Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 100. Kini Giliranku Bermain


__ADS_3

Suara gemuruh yang cukup keras terdengar dari dalam tanah tempat Ling Tian terbenam. Tanah di sekitarnya juga bergetar seperti sedang terjadi gempa.


Zzz ... Zzz


Energi Qi yang sangat besar berputar di sekelilingnya, membuat tanah tersebut tidak mampu untuk menahan kekuatannya.


DUAR


Ledakan yang sangat keras terdengar berasal dari tempat itu. Ling Tian terlihat melayang di atas tanah dengan energi Qi yang masih terus berputar-putar mengelilingi tubuhnya.


Melihat pemandangan di depan matanya tersebut, pria tua itu segera meningkatkan kewaspadaannya. Dia juga tidak berani langsung menyerang Ling Tian yang masih terlindungi oleh energi Qi yang dihasilkan oleh terobosannya itu, karena hal tersebut akan menjadi bumerang buat dirinya sendiri.


Setelah beberapa saat, energi Qi yang mengamuk itu akhirnya masuk kembali ke dalam tubuh Ling Tian. Aura yang terpancar keluar dari tubuhnya juga telah menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


"Hehehe... Kini giliranku yang bermain denganmu!" Ucap Ling Tian sambil tertawa lirih.


"Hahaha... Meskipun kamu telah menerobos, itu tetap saja tidak akan cukup untuk mengalahkanku." Tawa pria tua tersebut sambil mengeluarkan sebuah tombak dari Cincin Ruangnya.


"Sekarang aku akan menunjukkan padamu kekuatanku yang sebenarnya." Lanjut pria tua itu sambil memegang tombak berwarna merah sepanjang 5 meter yang ujungnya memiliki bentuk seperti pedang.


"Aahh... Begitukah? Aku juga ingin mengetahui bagaimana rasanya bertarung denganmu yang menggunakan seluruh kekuatanmu itu." Ling Tian berkata dengan nada santai sambil menyunggingkan senyum khasnya.


"Baiklah, kalau itu maumu!"


Setelah mengatakan hal tersebut, pria tua itu langsung menghilang dari tempatnya dan melesat dengan sangat cepat ke arah Ling Tian.


Dia mengayunkan tombaknya dengan sangat keras yang seakan ingin memotong tubuh Ling Tian menjadi dua bagian.


Mendapatkan serangan yang dahsyat seperti itu, Ling Tian segera menyambutnya dengan menggunakan Teknik Pedang Kelembutan yang telah diajarkannya pada Jia Xiulan.


TRANG ... TRANG


Suara pedang dan tombak yang saling beradu terdengar menggema di telinga semua orang yang berada di tempat tersebut.


Mu Bai kini tidak bisa lagi mengikuti jalannya pertarungan itu, sebab gerakan keduanya telah menjadi lebih cepat dari yang sebelumnya. Dia hanya dapat menangkap sedikit bayangan saja dari pertempuran yang sangat sengit tersebut.


Namun Mu Bai masih sempat melihat senyuman yang tersungging dari bibir Ling Tian, seolah-olah dia sangat menikmati pertarungan.


"Hanya beginikah kekuatanmu yang telah kamu banggakan tadi?" Ucap Ling Tian dengan nada mencibir, di sela-sela pertarungannya.


"Ayo, keluarkan semua kemampuanmu!" Lanjut Ling Tian lagi.


Mendengar suara Ling Tian yang terus-menerus mengejeknya, pria tua itu semakin geram dan serangannya pun menjadi lebih ganas.

__ADS_1


Teknik Pedang Kelembutan masih tetap saja digunakan oleh Ling Tian yang hanya berniat bertahan dari serangan yang datang menerjang ke arahnya. Karena dia ingin memberikan kesempatan pada pria tua itu untuk mengeluarkan segala kemampuannya.


Teknik Pedang Kelembutan juga berfungsi untuk membalikkan setiap serangan yang datang, sehingga teknik tersebut juga sangat cocok jika di pakai untuk bertahan selama kekuatan dari serangan itu masih setara dengan tingkat kultivasi pengguna teknik ini.


"Ayolah! Aku memberikanmu kesempatan untuk menyerangku dengan kekuatan penuhmu. Sebab sebelumnya kamu juga hanya menggunakan sebagian kemampuanmu saja karena terlalu meremehkan aku, sehingga tanpa kamu sadari itu membuatku dapat menerobos tingkat kultivasiku."


"Jadi... Sebagai bentuk rasa terima kasihku padamu, aku akan sedikit memperlambat waktu kematianmu."


Suara Ling Tian dengan nada santainya terus saja terdengar di sela-sela pertarungan tersebut, dan itu membuat semua orang yang berada di dalam Formasi akhirnya bisa bernapas lega.


"Aarrgghh!"


Pria tua tersebut berteriak sangat keras menggunakan energi Qi-nya, lalu menyerang dengan seluruh kemampuannya ke arah setiap bagian tubuh Ling Tian.


Tombak di tangannya terus menerjang dengan sangat cepat. Kadang melakukan gerakan menusuk, dan kadang pula melakukan gerakan memotong.


Setiap serangan tersebut juga menggunakan energi Qi yang sangat kuat, sehingga udara di sekitarnya pun terlihat seakan berfluktuasi.


