Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 193


__ADS_3


Terkejut dan tercengang, sungguh perubahan situasi yang membuat siapapun yang menghadiri Pesta perayaan tidak bisa berkata - kata.


Tidak ada yang meragukan perkataan dari Bu Nazwa yang datang langsung dari Perusahaan pusat PT. Angkasa. Memiliki wewenang penting lebih dari siapapun yang menghadiri pesta pada malam hari ini. Jika keberadaan Ningsih dapat menggerakkan PT. Angkasa maka keberadaan Nazwa adalah roda penggerak perusahaan tersebut.


Kembali dengan apa yang terjadi di dalam aula utama yang di penuhi oleh para tamu undangan dan juga karyawan. Walaupun banyak orang sedang mengolok - olok pemuda karena mempermalukan dirinya sendiri di depan Pak Dani. namun pemuda tersebut tidak bergeming.


Awalnya terbilang sedikit lucu, karena sebagai seorang supir taksi pemuda tersebut berdebat dengan Pak Dani selaku kepala pelayanan di anak cabang PT. Angkasa. Dan pertunjukan tersebut sudah dapat di tebak alur ceritanya, Pasti Pemuda tersebut akan terusir keluar dari pesta yang sedang berlangsung. namun siapa sangka jika Pemuda tersebut adalah Pemilik perusahaan Angkasa dan Pak Dani berniat mengusirnya.


Adakah yang berani tertawa? Tentu saja tidak ada.


Adakah yang berani mengusirnya? Jelas tidak ada.


Lalu bagaimana dengan perkataan Bu Nazwa yang memecat Pak Dani, apakah perkataannya salah? tidak mungkin salah, karena Yang salah adalah Pak Dani dan putranya, karena berniat Mengusir Bos besar Pemilik PT. Angkasa.


Semua orang terkejut, dan mengangguk. Jelas perkataan Bu Nazwa adalah keputusan yang sangat tepat. Rasanya seperti berusaha mengusir pemilik rumah saat menjadi tamu di rumah orang lain. itulah yang terjadi dengan Pak Dani.


Sebagai seorang pekerja mengapa juga mengusir atasan mereka. apakah sudah tidak ingin bekerja lagi?


Pak Dani seperti mendengarkan guntur di siang bolong, begitu juga dengan Karyawan perusahaan lainnya. Pantas saja beberapa orang akan cukup familiar dengan Pemuda tersebut. namun terlambat menyadari jika dia pemilik PT. Angkasa.


Pak Dani merasakan kedua kalinya lemas, dirinya sudah menyinggung Lisin yang menjadi atasannya ditempat kerja. Apakah dia akan di pecat? tentu saja karena dia sangat pantas mendapatkannya.


Kini Pak Dani tidak lagi memiliki kekuatan, rasanya tubuhnya sangat tidak dapat di gerakan dan sistem syarafnya sudah mati rasa. Dirinya melihat lagi putranya yang tidak becus, benar andaikan putranya tersebut tidak mengatakan Atasannya sebagai supir taksi, dirinya tidak akan mengusir Lisin.


Belum lagi, melihat kedekatan atasannya dengan Bu Maya membuat Pak Dani berkeringat dingin, rasanya dirinya ingin menjadikan wanita milik atasannya sebagai selingkuhannya. Sungguh konyol.


Di saat kekuasaan akan menentukan segalanya, Tidak akan ada yang menentang Lisin sebagai pemimpin yang memiliki kekuasaan tertinggi.


"Aku... Aku sangat menyesal... Tolong jangan memecat ku..." Pak Dani menyeret putranya sambil membungkuk kearah Lisin.


Putranya tidak jauh berbeda, rasanya dia masih belum bangun dari keterkejutan. karena Pemuda yang terlihat seumuran dengan dirinya lebih tampan, lebih kaya, dan lebih berkuasa dibandingkan dengan dirinya.


Pacarnya yang riasan tebal juga memiliki ekspresi lebih buruk. Karena dia berniat memamerkan pacarnya yang kaya dan ayah pacarnya kepada seseorang yang ternyata menjadi pemilik PT. Angkasa.

__ADS_1


"Penjaga keamanan, Bawa dia pergi dari sini sekarang juga..." Kata Lisin dengan dingin.


"Siap pak...." Kedua penjaga langsung meringkus Pak Dani dan Putranya.


Jelas keduanya tidak ingin membuat kesalahan di depan Lisin untuk kedua kalinya, juga ingin mencari muka.


Pak Dani dan Putranya meninggalkan Aula pesta dengan sangat menyedihkan di bawah tatapan semua orang dan arahan dua penjaga.


Sedangkan untuk Tante Maya yang lebih terkejut dari siapapun, dengan tangan kiri menggendong Luna. tangan kanannya menutupi mulutnya yang ternganga karena tidak tahu harus bereaksi seperti apa.


Rasanya seperti baru saja naik rollercoaster, di mana yang awalnya tenang, kemudian menegangkan lalu berkahir dengan sesuatu yang tidak terduga. Jika itu sebelumnya, bagi Maya Sosok Lisin hanyalah karakter yang kebetulan singgah dalam hidupnya dan kelak akan pergi meninggalkan dirinya dan juga anaknya.


