
Setelah berkata demikian, Ling Tian memalingkan kembali wajahnya ke arah He Chang Lang tanpa menghiraukan tatapan membunuh dari para anggota Sekte Lautan Mendalam.
“Cepatlah! Serahkan semua harta yang ada pada dirimu. Aku sudah bosan berada terlalu lama di atas arena ini,” ujar Ling Tian seraya mengangkat tangannya untuk meminta harta He Chang Lang.
“Kurang ajar! Anak muda! Aku sudah memperingatkanmu untuk tidak melangkah terlalu jauh. Apakah kamu percaya jika aku mengatakan bahwa bahkan Sekte Cahaya Matahari takkan mampu melindungimu dari amukan kemarahan sekte kami!?” Tetua yang adalah guru dari He Chang Lang tersebut menghardik Ling Tian sembari memelototkan matanya.
Kekalahan He Chang Lang sudah merupakan pukulan besar baginya serta Sekte Lautan Mendalam. Bagaimana mungkin dia akan membiarkan Ling Tian mengambil semua harta He Chang Lang di depan mata kepalanya sendiri. Itu sama saja telah mencoreng wajah tetua tersebut dan juga nama baik dari Sekte Lautan Mendalam.
“Tetua Shi! Kita harus melenyapkan pemuda itu apa pun konsekuensinya. Jika dia dibiarkan berkembang lebih jauh, maka sekte kita bukan lagi sekte peringkat nomor satu di dalam Aliansi Delapan Sekte ini.” Pemimpin Chu mengirim transmisi suara melalui telepatinya kepada sang tetua. Kemudian melanjutkan, “Ini adalah kesempatan kita untuk membunuh pemuda tersebut. Kita juga bisa menjadikan permasalah ini sebagai alasan untuk melenyapkannya. Biarkan dia melakukan aksinya terlebih dulu. Selanjutnya, kamu tahu apa yang harus dilakukan.”
“Baik, Pemimpin!” balas sang tetua yang dipanggil sebagai Tetua Shi itu.
Ling Tian yang tidak mengetahui rencana dari Pemimpin Chu tersebut masih tampak santai meski telah mendapatkan teguran keras dari Tetua Shi dan seolah-olah tidak memedulikannya sama sekali. Tangannya tetap terangkat untuk meminta semua harta yang ada pada diri He Chang Lang.
__ADS_1
“Guru, tolong aku! Jika aku tidak memberikan semua hartaku padanya, ia hendak terus-menerus menyiksaku. Bahkan mungkin ia akan mengambilnya secara paksa bila aku tidak mau memberikannya.” He Chang Lang berteriak memohon kepada Tetua Shi.
Karena perbuatannya ini, hampir semua orang dari tujuh sekte lainnya langsung memandang rendah pada sikap yang ditunjukkan oleh He Chang Lang tersebut. Menurut mereka, sebagai seorang jenius nomor satu seharusnya He Chang Lang bertindak berani layaknya pria sejati tanpa perlu memohon bantuan dari gurunya.
Walaupun tindakan yang dilakukan oleh Ling Tian sedikit tercela karena ini hanyalah sesi pertarungan untuk menguji kemampuan para murid di dalam Aliansi Delapan Sekte, tetapi menurut mereka perbuatannya itu cukup dapat dimengerti. Sebab, sebelumnya He Chang Lang juga telah berniat untuk menghancurkan kultivasi Ling Tian.
Bagi seorang kultivator, lebih baik mati daripada hidup menjadi manusia biasa saja. Jadi sudah sewajarnya Ling Tian menuntut balas dengan hanya mengambil semua harta milik He Chang Lang. Jika itu pertempuran yang sebenarnya, mungkin sejak awal He Chang Lang sudah terbunuh di tangan Ling Tian dan sudah tentu hartanya juga pasti akan ikut jatuh ke tangan Ling Tian.
“Oowwhh, begitu yah?! Hehehe ... Ternyata kamu menolak untuk menyerahkan hartamu kepadaku. Karena demikian, aku hanya bisa mengambilnya secara paksa,” ucap Ling Tian seraya mengalirkan energi Qi ke tangannya yang sedari tadi masih terangkat. Setelah itu, jari-jari tangannya membentuk sebuah cakar yang siap menerkam ke arah He Chang Lang.
“Guurrr ....” He Chang Lang ingin berteriak memanggil Tetua Shi tetapi suaranya tercekat di kerongkongannya.
“Baj1ngan kep4rat! Kamu benar-benar berani tidak memberikan wajah kepada sekte kami. Kalau begitu, jangan salahkan aku bertindak mendisiplinkanmu,” seru Tetua Shi dengan nada marah dan segera mengayunkan pukulannya ke arah Ling Tian.
__ADS_1
BANG
Seketika itu pula, sebuah energi Qi yang sangat kuat langsung melesat ke arena pertarungan dan menghancurkan Formasi Pelindung yang terpasang di sana. Serangan dari energi Qi tersebut tidak berhenti sampai di situ saja dan terus menerjang ke arah Ling Tian.
Dalam sekejap wajah Yan Qingshan dan Meng Wanlian berubah pucat melihat tindakan dari Tetua Shi. Mereka berdua tidak menyangka kalau guru dari He Chang Lang tersebut berani menyerang Ling Tian di depan mata semua orang. Tingkat kekuatan dari serangan itu juga bukan lagi berniat untuk menghukum Ling Tian melainkan ingin membunuhnya.
Meng Wanlian dengan sigap langsung menghilang dari tempat duduknya dan muncul tepat di depan Ling Tian. Sebelum dia bergerak untuk menangkis serangan dari Tetua Shi, sebuah benda sudah terlebih dahulu menghalanginya.
BOOM
Ledakan susulan dan terdengar cukup keras menggema ke sekitar area pertemuan Aliansi Delapan Sekte saat benda yang dilemparkan oleh Ling Tian bertabrakan dengan energi dari pukulan Tetua Shi. Kabut darah dengan cepat menyebar ke udara karena benda yang dilemparkan Ling Tian ternyata adalah tubuh He Chang Lang.
Sedangkan untuk Meng Wanlian sendiri, dia dengan cepat melepaskan energi Qi-nya agar tubuhnya tidak terkena percikan darah tersebut dan juga untuk menahan sisa-sisa dari kekuatan energi pukulan milik Tetua Shi.
__ADS_1
“Chang'er! Aarrgghh ....” Sebuah teriakan dengan nada sedih bercampur marah menggelegar ke penjuru area pertemuan. Itu adalah suara Tetua Shi yang tampilan wajahnya kini terlihat sangat seram dan menakutkan.