
“Hah?! Apa yang dilakukan oleh pemuda itu? Apakah dia tak tahu bahwa tindakannya tersebut telah menyinggung dan memprovokasi Hong Cao Yan?”
“Hei, bukankah pemuda itu yang tadi naik ke atas arena?”
“Ya, itu dia!”
“Aaiihh ... Pemuda itu sungguh tidak tahu apa yang baik untuk dirinya sendiri. Mulai saat ini, hidupnya tidak akan pernah lagi merasakan yang namanya kedamaian. Bahkan mungkin nyawanya dalam bahaya jika Hong Cao Yan benar-benar marah atas perkataannya tadi.”
“Huuhh ... Sebaiknya kita jangan pernah berhubungan dengan pemuda tersebut. Sebab, kita juga akan terkena imbas dari perbuatannya.”
“Ya! Mari kita menjauh darinya, agar Hong Cao Yan tidak berpikir bahwa kita memiliki hubungan dengannya.”
Berbagai macam komentar keluar dari mulut para murid. Mereka yang sebelumnya berada dekat dengan tempat Ling Tian, segera menjauh dan menjaga jarak darinya. Kini yang tersisa di samping Ling Tian hanyalah Pang Huaxian, Tang Fei dan Xuan Jirou.
Para murid wanita yang tadinya terpesona oleh ketampanan Ling Tian hanya bisa memandangnya dengan tatapan simpati dan rasa kasihan. Karena mereka tahu bahwa saat ini juga mereka tak bisa lagi berpikir untuk memiliki hubungan yang dekat dengan Ling Tian.
“Ju—junior Ling! Ki—kita sekarang benar-benar berada dalam situasi yang berbahaya!” Pang Huaxian kembali berkata dengan nada terbata-bata. Tubuhnya gemetar dan wajahnya juga menjadi pucat pasi, sama seperti yang dialami oleh Tang Fei dan Xuan Jirou.
“Fiiuuhh ... Karena semuanya telah terjadi, mari kita tanggung konsekuensinya bersama-sama,” ucap Tang Fei seraya menghela napas panjang. “Semoga saja Hong Cao Yan tidak terlalu menaruh kebencian pada peristiwa ini!”
“Se—sepertinya harapanmu tidak akan terjadi, Senior Tang. Li—lihatlah ke sana! Hong Cao Yan sedari tadi sudah melotot tajam ke arah kita,” tutur Pang Huaxian setengah berbisik dengan nada yang masih terbata-bata.
__ADS_1
“Nanti aku akan mencoba meminta maaf kepada Hong Cao Yan. Aku akan mengatakan padanya bahwa Junior Ling bertindak impulsif karena tak mengetahui bahwa Dugu Qiu Li sebenarnya adalah salah satu teman dari Hong Cao Yan.” Xuan Jirou berkata sembari mengusap keringat dingin yang sudah membasahi wajahnya.
Melihat ketiga sahabatnya itu bersikap demikian, hati Ling Tian semakin menghangat. Meski dia dianggap telah membuat masalah yang sangat serius karena sudah menyinggung murid peringkat nomor satu di bagian Murid Luar tersebut, namun tak ada dari mereka bertiga yang pergi menjauh dan meninggalkannya.
Sambil menyunggingkan senyum khasnya, Ling Tian pun berkata dengan nada santai, “Tenanglah, Senior! Kalian tak perlu cemas seperti itu. Ini hanyalah masalah kecil. Biarkan aku yang menyelesaikannya.”
Mendengar perkataan Ling Tian, ketiga sahabatnya tersebut hanya bisa menggeleng pelan. Sebab, mereka berpikir bahwa dengan kekuatan Ling Tian yang cuma berada di tahap kedelapan Bintang Bumi, akan sangat mustahil baginya untuk bisa menyelesaikan masalah yang mereka hadapi sekarang.
Di saat yang bersamaan, Niu Lang yang berada di atas arena hanya mampu tersenyum masam ketika mendengar sorakan Ling Tian yang menyemangatinya. Terlepas ia menang atau kalah, tetap saja mereka akan menghadapi konsekuensi dari kemarahan Hong Cao Yan.
“Mulailah!" seru wasit yang memimpin pertarungan.
