Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan

Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan
Kehidupan Dengan Sistem Kekayaan Episode 184


__ADS_3


Setelah berbincang dengan sistem Lisin di kejutkan dengan sebuah penemuan dari penjelasan sistem. karena dalam satu tahun sistem akan menemukan pemilik baru maka cukup banyak orang yang menjadi mantan pemilik sistem.


Tentunya tidak semua mantan pemilik sistem sebaik seperti Lisin, juga kebanyakan dari mereka pasti tidak akan puas jika memiliki sistem dalam jangka waktu satu tahun. apa lagi jika mereka memiliki ambisi yang sangat besar.


Dengan terungkapnya mantan pemilik sistem sebelum Lisin, pasti akan banyak orang kuat setingkat dengan kekuatan Lisin di luar sana. sekarang Lisin menyadari jika dirinya hanya katak di dalam sumur.


Sistem sialan, mengapa tidak mengatakannya dari awal. Dengan ancaman mantan pemilik sistem sebelumnya, Lisin harus dengan cepat membentuk pasukan bayangan.


Sepertinya Lisin harus mendesak Wolf untuk mengumpulkan banyak mantan pasukan khusus atau pembunuh bayaran.


"Sistem, bisakah kamu mengatakan berapa banyak mantan pemilik sistem sebelum diriku..."


(Tuan rumah menjadi satu - satunya pemilik sistem untuk wilayah Indonesia)


(Sedangkan pemilik sistem lainnya cukup banyak dan sepertinya mulai membentuk sebuah organisasi diantara para mantan pemilik sistem)


Organisasi!!!


Lisin sangat tidak suka mendengar berita buruk ini, satu mantan pemilik sistem pastinya cukup merepotkan. apa lagi jika lebih dari satu.


(Tuan rumah di harapkan untuk berhati - hati saat bepergian keluar negeri khususnya China)


China!!!


Mengapa dengan negara yang suka berperang yang satu ini? Mengapa sistem secara langsung memperingatkan ku?


(China, memiliki tiga mantan pemilik sistem. selain itu banyak kutivator yang bisa menggunakan energi Qi)


Diam... Kali ini Lisin tidak tahu harus berkata apa, dirinya pikir menyelesaikan tugas sistem cukup sederhana. siapa sangka jika ada eksistensi kuat di luar negeri.


"Sistem, maksudnya seperti pejuang budidaya yang bisa menggunakan energi kanuragan?..."


(Tuan rumah bisa menyebutnya seperti itu)


(Tuan rumah harus waspada dengan seseorang bernama Jian Chen)


"Jian Chen!!! Siapa lagi ini... Mengapa aku harus waspada dengan orang tidak aku kenal..."


(Tuan rumah harus mengingat, dari sekian banyaknya mantan pemilik sistem, Jian Chen adalah orang yang ambisius dan paling berbahaya)


(Jian Chen, mulai memburu mantan pemilik sistem lainnya. tentunya dia ingin menjadi yang terkuat)


(Jian Chen memiliki prinsip, Yang membungkuk di bawah kakinya akan selamat dan yang berdiri di depan dirinya akan binasa)


(Selain itu, dia mempercayai jika membunuh seseorang yang masih memiliki sistem maka dirinya bisa mendapatkan sistem kembali)

__ADS_1


"Apa!!! Maksudnya merebutnya sistem secara paksa, Sistem apakah hal seperti ini mungkin?"


(Secara teori bisa di lakukan, Jika Jian Chen mendapatkan sistem kembali maka gejolak dunia tidak dapat di hindari)


Sial, itu berarti dia ingin membunuhku? Sepertinya cepat atau lambat aku harus berhadapan dengan Jian Chen ini. Lisin menumbuhkan niat membunuh, namun kembali menekannya Karena keberadaan Luna yang ada di pangkuannya.


.....


Maya mengikuti penjaga keamanan kedalam ruangan staf Mall Roxy Banyuwangi, dan di sana terdapat Layar LCD yang menampilkan CCTV dari beberapa sudut tempat pusat pembelanjaan.


Lebih dari selusin menit, Maya akhirnya memahami di mana putrinya saat ini berada. Luna saat ini bersama dengan seorang pemuda yang cukup mencurigakan. Tentunya Maya secara samar - samar mulai mengingat, jika Pemuda yang bersama dengan putrinya pernah bertemu dengan dirinya kemarin malam.


Dalam rekaman CCTV Maya sangat heran mengapa pemuda tersebut menuruti semua keinginan putrinya. Apakah karena dia menginginkan Ibu dari Luna yaitu dirinya dengan menyenangkan Luna lebih awal.


Benar pasti seperti itu, beralih kedalam sudut kamera lainnya, layar LCD menampilkan Lisin yang membeli banyak makanan hanya untuk menuruti keinginan Luna dan akhirnya Lisin sendiri yang menghabiskan.


Maya sedikit tertawa kecil karena kondisi tersebut cukup lucu, belum lagi sudah berapa lama dirinya tidak melihat putrinya bersenang - senang, seperti itu. Hingga di akhir rekaman CCTV, Maya menyadari jika Apa yang Lisin lakukan murni untuk membantu Luna pulang.


Maya sangat tersentuh saat melihat kepedulian Lisin terhadap putrinya, karena ada seseorang yang dekat dengan putrinya, belum lagi putrinya yang sangat pilih - pilih saat dekat dengan seseorang membuat Maya tersenyum.


"Bu, dengan bukti ini, kamu bisa memanggil polisi untuk menahan pelaku penculikan..." Kata staf karyawan dengan lantang.


