
Beberapa bayangan berkelebat dengan cepat naik ke arena pertarungan. Mereka adalah para Tetua dari tiap Klan dan tiap Sekte yang para kultivator jeniusnya telah di kalahkan oleh Lin Yue.
Masing-masing dari mereka segera memeriksa keadaan para kultivator jeniusnya, dan kemudian bernafas lega setelah mengetahui bahwa mereka hanya mengalami luka ringan.
Mereka pun segera mengambil para kultivator jenius tersebut dan membawanya ke area Klan dan Sekte mereka masing-masing, kemudian memberinya Pil Penyembuh.
Para hakim mulai bingung untuk menentukan kultivator yang akan memasuki peringkat 10 besar karena selama pertarungan berlangsung, mereka semua terpesona oleh tarian pedang yang di perlihatkan oleh Lin Yue.
Saat para hakim tersebut masih dalam keadaan bingung, tiba-tiba sebuah bayangan dengan cepat naik ke arena pertarungan. Itu adalah Ling Han.
Semua mata sekali lagi tertuju ke atas arena, mereka baru menyadari ternyata masih ada kultivator jenius lagi yang tersisa. Segera kegaduhan di area Turnamen terjadi sekali lagi.
"Huuuhh.. Kenapa dia masih berani naik ke atas arena pertarungan setelah melihat kekuatan yang di tampilkan oleh gadis itu."
"Kultivasinya hanya pada tingkat kesembilan Bintang Perak, dia mungkin akan bernasib sama dengan kultivator jenius lainnya."
"Pemuda itu hanya akan mempermalukan dirinya sendiri."
Semua komentar mulai keluar lagi dari para penonton yang berada di situ. Mereka semua merasa bahwa pertarungan ini hanya akan buang-buang waktu saja.
"Adik ipar..! Sudah lama aku ingin mencoba bertarung denganmu, tetapi aku terlalu sibuk berlatih dan berkultivasi. Mungkin sekaranglah saatnya untuk mengetahui sampai dimana hasil dari latihanku tersebut." Ling Han berkata pada Lin Yue sambil tersenyum.
"Apaaaaa..! Apakah aku tidak salah dengar..? Dia memanggil gadis itu Adik iparnya."
"Qiangda..! Apakah kamu telah mendapatkan pendamping yang pantas buat cucumu..?" Patriark Klan Zhou yaitu Zhou Hai bertanya dengan wajah cemberut, sebab dia dan Lin Qiangda sempat menjodohkan cucunya Zhou Jian dan Lin Yue.
"Bisa di bilang seperti itu." Jawab Lin Qiangda santai tetapi di dalam hatinya masih bertanya-tanya siapa pemuda yang memanggil cucunya itu sebagai Adik ipar.
"Ayah..! Mungkinkah pemuda tersebut adalah saudara dari Ling Tian, tetapi wajah mereka tidak ada kemiripan sedikitpun." Lin Hua berbisik pelan kepada Lin Qiangda.
"Mungkin dia Kakak sepupu atau keluarga dekat dari Ling Tian." Kata Lin San sambil berbisik juga.
Lin Yue yang mendengar Ling Han memanggilnya dengan sebutan Adik ipar, itu segera membuat wajahnya memerah dan tertunduk malu.
"Aku tidak akan berani melawanmu Kakak." Lin Yue berkata pelan dengan kepala yang masih menunduk.
Ling Han berbalik menatap Ling Tian seakan meminta bantuan darinya.
"Yue'er.. Jika kamu tidak mau melawannya, dia tidak akan menganggapmu sebagai Adik iparnya lagi." Ling Tian berkata sambil menggoda Lin Yue.
__ADS_1
Seketika Lin Yue mengeluarkan pedangnya dan mulai mengambil posisi siap bertarung setelah mendengar apa yang di katakan Ling Tian.
"Hahahaha.." Ling Tian tertawa melihat kekonyolan yang di tampilkan oleh Lin Yue.
Sedangkan untuk semua orang yang melihat tingkah Lin Yue tersebut, langsung tersenyum kecut. Gadis yang sangat cantik dan kuat ini akan selalu mendengarkan apa yang di katakan oleh seorang pemuda biasa seperti Ling Tian.
Jika para kultivator pria yang telah di kalahkan oleh Lin Yue melihat semua ini, mungkin mereka akan muntah darah karena marah.
"Huuuhhh.. Yue'er tidak pernah sekalipun mau mendengarkanku, tapi dia sangat patuh terhadap apa yang di katakan Monster itu." Gumam Lin San dengan nada mengeluh.
"Itu karena kamu terlalu memanjakannya." Ucap Lin Hua ketus.
Sedangkan Lin Qiangda sendiri hanya bisa menghela nafas panjang melihat cucu kesayangannya seperti itu.
"Adik ipar..! Aku ingin kamu melawanku dengan sekuat tenagamu dan jangan berbelas kasihan kepadaku."