Berpikir jika Lisin tidak memiliki kekuasaan dan juga hanya pemuda generasi kedua yang sedang bermain - main. Namun Tante Maya salah karena Lisin adalah pemilik PT. Angkasa. Itu adalah perusahaan yang cukup besar dan paling sering di bicarakan di kalangan pebisnis. Juga memiliki anak cabang perusahaan di mana - mana, yang mana Pak Dani berkerja di dalamnya. Itu berarti Pak Dani Karyawan Lisin. Sedangkan dirinya berniat melakukannya kerjasama namun melalui karyawan Lisin yang terus menerus menekan dirinya.


Maya merasa lucu dan malu dengan Lisin, Mengabaikan pemilik perusahaan Angkasa sedangkan dirinya berusaha membuat kesempatan yang tidak menentu melalui, Pak Dani. Bagaimana jika dia berbohong setelah tidur dengan dirinya.


Juga Maya tersenyum kecut saat mengingat jika dirinya ingin memperkerjakan Lisin dengan upah 1 Juta setiap malam. Pantas saja Lisin langsung menolaknya dan tidak ingin menjadi Gigoloo. mungkin di mata Pemilik PT. Angkasa uang 1 Juta tidak memiliki arti sama sekali.


Maya juga sangat menyesal memarahi Lisin sebelumnya. Pemuda yang menjadi pemilik PT. Angkasa Apakah orang yang sama dengan Pemuda yang kemarin malam tidur dengan dirinya?


Sekarang menyisakan satu orang tersisa, Wanita riasan tebal yang menatap Lisin dengan bersemangat.


"Saya, Menawarkan diri untuk menjadi wanita simpanan..." Kata wanita riasan tebal.


Hanya karena Lisin lebih kaya dan mapan Wanita riasan tebal langsung tertarik dengan Lisin. Tidak peduli jika ada banyak orang di sekitarnya, selama bisa menjadi wanita simpanan Lisin itu sudah cukup.


Sungguh wanita tak berakhlak.


Lisin ingin muntah saat mendengarnya, bukankah kamu sudah memiliki pacar? dan pacar kamu baru saja pergi.


"Kalian sebelumnya berpacaran kan?..."


"Tidak, itu tidak benar, Sebelumnya karena aku terpaksa... Masalah ekonomi..."


Siapa juga yang akan percaya.

__ADS_1


Nazwa mengerutkan kening dengan marah saat melihat wanita tidak tahu malu ini. Begitu juga Maya dan para tamu undangan ataupun karyawan perusahaan.


Kok ada ya wanita seperti ini.


Mungkin ini yang di maksud dengan Pelakor rasa - rasa.


Belum tentu rasanya enak, namun Pahitnya sudah pasti.


Luna kecil yang awalnya tersenyum bahagia saat mengetahui jika Lisin orang yang lebih hebat dari siapapun yang ada di sini menjadi cemberut saat menatap wanita riasan tebal. Andaikan Luna sudah besar pasti sudah dirinya tampar sebagai bonus.


"Wanita riasan tebal, Dia papaku kamu mengerti?..." Kata Luna kecil sambil ingin di gendong oleh Lisin.


Lisin tidak berdaya mengambil Luna dari gendongan Maya dan tanpa sadar menyentuh semangka miliknya.


Sial... Lembut sekali kawan...


Maya hanya bisa memerah sambil menjauhkan dirinya dari Lisin, tentunya tindakan tersebut sangat cepat sehingga tidak ada yang melihatnya.


Wanita riasan tebal merasa kesal dengan perkataan Luna, namun tidak menyuarakan isi hatinya. memang benar dirinya memiliki riasan tebal, namun jika menggunakan kamera jahat tidak akan kelihatan.


Sungguh pemikiran wanita yang merasa jika dirinya paling sempurna, memangnya yang ditiduri itu, hasil fotonya apa orangnya? Bikin kesal saja.


"Penjaga keamanan, Ketinggalan satu orang bawa dia pergi dari sini, keberadaannya merusak pemandangan saja..." Kata Lisin dengan kesal.


"Siap Bos..." Mengikuti jejak dua orang sebelumnya, wanita riasan tebal pergi dengan sangat menyedihkan.


Lisin menatap Nazwa kemudian menatap Maya, Sepertinya jika melakukan Trisome pastinya akan menyenangkan.


"Nazwa kita akan melakukan pembicaraan setelah ini..." Kata Lisin.


"Siap Bos..."


"Tante Maya, Mengapa kamu diam saja, bukannya kamu menginginkan kerjasama dengan Perusahaan Angkasa..." Kata Lisin dengan tersenyum.


Luna yang ada di pelukan Lisin juga tersenyum cerah. sedikit lebihnya Luna Memahami siapa Lisin sebenarnya. dan apa itu pemilik perusahaan Angkasa, yang jelas pastinya orang hebat dan berkuasa di dunia bisnis.

__ADS_1


"Oke..." Kali ini Maya juga tersenyum, dan senyuman tersebut sangat tulus tanpa ada suatu beban yang disembunyikannya.


Bersambung...


__ADS_2