat istrinya salah paham.
"Kamu, benar - benar tidak berubah, aku memberikan kamu kesempatan untuk berbicara namun kamu, memilih pergi ketempat prostitusi lagi..."
Ingin rasanya menjambak rambutnya, Pikir Zhang Fei dengan kesal. Sudah jelas dan tidak perlu di katakan lagi, Zhang Fei sangat menyesal memberikan Lisin kesempatan untuk berbicara.
Zhang Fei hendak berbalik pergi dan tidak peduli lagi dengan suaminya, karena setelah Tiga bulan keduanya akan berpisah.
"Kamu boleh percaya atau tidak, aku mendatangi tempat prostitusi bukan untuk mencari pelayanan, namun menyelamatkan seorang wanita yang hendak terjerumus kedalam dunia prostitusi..."
"Namanya, Wang Xia dan keluarganya terlilit hutang..."
__ADS_1
Lisin juga memiliki keterbatasan dalam kesabaran yang dia miliki. Mungkin Lisin tidak terlalu peduli dengan kesalahanpahaman Zhang Fei, namun dirinya tidak suka jika harus menahan Fitnah seperti ini.
"Pembohong..."
Zhang Fei melihat kearah Lisin untuk terakhir kalinya sebelum akhirnya pergi.
Lisin melihat tatapan dingin Zhang Fei entah mengapa sedikit kacau. dan memiliki perasaan yang kurang nyaman.
Lupakan tentangnya, dari awal kita memang tidak cocok untuk tetap bersama. Lisin tersenyum kecut kemudian dia mengingat tentang tujuannya pergi ke China.
Semuanya hanya untuk menyelesaikan tugas sistem. tidak peduli apa yang jelas Lisin harus menyelesaikan tugas yang Sistem berikan. Sedangkan hubungan dirinya dengan Zhang Fei, semuanya murni kebetulan.
.....
Keesokan paginya, Lisin seperti biasa bangun cukup siang sebelum akhirnya melakukan rutinitas umum.
Pagi ini juga Lisin tidak menemukan keberadaan Zhang Fei. untuk itu Lisin mengabaikannya dan memilih untuk pergi keluar seperti biasanya.
Semalam Lisin memutuskan untuk pindah dan tidak menempati Villa Pribadi Zhang Fei lagi. Dirinya hanya bisa membicarakannya nanti.
Dia tidak memiliki pekerjaan tetap selain menyelesaikan tugas sistem. Apa yang harus Lisin lakukan, Dia juga tidak kekurangan uang namun tidak bisa Membelanjakan uang tersebut. Sungguh menyedihkan.
Lisin secara tidak sengaja menabrak seseorang, dan dia cukup sering mendapatkan hal klasik seperti yang satu ini. Tentunya dia sangat yakin jika tabrakan tersebut dengan wanita cantik.
Hanya saja saat Lisin melihat pihak lainnya. dia tidak menemukan keindahan ataupun semangka besar, berambut panjang atau juga hal yang berbau dengan feminim. Sepertinya kali ini Lisin tidak menabrak yang berlubang melainkan yang berbatang.
Sungguh nasib sial, giliran yang di tabrak wanita bahagia. tapi giliran yang di tabrak pria ingin muntah.
Orang yang Lisin tabrak adalah seorang bodyguard dari pria tua kaya.
Bodyguard itu hanya berjalan biasa sambil mengelilingi majikannya dan karena terlalu hati - hati mengingat hari pertama dia bekerja, dia secara tidak sadar bertemu dengan Lisin dan terjadilah tabrakan.
Bodyguard tersebut merasa seperti menabrak baja atau bangunan yang tidak dapat dipindahkan. Mengapa orang ini begitu kuat. Dia sangat malu karena sebagai seorang Bodyguard dia tidak seharusnya menunjukkan sisi lemahnya di depan majikannya.
