Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 252. Jebakan Permen Lolipop


__ADS_3

"Itu tidak perlu, Adik kecil! Biarkan aku saja yang bermain denganmu," kata Yanyan singkat, kemudian dengan cepat mengangkat pedang pendek yang ada di tangannya dan langsung berlari menuju ke arah Ling Yuemeilan.


"Hehehe ... Baiklah, Bibi Yanyan!" ujar Ling Yuemeilan sembari tertawa kecil, tanpa menghiraukan Yanyan yang semakin mendekat ke arahnya.


"Berhati-hatilah, Adik kecil!" seru Yanyan ketika pedangnya hendak menusuk ke tubuh Ling Yuemeilan.


Meskipun ia tahu bahwa gadis kecil di depannya itu lebih kuat darinya, tapi Yanyan masih sedikit ragu-ragu dan berpikir serangannya tersebut nantinya akan dapat membuat sang gadis kecil terluka.


Namun, begitu pedang pendek di tangan Yanyan hendak menyentuh tubuh Ling Yuemeilan, dengan gerakan santai Ling Yuemeilan sedikit memiringkan tubuhnya hingga pedang itu hanya mengenai udara saja.


Melihat hal ini, Yanyan segera mengubah serangannya dan menebaskan pedangnya ke arah pinggang Ling Yuemeilan. Sama seperti sebelumnya, Ling Yuemeilan masih dengan sangat mudah menghindari serangan pedang tersebut dengan cara memutar tubuhnya ke samping.


Yanyan akhirnya mulai serius melepaskan setiap serangannya tanpa takut membuat Ling Yuemeilan terluka. Serangan pedang yang awalnya hanya berniat untuk menguji, kini diarahkan ke bagian titik buta pada bagian tubuh Ling Yuemeilan untuk mengunci pergerakannya.


Walau demikian, tak ada satu pun serangan Yanyan yang dapat menyentuh sehelai kain pada pakaian Ling Yuemeilan. Orang-orang yang berada di sekitar halaman tersebut menjadi semakin takjub dengan pergerakan santai dan sangat tenang yang ditunjukkan oleh Ling Yuemeilan kepada mereka semua.


Bahkan sesekali semua orang melihat Ling Yuemeilan memegang tangkai permen lolipop dan mengeluarkan dari mulutnya. Kemudian menjilatinya secara perlahan, lalu memasukkannya kembali ke dalam mulutnya seolah-olah tidak memedulikan serangan yang dilancarkan oleh Yanyan.


"Bibi Yanyan! Apakah kamu menyukai permen lolipop? Jika kamu juga menyukainya, nanti aku akan memberikannya kepadamu."


"Rasanya sangat manis. Aku sangat menyukainya. Ibu pertama yang selalu membelikannya untukku."


"Bibi Yanyan harus merasakannya nanti. Aku memiliki banyak permen lolipop di dalam cincinku."


Ling Yuemeilan terus berbicara dengan nada polosnya di sela-sela pertarungannya bersama Yanyan. Hal ini juga membuat orang-orang yang melihatnya merasa lucu dengan tingkahnya tersebut.

__ADS_1


Pertarungan yang terjadi benar-benar terlihat berat sebelah. Meski Yanyan sudah menggunakan seluruh kemampuannya untuk mencoba mengalahkan Ling Yuemeilan, akan tetapi semua usahanya tidak membuahkan hasil seperti yang diinginkannya.


"Mengapa Bibi Yanyan tidak menyerangku lagi?" Melihat bahwa Yanyan telah mundur dan berhenti menyerangnya, Ling Yuemeilan menggembungkan pipinya sambil menampilkan wajah cemberut. Kemudian melanjutkan, "Apakah Bibi Yanyan telah bosan bermain denganku? Kalau begitu, biarkan kakak-kakak yang di sana menemaniku bermain."


Para pemuda yang ditunjuk Ling Yuemeilan saling berpandangan sejenak, lalu menoleh ke arah Ling An seakan menunggu persetujuannya. Mereka semua tampak seperti tidak sabar ingin memberikan pelajaran pada Ling Yuemeilan yang bertindak seolah-olah meremehkan mereka.


Ling An menatap lekat-lekat pada tubuh mungil Ling Yuemeilan sembari mengerutkan keningnya. Banyak pertanyaan yang mengganggu di dalam benaknya, salah satunya apakah gadis kecil di depannya itu mampu bertarung dengan para jenius dari klannya yang tingkat kultivasi mereka sudah berada di tahap keempat Bintang Emas.


Melihat keraguan di wajah Ling An, salah seorang gadis remaja berusia sekitar 15-16 tahun dengan tingkat kultivasi di tahap pertama Bintang Emas bergegas melangkah maju dan berkata, "Bibi An! Karena adik kecil ini memiliki tingkat kultivasi yang sama denganku, biarkan aku bermain-main sebentar dengannya."


