
"Pembalut?!!..." Xue Yunran terdiam atas pertanyaan dari Lisin.
Dia tidak mengenakan apapun dibawah, mengapa Lisin bertanya tentang pembalut. Xue Yunran ingat jika dia menstruasi sekitar dua minggu yang lalu dan dia benar - benar tidak memikirkannya. Mengapa Lisin ingin membahas tentang pembalut.
"Mengapa kamu menanyakan tentang pembalut?..." Tanya Xue Yunran dengan heran.
"Haha, Aku hanya asal berbicara. Bukannya setiap wanita akan menggunakan pembalut jika sedang datang bulan?..." Lisin menenangkan dirinya dan langsung membuat alasan di depan Xue Yunran.
"Jadi seperti itu..." Xue Yunran mengangguk. "Mengapa kamu tidak memastikannya sendiri..."
Xue Yunran tersenyum misterius. Dia yang mengenakan pakaian tipis menggulungnya keatas.
"Glup..." Lisin menelan ludah.
Dia melihat dengan seksama, pakaian Xue Yunran yang tipis secara perlahan terangkat. Dua pangkal paha putih salju langsung terpampang. Kemudian kain tipis semakin naik keatas.
Sungguh pemandangan yang luar biasa. Untuk melhat lembah rahasia kakak iparnya membuat Lisin kesulitan untuk menolak lagi.
Lisin ingin menolaknya tetapi godaan kali ini terlalu berat. Jika Lisin tidak menjadi laki - laki sejati sekarang juga. Dia akan menyesal seumur hidupnya.
Jadi bagaimana jika Xue Yunran adalah kakak iparnya? Selama Joni agung menginginkannya. Tidak ada kata tidak apa lagi penundaan.
Berbulu lembut segitiga tipis terpampang di depan Lisin. Bagian bawah itu memiliki garis lembut kebelakang. Lisin benar - benar ingin menyentuhnya dan merasakannya. Tetapi dia tidak boleh terburu - buru karena malam ini akan sangat panjang dan tentunya akan sangat panas.
"Bagaimana? Apakah kamu melihat pembalut di sana?..." Tanya Xue Yunran dengan malu. Dia belum pernah seberani ini bahkan memperlihatkan lembah rahasia miliknya.
Malam ini dia harus tidak dengan Lisin bagar dia tidak menjadi perawan tua. Dan dengan begitu Lisin tidak akan menolak untuk menikahinya juga.
Lisin menggeleng sebelum akhirnya dia menjawab pertanyaan Xue Yunran. "Tidak, tidak ada pembalut sama sekali. Yang ada suguhan yang sangat indah. Kakak ipar milikmu sangat luar biasa..."
Lisin langsung memujinya. Hanya saja dia keceplosan karena memanggil Xue Yunran dengan sebutan kakak ipar. Jika dia tidak berhasil bercinta dengan Xue Yunran karena kesalahan dirinya sendiri, maka Lisin lebih baik gantung diri saja.
"Kakak ipar?!!!..." Melihat Xue Yunran yang bingung, membuat Lisin langsung mengambil langkah lainnya.
"Nona Xue, kamu lebih tua dariku entah mengapa aku ingin memanggilmu dengan sebutan kakak ipar..." Kata Lisin dengan tersenyum.
__ADS_1
"Tidak masalah..." Jawab Xue Yunran tanpa kecurigaan.
Dia menutup kembali pakaian tipis miliknya dan itu membuat Lisin kecewa. Mengapa harus di tutup lagi dan tidak langsung memulainya.
Dasar kakak ipar jahat.
"Kamu tahu kenapa aku mengundangmu keluar hari ini? Di tambah aku harus membawamu pergi dari Zhang Fei..." Xue Yunran berjalan ke arah Lisin sambil menggodanya.
"Aku tidak tahu apa - apa, sumpah aku anak baik dan polos..." Lisin menggelengkan kepalanya.
"Karena ini hari ulang tahunku, itu sebabnya aku ingin kamu pergi bersamaku Dan aku ingin melepaskan keperawananku..." Xue Yunran tersenyum namun menunjukkan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan.
Lisin tidak tahu jika hari ini Xue Yunran ulang tahun. Dia hanya bisa malu karena tidak mengetahuinya. Di tambah dia tidak memiliki hadiah apapun dengannya.
"Kenapa kamu tidak memberitahuku lebih awal? Kalau tidak, aku bisa membawakanmu hadiah," Lisin tersenyum sambil menatap Wanita cantik didepannya.
