Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 54


__ADS_3

Jam 2 pagi jalanan kota Batu Malang...


"Kamu telpon siapa... kamu pikir jika kamu punya kenalan orang dalam mereka bisa membantu... " Salah satu polisi perut buncit berkata.


"Kita berdua ini orang yang lebih dewasa, jadi kesaksian kami sangat kuat..."


"Sialan..." Kinar sangat tertekan, apa yang di katakan kedua polisi itu cukup masuk akal, terkadang kesaksian anak muda akan di pertanyakan dari pada kesaksian orang dewasa.


Kedua polisi ini pasti akan membuat laporan palsu agar kami melakukan kesalahan yang tidak kami lakukan.


"kalian yang keluar di malam hari jelas salah, anak mudah seperti kalian ini biasanya sering gituan di hotel kalau tidak di semak-semak, Sebagai polisi kami terlalu sering menemukan kasus seperti ini... " Polisi yang lain berkata dengan nada menasehati.


"Pak polisi kalo bicara yang sopan dong... siapa juga yang gituan di hotel apa lagi di semak-semak, kami hanya kebetulan pulang bersama, kenapa pak polisi berkata yang tidak-tidak... " Bagaimana Kinar tidak marah, walaupun dia sedikit nakal namun dia masih mengerti apa itu hal baik, apa itu hal buruk.


"Gimana ada uangnya tidak, 10 juta aja kalian bisa langsung pulang... jika tidak punya uang segitu, ya... berapapun uang yang kalian miliki keluarkan saja, jika tidak aku tilang ni... " Polisi itu mulai menulis nomer kendaraan Nissan Skyline.


"Saya hanya punya 2 ribu... " Lisin mengambil uang dari sakunya.


"Gitu dong 2 ribu... " Saat melihat uang dengan gambar depan Pangeran Antasari dan gambar belakang Tarian Adat Dayak dengan warna dominan Abu-abu polisi itu sangat marah, dia pikir itu 2 juta siapa yang tahu jika itu uang lembaran 2 ribu rupiah.


Sialan ni... Anak-anak muda, apa kalian pikir kita tukang parkir.


"Berani ya... kalian mempermainkan kepolisian... apa kalian tidak tau jika mempermainkan seorang polisi adalah kejahatan yang akan mendapatkan tindak pidana" Kedua polisi buncit menjadi tidak senang.


"Hehehe... Lisin kamu sangat Lucu" Kinar tertawa saat tau jika Lisin menyerahkan uang lembaran 2 ribu rupiah.


"Pak polisi... tadi bilangnya gimana, kan berapapun uang yang kita miliki keluarkan saja, yaudah Aku keluarin Lembaran uang 2 ribu" Lisin menjawab dengan datar.


"Sial... kalian ini tidak bisa di bilangin polisi ya-" Sebelum polisi yang marah itu selesai berbicara ponselnya berbunyi.


"Hallo pak... Dengan Arya Kamandanu bersama dengan Arya Dwipangga" Polisi itu dengan hati-hati berkata.


"Apa kalian tau kesalahan yang kalian perbuat?" Pihak penelpon berkata dengan nada tinggi.


"Kami... " Polisi itu terkejut, kenapa atasnya bertanya tentang kesalahan yang dirinya lakukan.


Oh... ini pasti masalah gagal penggerebekan sebelumnya ni...


"Kami sangat menyesal tidak bisa menangkap Geng jalanan Pak... "


Sedangkan Polisi satunya bertanya dengan nada bisikan. "Bro... Siapa yang menelpon kamu?"


"Atasan telpon Bro..." Polisi itu menjawab dengan berbisik juga. Lalu keduanya secara bersama mendengarkan panggilan.


"Kalian berdua kenapa tidak jujur jika kalian saat ini melakukan penilangan tidak resmi, kalian pikir saya tidak tau jika kalian mencari uang rokok... " kedua polisi berperut buncit berkeringat dingin.


"Kepala... ini tidak seperti yang Anda pikirkan..." Keduanya membuat alasan.


"Apakah kalian pikir saya bodoh... karena ulah kalian Jendral kepolisian memarahiku, Aku ingin kalian meminta maaf pada pengemudi yang kalian tilang, kemudian datang ke kantor pusat besok... kalian harus melepas jabatan yang kalian miliki" Panggilan langsung di matikan.


Sial... pelepasan jabatan itu berarti kita di pecat dari kepolisian. lalu keduanya menatap Lisin yang sebelumnya melakukan panggilan.