"Yaah, seperti itu! Namun semua seranganmu masih cukup lemah bagiku." Ucap Ling Tian pelan sambil terus bergerak dengan lembut menangkis setiap serangan yang berasal dari tombak pria tua tersebut.


TRANG ... TRANG


Bunyi beradunya tombak dan pedang terdengar seperti suara musik yang mengiringi pertarungan mereka berdua. Tanpa terasa, pertarungan tersebut juga telah berlangsung sekitar 1 jam setelah Ling Tian menerobos tingkat kultivasinya.


Setelah itu, dia pun langsung menggunakan Teknik Pedang Tanpa Nama dan mulai berinisiatif membalas semua serangan yang menuju ke arahnya.


Mendapatkan serangan yang sama seperti sebelumnya saat kultivasi Ling Tian masih di tahap ketujuh Bintang Berlian, pria tua tersebut sedikit mengingat pola serangan yang dilancarkan olehnya.


Tetapi karena setiap serangan itu sangat cepat dan lebih ganas juga seiring dengan naiknya tingkat kultivasi Ling Tian, pria tua tersebut sangat kewalahan untuk menghadapinya.


Hanya dalam beberapa menit saja, dia sudah merasa terdesak dan tidak mampu lagi menahan semua serangan Ling Tian yang datang menerjang dengan sangat sengit ke arahnya.


Tubuhnya kini telah dipenuhi luka yang diakibatkan oleh setiap tebasan dari Pedang Pelangi milik Ling Tian.


"Aaahhh!"


Jeritan keras yang berasal dari mulut pria tua tersebut terdengar menggema ke seluruh wilayah Sekte, ketika pedang Ling Tian memotong salah satu lengannya yang tidak memegang tombak.


Sedangkan untuk tangan yang satunya lagi masih terus mencoba menangkis tebasan pedang yang tertuju pada titik-titik vital di tubuhnya. Namun karena serangan Ling Tian semakin cepat dan ganas, salah satu kakinya juga telah terputus akibat sayatan dari Pedang Pelangi.


"Aaahhh!"


Jeritan pria tua itu terdengar lagi, membuat semua orang yang berada di dalam Formasi menjadi sangat bersemangat ketika mendengarnya.

__ADS_1


"Hahaha... Karena aku akan mati di tempat ini, aku akan membawamu dan yang lainnya untuk mengikutiku juga." Pria tua tersebut tertawa terbahak-bahak sambil mengumpulkan seluruh energi Qi pada Dantiannya.


"Ciiihhh... Perbuatan yang sia-sia saja!" Cibir Ling Tian yang mengetahui apa maksud dari pria tua tersebut.


Sang pria tua berniat untuk meledakkan dirinya sendiri dengan seluruh energi Qi yang berada dalam Dantiannya. Kekuatan yang akan dihasilkan oleh ledakan itupun sangat besar dan bisa membahayakan seluruh nyawa orang-orang yang berada tidak jauh dari tempat pertarungan tersebut.


Tetapi Ling Tian tidak khawatir sama sekali. Sebab semua orang-orangnya telah berada dalam Formasi, dan itu akan dapat menahan kekuatan dari ledakan yang berasal dari tubuh pria tua tersebut.


Namun Ling Tian tidak akan membiarkan pria tua itu melakukan hal tersebut. Dengan gerakan yang sangat cepat, dia segera menusuk perut pria tua tersebut dan tepat mengenai titik tengah pada Dantiannya.


"Aaahhh!"


Jeritan yang menyayat hati terdengar kembali dari mulut pria tua itu.


Zzz ... Zzz


Energi Qi pada Dantian pria tua tersebut langsung menyebar berhamburan sebelum sempat menyatu dan terkumpul penuh untuk membuat sebuah ledakan yang dahsyat.


Kemudian Ling Tian bergerak dengan sangat cepat menebas leher pria tua itu hingga kepalanya segera terpisah dari tubuhnya.


BOOM


Setelah beberapa saat, bunyi ledakan terdengar ketika tubuh pria tua tersebut telah jatuh dari udara dan menabrak tanah dengan sangat keras.


BOOM


Bunyi ledakan yang cukup keras terdengar kembali menyusul suara ledakan yang telah dibuat oleh pria tua itu. Gadis yang sebelumnya telah bersamanya, kini ikut terjatuh juga dari udara karena tidak ada lagi energi Qi yang menahannya.


Ling Tian menggerakkan tangannya dengan santai ke arah pria tua tersebut. Lalu segera daya isap yang sangat kuat mengalir keluar dari tangannya dan menarik Cincin Ruang sang pria tua itu.


Ling Tian tetap berdiri di udara sejenak dan menoleh ke arah semua orang yang berada dalam Formasi, sambil menyunggingkan senyum khasnya.


"Hehehe... Semuanya kini baik-baik saja." Ling Tian tertawa lirih ke arah mereka semua.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.


Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.

__ADS_1


Author mohon maaf atas keterlambatan meng-update cerita ini, karena author dari kemarin sangat sibuk di dunia nyata sehingga tidak ada kesempatan untuk menulis chapter yang ke-100 ini.


__ADS_2