Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 98


__ADS_3

Mimin dan Juleha berpelukan dengan mesra, dalam khayalan di sekelilingnya terdapat hujan bunga mawar yang begitu indah dan musik inda khas sharukhan.


Keduanya yang dalam pelukan berputar-putar sambil tertawa, Mimin mencubit hidung Juleha begitu juga sebaliknya.


Latar tempat berpindah ke sebuah padang rumput yang di penuhi dengan bunga berbagai macam warnah.


Saat keduanya ingin melakukan ciuman prancis, suara batuk menghancurkan khayalan tersebut.


"Ehm... Ehm... Ehm..."


Lisin yang batuk dalam khayalan yang berbeda, dirinya di selimuti oleh kumpulan awan badai yang memiliki kilatan dan sambaran petir mengenai tubuhnya.


Jika itu dulu Lisin tidak terlalu peduli dengan menjadi obat nyamuk, sekarang Jika Lisin menjadi obat nyamuk para jomblo tertawa bahagia sambil berkata.


Sekarang kamu tau kan apa yang aku rasakan?


"Ehm... Ehm... Ehm..."


Lisin sedikit kesal padahal sudah batuk berulang kali, namun dunia Mimin yang di penuhi dangan warna tidak dapat teralihkan.


Sial... tau begini tidak usah di sembuhkan, aku sudah batuk selusin kali tetap saja terabaikan.


"Sayang... kita bisa melanjutkannya nanti aku lupa jika ada jomblo di sini..." Mimin berkata dengan malu, lalu duduk berlawanan dengan posisi Lisin.


Ada jomblo di sini?... Sial, apakah aku kemana-mana harus membawa wanita agar tidak di katakan jomblo.


"Terima kasih, Bro Lisin..." Mimin berkata.


"Ya... Terima kasih, Mas Lisin..." Juleha juga berterima kasih dengan tulus.


Jika Lisin tidak menyembuhkan suaminya bukankah dirinya akan membuat momongan dengan Lisin, Memang benar jika dia tampan dan jauh lebih baik dari suaminya. namun Juleha tidak ingin mengkhianati suaminya yang telah baik kepada dirinya selama ini.


"Sama-sama..." Lisin menjawab dengan tidak berdaya.


Untung saja dirinya kebal terhadap kecantikan sekelas Juleha. jika tidak, nangis Mimin di rumahnya ada gempa bumi.


"Sayang, buatkan tamu kita minuman..." Mimin menyuruh istrinya.


"Bro, tidak usah repot-repot..." Lisin memotong.


"Hanya sekedar minuman, ingin minum apa? Teh hangat, teh susu, kopi hitam, white kopi, susu jahe, coklat, rasa-rasa juga ada, jeruk, mangga, sirsak, jambu, melon, nanas, strawberry, cincau, leci atau bikin sendiri..." Setelah lebih dari beberapa menit Mimin berhenti, mengambil minum lalu melanjutkan.


"Kelapa muda juga ada, jika nyari mama muda pertemanan kita putus..."


Sial... Mengapa terdengar seperti kereta api, Juga siapa juga yang nyari mama muda.


"Bro... cukup air putih saja..." Lisin memesan.


"Ok..."


Dalam menunggu Lisin masih dapat mendengarkan lagu india, Apakah aku berhalusinasi.


"Bro... Musik indianya, belum hilang?"


"Itu komplek sebelah, dia selalu seperti itu... jika memutar musik, seluruh komplek perumahan akan dapat mendengarnya" Mimin menjelaskan.

__ADS_1


"Oh..."


(DING...)


(Tugas sistem terpicu, tuan rumah harus membantu Mimin Sarimin dalam membesarkan bisnis jualan nasi goreng)


(Habiskan dana sistem 10 juta untuk membuat bisnis dengan omset 100 juta dalam waktu 1 minggu)


(Apakah tuan rumah menerima: Ya/Tidak)


"Ya..." Lisin menjawab dengan linglung.


"Bro, aku keluar sebentar..." Lisin berpamitan.


"Silakan..." Mimin menjawab dengan bingung.


Lisin langsung pergi keluar lalu berhenti di bawah pohon mangga kemudian melompat-lompat.


"Ya... hahahaha..."


Lisin yang melompat-lompat dengan bahagia tanpa sadar dilihat oleh pengendara sepeda motor yang kebetulan lewat di depan komplek.


"Kasihan... masih mudah sudah gila..." Pengendara yang ada di depan menggeleng dengan menyesal.


"Jomblo yang malang... sepertinya dia gila karena terlalu lama menunggu ketidak pastian... Ayo Pa pergi saja, jangan pedulikan dia, mungkin di koran besok akan menjadi berita utama" Wanita gemuk yang di bonceng berkata dengan turut prihatin.


"Berita utama apa Ma?..." Suaminya bertanya.


"Seperti, Ditemukannya pemuda Jomblo gantung diri karena tidak kuat menjalani cobaan dari Tuhan... begitu Pa..." Wanita gemuk itu sepertinya penyiar berita, karena pembawaan narasinya cukup pas.


"Sialan... siapa yang ingin bunuh diri karena tidak kuat menjalani cobaan hidup" Lisin dengan marah berteriak.


Dapat di lihat jika pohon tersebut memiliki seutas tali yang menggantung pada pohon mangga, entah sebelumnya di gunakan untuk apa yang jelas orang yang berdiri di bawahnya akan dikira akan melakukan bunuh diri.


Sabar... Sabar... ini ujian.


Dengan pendengaran super, gosip dari pengendara suami istri tersebut tidak luput dari pendengar Lisin.


