Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 275


__ADS_3


Lisin baru saja menghentikan mobil BMW putih di depan Villa pribadi Zhang Fei.


Sebenarnya dia terlalu malas untuk bertemu lagi dengan Zhang Fei, Namun dia tidak akan melarikan diri dari masalah karena dia seorang laki - laki. Tetapi dia harus bertemu dengan Zhang Fei dan menanyakan masalahnya dengan baik - baik. Setidaknya dia bisa memberikan Undangan Pesta Amal Lou Corporation jika dirinya menghubungi Lou Ming.


"Tuan Li..." Bibi Nam yang baru saja menyelesaikan tugasnya dalam menyirami tanaman menjadi sangat senang saat mengetahui kedatangan Lisin. Dia sudah melihat Zhang Fei yang sedih dan gelisah. Di tambah Lisin tidak pulang selama dua hari, hal tersebut membuat Bibi Nam semakin yakin jika keduanya sedang bertengkar lagi.


"Bibi Nam, Apakah Zhang Fei ada di dalam? ataukah dia pergi bekerja?..." Tanya Lisin yang baru saja turun dari mobilnya.


"Tuan Li, Nona Zhang ada di kamarnya..." Bibi Nam menjelaskan.


Lisin dengan perlahan memasuki Villa dan menaiki anak tangga dengan tujuan kamar Zhang Fei yang ada di lantai dua.


Lisin tiba - tiba mendengar seseorang menangis ketika dia baru saja ke lantai dua dan berdiri di depan pintu kamar Zhang Fei. Dia memiliki pendengaran super, jadi dia dengan mudah dapat mendengar tangisan yang ada di balik pintu.


"Apakah Zhang Fei menangis?!..." Lisin akrab dengan suara tangisan, itu pasti dari seorang wanita di dalam kamar Zhang Fei, dan tidak mungkin orang lain selain Zhang Fei sendiri.


"Mengapa dia menangis?!..." Walaupun Lisin tidak melihat dan mengetahui apa yang terjadi di balik pintu, Tetapi dia sangat yakin jika Zhang Fei menangis.


Sisi lain pintu kamar.


Di dalam kamarnya Zhang Fei menangis di depan foto mendiang ayahnya. Jika orang lain mengetahui tentang Zhang Fei yang menangis, mereka pasti akan sangat terkejut.


Zhang Fei jelas tidak menyadari kehadiran Lisin yang ada di depan pintu, karena dia sedang menangis dengan sangat emosional.


"Ayah, Maaf jika aku tidak bisa menjadi putri seperti yang kamu harapkan. Aku sudah menikah dengan pria bernama Li Shin. Meskipun Awalnya hanya kecelakaan aku tidur dengannya dalam satu malam, Tetapi dia sangat baik, Dia beberapa kali membantuku dalam kesusahan. Tetapi aku memanfaatkan pernikahan dengannya hanya untuk mempertahankan properti peninggalan ayah..."

__ADS_1


"Ayah menulis surat wasit bersyarat. jika aku tidak menikah di usia 25 tahun, semua properti rumah dan lainnya, akan berganti menjadi milik badan amal. Aku tidak menginginkannya, rumah ini menyimpan banyak kenangan yang tidak ingin aku lupakan. Untuk itu aku menikahi orang asing dan setelah tiga bulan aku akan menceraikannya..."


Diam, Lisin yang mendengarkan dari balik pintu tidak bisa berkata - kata. Dia tidak menyangka jika alasan Zhang Fei menikahi dirinya selama ini, hanya tidak ingin properti keluarga Zhang yang menyimpan banyak kenangan. Antara Zhang Fei dengan mendiang ayahnya,


Jadi Pernikahan ini, Karena wasiat ayahnya yang mengharuskan Zhang Fei menikah di usia 25 tahun.


Entah mengapa Lisin merasa kasihan dengannya, ternyata di balik sikap dingin Zhang Fei. Dia memilik beban yang begitu besar.


"Ayah, Lotus Corporation yang kamu tinggalkan untukku, Aku sudah mengurusnya sebaik mungkin. Tetapi sekarang Perusahaan memiliki beberapa masalah keuangan dan perusahaan, mungkin akan tutup kapan saja. Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk mempertahankan perusahaan, agar tidak di tutup dan tetap bertahan..."


"Tetapi ketika, Kesempatan untuk menyelamatkan perusahaan datang. Dengan undangan dari pesta amal Lou corporation. Aku dapat menghubungi banyak orang kaya yang dapat memberikan dukungan finansial kepada perusahaan Lotus corporation agar tidak di tutup..."


"Akan tetapi Undangan yang menjadi satu - satunya kesempatan tersebut hilang atas kelalaian ku sendiri. Sekarang harapanku menjadi hancur, dan Lotus Corporation cepat atau lambat tidak dapat di pertahankan lagi..."