Setelah mengatakan itu, Ling Han langsung mengembalikan kekuatannya ke tingkat pertama Bintang Emas, kemudian dia pun mengeluarkan pedangnya. Aura yang kuat segera terpancar dari tubuhnya yang membuat semua orang terkejut sekali lagi dengan kekuatan Ling Han.
Walaupun kultivasinya lebih rendah dari Lin Yue, tapi aura yang di pancarkan oleh Ling Han setara dengannya. Itu karena kekuatan tubuh Ling Han lebih kuat dari Lin Yue.
"Bu.. Bu.. Bukankah itu pedang Ji Guo..?" Lei Tuoli berkata terbata-bata melihat pedang yang di keluarkan oleh Ling Han.
Mereka berdua tahu bahwa Patriark Klan Ji telah terbunuh karena telah memprovokasi seorang kultivator yang sangat kuat, sehingga orang-orang dari Klan Ji tidak memiliki wajah lagi untuk mengikuti Turnamen.
"Kakak..! Aku akan mulai menyerang." Lin Yue segera bergerak dengan kecepatan penuhnya menyerang Ling Han.
Ling Han juga langsung menggunakan kecepatan penuhnya untuk menangkis serangan Lin Yue.
"TRANG.. TRANG.."
Bagi para kultivator yang lebih rendah tingkat kultivasinya dari mereka berdua, hanya bisa melihat percikan api di udara saat pedang mereka saling beradu.
Sementara untuk mereka yang tinggi kultivasinya, dapat melihat semua pergerakan Ling Han dan Lin Yue yang sangat cekatan tersebut.
Teknik pedang Ling Han sangat tegas dan kuat, sedangkan teknik pedang Lin Yue indah dan lembut.
Ling Tian yang melihat semua itu segera berpikir untuk menggabungkan kedua teknik pedang tersebut, hingga dia bisa menciptakan teknik pedangnya sendiri.
Pengetahuan di dalam otaknya segera berputar-putar dan menyatukan kedua teknik pedang itu.
__ADS_1
"Aahh.. Aku tidak tahu harus memberi nama apa pada teknik ini." Ling Tian membatin.
Di arena pertarungan, Ling Han dan Lin Yue mengeluarkan semua kemampuan mereka. Saat pedang mereka bertabrakan, keduanya sama-sama terdorong mundur 10 langkah akibat desakan dari kekuatan mereka masing-masing.
"Berhenti..!"
Beberapa menit kemudian, Ling Tian berteriak untuk menghentikan mereka, karena melihat bahwa keduanya sama-sama seimbang. Jika pertarungan itu terus berlanjut, keduanya juga akan sama-sama terluka. Dan dia juga melihat ketahanan dari pedang Lin Yue akan segera habis.
"Huuuhhh.. mengapa pemuda itu menghentikan pertarungan yang sangat seru ini..?"
"Mungkin karena mereka berdua adalah temannya."
"Aahh.. tapi itu kan menyalahi peraturan."
Ling Tian tidak mempedulikan perkataan orang-orang tersebut karena dia lebih tahu dampak yang akan terjadi dari pertarungan itu.
"TRANG"
Saat mereka berdua telah berhenti, terdengar bunyi besi jatuh ke lantai. Itu adalah bunyi pedang Lin Yue yang patah. Pedangnya tidak bisa bertahan lebih lama melawan pedang Ling Han, itu karena pedangnya hanya senjata Pusaka di Tingkat Emas. Sedangkan pedang di tangan Ling Han adalah senjata Pusaka Tingkat Berlian.
"Aahh.. Maaf Adik ipar karena telah mematahkan pedangmu." Ling Han merasa bersalah pada Lin Yue.
"Tidak apa-apa Kakak." Lin Yue menjawab sambil menundukkan kepalanya karena mendengar Ling Han terus memanggilnya Adik ipar, tetapi di dalam hatinya sangat senang.
"Kakak.. Yue'er.. Segera kesini..!" Alis Ling Tian berkerut karena merasakan kekuatan yang sangat kuat menuju ke arah mereka.
Dia langsung memanggil Ling Han dan Lin Yue, sebab dia tidak tahu apakah orang yang menuju ke arah mereka mempunyai niat baik atau niat jahat.
Ling Han dan Lin Yue terkejut sejenak mendengar teriakan Ling Tian, tetapi dengan cepat mereka segera bergerak ke tempatnya.
Beberapa saat kemudian, sosok burung Bangau yang panjangnya sekitar 30 meter berhenti di udara di atas area Turnamen.
Ling Tian pun memandang ke atas dan melihat 2 orang berpakaian hitam berdiri di atas punggung Bangau tersebut. Kedua orang itu juga melihat ke arah area Turnamen dengan wajah penuh kemarahan.
"Siapa yang telah membunuh anakku..?"
Salah seorang di antara mereka yang tampangnya terlihat tua, memiliki janggut dan kumis yang panjang serta berwarna putih, segera berbicara pelan tapi terdengar sangat jelas di telinga semua orang karena dia berbicara menggunakan energi Qi nya.
***
__ADS_1
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.