Kedua polisi tersebut bertanya-tanya tentang siapa Pemuda yang dia tilang saat ini, dapat membuat Jendral kepolisian turun secara langsung, Latar belakang apa yang di miliki Pemuda ini.


"Pak... Mohon maaf atas ketidaknyamanannya dalam berkendara, Sepertinya alat pendeteksi kecepatan kita mengalami kerusakan, ini surat-suratnya, dan semoga sampai tujuan dengan selamat..."


Kedua polisi berperut buncit Dengan ekspresi kesedihan yang mendalam pergi dari tempat kejadian, Bagaimana tidak niatnya untuk mendapatkan uang rokok berakhir dengan kehilangan jabatan kepolisian, keduanya sangat menyesal tidak melakukan tugas mereka dengan benar.


Bukanya mengayomi dan membuat orang lain merasakan rasa aman, malahan merugikan pihak lain dengan melakukan penipuan, jika ada kesempatan kedua mereka tidak akan melakukannya lagi.


Sedangkan Kinar yang melihat perubahan sikap kedua polisi tersebut, sangat terkejut lalu melihat kembali kearah Lisin, Siapa yang Lisin telepon sebelumnya.


"Ayo pergi... Kenapa bengong saja, apa ada hal aneh di wajahku..." Lisin bertanya dengan aneh kemudian mengemudikan Nissan Skyline.


"Setelah perkebunan Apel belok kanan..." Kinar mengarahkan Lisin kerumahnya.


"Berhenti di sini?" Lisin bingung kenapa Kinar tidak masuk dari gerbang depan melainkan masuk dari pintu belakang.


"Papa akan marah jika dia tau aku menyelinap keluar... Sampai jumpa lagi di kampus" Kinar menyerahkan sebuah kertas catatan.


"Itu alamat salah satu dari penginapan milik keluarga ku... aku sudah memesankan kamar untukmu"


"Terima kasih ini sangat membantu... " Lisin sangat senang, jika dia pergi mencari penginapan, dia tidak mungkin menemukan penginapan dengan cepat.


.....


Dua hari berikutnya...


"Sial... Pendaftaran mahasiswa baru sudah tutup... Apa yang harus aku lakukan" Lisin dengan lesu keluar dari administrasi Universitas Negeri Malang.


Kemarin dia tidak bisa langsung mendaftar karena banyak hal yang harus dirinya lakukan, terutama keluarganya yang menelpon setiap waktu. ada juga dari Ningsih, Nagisa, Ratih, Shizuka, Ada juga dari Keluarga Suzuki dimana Lisin punya janji untuk menyembuhkan Asami secara sementara dengan cara memberikan energi batin miliknya.

__ADS_1


Nama: Amar Lisin


Level: 2 (158/300)


Pesona: 6


Keterampilan: Mekanik Super, Mengemudi Super, Seni Beladiri Kuno, Dukun Kuno, Master Pedang. Master Musik.


Inventori: keperluan tuan rumah


Toko: akses tingkat 2


Lotere: 3 kali


Saldo: Rp8.870.605.754.000


Dana: 0


Tugas: Mendaftar kuliah di universitas negeri malang.


Lisin terlalu malas untuk bertemu lagi dengan gadis indigo Asami, jika Level sistem sudah mencapai 3 Level dia akan cepat-cepat menyembuhkan Asami secara permanen dengan energi Batin yang sudah di tingkatkan.


"Sistem apakah ada batasan waktu untuk mendaftar kuliah di Universitas Negeri Malang"


(Tugas mendaftar di Universitas Negeri Malang tidak memiliki batasan waktu)


(Hanya saja jika tuan rumah tidak menyelesaikan tugas pendaftaran kuliah yang di tentukan sistem maka tugas selanjutnya tidak akan terpicu)


"Sial... Kenapa kamu tidak bilang saja aku akan mati jika tidak mendaftar kuliah, tunggu dulu... bukanya kamu bilang aku bisa kuliah ke tempat lain namun ada hukuman denda 1 Triliyun, apakah akan berpengaruh dengan tugas sistem berikutnya?"


(tentu saja tidak karena ada hukuman maka tugas secara alami akan batal dan menghilang, sedangkan jugas selanjutnya akan terpicu dengan sendirinya)


(Sistem bukanlah budak seperti yang ada di Novel yang harus membantu tuan rumah, sistem akan memberikan tugas tak beraturan yang tidak merugikan tuan rumah)


(Tuan rumah memiliki kesempatan untuk tidak menyelesaikan tugas yang sistem berikan selama tuan rumah mau menerima hukuman)


"Sistem sialan... ini sama juga bohong" Lisin yang mendengarkan penjelasan sistem sangat tertekan kenapa sistemnya tidak sama dengan Novel sistem yang pernah dia baca.


