
Sebuah mobil sport Bugatti melaju dengan kencang dari arah barat, sangat jelas jika pengemudinya sedang terburu-buru untuk mengejar sesuatu.
"Mia... apakah kamu yakin tidak menggunakan pengawal lainya untuk membunuh mantan kekasih mu itu..."
Elena duduk di kursi belakang bertanya dengan khawatir Musuh mereka adalah kaki tangan gangster Sinaloa yang kejam dalam menjalani setiap aksinya.
Setelah mendapatkan kabar jika ada transaksi rahasia yang di lakukan gangster Sinaloa Keduanya berniat menghubungi Robert yaitu ayahnya Elena Untuk melakukan penggerebekan dari segala arah. hanya saja informasi yang di dapatkan menunjukkan jika salah satu kaki tangan gangster Sinaloa yang melakukan transaksi adalah Mantan kekasihnya Mia.
Mia yang mengetahui jika itu adalah mantan kekasihnya langsung tersulut akan dendam yang selama ini terpendam.
Sejak perpisahan dirinya dan Mantan kekasihnya tersebut Mia sama sekali tidak mendengar kabarnya lagi.
Kemungkinan besar Mantan kekasihnya tersebut pergi ke asia dengan mengubah identitasnya. ini adalah informasi yang Mia dapat melalui Interogasi dari kaki tangan gangster Sinaloa yang berhasil di tangkapnya.
Karena sekarang mantan kekasihnya ada di sini dan sedang melakukan transaksi, Mia tidak bisa melewatkan kesempatan ini untuk membunuhnya.
"Nona Elena... Aku sangat yakin akan bisa melakukannya... Entah mengapa setelah Aku mengkonsumsi obat yang di Berikan Lisin aku merasakan jika kekuatan dan semua panca indraku mengalami meningkatan" Mia yang mengemudikan mobil berkata dengan sedikit senyuman.
"Kamu benar... Aku juga merasakan hal yang sama, Apa lagi saat melakukan itu dengan ya entah kenapa itu seperti bukan diriku lagi..." Elena berkata dengan cemberut.
Elena berpikir jika seharusnya dirinya yang mengendalikan pihak lain, mengapa dirinya yang di kendalikan sebaliknya.
Sangat menyebalkan...
"Sepertinya kita berdua sudah di tundukkan Lisin... Aku dengar dalam dua hari ini dia melakukan liburan seperti tidak memiliki dosa..." Mia tersenyum kecut saat memikirkan Lisin yang menolak dirinya untuk menemaninya berlibur.
Setelah melihat jika semua bekas luka bakar yang ada di punggung dan pipinya menghilang, Mia seolah tidak percaya, semuanya sepertinya mimpi hanya saja setelah dirinya terbangun dari tidurnya, Mia mulai percaya jika itu semua nyata.
Mia yang sangat bahagia seperti terlahir kembali, Mia langsung membeli pakai-pakaian yang terbuka untuk menggoda Lisin namun, Lisin menolaknya langsung.
Mia yang mendapatkan penolakan hanya bisa mengurungkan niatnya.
Kini Mia seperti wanita sesungguhnya dirinya lebih bersemangat menjalani hidupnya. Menjadi cantik adalah apa yang semua wanita inginkan termasuk Mia. sekarang Mia mampu menunjukkan senyumnya yang selama ini telah menghilang.
"Ya... Dia membuatku kesal, padahal tinggal bercocok tanam saja namun dia tidak menginginkannya, apakah kita berdua kurang cantik?..." Elena merasa tidak puas dengan tindakan Lisin.
Setelah Ibunya terselamatkan dari vegetasi karena peluru yang bersarang pada otak kirinya terangkat, itu semua berkat Lisin sehingga ibunya bisa terselamatkan.
Elena sangat bahagia...
Yang membuat Elena tidak percaya adalah karena Lisin tidak menginginkan imbalan uang, saat Elena berniat akan membayar dengan tubuhnya. Lisin menolak dan memilih untuk meminta sebuah senjata. bagaimana Elena tidak marah.
"Mia jangan membicarakan dia Lagi... itu membuatku semakin kesal..."
"Nona Mia... Sebenarnya Aku punya rencana untuk membuat Lisin bisa bercocok tanam dengan kita lagi..."
__ADS_1
"Bagaimana caranya?..."
"Kita berikan saja obat Afrodisiak dalam dosis tinggi..."
"Kamu benar... mengapa aku tidak memikirkannya..."
"Nona Elena... Kita bisa melakukan itu setelah Aku membunuh mantan kekasih ku..." Tatapan Mia menjadi dingin.
Dengan cepat mobil sport Bugatti melalu beberapa belokan kemudian berhenti tidak jauh dari gedung yang di tinggalkan.
.....
Di dalam gedung di mana transaksi di lakukan...
"Tuan James senang bertemu denganmu..." seorang pengusaha gemuk memiliki beberapa gigi emas menyapa james.
"Tuan Marcus Senang bertemu denganmu juga... Bos kami sangat menantikan Serum bloody darimu" James berkata dengan senyuman.
James memiliki penampilan seperti orang asia, dirinya keturunan dari Thailand dan Amerika. walaupun tidak setampan Lisin setidaknya cukup enak di pandang.
"Hahaha... semuanya ada di dalam mobil, Mari aku tunjukan..." Marcus dengan bersemangat membuka Kap belakang mobilnya.