Maya tersenyum kemudian menggeleng, Melihat putrinya yang tersenyum membuat Maya sangat bahagia, Sejak kematian suaminya satu tahun yang lalu Luna sudah jarang tersenyum. belum lagi dirinya sekarang sangat sibuk bekerja, sekarang Luna bisa tersenyum lagi. jelas semua ini berkat pemuda berpakaian mencurigakan tersebut.


Maya juga mulai sadar selama ini dirinya terlalu fokus akan pekerjaannya sehingga mengesampingkan kebahagiaan putrinya.


"Lupakan saja, dia memang suamiku atau ayah dari putriku. terima kasih karena sudah memberitahu ku..." Maya perlahan pergi meninggalkan Mall Roxy Banyuwangi. tentunya tujuannya langsung pulang kerumahnya.


Dalam perjalanan pulang, Maya juga mempertimbangkan jika perkataan penjaga keamanan tersebut benar, Bisa juga kan pemuda tersebut sedang menargetkan dirinya.


Maya tidak kesal atau marah, hanya saja sedikit tidak percaya saja mengapa pemuda seperti dia menargetkan janda seperti dirinya. Mungkinkah dia ingin merasakan semangka besar miliknya?


Kediamannya cukup dekat dengan Mall Roxy Banyuwangi, dengan cepat mobil yang dikemudikannya berhenti dikomplek perumahan nomor 6 dan dibagian depannya dapat di lihat mobil taksi yang di parkir sejajar.


"Malam, Terima kasih sudah mengantarkan putriku pulang..." Maya masuk kedalam rumah dengan tergesa - gesa, tanpa sadar semangka besar miliknya bergetar.


"Ini Kamu..." Lisin ingin berdiri namun tidak melakukannya karena Luna sedang tidur di atas pangkuannya.


"Biarkan aku mengurus Luna, kamu pasti sangat kesulitan menghadapi putriku..." Maya dengan perlahan menggendong Luna kemudian memindahkannya kedalam kamar lainnya, tentunya kamar tersebut bukan kamar yang Lisin masuki sebelumnya.


Lisin tidak berharap jika akan bertemu dengan Janda anak satu yang dirinya temui sebelumnya, dan ternyata Luna adalah putrinya.


"Tidak masalah tante, aku tidak diberatkan. ya walaupun sedikit kesal, maksudnya sedikit lelah..." Kata Lisin dengan tertawa ringan.


Lisin tidak ingin memikirkan tentang Jian Chen, dirinya akan mengurusnya nanti. Lisin jelas memiliki keunggulan karena keberadaan sistem ada pada dirinya.


Sekarang Lisin akan fokus dengan Tante Maya tentang bagaimana caranya mengurus dua semangka yang besar itu.

__ADS_1


"Aku Maya, Mamanya Luna..." Maya tersenyum.


"Lisin, Tante..." Lisin memperkenalkan dirinya.


"Lisin, maaf tentang kemarin yang lalu..." Maya masih ingat jika berbuat kurang sopan di depan Lisin sebelumnya.


"Kamu sedang sakit?.... mengapa masih menggunakan jaket tebal..."


"Tidak tante... Sepertinya Aku harus pulang sebelumnya hujan. karena diluar sepertinya akan turun hujan..." Lisin beranjak pergi.


"Tunggu sebentar, Kamu yakin tidak ingin menginap?..." Tanya Maya.


Menginap!!... Tentu saja ingin, hanya saja Lisin tidak mungkin mengatakan iya di depan Maya.


"Tidak perlu Tante, Pasti akan merepotkan mu..." Walaupun ingin, Lisin berusaha untuk tenang. sebelum lampu hijau menyala Lisin tidak ingin memaksakan dirinya kepada Maya.


"Lisin, kamu bilang tukang pijat... Boleh dong pijat tante..." Maya menggoyangkan dua semangka dan membuat Lisin menelan ludah.


"Tante Maya, Sekarang sudah malam, tidak baik nanti timbul fitnah..." Sungguh laki - laki yang sangat baik, pasti hatinya terbuat dari baja karena sangat kuat dan tidak tergoda dengan ajakan Tante Maya.


Di bawah tatapan tante Maya, Lisin memasuki mobil taksi.


Maya juga mengangguk dengan takjub, awalnya dirinya berfikir Jika Lisin tertarik terhadap dirinya yang janda. ternyata dirinya terlalu berpikiran sempit dan menuduh jika Lisin sama dengan laki - laki lainnya. sekarang Maya percaya jika Lisin tidak sengaja bertemu dengan Luna.


"Jrenkkk..."


"Jrenkkk..."


Stater mobil taksi berulang kali di bunyikan namun tidak menyala. Di dalam mobil, Lisin memutuskan kabel dengan warna tertentu, dan jelas kabel tersebut berhubungan dengan coil pengapian mobil.


Lisin keluar mobil dengan cepat berpura - pura membuka kap mobil dan melakukan pembenahan terhadap bagian tertentu, namun mobil taksi tidak kunjung hidup.


"Lisin, mengapa mobilnya?..." Maya mendekat dan bertanya dengan khawatir.


"Tidak tahu tante, sepertinya mobilnya mogok..." Kata Lisin dengan tidak berdaya.


Bertepatan dengan akting dari Lisin, guyuran hujan datang dari langit.


"Lisin, kamu menginap saja di rumah tante... Juga hujannya sangat lebat, mobilnya besok saja dilanjutkan..." Tante Maya membujuk Lisin.


Lisin tertawa di dalam hatinya.


"Maaf, Tante merepotkan jika bukan karena mobilnya mogok aku tidak akan tinggal di rumah tante..." Kata Lisin dengan Malu.


"Sudahlah Tante tidak masalah..." Tante maya mengambil handuk dan memberikannya kepada Lisin.


Lisin secara diam - diam memiliki sudut mulut terangkat.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2