Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 109


__ADS_3


Di atas arena pertarungan bawah tanah.


Dua petarung berhadapan satu sama lain, setelah Lisin mengalahkan Yanto dalam sekali pukul, dirinya tidak bisa pergi karena ada lawan selanjutnya yang harus dirinya kalahkan.


Sangat jelas jika pengaturan ini di lakukan oleh pengurus arena pertarungan bawah tanah.


Semua bisnis sangat menginginkan sebuah penghasilan atau pendapatan tertentu, jika bisnis tersebut mengalami kebangkrutan bagaimana pengurus arena pertarungan bawah tanah akan menjelaskan kepada pihak yang ada di belakang bisnis tersebut.


Maka dari itu pengurus yang baru saja kehilangan uang harus mendapatkan uang itu kembali, dengan membuat semua penonton bertaruh atas kemenangan Hunter.


Itu karena pengurus arena pertarungan bawah tanah sangat percaya jika Hulk juara bertahan akan mengalahkan Hunter dengan mudah.


Kemenangan Hunter sebelumnya sangat jelas di karenakan Bondon yaitu Yanto sangat lemah. jadi kemenangan Hunter hanyalah keberuntungan saja.


Setelah Hulk mengalahkan Hunter maka orang-orang yang bertaruh untuk kemenangan Hunter akan kehilangan uang mereka, dan pengurus arena pertarungan bawah tanah akan menghasilkan banyak uang.


Hahaha... sempurna... malam ini uangku harus kembali, tidak tapi bertambah.


Host juga sangat bersemangat, dirinya sangat yakin jika Hulk akan menjadi pemenangnya, jadi dirinya bertaruh dua kali lebih banyak dari taruhan sebelumnya.


"Ladies and gentleman... apakah kalian siap melihat darah?..." Host bertanya kepada penonton.


"Aku siap..."


"Aku siap..."


"Aku siap..."


Host mengangguk puas, lalu melihat kearah Hulk dan Hunter.


"Hunter... apakah kamu siap..." Host pertarungan bawah tanah bertanya.


"Ya..."


"Hulk... Pria besar, apakah kamu siap..." Host bertanya dengan bersemangat.


"Yaaaaa..." Hulk menjawab dengan nada panjang.


"Baiklah... Pertarungan antara Hunter dan Hulk di mulai..."


Lisin berdiri dengan santai sambil melihat bakso bulat dan besar di depannya. Lisin memperkirakan jika pihak lain memiliki berat lebih dari 200 kilogram.


"Mengapa kamu diam saja..." Hulk bertanya kepada Lisin.


Karena Lisin dari tadi hanya berdiri sambil melihat pihak lawannya tanpa melakukan apapun.


"Hunter... Jangan diam saja..."


"Kalahkan dia..."


"Habisin dia..."


"Bantai..."


"Jangan kasih kendor..."


"Sikat..."


Lisin tidak menanggapi seruan dari para penonton karena dirinya melihat antar muka sistem.


"Kalau begitu, mengapa kamu tidak bergerak juga..." Lisin tidak langsung bergerak melainkan bertanya.


Dalam analisa sistem pihak lain memiliki kelemahan yaitu gerakan lambat karena tubuhnya yang besar. namun memiliki kelebihan lain yakni tidak merasakan rasa sakit.


Jika tidak merasakan rasa sakit itu berarti pihak lain menggunakan semacam obat tertentu sebelum pertandingan di mulai.


Sangat jelas ini semua pengaturan dari pengurus arena pertarungan bawah tanah, agar mencapai kemenangan mereka melakukan kecurangan semacam ini.


Lisin tidak menyalahkan pihak lain karena kurang adil, dirinya percaya akan bisa mengatasi pihak lain.


"Kalau begitu... Terima ini..." Hulk menyerang secara bertubi-tubi namun tidak satupun pukulan mengenai Lisin.

__ADS_1


Lisin yang terus menghindar mulai melancarkan pukulan balik kepada perut besar dan saat pukulan tersebut bersentuhan dengan perut Hulk tangan Lisin masuk kedalam perutnya.


"Apa!!!..."


Lisin terkejut, karena lemak bagian perut sangat tebal maka pukulan Lisin tidak dapat mencapai bagian organ dalam tubuh pihak lain.


