
Keesokan harinya...
Carlos duduk di aula tengah ruangan, seperti biasa bersandar sambil memanjakan dirinya dengan bersantai.
Akan tetapi hari ini berbeda dengan hari-hari sebelumnya itu di karenakan semalam Carlos mendapatkan mimpi buruk.
Mimpi buruk tersebut adalah kehancuran gangster Sinaloa, Sungguh lelucon yang cukup kelewatan. Carlos berpikir jika dirinya terlalu banyak pikirkan maka dari itu dirinya mendapatkan mimpi buruk.
Gangster Sinaloa dengan puluhan ribu anggota bersenjata lengkap mendiami kawasan berbukit barat daya Meksiko, dan telah ada lebih dari beberapa dekade lamanya.
Di hadapkan dengan mimpi buruk tersebut Carlos hanya tersenyum kecut, dirinya sadar telah melakukan banyak dosa besar. namun inilah kehidupan jika kita tidak menindas maka kita akan ditindas. jika kita tidak melakukan bisnis ilegal maka kita tidak akan kaya.
Selama hidupnya Carlos membuat banyak kejahatan melalui perintahnya. bahkan berulang kali di penjara dan berulang kali juga kabur dari penjara dengan tingkat keamanan nomor satu di dunia.
Mimpi semalam seolah memberinya sebuah peringatan, Carlos tau jika tuhan tidak menyukai dirinya maka dari itu Carlos banyak membuat dosa.
Baginya Tuhan itu tidak ada karena entah dirinya berbuat baik atau berbuat buruk Tuhan tidak pernah membantu dirinya.
"Sungguh lelucon..."
Carlos tidak percaya jika mimpi semalam adalah peringatan dari Tuhan. dalam mimpinya seorang pemuda akan menghancurkan dirinya beserta sejarah gangster Sinaloa.
"Ayah... itu hanyalah mimpi dan mimpi hanya bunga dalam tidur..." wanita gemuk putri Carlos memberikan nasihat.
"Kamu benar anakku..." Carlos yang gelisah kembali tersenyum.
"Bagaimana dengan pemuda asia itu?..." Carlos bertanya kepada salah satu bawahannya.
Benar... ini semua salah pemuda asia itu hingga diriku mendapatkan mimpi buruk.
Walaupun keduanya belum bertatap muka secara langsung, namun Carlos sudah memimpikan pihak lain, bagaimana Carlos tidak Marah.
"Bos, hingga detik ini tidak ada kabar dan pembunuh telah di tugaskan tidak dapat di hubungi..." Bawahan Carlos menjelaskan dengan hati-hati karena takut membuat kesalahan.
"Apa!..."
Carlos sedikit terkejut, bawahnya yaitu pria kurus adalah pembunuh bayaran dengan tingkat akurasi penyelesaian tugas terjamin dalam waktu sehari, bagaimana bisa hingga malam hari belum ada kabar darinya.
Apakah dia memiliki masalah dengan sakit panu atau kudis yang secara tiba-tiba dan menggangu penyelesaian tugas.
Carlos memiliki firasat buruk...
Tidak... Tidak... tidak ada yang bisa lari dari kematian jika berurusan dengannya. apakah target meminta ijin untuk menunda kematiannya sehingga dia akan mengeksekusinya besok. benar pasti seperti itu.
"Booom..."
Bumi bergetar beberapa properti yang ada di dalam ruangan berjatuhan, entah itu suara apa yang jelas sangat mengejutkan beberapa pihak dari puluhan ribu anggota gangster Sinaloa.
"Booom..."
"Booom..."
__ADS_1
"Booom..."
Ledakan tidaklah satu kali, melainkan lebih dari selusin kali ledakan, hampir beberapa tempat kediaman Gangster Sinaloa di hancurka, seolah telah terjadi perang Dunia Ketiga.
Dari kejauhan beberapa Roket kendali menuju kawasan perbukitan di mana gangster Sinaloa berada.
.....
Villa lain tempat Robert dan istrinya beristirahat.
"Elena dan Mia ada apa?... mengapa kalian begitu panik..." Robert yang tersenyum bahagia menyapa putrinya dan juga Mia.
"Ayah... Sistem keamanan negara di retas oleh seorang peretas hanya dalam beberapa menit dan mengambil alih armada angkatan laut dan meluncurkan beberapa roket kendali. dan arah yang dituju adalah kawasan Meksiko" Elena dengan kesal.
Presiden AS mengubungi Robert namun tidak bisa melakukannya karena ayahnya tidak mengaktifkan telepon.
Sekarang Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menuduh jika yang melakukan peretasan adalah Robert.
"Siapapun yang melakukannya apa hubungannya dengan ayah, mengapa PBB menyalahkan ayah..." Robert berkata dengan tidak bersalah.
"Karena server yang di gunakan peretas menggunakan server milik ayah..." Elena berkata dengan menekankan kata ayah.
"Apa!... Bagaimana bisa" Robert tidak percaya namun dirinya tidak berfikir jika putrinya bercanda.
Robert langsung pergi ke ruang kerjanya dan menemukan jika komputer miliknya di kendalikan dari pihak luar.
"Siapa yang melakukan ini..." Robert sangat tertekan saat melihat komputer pribadinya.
Untuk bisa melakukan ini saja tidak sembarangan orang. pasti pihak lain memiliki kemampuan peretasan yang cukup handal.
Kesampingkan hal tersebut, Robert langsung menghubungi Presiden AS dan meminta maaf. Robert jelas tidak memiliki alasan untuk melakukannya namun Server yang dimiliki Robert adalah server mutakhir yang setara dengan milik negara.
Robert dengan tidak berdaya menjelaskan jika server miliknya di retas oleh pihak luar.