Lisin mendengarkan isak tangis Zhang Fei dari balik pintu, menjadi tertekan. Dia tidak mengetahui jika perusahaan Zhang Fei berada di ambang kebangkrutan.


Lisin akhirnya mengerti alasan mengapa Zhang Fei sangat marah kepada dirinya saat Lisin merobek surat undangan. Lotus corporation adalah hadiah dan harapan yang tersisa baginya dari mendiang ayahnya. Zhang Fei hanya berusaha menyelamatkan perusahaannya, dan surat undangan pesta amal Lou corporation adalah satu - satunya yang bisa menyelamatkannya.


Lisin yang tidak mengetahuinya dengan cerobohnya Merobek surat undangan. Hal itu sama dengan menghancurkan semua harapan Zhang Fei.


"Ini semua salahku..." Lisin merasa sangat bersalah atas apa yang dia lakukan sebelumnya. Dia terlalu bucin dan bertindak seenaknya.


Jika Lisin berada di posisi Zhang Fei pasti akan marah juga. Lisin sadar kalau dia melakukan kesalahan besar. Hingga membuat istrinya menangis.


Sedangkan untuk masalah Zhang Fei memanfaatkan pernikahan mereka, hanya untuk mempertahankan semua properti keluarga Zhang. Lisin tidak terlalu peduli. Sekarang Zhang Fei adalah istrinya, dia tidak boleh membuatnya bersedih.


Lisin sangat bersalah dan sedih pada saat yang sama. Dia merasa seperti pecundang karena tidak dapat memahami perusahaan istrinya, yang sedang mengalami krisis keuangan.

__ADS_1


Apakah Lisin kekurangan uang? tentu saja tidak. Dia bisa menggunakan kekayaannya untuk membalikkan kondisi perusahaan Zhang Fei. Dia bisa membantu dengan cara apapun.


Setelah mengetahui ini, tidak mungkin Lisin akan berdiam diri saja.


Lisin memutuskan untuk kembali ke mobilnya tanpa menemui Zhang Fei yang menangis di kamarnya.


Lisin mengeluarkan ponselnya dan bersiap untuk memanggil Lou Ming.


"Halo, Saudara Li, lama tidak menghubungiku. Bagaimana dengan Mei Lan? Jika menginginkan yang lainnya Aku siap mengirimkan beberapa..." Suara Lou Ming terdengar di balik panggilan telepon.


Lisin merasa ini muntah, mengapa pria tua bau tanah ini masih saja enerjik. jika Lisin tidak memiliki masalah dengan Zhang Fei, dia pasti akan menerima tawaran dari Lou Ming dengan kedua tangan terbuka.


"Ehm... Ehm... Saudara Lou, Seperti tidak mengetahui karakter ku saja. Sebagai pria baik - baik, Aku tidak bermain wanita..." Lisin langsung menjelaskan dengan ilmu kemunafikan canggih miliknya.


"Benar Juga, Saudara Li, Maafkan ketidaktahuanku. Karena kamu tidak menginginkannya. Sangat di sesalkan..." Lou Ming mendesah, dia salah memahami Lisin. saat ini dia mengumpulkan banyak wanita yang tidak kalah dengan Mei Lan dan berharap bisa menyenangkan Lisin. sayang sekali Lisin pria baik yang tidak seperti dirinya kira.


"Ehm... Ehm... Saudara Lou, Bukan aku tidak menginginkannya atau menolak niat baikmu. Saat ini aku tidak mood membahas tentang keindahan..." Lisin dengan tergesa - gesa menjelaskan. Berharap Lou Ming tidak membatalkan niat baiknya.


Lisin harus mendapatkan surat undangan untuk menebus kesalahannya. Untuk itu dia menghubungi Lou Ming karena hanya dia yang bisa membantu Lisin saat ini. Sedangkan urusan niat baik Lou Ming itu bisa menyusul.


"Haha... Saudara Li, Kamu seperti orang asing saja. Kita saudara yang terpisahkan karena beberapa generasi saja, diantara kita tidak ada rahasia. katakan saja kesulitan yang kamu miliki?..." Lou Ming bertanya dengan rasa ingin tahu.


Lou Ming tentu mengenal pria muda disisi lain penelpon. Lisin adalah dermawan yang sudah membatunya dalam menyembuhkan kangker prostat yang dirinya derita. Bahkan jika harus memberikan semua kekayaan miliknya, Lou Ming tidak akan menyesal. Sekarang dia menganggap Lisin sebagai saudara. Jadi tidak mungkin dia diam saja jika Lisin dalam kesulitan.


"Saudara Lou, kamu memang sangat bisa di andalkan..." Lisin sangat bersyukur saudara seperti Lou Ming.


"Saudara Li, katakan saja jangan bertele - tele..." Kata Lou Ming dengan serius. Dia siap dengan apapun yang Lisin minta darinya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2