
Mobil BMW melaju memasuki kawasan Distrik Laut Timur.
Tempat tersebut menjadi tempat tinggal orang - orang kaya di China. Lisin yang mengemudikan mobil tidak terlalu peduli dengan seberapa elite Villa yang ada di sana. Dia hanya ingin bermalam dengan Mei Lan, tentu saja untuk menghabiskan malam yang melelahkan ini.
Seperti biasa penjaga keamanan akan menghentikan orang asing yang berniat memasuki kawasan tersebut.
"Malam Pak, kami hanya menjalankan tugas..."
Mendengarkan penjelasan sopan dari dua penjaga keamanan, membuat Lisin mengangguk. Mereka hanya melakukan tugas, apa masalahnya.
"Tidak masalah..."
Dua penjaga keamanan langsung mengidentifikasi nomor kendaraan dan di karenakan mobil tersebut tidak terdaftar sebagai pemilik dari penghuni Villa elite, keduanya langsung menyimpulkan jika pengemudi yang ada di dalam adalah orang asing.
"Pak, Kawasan Distrik Laut Timur tidak dapat di akses oleh sembarangan orang..."
"Tolong kembali, dan harap kesadarannya..."
"Benar, jangan mengganggu jam jaga kita di malam hari..."
Kedua penjaga keamanan sangat kesal, awalnya mereka bersikap baik dengan mengharapkan jika penghuni Villa elite akan memberikan uang tips. sayang sekali keduanya harus bertemu dengan pria muda yang tidak tahu malu.
Lisin yang berada di dalam mobil melihat kedua penjaga keamanan melalui kaca mobil yang sedikit di turunkan. Dia menggeleng karena tidak tahan, mengapa dirinya selalu di hentikan oleh penjaga keamanan.
"Apakah kalian mengenali kartu hitam ini?..."
Lisin menunjukkan kartu hitam yang dia dapatkan dari Lou Ming sebelumnya.
Kartu hitam!
Dua penjaga keamanan saling menatap kemudian mereka berkeringat dingin saat melihat kartu hitam yang Lisin tunjukkan, belum lagi simbol naga emas melingkar dan tinta emas dengan kata Lou Group.
Kedua tidak asing dengan keluarga Lou yang kaya raya. namun mereka tidak berani mengakuinya secara langsung. jadi keduanya mendekat untuk memastikan keasliannya dan saat mengetahui jika kartu hitam tersebut benar - benar asli. keduanya seperti melihat akhir dari kehidupan miliki mereka masing - masing.
"Pak, Tolong maafkan kita berdua yang buta ini..."
Kedua penjaga langsung meminta maaf, kemudian membuka mekanisme gerbang yang sangat besar dan megah.
Dengan perlahan, Lisin melajukan kendaraannya.
.....
__ADS_1
Sesampainya di dalam, Lisin langsung mengunjungi Villa elite dengan tanda Keluarga Lou. Dan dia harus mengangguk puas, Villa elit yang di khususkan untuk orang - orang kaya ini memang sesuai namanya.
Selain menakjubkan dan memukau siapapun yang melihatnya, juga menimbulkan rasa kenyamanan yang luar biasa.
Sebelumnya berurusan dengan dua penjaga keamanan dan berhasil melaluinya. sekarang dia harus melalui pengurus Villa elite yang mana Lisin harus bersabar dalam menjalankan kehidupannya yang di penuhi cobaan.
Lisin langsung menunjukkan kartu hitam dan membuat pengurus tersebut menjadi malu, dan mempersilahkan mobil Lisin untuk masuk.
"Ayo masuk..."
Lisin memanggil Mei Lan, setelah melalui proses yang panjang Lisin akhirnya bisa menikmati semangka.
Mei Lan sendiri dari awal hanya diam dan mengikuti apa yang Lisin lakukan. Dia sudah tidak memiliki siapapun lagi. dan dia sangat bersyukur jika Lisin mau menerima dirinya. Walaupun dia tahu sesekali Lisin menatap semangka miliknya. mungkin hal tersebut sudah menjadi sifat dasar seorang laki - laki.
Keduanya memasuki Villa elite dibawah bimbingan Pengurus Villa.
"Mei Lan, mulai sekarang kamu bisa tinggal di sini..."
"Terima kasih, Tuan Li atas upaya yang kamu lakukan untukku. Aku tidak bisa membalas apapun dan juga aku tidak bisa memberikan apapun selain tubuh ini..."
"Mei Lan apa yang kamu pikirkan. Aku tidak menginginkan imbalan apapun darimu. semua ini aku lakukan murni hanya membatu seseorang yang membutuhkan bantuan, seperti kamu. bukan karena aku menginginkan tubuhmu..."
Mana Mungkin Lisin mengakuinya, dia hanya bisa membuat sebuah langkah yang di balut dengan kemunafikan. Di balik sesuatu yang bersih akan menyimpan beberapa kotoran. Di balik seseorang yang tidak menginginkan apapun akan ada harapan setinggi langit.
Munafik!
"Mei Lan, kamu bisa menempati kamar apapun yang kamu inginkan. Dan aku akan memilih kamar yang satu ini untuk beristirahat..."