Lisin yang tertekan memilih untuk menutup panel sistem kemudian pergi ke restauran terdekat guna untuk makan siang.


"Tolong... tolong... cepat panggil ambulan" Seorang pelayan wanita berteriak histeris saat melihat pelanggan berlutut di lantai dengan wajah yang memutih.


"Bisa minggir... Ini... bukankah dia... Saya memahami Kedokteran saya akan melakukan pertolongan pertama padanya"


Mendengarkan jika wanita cantik bertubuh matang ini akan memberikan pertolongan pertama, baik pelanggan dan pelayan restoran membiarkan Wanita tersebut untuk melakukan perawatan.


"Ini... aku tidak bisa menanganinya... Dia mengalami gangguan pernafasan, dia sesegera mungkin harus di bawah ke rumah sakit"


Wanita cantik itu menggelengkan kepala tidak berdaya.


"Bisa bantu berdiri kan orang ini jika kalian menunggu kedatangan Mobil Ambulan aku takut orang ini akan mati sebelum di bawah ke rumah sakit"


Mendengar kata Mati semua orang menjadi ketakutan, terutama pemilik restoran, jika pelanggan mati saat makan di restorannya polisi akan menutup tempat restauran.


"Siapa kamu... jangan berspekulasi seenaknya" Wanita cantik itu menatap Lisin dengan tajam, dia tidak merasakan sesuatu yang istimewa, apa lagi dia lebih mudah dari pada dirinya.


"Aku tidak ingin bicara panjang lebar kali tinggi, aku hanya mengatakan apa yang menurutku itu benar" Lisin pergi ke pelayan restoran guna memesan makanan.


Lisin hanya ingin membantu tanpa tau siapa pihak lain, namun orang lain menghentikannya, kenapa repot di tinggal makan aja lah.


"Tunggu... Tolong selamatkan dia..." Wanita cantik itu meminta bantuan Lisin.


"Baiklah tolong berdiri kan dia dan tahan punggung dan bagian perut belakang..." Pelayan restoran melakukan apa yang Lisin katakan.


"Tahan dengan sekuat mungkin... " Lisin mengepalkan tangannya dengan energi batin terkumpul lalu berniat memukul perut buncit orang yang memiliki raut wajah pucat.


"Kamu... " Wanita cantik tidak berharap jika cara Lisin menyembukan orang sakit dengan cara memukul bagian perut, orang lain yang ada di sana juga panik jika ada kesalahan ini bisa di katakan sebagai pembunuhan.


"Guaaaak..." Dua orang dewasa yang memegangi orang tersebut dengan kuat terdorong kebelakang, sedangkan orang yang kesakitan itu memuntahkan sesuatu dari mulutnya, jelas itu daging sapi yang sebelumnya dia makan, kemudian warnah wajahnya kembali normal.


"Huk... Huk... Huk... Terima kasih... aku tertolong... "


Semua orang tidak berharap jika tenggorokan orang tersebut tersumbat oleh sesuatu seperti daging. terutama untuk Wanita cantik yang mengaku paham akan kedokteran, jika sebelumnya menunggu Ambulan datang jelas akan mati karena kekurangan oksigen.


Pelayan restoran kemudian memahami jika orang tersebut memesan makanan dengan daging sapi ukuran besar.


"Tidak masalah... lain kali jangan memakan dengan tergesa-gesa terutama jenis makanan daging besar"


"Pak kepala... anda tidak apa-apa?" Wanita cantik itu bertanya.


"Saya tidak apa-apa..."

__ADS_1


Setelah Mobil ambulan datang, orang tersebut melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan hasilnya normal tidak ada masalah.


Lisin tidak peduli dengan imbalan saat ini dia memakan makanan yang dia pesan.


Mengetahui jika kondisinya baik-baik saja orang tersebut menemui Lisin yang duduk di sudut restoran sedang makan siang, sedangkan Wanita cantik pergi Karena ada kepentingan.


"Tuan... bisa saya duduk di sini?"


"Silakan duduk... jangan memanggilku tuan panggil saja Lisin..." Lisin berkata sambil memakan sesuatu.