Begitu terdengar aba-aba dari sang wasit, Hong Cao Yan yang duduk di atas panggung segera berteriak dengan nada geram, “Dugu Qiu Li, hancurkan dia! Jangan beri ampun! Aku ingin kamu mematahkan tangan dan kakinya agar dia menjadi sampah.”
“Hahaha ... Siap, Bos! Teruslah duduk dengan santai dan saksikan bagaimana aku membuatnya tersiksa,” jawab Dugu Qiu Li sembari tertawa terbahak-bahak.
Setelah mengatakan hal tersebut, Dugu Qiu Li segera mengeluarkan tombak dari Cincin Ruangnya, lalu melesat dengan cepat ke arah Niu Lang. Serangan yang dilancarkan oleh Dugu Qiu Li sangat ganas dan dipenuhi dengan niat membunuh.
Mendapatkan serangan kuat seperti itu, Niu Lang hanya bisa menghindar tanpa melakukan perlawanan. Dia terus berkelit dan menangkis setiap serangan yang datang ke arahnya, tanpa berani sedikit pun melepaskan serangan balasan.
Melihat semua ini, Ling Tian tahu bahwa Niu Lang sedang takut dan bimbang untuk memberikan perlawanan terhadap Dugu Qiu Li. Jika pertarungan terus berjalan seperti demikian, maka lama-kelamaan energi Qi milik Niu Lang akan terkuras habis sepenuhnya. Dengan begitu, Dugu Qiu Li pun akan sangat mudah untuk mengalahkannya.
__ADS_1
“Senior! Bolehkah aku meminta bantuan kepada kalian?” tanya Ling Tian dengan nada serius.
“Hmmm ... Katakanlah!” jawab Tang Fei singkat.
“Untuk sekali ini saja, tolong percayalah padaku!” pinta Ling Tian masih dengan nada bersungguh-sungguh.
Setelah berpikir sejenak, Pang Huaxian, Tang Fei dan Xuan Jirou akhirnya menganggukkan kepala mereka menanggapi perkataan Ling Tian.
“Kalau begitu, tolong ikuti apa yang akan aku lakukan sekarang!” ucap Ling Tian tegas sembari membuka bajunya, hingga memperlihatkan bagian atas tubuhnya yang dipenuhi dengan otot-otot yang cukup kekar.
“Aahh ... Junior Ling! Apa yang kamu lakukan?” Pang Huaxian terkejut dengan tindakan Ling Tian yang tiba-tiba membuka bajunya.
Begitu pula dengan Tang Fei dan Xuan Jirou. Mereka tak pernah berpikir bahwa Ling Tian akan melepaskan bajunya di tempat yang ramai dan terbuka seperti itu.
“Ayolah, Senior! Bukankah tadi kalian telah setuju untuk mempercayai aku?!” desak Ling Tian seraya menunjukkan wajah cemberut.
Ketiga sahabat Ling Tian tersebut saling berpandangan sejenak, kemudian dengan berat hati ikut membuka baju mereka masing-masing. Meski mereka tidak mengerti apa maksud dari Ling Tian berbuat demikian, tapi ketiganya tetap saja mau menuruti kemauannya.
Setelah melihat ketiga sahabatnya itu membuka baju mereka dan bertelanjang dada seperti dirinya, Ling Tian segera berbalik ke arah Niu Lang, kemudian mengangkat tangannya dan memutar-mutar bajunya di atas kepala sambil berteriak keras, “Senior Niu, lihatlah! Kami berempat sangat mendukungmu! Jika kamu tidak segera menghajar wajah baj1ngan sialan itu hingga tampak seperti wajah seekor b4bi, maka sia-sia saja usaha kami untuk memberikan semangat terhadap dirimu.”
“Perhatikanlah! Bahkan Senior Pang rela memperlihatkan tubuh seksinya ini kepada semua orang demi memberikan dukungan kepadamu. Jadi, jangan sekali pun pernah berpikir untuk berpura-pura kalah,” lanjut Ling Tian lagi.
__ADS_1
“Hah?!”
Mulut Pang Huaxian, Tang Fei dan Xuan Jirou secara serempak ternganga lebar seolah-olah rahang mereka hendak jatuh ke tanah. Ternyata inilah maksud sebenarnya dari Ling Tian yang menyuruh mereka bertiga untuk ikut membuka baju bersama dirinya.