Rasanya seperti sebuah bola karet yang terdapat air di dalamnya dan pukulan sekuat apapun dari luar akan tenggelam lalu dipantulkan.


"Sial..."


Hulk yang melihat Hunter terdiam di depan perutnya langsung menyerang dengan gencar. Lisin tidak bisa menghindar jadi hanya bisa menggunakan kedua tangannya untuk menghalau serangan pihak lain.


"Sruuut..."


Kuat... Lisin harus mengakui jika pukulan pihak lain bukanlah kaleng-kaleng, walaupun Lisin menggunakan kedua tangannya untuk bertahan. namun kedua kaki Lisin bergeser kebelakang karena terdorong oleh pukulan pihak lain.


"Hahaha... bagus, Hulk habisi dia agar uangku dapat kembali..." Pengurus arena pertarungan bawah tanah sangat puas saat melihat Hunter yang terpojok.


"Hunter... kamu harus bertahan..."


"Jangan kalah Hunter..."


"Benar... jika kamu kalah, uang kami semua akan hilang..."


Sial... penonton tidak berakhlak bukanya prihatin kepada orang yang kesusahan, hanya memikirkan uang.


Lisin mengutuk di dalam hati...


Sepertinya aku harus kalah agar kalian kehilangan uang. tapi mana mungkin aku akan melakukan itu.


Kali ini Lisin memusatkan energi batinnya pada kedua tangannya lalu memukul daging lemak pihak lain.


"Ah..."


Hulk berhasil terdorong kebelakang namun tidak terlalu merasakan rasa sakit karena obat penahan rasa sakit yang di konsumsi sebelumnya.


Kali ini dengan pukulan yang memiliki energi batin, pukulan Lisin dapat memukul lebih dalam dari pada sebelumnya, pukulan Lisin dapat melewati lapisan daging berlemak milik Hulk.


Lisin tidak tinggal diam, kali ini dirinya bergerak di luar imajinasi setiap orang yang melihatnya, bahkan Hulk sendiri tidak dapat melihat di mana Lisin berpindah.


"Ah..."


Jika tanpa lapisan energi batin, pukulan Lisin tidak dapat menembus lapisan lemak apa lagi mengenai titik akupuntur milik Hulk.


"Krak..."


"Ahhhhh..."


Hulk berteriak kesakitan karena organ bagian dalam tubuhnya mendapatkan luka.


Sial... Kenapa aku merasakan sakit, bukannya aku meminum obat penghilang rasa sakit.


Apa yang Lisin pukul sebelumnya adalah bagian syaraf tertentu yang terhubung dengan obat penahan rasa sakit. karena Lisin menghentikan aliran darah hal tersebut bertolak belakang dengan pengaruh obat penahan rasa sakit.Oleh karena itu, sekarang Hulk dapat merasakan rasa sakit yang luar biasa.


"Ahhhh..."


Kali ini Lisin lebih kejam dari sebelumnya, karena saraf tubuh tidak dapat berfungsi dengan benar Lisin membuat Hulk tidak dapat menggerakkan tubuhnya.


"Ahhhh..."


"Ahhhh..."


"Ahhhh..."


Bagian tubuh yang tidak memiliki banyak Daging berlemak adalah persendian tulang, Dengan cepat Lisin mematahkan lutut, suku, dan beberapa pergelangan tulang pada tubuh Hulk.


"Guak..."


Hulk memuntahkan seteguk darah lalu jatuh tak sadarkan diri dengan posisi tengkurap.


Lisin harus mengakui, yang membuat dirinya kewalahan menghadapi Hulk bukan karena pihak lain kuat, melainkan daging berlemak yang tebal melindungi organ dalamnya.


"Tidak..." Pengurus arena pertarungan bawah tanah berteriak menyedikan.

__ADS_1


"Pemenangnya Hunter..." Host berkata seperti kehilangan jiwa, sebelumnya kehilangan uang sekarang kehilangan uang lagi, sungguh sial.


"Hahaha... Hunter menang..."


"Sangat menyenangkan, aku tidak menyangka bisa memenangkan taruhan sebanyak dua kali..."


"Benar, ternyata percaya dengan rumor tidaklah salah..."


"Untung saja aku tidak memesan taruhan untuk Hulk..."


"Kita harus berterimakasih kepada Host, jika bukan dia yang mengingatkan, kita pasti akan kehilangan uang..."