Lisin terlalu malas untuk kembali ke Villa pribadi milik Zhang Fei. dia sudah memutuskan akan pergi dari Villa tersebut. Pernikahan macam apa yang sudah dia lakukan. sudah tinggal satu rumah namun tidak ada aktivitas tidur bersama. Apa bedanya dengan kehidupan kaum jomblo yang malang.
Sekarang dia tidak mungkin langsung memaksa Mei Lan yang baru saja menjadi target pembunuhan dan juga berpisah dari keluarganya. Saat ini Lisin hanya perlu bersabar sampai Mei Lan benar - benar siap. dan dengan sendirinya menyerahkan tubuhnya.
Mei Lan sangat menghargai keputusan Lisin yang tidak ingin melanggarnya dirinya. Jika itu sebelumnya Mei Lan akan langsung memilih kamar dan mengunci pintu dari dalam dengan rapat - rapat. Namun sekarang dia sudah memutuskan untuk tidur dengan Lisin dan memberikan pertamanya untuk Lisin.
"Tuan Li, Bisakah malam ini kita tidur bersama?..."
Ini dia yang Lisin tunggu - tunggu, karena Mei Lan sudah berinisiatif mana mungkin Lisin menolaknya. apa lagi menerimanya secara langsung. dia harus membuat dirinya terlihat seolah - olah dia tidak memiliki pilihan lain.
"Mei Lan, Kamu pasti menyadarinya jika semua pria memiliki keinginan yang sama. Seperti tidur dengan wanita cantik seperti kamu..."
Mei Lan mengangguk.
"Tolong jangan samakan aku dengan mereka, Aku tidak memiliki keinginan seperti mereka. Kita berdua baru saja bertemu kita bisa memulainya dengan perlahan..."
__ADS_1
Mei Lan menutup mulutnya karena tidak percaya. Kok ada laki - laki memiliki pemikiran sebaik ini. Jika dia tidak mendengar langsung dari mulut Lisin pasti dia Tidak akan percaya. Sepertinya semua laki - laki harus belajar dari manusia yang satu ini.
"Mei Lan, Sampai kamu benar - benar siap, aku tidak akan memulainya..."
Kata - kata Lisin sangat bijak, Sungguh menggambarkan sosok pria idaman. Entah perkataan tersebut benar ataupun tidak. sesuai kenyataan atau tidak. bisa dipercaya atau tidak. kata - kata Lisin telah membuktikan jika tidak semua pria itu buruk.
Sungguh kata - kata yang membagongkan.
"Tuan Li, kamu sangat baik. Aku sangat siap untuk malam ini..."
Mei Lan sangat malu dia sangat bahagia dapat bertemu dengan sosok pria baik seperti Lisin. Sekarang dia tidak akan menyesal jika Lisin menjadikannya wanita yang kedua selama bukan yang ketiga.
Ini dia... ini dia. " Mei Lan, apakah kamu yakin tidak apa - apa denganku?..."
"Tuan Li, Saya sangat yakin..."
Sungguh tidak ada obat untuk menghentikan wanita bodoh yang satu ini.
"Karena kamu memaksa, dan juga sangat siap. Aku tidak memiliki pilihan lain selain menurut..."
Keduanya memasuki salah satu kamar Villa elite. Kemudian suasana menjadi canggung. Walaupun Mei Lan sudah siap namun dia tidak tahu harus memulainya dari mana.
Lisin melihat, Bahu Mei Lan yang bergetar. "Kamu harus tenang, mungkin kita dalam posisi yang sama karena aku tidak terlalu berpengalaman juga..."
Lisin mendekati Mei Lan dan perlahan menyentuh bahunya dengan lembut. Sentuhan tersebut membuat Mei Lan tersentak.
"Mbah Google mengatakan kita bisa memulainya melalui ciuman..."
"Aku mengerti..."
Mei Lan sangat gugup, dia dengan perlahan menerima sentuhan bibir lembut dari Lisin. dalam nafas yang begitu berat dengan kondisi tubuh memanas, ciuman Lisin turun pada leher putih saljunya.
Lisin dengan perlahan memberikan bimbingan sambil melepaskan pakaian yang Mei Lan kenakan. Memperlihatkan penampilan yang sangat indah namun masih tertutupi oleh bra yang membalut kedua semangka miliknya.
Tidak berhenti di sana tangan Lisin menjelajahi puncak gunung kembar, dengan perlahan namun pasti. Bagaikan sebuah puding yang lembut dan manis. Tangan Lisin tenggelam dalam kehangatan dan sensasi ketagihan.
Tangan kiri Lisin juga menelusuri pada punggung halus Mei Lan dan membuatnya mengambil lekukan tubuh yang indah. dan dengan perlahan tangannya melepaskan pengait pada bra yang ada di punggungnya.
Menjatuhkan Bra tersebut ke lantai. Membuat Mei Lan menampilkan bentuk indah gunung kembar yang membuat siapapun yang melihatnya tidak akan menahan diri untuk menyentuhnya.
"Kamu cantik Mei Lan..."
"Terima kasih..."
__ADS_1
Ciuman lain di lanjutkan, kali ini Mei Lan menggunakan Lidah ceri miliknya. Begitu juga dengan Lisin yang tidak memiliki pengalaman. keduanya saling menjalin satu sama lain.
Bersambung...