"Kamu adalah hadiah terbaik. Malam ini kamu harus menjadikan diriku sebagai wanita dewasa. itu semua sudah cukup sebagai hadiah darimu. Ayo minum untuk ulang tahunku..." Xue Yunran menuangkan anggur untuk Lisin dan dirinya sendiri. Malam ini mereka berdua mulai minum.
Setelah menghabiskan satu gelas, Xue Yunran menuangkan minuman lagi.
"Uhukkkk..." Xue Yunran sedikit tersedak.
Jelas tidak mungkin hanya karena hari ini ulang tahunnya, ia akan menjadi wanita murahan. Lisin bisa mengatakan jika kakak iparnya pasti memilik masalah, kalau tidak, dia tidak akan berpakaian seperti ini dan minum - minum.
Menurut pendapat Lisin, Xue jelas bukan tipe gadis yang mudah memberi keperawanannya bahkan jika dengan Lisin. Pasti ada hal lain yang membuatnya menjadi seperti ini.
"Hari ini adalah hari ulang tahunku, mari kita mabuk!..." Xie Yunran menuangkan dan minum lagi setelah dia menghabiskan gelas anggur lainnya.
"Kakak ipar, mengapa kamu tidak menjelaskan masalah yang kamu miliki kepadaku?..." Tanya Lisin.
Xue Yunran menghentikan tangannya, dia menatap kebawah dan mulai tersenyum kecut.
"Aku baru saja bertemu dengan ayahku setelah sekian lama..." Kata Xue Yunran dengan ekspresi rumit.
Lisin terdiam, dia langsung mengingat tentang Mahesa. Yang menjadi mertuanya juga ayah Wulan dan juga Xue Yunran.
"Ayahku membawa berita bahagia dan juga berita buruk tentang adik perempuanku..." Xue Yunran menjelaskan dengan kesal.
__ADS_1
"Ayah mengatakan jika adikku sudah menikah dan sedang mengandung anak pertamanya..."
"Aku tentunya senang karena akan memiliki keponakan. Tetapi aku langsung menjadi sedih karena adik perempuanku telah mendahuluiku..."
"Untuk itulah aku ingin kehilangan keperawananku dan mengatakan kepada ayahku jika Aku bisa menikah dan memiliki bayi seperti adik perempuanku..."
Lisin langsung membisu. Satu sisi dia tidak ingin menodai kakak iparnya. Sisi lain dia menginginkan bercinta dengan Xue Yunran. Tetapi setelah mendengar perkataannya. Lisin sadar jika dia tidak seharusnya terus berbohong.
Tugas sistem menjadi miskin dan profil rendah sudah berakhir dan sudah saatnya mengatakan yang sebenarnya.
Melihat Xue Yunran minum seperti orang gila, Lisin kemudian memutuskan untuk menjelaskan tentang jatidirinya sebagai suami Wulan.
Jika Setelah Lisin mengatakan yang sebenarnya membuat Xue Yunran semakin sedih. Dan tidak mood lagi untuk bercinta. Lisin juga tidak peduli, yang jelas dia harus mengatakan kebenarannya.
"Kaka ipar aku..." Sebelum Lisin mengatakan keinginannya.
Xue Yunran langsung membungkam mulut Lisin dengan menggunakan mulut manisnya.
"Mengapa memikirkannya?! Malam ini aku ingin kebahagiaan. Dan itu bersamamu Tuan Li..." Xue Yunran tersenyum cerah.
Senyumannya membuat Lisin bimbang. Antara mengatakannya ataukah tidak. Dia tidak ingin merusak kebahagiaan Kakak iparnya.
Jika sampai kakak iparnya menjadi sedih. Lisin juga akan bersalah. Akhirnya dia memutuskan untuk tetap menyimpan rahasianya dan akan menjelaskan sampai Xue Yunran siap.
Setelah ciuman panas, Keduanya terus minum dan menghabiskan lebih banyak botol anggur. Pada akhirnya, Xue Yunran menjadi mabuk dan dia memilih kulit wajah memerah.
Segera, Xue Yunran menjadi mabuk karena konsumsi alkohol yang besar.
Lisin seperti biasanya tidak akan mabuk, tetapi dia merasa agak mabuk cinta karena berciuman dengan kakak iparnya.
"Kamu pikir aku cantik?..." Xue Yunran yang mabuk bertanya dengan mengantuk sambil menyentuh wajah Lisin yang polos.
"Tentu saja, kamu cantik. Kamu wanita yang paling cantik..." Lisin berkata dengan jujur.
Dia tahu keduanya tidak akan bisa kembali lagi. Dan perbuatan mereka adalah salah. Tetapi Lisin tidak ingin merusak keinginan kakak iparnya untuk melepaskan keperawanannya.
Bersambung...
__ADS_1