
"Woouuww.. Sangat indah..!" Ling Tian segera berseru saat melihat wajah Jia Xiulan yang sangat cantik.
"Aaooww..!"
Ketika Ling Tian terkejut dengan kecantikan Jia Xiulan, jeritannya juga ikut terdengar saat kakinya di injak oleh Lin Yue.
"Yue'er.. Kenapa kamu menginjak kakiku..? Aku tidak berbohong, dia memang sangat cantik..!" Gerutu Ling Tian sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Ciiihhh.." Lin Yue semakin kesal mendengar perkataan Ling Tian.
Jia Xiulan yang terdiam akibat kekalahan telaknya itu, langsung terkejut mendengar apa yang di ucapkan oleh Ling Tian. Wajahnya segera berubah memerah, lalu dengan cepat dia berlari keluar dari aula dan kembali ke ruangannya yang telah di sediakan oleh Klan Lin.
"Patriark Lin..! Aku juga akan kembali ke tempatku."
Setelah mengatakan itu, pria paruh baya yang selalu berada di samping Jia Xiulan itu pun segera pergi ke ruangannya yang berada di samping ruangan Jia Xiulan.
Di dalam ruangan kamarnya, Jia Xiulan masih seperti tidak percaya bahwa dia telah di kalahkan hanya dengan satu ayunan pedang saja. Jika dalam pertarungan nyata, mungkin dia telah terbunuh oleh tebasan pedang tersebut.
"Aahh.. Dia mungkin tidak bermaksud meremehkanku, tetapi aku memang bukan lawan yang pantas untuknya." Jia Xiulan membatin.
Sedangkan untuk Ling Tian, dia masih terus berada di dalam aula sambil berbicara dengan Lin Qiangda. Kemudian dia segera melambaikan tangannya untuk memasang Formasi Penyegelan.
"Kakek.. Ini untukmu..! Ini mungkin cukup untuk meningkatkan kultivasimu." Ling Tian mengeluarkan 20 butir Pil Susu Violet dan akan memberikannya kepada Lin Qiangda.
Saat pil tersebut telah keluar dari Cincin Ruang Ling Tian, aroma pil langsung memenuhi seluruh aula. Energi yang sangat besar dan kuat terpancar dari pil itu.
Lin Qiangda seketika langsung melompat dari tempat duduknya saat merasakan Energi dari pil tersebut. Tubuhnya bergetar karena sangat terkejut dengan apa yang akan di berikan oleh Ling Tian kepadanya.
Tidak ada lagi ketenangan yang selalu di pertahankannya itu. Jika ada dari anggota Klan Lin lainnya yang melihat apa yang di lakukannya saat ini, mereka semua pasti akan tertawa melihat ekspresi yang di tampilkan oleh wajah Lin Qiangda.
Sementara untuk yang lainnya, tubuh mereka semuanya terdiam seperti patung dengan mulut terbuka lebar.
Ling Tian tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis melihat tingkah semua orang yang berada di dalam aula tersebut.
"Aahh.. Kalian semua tidak perlu berlebihan seperti itu. Jika kultivasi kalian semuanya telah berada di tingkat Bintang Berlian, kalian juga akan terbiasa dengan pil ini."
"Kakek.. Ambillah..! Jika Kakek tidak segera mengambilnya, yah terpaksa aku akan memberikan pil ini kepada Ayam." Kata Ling Tian bercanda.
__ADS_1
Dengan cepat Lin Qiangda segera mengambilnya lalu dengan hati-hati dia memasukkannya ke dalam botol pil.
"Tian'er.. Pi.. Pil apa ini..?" Lin Qiangda berkata terbata-bata.
"Aahh.. Itu pil ciptaanku Kakek..! Namanya Pil Susu Violet. Itu memiliki efektivitas 100%, dan akan dengan cepat menaikkan kultivasi para kultivator dari tingkat Bintang Berlian." Jawab Ling Tian sambil menyunggingkan senyum khasnya.
"Apaaaaa..!"
Kini bukan hanya Lin Qiangda yang berteriak, tetapi Lin San dan Lin Hua ikut berteriak juga secara bersamaan. Tidak pernah ada pil yang muncul di Benua Langit memiliki efektivitas 100% selama ribuan tahun.
"Aahh.. Aku juga akan memberikan pil ini kepada Paman dan Bibi..! Pil ini namanya Pil Susu Merah, yang dapat meningkatkan kultivasi para kultivator dari tingkat Bintang Emas." Ling Tian memberikan masing-masing 20 butir Pil Susu Merah kepada Lin San dan Lin Hua.