"Host Terima kasih..."


"Aku bilang apa, kita harus percaya kepada Hunter..."


"Hunter..."


"Hunter..."


"Hunter..."


Semua penonton sangat senang dan bahagia, karena tidak satupun yang bertaruh untuk Hulk melainkan bertaruh atas kemenangan Hunter.


Diam... Host tidak dapat berkata-kata, dirinya dua kali bertaruh dan dua kali kehilangan, sungguh menyedihkan.


Karena dirinya orang lain bisa memenangkan taruhan, karena mengikuti perkataannya orang lain bisa mendapatkan uang. sedangkan dirinya berakhir dengan kehilangan uang.


Mengapa bukan dirinya yang mendapatkan uang dan bukan orang lain saja yang kehilangan uang, Host tidak berdaya menjalani kehidupan dan hanya bisa bersedih di dalam hatinya.


Karena pertarungan bawah tanah berakhir, semua orang yang sebelumnya bertaruh atas kemenangan Hunter membawa pulang banyak uang.


"Hentikan dia... jangan biarkan dia pergi dari sini..." Pria gemuk berkata dengan lantang.


Karena Hunter dirinya mengalami kebangkrutan, bagaimana Pria gemuk yang menjadi pengawas pertarungan bawah tanah tidak marah.


"Apa maksudnya ini..." Lisin berkata dengan dingin.


Lisin tidak terlalu peduli dengan uang jadi dirinya tidak mengambil sepeserpun uang dari menjadi pemenang pertarungan. Lisin hanya ingin pergi karena dirinya sudah memberikan pelajaran berharga untuk Yanto.


Di saat dirinya berniat pergi selusin penjaga keamanan yang dimiliki pria gemuk menghentikan Lisin dengan sebuah pistol di masing-masing tangan mereka.


Sepertinya demi untuk menghentikan Lisin yang begitu kuat, ancaman pistol akan menjadi satu-satunya cara menghentikannya.


Dari kejauhan seseorang datang mendekat dengan tatapan matanya yang dingin.


"Pak Wayan... aku menyambut kedatangan mu..." Pria gemuk ketakutan sambil berkeringat dingin.


Entah bagaimana orang yang berada di belakang arena pertarungan bawah tanah akan datang secara tiba-tiba.


Jangan bilang selama ini ada mata-mata atau pengamat di antara penjaga yang di tugaskan untuk mengawasi ku.


Mengingat keluarga seni beladiri yang mengambil alih bisnis pertarungan bawah tanah, pria gemuk sangat gelisah.


"Pak Wayan... aku salah, karena tidak becus mengelola tempat pertarungan bawah tanah. namun penyebab dari masalah adalah dia, jika bukan dia... orang-orang tidak akan memenangkan taruhan dan dia juga membuat Hulk terluka entah hidup atau mati" Pria gemuk berkata dengan kebencian seolah Lisin telah membunuh orang yang berharga dalam hidupnya.


"Aku mengerti masalahnya..." Wayan menatap pria gemuk dengan dingin, lalu melihat kearah Lisin yang mengenakan topeng putih menutupi wajahnya.


"Sepertinya kamu seorang seniman beladiri, aku ingin melihat seberapa kuat orang yang membuat bisnis pertarungan bawah tanah mengalami kebangkrutan" Wayan berdiri di depan Lisin sambil mengambil posisi bertarung.


"Sepertinya, karena kita sudah lama tidak berjumpa kamu sudah melupakanku..." Lisin berkata dengan dingin.


Wayan tersentak jelas dirinya tidak mengenali pihak lain, namun entah kenapa suaranya sedikit familiar.


Siapa dia... bagaimana aku bisa mengenali orang yang mengenakan topeng.


"Katakan siapa kamu?..." Wayan bertanya dengan bingung, sepertinya pihak lain mengenali dirinya.


Lisin lupa jika dirinya mengenakan topeng putih menutupi wajahnya.


"Apakah kamu masih ingin menantang ku berkelahi?..." Lisin melepaskan topeng sambil berkata dengan dingin.


"Tu... tuan Lisin..." Wayan gemetar ketakutan.

__ADS_1


Bersambung...


*Author Up 3 untuk hari ini karena banyak readers yang komentar dan selalu like dan vote novel ini.


__ADS_2