Alasan mengapa Lisin melompat-lompat adalah karena dirinya sangat senang dengan tugas sistem yang baru saja dirinya dapatkan.


Benar, tugas sistem kali ini adalah menghabiskan dana sistem dan itu mengingatkan Lisin saat pertama kali mendapatkan Sistem.


"Sistem kenapa baru sekarang ada tugas menghabiskan dana sistem lagi, mengapa kemarin-kemarin tidak?..." Lisin bertanya dengan kesal.


Dari pada menjalankan tugas berat Lisin lebih suka melakukan tugas yang hanya menghabiskan dana sistem.


(Tuan rumah salah paham)


(Tugas sistem terpicu tergantung suasana hati sistem)


(Seperti saat pertama tuan rumah mendapatkan sistem, itu karena tuan rumah sangat menyedihkan di tinggal pas lagi sayang-sayangnya)


Sialan... siapa yang di tinggal pas lagi sayang-sayangnya, aku yang memutuskan mantanku.


Lisin hanya bisa mengutuk di dalam hati karena Sistem mengingatkan dirinya dengan sesuatu yang kelam.

__ADS_1


(Karena sistem berbudi luhur maka akan memberikan tugas sistem menghabiskan dana sistem saat tuan rumah mengalami keterpurukan, saat itu)


(Seperti sekarang ini, Sistem dalam suasana hati yang baik karena tuan rumah menjadi obat nyamuk)


Mendengar ini Lisin ingin muntah darah... Sialan, mengapa kamu sangat senang melihat orang lain susah.


(Karena tuan rumah yang menyedihkan dengan menjadi obat nyamuk, maka sistem yang baik hati dan tidak sombong ini akan memberikan tugas menghabiskan dana sistem)


Sialan... apanya yang baik hati dan tidak sombong, jika kamu berwujud manusia aku akan memukulmu.


(Jika tuan rumah bersenang-senang seperti bermain squid game mungkin sistem akan memberikan tugas yang berat)


Sialan... jangan bilang kamu iri melihatku bersenang-senang... benar pasti seperti itu.


Pengendara suami istri yang sebelumnya kebetulan lewat, datang lagi dan saat melihat Lisin berbicara sendiri keduanya sangat yakin, jika Pemuda yang ada di bawah pohon mangga pasti sudah gila.


Lisin dengan kesal memutuskan untuk kembali ke dalam rumah kos milik Mimin.


Lisin, Mimin dan juga istrinya duduk bersama di dalam ruangan yang kecil tersebut.


"Bro... Kudengar kamu punya bisnis di jakarta..." Ini bukan karena Lisin menerima tugas sistem, bahkan tanpa tugas dari sistem dirinya siap membantu bisnis temannya.


"Seperti yang kamu lihat di depan ada gerobak jual, Aku membuka warung nasi goreng khas banyuwangi di jakarta..." Mimin berkata dengan jujur.


Namun Lisin mulai ingat tentang kesuksesan Mimin yang katanya bekerja di salah satu perusahaan besar.


"Mungkin kamu pernah mendengar aku kerjanya seperti di salah satu perusahaan yang ada di jakarta..." Mimin terdiam lalu melanjutkan.


"Dulu aku didaftarkan pamanku sebagai penjaga keamanan di sebuah perusahaan PT. Island Concepts Indonesia Tbk. yang bercanda di jakarta, dan lebih dari satu tahun aku kerja disana" Mimin berkata dengan tidak berdaya.


PT. Island Concepts Indonesia Tbk... bukankah ini perusahaan yang pernah diakuisisi oleh perusahaan PT. Angkasa aku tidak pernah tahu jika temanku Mimin pernah menjadi penjaga keamanan di salah satu perusahaan cabang.


"Bro... Bagaimana kamu bisa keluar dari perusahaan itu..." Lisin belum bisa mengatakan jika PT. Island Concepts Indonesia Tbk. adalah perusahaan miliknya.


"Aku menyinggung salah satu pemegang saham perusahaan dan berakhir dengan di pecat, sejak saat itu aku membuka warung nasi goreng pinggir jalan yang ada di jalan raya Thamrin jakarta"


Mendengar jika Mimin di pecat entah kenapa Lisin sedikit marah itu adalah perusahaan miliknya bukannya itu sama dengan dirinya sendiri yang memecat Mimin.


"Bro, apakah kamu ingat orangnya seperti apa atau namanya?... dan bagaimana kamu bisa di pecat" Lisin bertanya dengan kesal.


"Saat itu aku tidak tau dia adalah pemegang saham di perusahaan, dia berniat melakukan pelecehan terhadap salah satu karyawan wanita jadi aku membelah karyawan wanita tersebut"


"Untuk namanya, jika tidak salah ingat... namanya Nengah dia cukup mudah seumur atau sedikit lebih tua darimu, sudahlah bro, itu semua masa lalu..." Mimin berkata dengan tersenyum.


Nengah... aku tidak pernah mengenalnya, pasti Ningsih tau sesuatu tentang dia.


Jika Lisin tau Nengah juga mengejar Ningsih, entah seperti apa nasib yang akan menunggu Nengah ini.


Bersambung...


*Tidak terasa cukup banyak chapter menemani perjalanan Lisin, ada rencana tamat di chapter 100 dan di buatkan sekuelnya.


*Ataukah tidak perlu sekuel? bantu author menemukan solusi.


*Mampir juga Novel baru author yang berjudul "SISTEM KERUGIAN dengan skill ONE PUNCH MAN"

__ADS_1


*Terimakasih.


__ADS_2