"Dan ini juga akan dapat membantu meningkatkan kultivasi para kultivator tingkat tinggi dari Klan Lin." Ling Tian juga mengeluarkan 3 ekor Binatang Roh tingkat 4 yang kultivasinya pada tahap kedua Tingkat Berlian.
"Apaaaaa..!"
Sekali lagi teriakan itu terdengar di dalam aula setelah Ling Tian mengeluarkan Binatang Roh tingkat 4 tersebut.
Jika saja Ling Tian tidak memasang Formasi Penyegelan di dalam aula tersebut, pasti teriakan mereka terdengar sampai di halaman luar.
Ling Tian hanya menggelengkan kepalanya melihat itu semua.
"Apakah kalian akan ikut denganku ke tempat Paman Zhang." Tanya Ling Tian kepada Ling Han, Lin Yue dan Su Mei.
"Aku akan kembali ke ruanganku..!" Kata Ling Han.
"Aku juga..!" Ucap Lin Yue.
"Mmm.." Su Mei hanya mengangguk.
"Baiklah.. Aku akan pergi sendiri kesana. Kalian lebih baik jika berlatih di sini." Ling Tian berkata kepada mereka bertiga, lalu dia pun berjalan keluar.
"Kamu akan pergi kemana..? Bolehkah aku ikut juga..?"
Jia Xiulan yang telah keluar dari kamarnya dan sedang berjalan menuju ke halaman, berteriak kepada Ling Tian saat melihatnya sedang berjalan meninggalkan kediaman Klan Lin.
Ling Han, Lin Yue dan Su Mei akan kembali ke ruangan mereka, tetapi segera menghentikan langkahnya ketika mendengar teriakan Jia Xiulan yang memanggil Ling Tian.
__ADS_1
Lin Yue dan Su Mei langsung membatalkan niat mereka dan segera berbalik menuju ke arah Ling Tian.
"Aahh.. Aku tidak berani ikut-ikutan jika nanti terjadi perang." Ling Han membatin, lalu terus berjalan ke ruangannya.
"Ooo.. Aku akan pergi berjalan-jalan ke pusat kota. Apakah Tuan Putri ingin ikut kesana..?" Ucap Ling Tian santai.
"Kalau kamu tidak keberatan, aku akan ikut denganmu..!"
"Tentu saja aku tidak keberatan jika Tuan Putri mau ikut." Ucap Ling Tian dengan menyunggingkan senyum khasnya.
"Aahh.. Yue'er..! Mei'er..! Apa yang sedang kalian lakukan, bukankah tadi kalian mengatakan akan kembali ke ruangan kalian masing-masing." Ling Tian keheranan melihat Lin Yue dan Su Mei berjalan ke arahnya.
"Tidak jadi, kami sekarang berubah pikiran dan akan ikut denganmu juga." Lin Yue berkata dengan nada ketus.
"Sebaiknya kalian berlatih di sini untuk terus meningkatkan kekuatan kalian." Ling Tian semakin heran melihat tingkah kedua gadis itu.
"Sejak di Lembah Obat, kami tidak pernah berhenti berlatih. Kami sekarang ingin beristirahat dan berjalan-jalan sambil berbelanja." Kata Lin Yue tegas.
"Hmmm.. Baiklah..! Karena Tuan Putri juga akan ikut, maka sebaiknya kita naik kereta Kuda saja."
Ling Tian segera memberitahu penjaga bahwa mereka akan naik kereta Kuda ke pusat kota. Dengan cepat penjaga tersebut langsung menyiapkan kereta Kuda untuk mereka.
"Silahkan Tuan Putri..!" Ling Tian mempersilahkan Jia Xiulan untuk naik ke kereta terlebih dahulu.
"Terima kasih." Ucap Jia Xiulan lalu masuk ke dalam kereta.
"Ciiihhh.." Lin Yue yang melihat Ling Tian bertingkah seperti itu langsung mendengus kesal.
Kemudian Ling Tian masuk dan duduk saling berhadapan dengan Jia Xiulan, lalu di ikuti oleh Lin Yue yang duduk di samping kanannya dan Su Mei di samping kirinya.
Lin Yue segera merangkul tangan Ling Tian saat berada di dalam kereta, seakan ingin mengatakan kepada Jia Xiulan bahwa Ling Tian adalah miliknya. Sedangkan untuk Su Mei, dia hanya terus menatap Jia Xiulan dengan tatapan dinginnya itu.
"Apakah mereka berdua adalah kekasih Ling Tian..?" Jia Xiulan bertanya dalam hatinya saat melihat Lin Yue dan Su Mei sengaja bertindak seperti itu di depannya.
Ling Tian hanya duduk dengan santai di dalam kereta tanpa mengetahui bahwa Lin Yue dan Su Mei sedang memprovokasi Jia Xiulan.
***
__ADS_1
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.