"Ini semua?..." James dapat melihat serum bloody yang saat ini populer di pasar gelap berada di dalam kap mobil.
Dalam informasi yang di dapatkan James melalui saluran gelap, James mengetahui jika penggunaan Serum ini memiliki aturan khusus.
Tubuh harus dalam kondisi sehat secara penuh, jika memiliki riwayat penyakit seperti panu dan kudis maka akan berakhir dengan kematian karena tingkat adaptasi Serum dengan tubuh sangat kuat.
James sangat senang, dirinya yakin akan dapat beradaptasi dengan Serum bloody dan memiliki kekuatan super.
Dirinya baru saja kembali dari Asia tepatnya Thailand dan berhasil menguasai bela diri khas negeri gajah putih tersebut yaitu Muay Thai.
"Tuan Markus sebutkan harganya... jika bisa bos kami ingin bertemu dengan Organisasi yang membuat Serum bloody ini..." James tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.
"Hahaha... Aku bisa menjual dengan harga sedikit lebih rendah dari harga yang ada di pasar gelap..." Marcus berhenti lalu melanjutkan.
"Sedangkan untuk siapa Organisasi yang membuat Serum bloody ini... aku tidak bisa mengetahui identitas pihak lain... saat aku membuat transaksi dengan mereka tak satupun dari mereka yang berbicara, Aku jiga di larang berbicara apa lagi menanyakan sesuatu" Marcus berbicara dengan tidak berdaya.
"Entah mereka organisasi atau sekte tertentu yang jelas mereka sangat menginginkan batu tak bertuah"
Batu tak bertuah memiliki aura mistik tertentu jika di Indonesia biasa di kenal dengan batu akik.
"Batu tak bertuah!!!..." James tersebut.
Marcus adalah orang yang suka mengumpulkan barang antik dari penjuru dunia maka dari itu dirinya suka mengoleksi batu tak bertuah.
__ADS_1
Entah kegunaan batu tak bertuah itu untuk apa yang jelas selama ada bisnis yang menguntungkan dirinya tidak akan melewatkannya.
James terdiam... Dirinya sudah mengetahui keberadaan organisasi atau sekte misterius ini yang bergerak di balik bayang-bayang.
Pernah suatu ketika sekelompok orang melakukan transaksi dengan organisasi atau sekte misterius tersebut, dengan batu tak bertuah palsu sebagai alat pertukaran dengan Serum bloody.
Mereka semua berkahir dengan menghilang tanpa jejak, bisa di katakan lenyap dari dunia seolah tertelan oleh sesuatu. rumor yang beredar di dunia gelap siapapun yang menyinggungnya akan di jadikan persembahan.
"Jika aku tidak salah mengingat Mereka memiliki sebuah simbol illuminati..." Marcus berkata sambil mengingat sesuatu.
"Bentukannya Segitiga dengan satu mata di dalamnya... Aku tidak peduli siapa pihak lain selama itu menghasilkan uang aku akan melakukan apapun" Markus menunjukkan ekspresi ngeri saat mengingat tentang organisasi atau sekte misterius tersebut.
"Aku mengerti..."
James mulai mengingat tentang organisasi iluminasi yang cukup misterius, konon memiliki anggota yang cukup elit dengan keanggotaan yang sangat rahasia.
Simbol All seeing Eye atau Mata Ilahi, juga disebut mata satu, merupakan simbol sebuah mata yang dikelilingi oleh pancaran cahaya atau gloria dan biasanya dikelilingi segitiga. Simbol ini sering dimaknai sebagai perlambang mata Tuhan yang mengawasi umat manusia.
Konspirasi tentang organisasi ini sudah di ketahui banyak orang namun hingga kini masih di pertanyakan kebenarannya, tidak ada yang tau ajaran seperti apa yang mereka anut dan berapa banyak anggota yang di milikinya.
Lucifer dewa yang di percayai organisasi tersebut dapat melihat seluruh pemujanya melakukan perubahan dunia.
"Gulp..." James menelan seteguk ludah.
James yang ketakutan lalu tersenyum, dirinya sangat tertarik untuk memasuki organisasi atau sekte misterius tersebut.
Di balik dinding yang cukup dekat dengan lokasi transaksi tersebut di lakukan, Mia yang bersembunyi mendengar perkataan antara James dan Markus.
"illuminati!!!..." Mia berkata dengan pelan.
"Siapa di sana?..." James berkata dengan dingin, sepertinya ada tamu tak di undang yang menguping pembicaraan dirinya.
Bersambung...
*Seperti yang di ketahui semua author dan readers banyak novel yang berhenti di tengah jalan karena pendapatan yang di berikan pihak NT kurang memuaskan, jadi kemungkinan besar novel ini akan mengalami hal yang serupa.
*Novel akan berhenti sampai batas waktu yang tidak di ketahui kalian bisa menyebutnya Hiatus.
*Bukan tidak ingin membuat cerita lagi hanya saja banyak author yang mengalami kondisi seperti ini.
*Jika masih banyak yang menginginkan cerita ini berlanjut silakan tulis di komentar.
*Walaupun hanya beberapa orang yang ingin ceritanya di lanjutkan mungkin author akan mempertimbangkannya lagi.
*Terimakasih untuk yang selalu setia mendukung novel yang memiliki banyak kekurangan ini.
__ADS_1