Alasan mengapa Presiden AS marah adalah Meksiko dan Amerika Serikat terdaftar dalam Perserikatan Bangsa Bangsa. Jika keduanya terlibat peperangan maka Negara-negara lainnya akan menyalahkan semuanya kepada Amerika Serikat karena menjadi yang pertama melakukan serangan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa(PBB) adalah organisasi internasional yang didirikan pada tanggal 24 Oktober 1945 untuk mendorong kerjasama internasional. Badan ini merupakan pengganti Liga Bangsa-Bangsa dan didirikan setelah Perang Dunia 2 untuk mencegah terjadinya konflik serupa.
Pada saat didirikan, PBB memiliki 51 negara anggota; saat ini terdapat 193 anggota. Selain negara anggota, beberapa organisasi internasional, dan organisasi antar-negara mendapat tempat sebagai pengamat permanen yang mempunyai kantor di Markas Besar PBB, dan ada juga yang hanya berstatus sebagai pengamat.
Kejadian peluncuran roket kendali yang di lakukan Amerika Serikat ke wilayah Meksiko bagian barat harus memiliki penjelasan yang tepat.
Robert menyadari keseriusan masalah yang telah terjadi. Alasan lain mengapa Dirinya di jadikan tersangka adalah karena roket kendali tersebut mengarah ke kediaman Gangster Sinaloa, yang memiliki perselisihan panjang dengan dirinya.
Untung saja tidak ada masyarakat awam yang menjadi korban jiwa karena roket kendali menghancurkan kawasan perbukitan yang didiami gangster Sinaloa.
Di mata Perserikatan Bangsa Bangsa keberadaan Gangster Sinaloa sudah tidak menyenangkan mata dan perbuatan peluncuran roket kendali tidak terlalu masalah bagi Markas besar PBB.
Hanya saja peluncuran roket kendali tidak memiliki izin jika tidak ada penjelasan yang jelas maka Amerika Serikat akan di salahkan.
Untuk Meksiko sendiri keberadaan Gangster Sinaloa telah menjadi duri di dalam daging dan dampak kejadian ini memberikan beberapa manfaat untuk negara.
__ADS_1
Yang menjadi masalah adalah pihak yang akan bertanggung jawab atas tindakan ini tidak di ketahui.
Markas besar PBB tidak bisa menyalahkan Amerika Serikat karena Robert memiliki komputer yang diretas dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
Terlepas dari tuntutan Robert menjadi lega, karena FBI tidak dapat menemukan bukti jika dirinya adalah pelakunya.
Peretas tersebut menyebut dirinya sebagai chicken (Ayam) dengan logo Ayam hitam mulus.
Keberadaan peretas chicken langsung menggemparkan dunia dan menjadi peretas paling di cari di dunia karena tidak meninggalkan jejak apapun.
Ruang kerja Robert di mana ada Elena, Mia dan juga Robert sendiri. ketiganya baru saja melihat kepergian FBI yang baru saja melakukan pemeriksaan atas perintah langsung dari presiden.
"Kawasan Gangster Sinaloa di hancurkan dalam waktu semalam entah berapa banyak korban belum dapat di pastikan" Robert menjelaskan apa yang dirinya dapatkan melalui informasi resmi.
"Elena... apa kamu punya dugaan orang yang melakukannya..." Robert berkata dengan curiga.
Sebenarnya keamanan server komputer milik Robert cukup tinggi jikapun di retas oleh pihak luar setidaknya membutuhkan waktu yang lama. oleh karena itu saat melihat informasi jika server komputer miliknya di retas hanya dalam beberapa menit, Robert menduga jika ada orang dalam yang membatu peretasan.
"Jika hanya dugaan kemungkinan besar pelakunya Lisin..." Elena berkata dengan berat, jelas dirinya juga tidak percaya jika ini perbuatan Lisin.
"Lisin!!!... Mengapa kamu mencurigainya?..." Jelas perkataan Elena sulit di percaya untuk Robert.
"Pertama, baru-baru ini Lisin mendapatkan serangan dari pengguna sniper dan Lisin berhasil selamat namun tidak dengan pelakunya"
"Pelaku penembakan adalah pembunuh bayaran dari Gangster Sinaloa, dia jatuh dari gedung tinggi yang ada di dekat Villa"
"Alasan kedua, Laptopku menghilangkan begitu juga dengan Lisin..."
Diam... Ketiganya bukan orang luar jadi spekulasi ini tidak akan pergi keluar.
Kedua alasan ini sudah cukup menyakinkan jika Lisin pelakunya, Robert hanya bisa menggelengkan kepala sepertinya Gangster Sinaloa menyinggung orang yang salah.
.....
Meksiko di mana bukit tempat kediaman gangster Sinaloa berada.
Seluruh kawasan di ratakan dengan tanah banyak kebakaran di mana-mana. dapat di pastikan jika ledakan dari roket kendali dapat menghancurkan apapun dalam sekejap.
"Siapa kamu..." Carlos yang menjadi satu-satunya orang yang selamat bertanya kepada pemuda dengan pedang bermata dua di tangan kiri sedangkan pistol di tangan kanan.
Carlos bersembunyi di dalam bungker yang di persiapkan untuk menghadapi ledakan namun sayang hanya dirinya yang bisa selamat. bahkan putrinya yang gemuk tidak selamat dari ledakan roket kendali.
"Bukankah kamu ingin membunuhku. mengapa kamu tidak dapat mengenali orang yang ingin kamu bunuh..." pemuda tersebut adalah Lisin yang menjadi dalang dari semua kekacauan.
Bersambung...
*Like dan komentar yang banyak agar bisa up sehari 2kali.
*Mampir juga Novel baru author yang berjudul "SISTEM KERUGIAN dengan skill ONE PUNCH MAN"
*Terimakasih.
__ADS_1