
Kedatangan ketiga temannya yang berniat menuju ke tempat dirinya berada, membuat Lisin sangat tertekan.
"Dosen Mirna, Sepertinya kita harus berpindah tempat lagi..." Lisin berbisik tepat pada telinga Dosen Mirna yang membuatnya sedikit geli.
"Um... Kemana kita akan pergi?..." Dosen Mirna mengangguk sambil bertanya pelan.
"Ikut saja..." Lisin menggendong Dosen Mirna lagi kemudian menuju ketempat parkir.
Tentunya pergerakan Lisin sangat cepat belum lagi kondisi gelapnya malam hari, sehingga Trio wik wik tidak dapat menemukan Lisin yang sudah meninggalkan tempat kejadian.
.....
Sedangkan itu Brian memimpin jalan melewati rerumputan setinggi lutut sambil mengendap - endap.
"Sersan Jo... Sersan Alim tolong ambil sisi kiri pohon, pastikan target tidak melarikan diri..." Brian menyuruh keduanya dengan serius.
"Siap 26..." Jo dan Alim berkata dengan serempak.
Setelah mereka berpisah, Brian berjalan dengan mengambil arah sisi kanan kemudian dengan bersemangat berjalan menuju pohon besar yang diduga sebagai tempat pasangan mesum bersenang - senang.
"Sial... Tidak ada..." Brian berkata dengan kesal, kemudian Jo dan Alim datang dari arah bagian kiri.
"Sersan Brian... Kemana perginya target?..." Jo bertanya.
"Mana aku tahu... Saat aku datang mereka telah pergi..." Brian menjawab dengan kesal.
"Mungkinkah pasangan mesum, memang tidak ada dan ini semua hanya hasil dari imajinasi kita bertiga..." Alim berkata dengan lelah.
"Itu tidak mungkin, karena intuisi detektifku bukan kaleng - kaleng dan sangat jelas jika sebelumnya benar - benar ada seseorang di sini..." Brian menyakinkan keduanya.
"Tapi kan pasangan mesumnya tidak ada, apakah keduanya hantu yang tidak dapat kita lihat dengan kasat mata?..." Alim bertanya dengan kesal, jelas dirinya sudah lelah mengikuti intuisi detektif yang tidak jelas.
"Benar Brian, Kita harus kembali... Bagaimana jika Lisin sedang mencari kita?..." Jo mengingatkan.
Brian tidak bisa berkata - kata, Intuisi detektifnya mengatakan jika ada pasangan mesum dibawah pohon besar, namun kenyataan berkata lain.
.....
Sedangkan itu Lisin dan Dosen Mirna pergi menuju ke arah mobil Nissan Skyline yang ada di parkiran, hanya saja mobilnya tidak dapat keluar karena berada pada lokasi yang terjepit.
"Sial... Kita tidak bisa pergi..." Lisin berkata dengan frustasi.
Sebelumnya di ganggu oleh Trio wik wik saat di toilet wanita, kemudian saat di bawah pohon besar juga di ganggu mereka, sekarang mobilnya tidak dapat keluar dari tempat parkir.
__ADS_1
Ingin maksiat susah amat...
Lisin berpidan keposisi duduk belakang besama dengan Dosen Mirna. Jelas sebagai penjahat kelamin dirinya harus melaksanakan amanah dengan benar.
"Lisin... Kamu yakin kita akan melakukannya di sini? di dalam mobil..." Dosen Mirna bertanya dengan tidak berdaya.
Sepertinya Lisin ini sudah tidak kuat menahan ke jombloan dirinya, maka dari itu Dia memanfaatkan setiap kesempatan kapanpun dan di manapun. Benar pasti seperti itu. Dosen Mirna berfikir keras tentang tindakan Lisin dari sudut pandang positif.
Maksiat apanya yang positif...
Dengan gugup Dosen Mirna hanya bisa menuruti kemauan Lisin yang terjebak dalam situasi yang di mana dirinya harus kehilangan sesuatu paling berharga untuk dirinya.
"Dosen Mirna... Kamu tegah tidak ingin melakukannya sampai akhir karena situasi kita yang cukup sulit..." Lisin berkata dengan kesedihan.
Dirinya mengingat kembali kejadian di mana dirinya terjabak bermain PlayStation dengan Nagisa, tanpa bisa memanjakan sahabatnya Joni.
Sekarang di saat memiliki kesempatan di dalam mobil mengapa dirinya harus mundur, jangan salahkan dirinya tapi salahkan Dosen Mirna. Andaikan Dosen Mirna tidak memanggilnya untuk bertemu di belakang kampus semua cobaan ini tidak akan terjadi.
"Lisin aku mengerti..." Dosen Mirna bertekad untuk malakukanya dengan Lisin.
Dosen Mirna menggulung rok pendeknya keatas kemudian menunggangi Lisin yang duduk dengan melepaskan resletingnya juga.
Joni Agung menjulang tinggi tanpa kelelahan sama sekali, melainkan seperti bangun tidur setelah Ribuan tahun tidak beraktivitas.
