Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 203. Situasi Sekte Kabut Racun


__ADS_3

Du Shijie melesat terbang ke beberapa pegunungan dan lembah, mencoba membantu ayahnya yaitu Du Qiang, untuk mencari keberadaan Ling Tian. Namun, setelah mencari selama berjam-jam, dia tetap tidak bisa menemukan keberadaan Ling Tian di dalam pegunungan dan lembah tersebut.


"Ayah!" sapa Du Sijie seraya menggelengkan kepalanya ketika ia kembali ke sisi Du Qiang yang masih berdiri di atas udara.


Du Qiang terdiam selama beberapa saat, kemudian berkata, "Kembalilah terlebih dahulu ke Sekte! Aku akan pergi ke Lembah Obat untuk memasang Formasi Pelindung. Aku juga hendak berjaga-jaga di sana, karena mungkin penyusup itu akan kembali lagi mengambil Tumbuh Roh di lembah tersebut."


"Mmm ... Baiklah, Ayah!" jawab Du Shijie sembari menganggukkan kepala, lalu segera menghilang dari tempatnya.


Selanjutnya, Du Qiang sedikit memperluas area pencariannya. Bahkan ia telah sampai di pegunungan tempat Yan Xifeng dan Ning Qian Qian bertarung melawan Piton Lima Garis.


Di sana, Du Qiang hanya menemukan sisa-sisa pertempuran saja karena tak ada siapa pun lagi di tempat itu. Ia akhirnya kembali dan pergi ke Lembah Obat untuk memasang Formasi Pelindung.


---------------


Di sebuah pegunungan yang cukup jauh dari Lembah Obat, di dalam salah satu gua kecil yang tersembunyi di sana, seorang pemuda berpakaian biru yang terlihat sedikit compang-camping duduk santai dalam Formasi Penyegelan. Pemuda itu adalah Ling Tian.


Ia terus mengedarkan indra spiritualnya untuk memeriksa keadaan di sekitarnya. Setelah merasa bahwa situasinya benar-benar telah aman, Ling Tian akhirnya menghela napas lega.


Ketika Ling Tian membuat kesadaran Du Qiang terganggu selama kurang dari sedetik menggunakan Teknik Auman Naga miliknya, ia menambahkannya dengan memberikan tendangan keras ke dada Du Qiang agar kesadarannya sedikit terganggu lebih lama lagi.


Pada saat itulah Ling Tian mendapatkan kesempatan untuk melarikan diri. Tanpa menyia-nyiakannya sedikit pun, ia langsung menggunakan kecepatan penuhnya menghilang dari pandangan Du Qiang.


Sebelumnya, Gua kecil tersebut telah masuk ke dalam visi Ling Tian saat indra spiritualnya menyelimuti seluruh area pegunungan. Setelah sampai di tempat itu, Ling Tian dengan cepat memasang Formasi Penyegelan agar aura keberadaannya lenyap dan tidak bisa ditemukan oleh indra spiritual Du Qiang.

__ADS_1


"Huuhh ... Hampir saja aku terbunuh di tangan kakek tua bangka sialan itu. Untungnya di saat-saat terakhir tadi aku masih sempat memikirkan sebuah ide cemerlang untuk melarikan diri darinya," gumam Ling Tian dengan nada mengeluh, kemudian melanjutkan, "Hmph ... Tunggu saja! Aku akan segera membalas penghinaan ini berkali-kali lipat. Berani-beraninya tangan keriput dan kotor itu memukul wajahku."


Ling Tian bergegas mengeluarkan berbagai macam Tumbuhan Roh dari Cincin Ruangnya, termasuk sepuluh batang Rumput Roh Bintang yang berhasil diambilnya dari Lembah Obat. Dari kesepuluh batang Rumput Roh Bintang tersebut, Ling Tian akan membuat sepuluh butir Pil Susu Sembilan Hati untuk segera meningkatkan kultivasinya.


---------------


Di dalam Sekte Kabut Racun, lukisan wajah Ling Tian sudah tersebar ke berbagai anggota sekte. Para Tetua juga memanggil semua murid dari setiap divisinya masing-masing untuk memeriksa mereka.


Di tempat divisi Murid Inti, Yan Xifeng dan Ning Qian Qian berkumpul bersama para Murid Inti lainnya di halaman yang sangat luas. Mereka berdua sangat terkejut ketika melihat sebuah gambar yang berada di tangan seorang Tetua. Itu adalah lukisan wajah Ling Tian, yang sedang dicari oleh Sekte Kabut Racun.


Untuk menghindari kecurigaan dari orang-orang di sekitarnya, mereka berdua dengan cepat menyembunyikan keterkejutannya tersebut dan segera berpura-pura bersikap biasa saja seolah-olah tidak pernah bertemu dengan orang yang ada di dalam lukisan itu.


