Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 244


__ADS_3


Sekarang keduanya bersembunyi di balik mobil lagi.


Mei Lan sedikit kesal mengapa Lisin memeluk tubuhnya, sehingga keduanya harus berguling - guling lagi. namun detik berikutnya dia menyadari sesuatu yang salah. Seperti ada cipratan air yang mengenai wajahnya yang cantik.


Saat Mei Lan menggunakan tangannya untuk menyentuhnya dia menjadi bingung, mengingat tidak ada tetesan hujan di sekitarnya. Namun saat mengetahui warna airnya merah dia menjadi panik.


Darah!


Akhirnya Mei Lan menyadari alasan Lisin memperingatkan dirinya sebelum ini. Ternyata Pembunuh bayaran lain membidik dirinya dari kejauhan. dan jika bukan karena Lisin menyelamatkannya lagi Pasti dia akan mati.


Hanya saja Jika dirinya tidak tertembak, juga tidak merasakan rasa sakit. Darah ini bukan miliknya, Lalu darah siapa yang terciprat di wajahnya.


Hal berikutnya membuat Mei Lan menyadari jika bahu Lisin basah, dan itu bukan air atau keringat melainkan darah.


"Tuan Li, Kamu berdarah..." Melihat Lisin berlumuran darah, wajah cantik Mei Lan langsung penuh kepanikan.


Dia tidak berani menganggap Lisin sebagai orang asing lagi, karena Lisin dua kali menyelamatkan dirinya dari tembakan yang di arahkan terhadap dirinya. Biasanya dia tidak peduli dengan pria asing yang baru dia temui.


Sekarang berbeda, Lisin tertembak karena melindungi dirinya. Hatinya menghangat, Mei Lan tanpa sadar menerima keberadaan Lisin yang awalnya asing dan tidak ingin mengenalnya.


Jika orang normal bertemu dengan upaya pembunuhan seperti ini, mereka mungkin sudah pingsan karena ketakutan. Namun tidak dengan Lisin. Dia telah melihat badai dan gelombang besar, bahkan membunuh dan mengalami pertarungan hidup dan mati. Kali ini dia ceroboh karena dunianya teralihkan oleh sebuah semangka.


Bukan main!


Sungguh membagongkan!


Hanya Sebuah semangka, Lisin kehilangan fokus. Sepertinya Lisin harus minum kopi agar lebih melek.


Sedangkan untuk Mei Lan meskipun dia panik, setidaknya dia tidak pingsan. Dia dua kali mengalami khusus yang serupa jadi dia sedikit lebih memahami. Namun dia hanya sedikit khawatir karena dia tidak tahu harus berbuat apa.


"Jangan khawatir, ini bukan masalah besar. Aku harus mengeluarkan pelurunya lebih awal..."


Wajah Lisin sangat pucat saat dia berbicara dengan kesulitan besar.


Apa yang terjadi!


Lisin menggunakan energi Qi untuk mengeluarkan peluru tersebut dari bahunya. Peluru ini bukan peluru biasa, melainkan peluru anestesi. Ada anestesi di dalamnya, dan itu membuatnya mengantuk secara perlahan.


Sial, mengapa anestesi dan bukan afrodisiak saja.


Pembunuh bayaran penembak jitu ini memang kejam. dia tidak menginginkan kegagalan, jadi dia dengan sengaja menggunakan peluru yang mengandung anestesi di dalamnya.


Anestesi atau obat bius biasa di gunakan untuk melakukan operasi, namun jika di gunakan dalam jumlah besar akan memiliki dua kemungkinan. pertama akan menciptakan kelumpuhan saraf secara permanen, yang kedua membuat korban menjadi mati lemas.

__ADS_1


Melihat Lisin mengeluarkan peluru dengan santai, Mei Lan Menutupi bibir merahnya dengan tangan kecilnya, Jelas dia sangat terkejut dan matanya tidak tenang dan tidak percaya saat melihat Lisin.


Pria ini sangat tangguh. Mengeluarkan peluru dengan tangan kosong tanpa mengerutkan kening sama sekali. Apakah hal tersebut tidak menyakitkan?


"Mei Lan, Kamu bersembunyi di sini, biarkan aku yang mengurus sisanya..."


Lisin berbisik dan membiarkan Mei Lan bersembunyi di belakang mobil.


"Tuan Li, Kamu harus berhati - hati..." Wajah cantik Mei Lan menunjukkan sentuhan khawatir juga sedikit jejak kepedulian.


Dia tahu apa yang harus di lakukan. dia tidak ingin menjadi beban untuk Lisin. Target pembunuhan adalah dirinya dan Mei Lan berusaha untuk tidak membuat kesalahan.


"Shiu!..."


Beberapa tembakan datang lagi namun kali ini mengenai kap mobil yang ada di belakang Lisin dan Mei Lan.


"Sistem, Pindai area sekitar..."


(DING...)