Karena Dosen Mirna menggunakan lapisan Stoking hitam, Lisin dengan agresif merobeknya dan memperlihatkan lapisan kain putih menutupi Jalan kewanitaan Dosen Mirna.
Akhinya setelah perjuangan yang begitu berat Joni Agung bisa mendapatkan hadiah yang semestinya dia dapatkan.
"Aaaaa..." Dosen Mirna merintih kesakitan bahkan bercak darah dapat di lihat keluar dari sana.
"Dosen Mirna... Apakah ini pertama kalinya untukmu?..." Lisin berkata nada penyesalan, dirinya pikir Wanita cantik yang tampak dewasa dan lebih tua dari darinya. Sudah pernah melakukannya, siap yang berharap jika akan menjadi pertama kalinya.
"Um..." Dosen Mirna mengangguk sebagai persetujuan atas pertanyaan Lisin.
"Apakah kita harus berhenti?..." Lisin bertanya dengan malu.
Namun bukannya Dosen Mirna mengangguk, melainkan pinggulnya bergerak naik turun dan membuat Lisin keenakan.
"Tolong, Jangan berhenti... kamu bisa melanjutkannya..." Dosen Mirna terus melakukannya penetrasi.
"Banyak orang yang mengatakan jika aku sudah tidak suci dan menjadi simpan seorang pria yang sudah berumah tangga. namun itu tidak benar kamu sudah Membuktikannya... Sekarang aku mengerti bagaimana rasanya menjadi wanita sesungguhnya dan rasanya tidak terlalu buruk" Dosen Mirna menambahkan.
Sial... Apanya yang tidak terlalu buruk, ini sangat ketat sekali Sahabatku Joni kesulitan bernafas.
Sambil melakukan penetrasi Lisin dan Dosen Mirna bertukar air liur dengan semangat, Lisin juga tidak diam saja karena kedua tangannya meremas benjolan lembut dengan kuat.
__ADS_1
.....
Sedangkan itu Trio wik wik berniat kembali ke halaman depan tepatnya drama musikal sedang berlangsung.
"Aneh... Sepertinya mobil itu bergoyang..." Alim tanpa sadar melihat kearah tempat parkir dan menemukan mobil biru yang bergoyang.
"Mana... Mana Mobil yang kamu lihat bergoyang?..." Jo dan Brian bertanya serempak.
"Itu di sana..." Alim menungukan jari telunjuknya.
"Sial... Tidak salah lagi, intuisi detektifku mengatakan jika di dalam mobil itu adalah pasangan mesum sedang melangsungkan goyangan..." Brian berkata dengan yakin.
Dengan cepat ketiganya menuju kearah mobil biru yang bergoyang tersebut, hanya saja lebih dari Lima unit mobil berwarna biru identik dan yang bergoyang sebelumnya, tidak dapat di pastikan mobil yang mana.
"Alim... Kamu tadi ingat tidak?... mobil yang mana yang bergoyang" Brian bertanya sambil mengelilingi mobil - mobil berwarna biru identik.
"Mana aku tau... karena lokasi yang cukup jauh, aku tidak tau mobil yang mana..." Alim menjelaskan.
"Kalau begitu kita periksa saja semua mobilnya untuk memastikannya..." Jo mengusulkan.
"Ayo kita periksa Semua..." Brian, Jo dan Alim. menerawang kaca mobil satu persatu dan tidak menemukan seseorang di dalamnya.
"Sial... Tidak ada seorang pun di dalam mobil... Tinggal yang terakhir, Mobil Nissan Skyline... Tunggu dulu, bukannya mobil ini milik bro Lisin..." Brian berkata dengan heran.
Sedangkan itu di dalam mobil Nissan Skyline, Lisin dan Dosen Mirna berada dalam situasi yang gugup.
Dosen Mirna yang berada pada posisi atas sambil menelan Joni Agung tidak berani melakukan gerakan, Adapun Lisin juga sangat gugup. saat ini keduanya seperti sebuah patung yang tidak bergerak.
Sial... Mereka lagi... Mereka lagi... Apakah tidak puas mengganggu sebelumnya. sekarang di saat baru memasukan kepergok lagi apakah harus mencabutnya.
Inikah yang di namakan di cabut pas lagi enak - enaknya.
Lisin sangat frustasi memiliki teman seperti Brian, Jo dan Alim, karena tidak memiliki hati nurani.
Lisin dan Dosen Mirna dapat melihat ketiganya mendekati mobil Lisin dengan hati-hati. juga dapat mendengarkan perbincangan ketiganya yang ada di luar.
"Tidak mungkin kan jika Pasangan mesum tersebut adalah Bro Lisin..." Alim berkata dengan tidak percaya.
Brian melihat lagi plat nomornya tidak salah dan sangat jelas jika Mobil tersebut adalah milik Lisin.
"Kita tidak akan dapat memastikannya jika tidak melihatnya secara langsung siapa yang ada di dalam..." Brian berkata dengan tekad kuat.
Bersambung...
*Author memiliki 3 novel yang masih on going jadi belum bisa crazy up, Jika kalian ingin membaca novel lainnya bisa klik profil author.
__ADS_1
*terimakasih.