Sedangkan itu pria tua yang menjadi majikan menatap Lisin dengan tertarik, namun bukan tertarik karena suka ataupun cinta, melainkan sangat heran. padahal Bodyguard tersebut adalah yang terbaik yang dia kerjakan. namun terlihat lemah di depan Pemuda ini.
Mari kita Lihat apa yang selanjutnya terjadi.
"Sialan... Apakah kamu tidak memiliki mata? Untung saya tidak fokus saat berjalan jika tidak, aku tidak akan terjatuh..."
__ADS_1
Di depan majikannya bagaimana mungkin Dia berdiam saja saat sesuatu yang memalukan menimpa dirinya. Dia harus bersikap layaknya seorang bodyguard yang seharusnya.
"Minta maaf sekarang, jika tidak aku akan mematahkan kedua kakimu..."
Lisin mengerutkan keningnya, jelas dia memahami siapa yang salah dan siapa yang tidak. Bodyguard yang ada di depan dirinya ini berjalan dengan terlalu bersemangat sehingga saat dia secara tidak sengaja menabrak Lisin yang berjalan dengan santai. Jadi mengapa Lisin harus meminta maaf.
"Bagaimana jika aku tidak akan meminta maaf..."
"Kalau begitu jangan menyesal..."
Bodyguard tersebut langsung menghujani Lisin dengan pukulan yang bertubi - tubi. dan sangat jelas Jika Lisin dapat menghindarinya dengan mudah tanpa kesulitan.
"Bang..." Lisin memukul sekali namun tidak berharap jika Bodyguard tersebut langsung terkapar. Sial aku lupa mengontrol kekuatanku.
Pria tua kaya raya memiliki kedua matanya yang menyala dan sangat sukacita bertemu dengan orang sekuat Lisin. walaupun bodyguard yang dia kerjakan terpukul dia tidak marah sama sekali.
Lisin akhirnya melihat kearah pria tua kaya dengan minat, "Apakah kamu akan membalas dendam untuk Bodyguard kamu yang aku pukul?..."
"Hahaha... Aku tidak mungkin memiliki pemikiran sempit seperti itu, Sebagai majikan demi keamanan, aku menggunakan jasa Bodyguard. Sekarang karena dia kalah maka salahkan dirinya sendiri karena tidak memiliki kemampuan..."
Pria tua kaya tersebut tersenyum, walaupun dia sudah banyak melihat orang kuat dan kuat namun kebanyakan dari mereka memiliki sikap sombong. Sedangkan pemuda ini walaupun kuat dia tetap sederhana dan tidak menonjol. rasanya seperti melihat permukaan danau yang tenang namun tidak mengetahui dasar dari danau tersebut.
"Pak tua, aku setuju dengan mu, Setidaknya kamu memiliki kekagumanku, karena dengan penyakit kanker yang kamu miliki kamu masih bisa menjalani kehidupan dengan baik..."
Lisin mengatakan secara langsung saat mengetahui jika pria tua kaya yang ada didepannya memiliki penyakit kanker.
Pria kaya yang ada di depannya tersebut langsung terkejut, sekaligus kecewa karena hidupnya tidak lama lagi.
(DING...)
(Tugas sistem terpicu, Sembuhkan Tuan Lou dari kangker prostat yang di deritanya: Ya/ Tidak)
Lisin tersenyum, sepertinya pria tua kaya ini tidak sederhana, karena Sistem memberikan tugas. pastinya akan ada sesuatu yang lain yang menantinya, dan berhubungan dengan pria tua kaya ini.
"Ya..."
"Pak tua, Jika tidak keberatan, aku bisa membantumu dalam menyembuhkan penyakit kanker prostat yang kamu miliki..."
Lisin tersenyum, sedangkan pria tua kaya tersebut memiliki mulut terbuka dan mata yang melebar. rasanya tidak percaya jika kesembuhan yang begitu sulit dia dapatkan akan dengan muda dikatakan oleh Pemuda yang berdiri di depannya.
__ADS_1
Bersambung...