Mendengar hal tersebut, Ling An segera menoleh ke arah gadis remaja itu. Setelah berpikir sejenak, Ling An pun mengangguk pelan lalu menyuruh Yanyan untuk mundur dan datang ke sisinya.


"Kakak, siapa namamu?" tanya Ling Yuemeilan ketika sang gadis remaja telah berdiri tak jauh di depannya.


"Namaku Ling Molihua, Adik kecil! Aku sepupu dari Ling Yanyan." Gadis remaja tersebut berkata dengan lembut seraya tersenyum ke arah Ling Yuemeilan.


"Hmmm ... Mengapa aku dan Yanyan bisa menjadi bibimu, Adik kecil? Kami belum pernah bertemu denganmu dan keponakan kami juga tidak ada yang seperti dirimu di dalam Klan Ling ini," tanya Ling Molihua dengan nada keheranan.


"Itu rahasia, Bibi Molihua!" jawab Ling Yuemeilan singkat.


Ling Molihua berpikir sejenak, kemudian mengeluarkan beberapa permen lolipop berwarna-warni dari Cincin Ruangnya dan berkata, "Adik kecil, kalau kamu memberitahukan siapa dirimu, aku akan memberikan permen lolipop ini kepadamu."


"Aku tidak bisa mengatakannya. Lagi pula, aku juga punya permen lolipop yang sangat banyak di dalam cincinku ini," ucap Ling Yuemeilan sembari menunjukkan Cincin Ruang di jarinya.


"Aahh ... Begitukah?!" Ling Molihua berpura-pura terkejut mendengar perkataan Ling Yuemeilan, lalu melanjutkan dengan nada mengeluh, "Huuhh ... Sungguh sangat disayangkan. Padahal ini adalah permen lolipop terbaik di Ibukota Kekaisaran dan persediaannya pun sangat terbatas."

__ADS_1


"Lihatlah! Permen lolipop yang berwarna ungu ini terbuat dari madu Lebah Ekor Ungu yang sangat langka. Rasanya sangat manis dan dapat membuat napas orang yang memakannya menjadi sangat wangi."


"Woah ... Permen lolipop yang berwarna hijau ini terbuat dari Daun Mint dan dicampur dengan madu dari Lebah Es Zamrud. Rasanya juga sangat manis dan sangat sejuk jika telah berada di dalam mulut."


"Dan permen lolipop yang berwarna biru ini terbuat dari ...."


"Yang berwarna pelangi terbuat dari ...."


"Dan yang ini ...."


Ling Molihua terus menjelaskan setiap jenis permen lolipop yang ada di tangannya. Sementara itu, air liur Ling Yuemeilan sudah menetes keluar dari bibirnya ketika mendengar hal tersebut.


Sebab, meski dia tinggal di Benua Langit Tingkat Menengah, tapi permen lolipop yang dijual di sana hanya standar saja seperti permen lolipop lainnya. Karena orang-orang di Benua Langit Tingkat Menengah lebih mengutamakan pada benda yang dapat meningkatkan kultivasi mereka dibandingkan dengan hal semacam permen lolipop itu.


"Bibi Molihua! Bisakah aku mencicipinya sedikit saja?" Ling Yuemeilan berseru dengan nada berharap seraya menyeka air liurnya.


"Hmmm ... Aku akan memberikan semua permen lolipop ini asalkan kamu mengatakan siapa dirimu, Adik kecil!" ucap Ling Molihua sambil menggerak-gerakkan permen lolipop yang ada di tangannya.


"Itu ... Itu ...."


Melihat bahwa Ling Yuemeilan sedikit ragu-ragu untuk mengatakan siapa dirinya, Ling Molihua tertawa senang penuh kemenangan di dalam hatinya. Kemudian ia berkata dengan nada tegas, "Karena kamu tidak mau mengatakannya, aku akan menyimpan kembali permen lolipop ini. Dan juga, aku tidak ingin lagi bermain denganmu, Adik kecil!"


Ling Molihua menggerakkan tangannya secara perlahan seolah hendak memasukkan permen lolipop yang ada di tangannya ke dalam Cincin Ruangnya.


"Baiklah ... Baiklah ... Aku akan mengatakannya, Bibi Molihua! seru Ling Yuemeilan cepat karena takut Ling Molihua memasukkan kembali permen lolipop tersebut ke dalam Cincin Ruangnya.

__ADS_1


Ling Tian yang melihat putrinya telah termakan umpan dari Ling Molihua, hanya bisa tertawa. Tetapi, dia juga akhirnya mendapatkan ide setelah mendengar percakapan dari keduanya. Untuk meningkatkan kultivasi Ling Yuemeilan, Ling Tian bisa meramu pil yang dicampur dengan bahan-bahan untuk membuat permen lolipop agar putrinya bisa berkultivasi di mana pun dia suka.


__ADS_2