(Memindai terselesaikan)


(Target terdeteksi hanya satu pembunuh bayaran tersisa, Bertempat arah jam 2 pada bangunan lantai ketiga)


Lisin mengerutkan alisnya, penembak jitu berada di lantai tiga. Jika Lisin tidak dengan cepat melumpuhkan lawannya maka. Penembak jitu akan berganti posisi, jadi bersembunyi di balik mobil pun tidak akan selamat.


(Toko sistem diakses)


(Dibutuhkan 10 juta untuk membeli penawar obat Anestesi: Ya/Tidak)


"Ya..."


Lisin langsung menelan obat penawar anestesi juga tidak lupa membeli pil penyembuhan. Dia dengan cepat menghilang dari balik mobil kemudian pergi menuju ketempat penembak jitu berada.


Arah Jam 2 gedung berlantai Tiga.


Mei Lan menjadi bingung karena Lisin yang pada detik sebelumnya ada di dekatnya sekarang menghilang tidak diketahui keberadaannya.


.....


Sedangkan itu di lantai tiga. Seorang penembak jitu sedang mengambil posisi membidik, matanya menutup sebagian sedangkan mata satunya lagi melihat melalui teropong pada laras panjang senjata yang dia gunakan.


Titik merah yang bercahaya samar datang dari senjata membidik yang ada di tangannya. Penembak jitu datang bersama temanya yang sebelumnya melakukan penyamaran menjadi pria tuan, sedangkan dirinya akan mengamankan jalur pelarian.


Siapa yang berharap, tidak hanya penyamarannya gagal namun rencana pembunuhan jarak dekat menjadi gagal total. semua ini karena pria yang bersama target cukup kuat.

__ADS_1


Jelas melalui teropong pengintai dirinya melihat secara keseluruhan tentang apa yang terjadi di bawah. Pria yang bersama target mengejutkan dirinya berulang - ulang. mulai dari penyelamatan yang pertama, kemudian menghentikan peluru juga membuat temanya tersudut. dan menghancurkan pistol melalui remasan tangan kosong.


Hal yang membuat dirinya bingung adalah, Temannya pergi meninggalkan pekerjaannya dan tidak menghubunginya. mengapa dia bisa pergi dengan tenang tanpa menyelesaikan pekerjaan mereka bersama.


"Mungkinkah dia sakit perut sehingga harus meninggalkanku?!..." Pikir Penembak jitu dengan tidak puas.


Keduanya sepakat mengambil pekerjaan yang sama namun temanya pergi dah mengharuskan dirinya yang mengurus sisanya.


Jelas dari Lantai tiga penembak jitu tidak dapat mendengarkan Lisin yang melakukan sugesti hipnotis terhadap temanya. untuk itu dia bertanya - tanya tentang apa yang terjadi.


"Kach!..."


Penembak jitu sangat terkejut dengan sebuah kaki yang datang menginjak dan menghancurkan laras panjang yang ada di tangannya.


Kemudian sebuah tangan kosong mencengkeram lehernya seperti tang besi sehingga membuatnya tidak dapat bergerak dan kesulitan bernafas.


"Kamu!..."


Penembak jitu akhirnya menyadari siapa pihak lain yang mengejutkan dan membuat dia tidak berdaya. Dia adalah pria yang bersama dengan target yang sedang bersembunyi di balik mobil.


Bagaimana dia bisa berada di atas lantai tiga hanya dalam hitungan menit? Belum lagi bagaimana mungkin dirinya tidak menyadarinya?


"Aaaa... Lepaskan..."


Penembak jitu merintih kesakitan dan kesulitan untuk berbicara. Dia memiliki tubuh melayang di atas udara dengan kaki yang menggantung.


Bagaimana bisa ada manusia memiliki kekuatan tangan yang sangat kuat. Tidak hanya itu melihat dari sikap pihak lain tidak ada kesulitan sama sekali seolah tubuh dirinya seringan kapas.


Siapa dia sebenarnya?


"Kamu menyinggung seseorang yang tidak seharusnya kamu singgung..."


"Kach!..."


Hanya dengan gerakan kecil, Lisin yang menggantung penembak jitu dengan satu tangan langsung mematahkan lehernya.


Kemudian dia mengambil ponsel penembak jitu lalu melemparkan tubuhnya yang sudah menjadi mayat kesamping.


"Haha... kacau sekali, hanya seorang penembak jitu membuatku mendapatkan sebuah luka..." Lisin tertawa kecil.


Dia baru saja membunuh seseorang tanpa mengedipkan matanya.


"Semua ini hanya masalah semangka, jika tidak, semut - semut ini tidak akan membuatku terluka, apa lagi menganggapnya dengan serius..." Dengan menggunakan pil penyembuhan. Pendarahan berhenti dan luka pada bahunya disembuhkan dengan hitungan detik.


Lisin melompat dengan ringan dari gedung lantai tiga. Dia harus cepat - cepat meninggalkan tempat tersebut, jika tidak dia akan berurusan dengan polisi lagi.

__ADS_1


Mei Lan yang melihat Lisin datang sangat bersyukur, dia kemudian masuk kedalam mobil BMW lalu pergi dengan Lisin tanpa menanyakan pertanyaan yang tidak penting.


Bersambung...


__ADS_2