Beberapa Tetua memperhatikan semua wajah para Murid Inti untuk mencocokkannya dengan struktur wajah yang ada pada gambar tersebut. Akan tetapi, tidak ada satu pun di antara mereka yang berhasil menemukannya.


"Baik, Tetua!" jawab semua Murid Inti secara bersamaan.


"Kami juga mengetahui bahwa ada tiga Murid Inti yang Kristal Jiwanya telah hancur. Itu menandakan bahwa ketiganya telah mati. Mungkin hal tersebut ada sangkut pautnya dengan pemuda di dalam gambar ini. Jadi, kalian harus lebih berhati-hati lagi," lanjut Tetua tersebut, kemudian menambahkan seraya mengangguk pelan, "Mmm ... Kembalilah melakukan aktivitas kalian masing-masing!"


Yan Xifeng dan Ning Qian Qian bergegas kembali ke kediaman mereka sendiri tanpa berbicara sedikit pun, karena takut akan secara tidak sengaja mengatakan hal-hal yang berkaitan tentang Ling Tian.


Di waktu yang sama, di tempat divisi Murid Dalam, Shen Tu Jiang dan teman-temannya juga ikut melihat gambar yang ada di tangan Tetua yang ada di sana. Raut wajah mereka semua langsung menjadi sangat pucat ketika mendengarkan penjelasan dari salah seorang Tetua itu.


Bahkan, wajah ketiga Tetua yang membawa Shen Tu Jiang dan yang lainnya dari Kota Luan ikut menjadi pucat juga. Sebab, ketiga Tetua itu merasa bahwa merekalah yang membawa masuk seorang penyusup ke dalam Sekte Kabut Racun.

__ADS_1


Hal paling penting lagi, itu bukanlah penyusup biasa, melainkan seorang Monster yang berpura-pura menjadi kultivator lemah dan hanya memiliki tingkat kultivasi di tahap pertama Bintang Berlian.


Tak ada di antara mereka semua yang pernah menyangka, bahwa seorang pemuda yang masih berusia sekitar 21-22 tahun telah memiliki tingkat kultivasi yang sama dengan pemimpin sekte mereka.


Keterkejutan, ketakutan serta kekaguman bercampur aduk di dalam hati semua orang yang berada di tempat itu. Namun, hal yang berbeda juga telah terjadi dengan para murid wanita. Mata mereka berbinar-binar seolah dipenuhi oleh bintang-bintang saat melihat wajah yang sangat tampan di dalam gambar tersebut.


"I-ini ... Ini tidak mungkin 'kan?" Shen Tu Jiang bertanya dengan tergagap sambil menoleh ke arah teman-temannya untuk memastikan bahwa apa yang baru saja dilihat dan di dengarnya adalah sesuatu yang salah.


"Ini ... Ini dia! Ini benar-benar dia!" ujar Nalan Peng dengan terbata-bata menanggapi pertanyaaan Shen Tu Jiang tersebut. Tubuhnya bergetar keras. Tanpa ia sadari, keringat dingin telah mengalir deras membasahi wajah dan pakaiannya.


"Ternyata selama ini kita telah dipermainkan olehnya! Tapi, kita seharusnya merasa beruntung bahwa Ling Tian tidak membunuh kita semua karena sudah berani menyinggungnya dan bahkan memiliki niat buruk terhadapnya." Qingxue menambahkan.


"Pantas saja dia tidak pernah merasa takut terhadap kita. Sebab, kita semua hanyalah seekor semut kecil di matanya," ucap Ming Cheng dengan nada tertekan.


---------------


Di dalam Formasi Penyegelan, Ling Tian sudah selesai mempersiapkan semua bahan-bahan untuk meramu Pil Susu Sembilan Hati. Api Ilahi segera muncul di telapak tangannya, bersiap untuk memurnikan semua bahan-bahan tersebut.


Proses pemurnian itu hanya berlangsung selama beberapa menit saja. Kemudian melanjutkannya lagi ke proses pembentukan pil. Sebelum melakukannya, Ling Tian terlebih dahulu mencairkan seluruh bahan ramuannya. Setelah menjadi cair, ia pun mulai membentuk Pil Susu Sembilan Hati. Beberapa menit kemudian, 10 butir Pil Susu Sembilan Hati sudah berada di tangannya.


"Hmmm ... Untuk meningkatkan kultivasiku ke tahap kelima Bintang Bumi, sepertinya aku memerlukan sekitar 6 atau 7 butir dari pil ini," gumam Ling Tian pelan dengan nada yang sangat bersemangat, kemudian melanjutkan, "Baiklah, mari kita mulai!"


Ling Tian melemparkan 6 butir Pil Susu Sembilan Hati sekaligus ke dalam mulutnya, lalu menyimpan yang lain ke dalam Cincin Ruangnya. Setelah itu, ia pun mulai menyerap energi yang terkandung di dalam pil tersebut.

__ADS_1


__ADS_2