"Lisin... sepertinya kamu bukan orang sini, Karena kamu telah menolong hidupku maka jangan tolak niat baikku... " orang tersebut berniat memberikan uang.


Lisin tidak marah hanya saja dia mendesah, apakah tampang ku ingin mendapatkan imbalan. "Aku tidak bisa menerima uang mu jadi simpanlah... "


"Ini... " Orang tersebut malu jika niatnya memberi uang di tolak.


"Benar... Aku bukan orang sini... aku dari banyuwangi, niatku hanya untuk kuliah di universitas negeri malang, hanya saja pendaftaran tutup, setelah itu aku mencari restoran untuk makan siang dan secara kebetulan bertemu dengan situasi sebelumnya"


Mendengar perkataan Lisin orang tersebut sangat bahagia, dia merasa seperti menemukan kesempatan untuk membalas pertolongan dari Lisin.


"Hm... Aku mengerti... Lisin aku bisa membantumu untuk kuliah di universitas negeri malang" Orang tersebut dengan bangga berkata.


"Oh... benarkah... apakah kamu tau jalur belakang... sebutkan harganya, aku tidak kekurangan uang" Lisin sudah memikirkan jalur belakang namun dia tidak memiliki koneksi dengan orang yang ada di universitas negeri malang, jadi dia menyerah.


Sekarang setelah tau jika orang di depannya bisa melalui jalur belakang bagaimana dia tidak senang.


"Lisin... universitas negeri malang tidak melakukan adanya jalur belakang... "


"Benarkah... sayang sekali... " Lisin mendesah.


"Sebenarnya Aku adalah Kepala Kampus di universitas negeri malang, jadi dengan kemampuanku aku bisa membuat Lisin kuliah di sana, bagaimana?" Kepala kampus tersenyum puas.


"Ehhhh..." Lisin tidak berharap jika orang yang di tolong nya adalah Kepala kampus.


Setelah itu Lisin mengikuti Kepala kampus guna mengurus pendaftaran, Karena Lisin masuk dengan jalur khusus, Lisin tidak mengikuti Ospek atau hal lain yang berhubungan dengan kegiatan penerimaan mahasiswa baru.


"Lisin jika kamu tidak keberatan, kamu bisa tinggal di asrama kampus walaupun satu kamar berisi 4 orang... " Lisin mengambil fakultas kedokteran dan fakultas ini cukup baru mengingat sejarah universitas negeri malang.


"Tidak masalah... " Lisin mengangguk.


"Kalau begitu ini... Asrama yang di khususkan untuk laki-laki, Untuk kamar... sepertinya tinggal kamar Nomor 102 yang berisi 3 mahasiswa Fakultas Kedokteran" Kepala kampus menyerahkan Kunci cadangan keempat, karena setiap mahasiswa memiliki kunci cadangan Kamar Asrama.


Lisin dengan cepat menuju ke kamar No 102 dan saat berniat masuk pintunya terkunci dari dalam.


"Tok... Tok... Tok... " Lisin mengetuk pintu.


"Sial... siapa si itu, ganggu kesenangan saja... " Suara kunci berputar dapat di dengar kemudian Seorang pemuda yang cukup umum keluar dari pintu.


"Kamu... " pemuda itu melihat Lisin.


"Jo... siapa di depan... " pemuda lain bertanya.


"Tidak tau... Kamu ada perlu apa?" Jo bertanya ke arah Lisin.


"Aku Mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran, dan tempat aku akan tinggal di kamar ini juga... "


"Hahaha... ternyata mahasiswa baru... " Jo sangat senang.


"Alim... Brian... Kita sambut teman baru kita... " Lisin dapat melihat dua penghuni kamar lainya.


"Aku Briansyah dari jakarta... panggil saja brian"


"Aku Aliman dari palembang... panggil saja Alim"


"Aku Johan dari Makasar... Panggil saja Jo"


"Hallo semuanya, Aku Lisin dari banyuwangi..."


Setelah berkenalan cukup panjang kali lebar kali tinggi, Alim berkata, "Hey Lisin kamu harus nonton bersama kami... "


"Benar bro... " Brian Menyetujui.


"Hei kalian Lisin anak baru kita tidak boleh merusaknya... " Jo berkata tidak puas.


"Kalian... Melihat apa Sih... " Lisin bertanya penasaran.


"Doujin... " Kata Alim.


Sial.... Lisin dapat melihat sesuatu yang tidak benar pada Laptop milik Alim.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2